Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Human Trafficking » Miris, Di Malaysia-Anak NTT Dijual 60 Ribu Ringgit

Miris, Di Malaysia-Anak NTT Dijual 60 Ribu Ringgit

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 27 Mei 2018
  • visibility 124
  • comment 0 komentar

Loading

NTT, gardaindonesia.id – Masalah Perdangangan Orang (Human Trafficking) Menjadi masalah kompleks, rumit dan melibatkan banyak pihak.  Jhon Seo, kontributor Tempo asal NTT yang mengikuti Exellent Investigation (Kompetisi Investigasi) terkait Perdagangan Orang (Human Trafficking) menuturkan secara singkat kepada para peserta Rapat Pimpinan Daerah (Rampimda) Partai Golkar NTT, Jumat /25 Mei 2018 di Hotel Swissbel Kristal Kupang.

Sebelumnya dilakukan investigasi diperlukan pembuktian Pertama Apakah Benar anak NTT dijual? Jhon Seo berhasil dapatkan bukti aliran dana. Terdapat aliran dana dari Malaysia ke NTT sebesar 180 Milyar per tahun

Anak anak dijual di Malaysia dengan harga 60 ribu ringgit atau setara dengan 210 juta per anak, Sebelum dijual diberikan uang muka 8.500 ringgit (30 juta) dikirim ke Indonesia melalui Kota Medan.

“Di Malaysia terdapat Cukong besar pengusaha sarung walet bernama Albert Tei, Semua aliran Dana berasal dari dia “, tutur Jhon Seo

Lanjut Jhon, “Jaringan Human Trafficking terstruktur dengan rapi, dimulai dari agensi yang bersatu Pimpinan Wely Waitama, Jaringan dari Kupang hingga Malaysia yang berhubungan dengan Diana Aman dan Yohanes Ringgi hingga yang membuat KTP palsu dan Pihak Imigrasi “.  Pelaku perekrutan berasal dari Orang dekat seperti Om Atau Tante dan Keluarga, Kemudian diserahkan ke PJTKI.

Banyak modus yang digunakan berupa penipuan dengan iming iming gaji besar dan dipekerjakan sebagai asisten Rumah tangga. Kebanyakan para TKI yang berangkat hanya dengan Pendidikan maksimal Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Orang NTT paling banyak dicari oleh majikan dari keturunan Afganistan dan China, karena penurut dan tidak banyak protes meski 5 bulan pertama tidak digaji dengan alasan pemotongan biaya dokumen dan transportasi ke Malaysia “, ungkap Jhon Seo.

“Gaji Mereka tidak dibayar Setelah Bulan ke 6 namun tidak pegang uang, dibayar usai kontrak jika majikan tersebut baik. Jika tidak dibayar gaji, Mereka kabur ke KBRI “, tandas Jhon.

Pengamatan Jhon Seo Saat berkunjung ke KBRI, terdapat shelter atau penampungan para TKW yang mencapai 132 Orang kebanyakan perempuan asal NTT.

Menurut Jhon kemiskinan dan Lapangan Kerja yang minim, yang menjadi pemicu Kasus TKI di Malaysia. Perlindungan terhadap TKI yang minim juga menjadi penyebab saat paspor kadaluarsa tidak ada yang perpanjang termasuk PJTKI yang Tidak kooperatif dan tidak ada perlindungan bagi para TKI asal NTT. (+rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang HUT Ke-75 Republik Indonesia, 12 Desa di Sumba Nikmati Listrik

    Jelang HUT Ke-75 Republik Indonesia, 12 Desa di Sumba Nikmati Listrik

    • calendar_month Kam, 30 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba-N.T.T, Garda Indonesia | Di tengah pandemi Covid-19, PLN terus bekerja untuk menghadirkan listrik ke seluruh pelosok tanah air. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, PLN berhasil mengalirkan listrik kepada 538 Kepala Keluarga (KK) di 12 desa yang berada Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Adapun 12 Desa tersebut antara lain […]

  • Pj Gubernur NTT: “Ingin Belajar Kerukunan Umat Beragama?; Datanglah di NTT”

    Pj Gubernur NTT: “Ingin Belajar Kerukunan Umat Beragama?; Datanglah di NTT”

    • calendar_month Rab, 22 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – “Kalo ingin belajar kerukunan antar umat beragama, datang belajar di Nusa Tenggara Timur, “ungkap Pj Gubernur NTT, Drs. Robert Simbolon,MPH. Himbauan tersebut disampaikannya dalam sesi sambutan saat penyerahan Hewan Kurban bantuan Presiden dan Gubernur NTT, Rabu/22 Agustus 2018 pukul 09.00 wita di Masjid Agung Baiturahman Perumnas Kupang. Robert Simbolon yang berkeyakinan Katolik […]

  • Usai Perjalanan ke Mamuju, Ketua Satgas Doni Monardo Positif Covid-19

    Usai Perjalanan ke Mamuju, Ketua Satgas Doni Monardo Positif Covid-19

    • calendar_month Sab, 23 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengumumkan dirinya  positif tertular virus corona menyusul  aktivitas padat dalam sepekan terakhir memimpin penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan. “Dari hasil tes PCR tadi malam, pagi ini mendapatkan hasil positif Covid-19 dengan CT Value 25. Saya sama sekali tidak merasakan […]

  • 39 Ribu Pekerja Migran Kembali ke Tanah Air Periode Januari—25 Juni 2020

    39 Ribu Pekerja Migran Kembali ke Tanah Air Periode Januari—25 Juni 2020

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Berdasarkan data SiskoTKLN yang terintegrasi dengan Simkim dari 1 Januari hingga 25 Juni 2020, jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke tanah air mencapai 39.005. Gugus Tugas Nasional menerapkan protokol kepulangan sehingga penularan Covid-19 dari imported case dapat diminimalkan. Menghadapi kepulangan para PMI, Gugus Tugas Nasional bekerja sama dengan Badan […]

  • “Bank NTT Terus Jadi Berkat” Ini Doa Agen Mobile Banking di Atambua

    “Bank NTT Terus Jadi Berkat” Ini Doa Agen Mobile Banking di Atambua

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua, Garda Indonesia | Doa dan harapan agar Bank NTT sebagai bank kebanggaan masyarakat NTT terus bertumbuh, dirasakan tidak saja oleh pemegang saham, pengurus serta para pelaku bisnis kelas atas. Kali ini, doa itu datang dari seorang agen mobile banking Bank NTT, yakni Nyonya Lidya Yanti Taolin. Baginya, Bank NTT harus terus bertumbuh dan hadir […]

  • Resmikan Perpustakaan Ramah Anak, Bupati SBD Kenalkan 7 Jembatan Emas

    Resmikan Perpustakaan Ramah Anak, Bupati SBD Kenalkan 7 Jembatan Emas

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Loading

    SBD-NTT, Garda Indonesia  | Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete resmikan perpustakaan ramah anak di SD Inpres Ndapa Taka, Kecamatan Wewewa Tengah, Jumat pagi, 13 September 2019. Perpustakaan ini merupakan perpustakaan ketujuh di Pulau Sumba yang dikembangkan oleh INOVASI melalui kemitraan dengan Taman Bacaan Pelangi (TBP). Selain Bupati Kodi Mete, hadir dalam […]

expand_less