Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Human Trafficking » Miris, Di Malaysia-Anak NTT Dijual 60 Ribu Ringgit

Miris, Di Malaysia-Anak NTT Dijual 60 Ribu Ringgit

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 27 Mei 2018
  • visibility 83
  • comment 0 komentar

Loading

NTT, gardaindonesia.id – Masalah Perdangangan Orang (Human Trafficking) Menjadi masalah kompleks, rumit dan melibatkan banyak pihak.  Jhon Seo, kontributor Tempo asal NTT yang mengikuti Exellent Investigation (Kompetisi Investigasi) terkait Perdagangan Orang (Human Trafficking) menuturkan secara singkat kepada para peserta Rapat Pimpinan Daerah (Rampimda) Partai Golkar NTT, Jumat /25 Mei 2018 di Hotel Swissbel Kristal Kupang.

Sebelumnya dilakukan investigasi diperlukan pembuktian Pertama Apakah Benar anak NTT dijual? Jhon Seo berhasil dapatkan bukti aliran dana. Terdapat aliran dana dari Malaysia ke NTT sebesar 180 Milyar per tahun

Anak anak dijual di Malaysia dengan harga 60 ribu ringgit atau setara dengan 210 juta per anak, Sebelum dijual diberikan uang muka 8.500 ringgit (30 juta) dikirim ke Indonesia melalui Kota Medan.

“Di Malaysia terdapat Cukong besar pengusaha sarung walet bernama Albert Tei, Semua aliran Dana berasal dari dia “, tutur Jhon Seo

Lanjut Jhon, “Jaringan Human Trafficking terstruktur dengan rapi, dimulai dari agensi yang bersatu Pimpinan Wely Waitama, Jaringan dari Kupang hingga Malaysia yang berhubungan dengan Diana Aman dan Yohanes Ringgi hingga yang membuat KTP palsu dan Pihak Imigrasi “.  Pelaku perekrutan berasal dari Orang dekat seperti Om Atau Tante dan Keluarga, Kemudian diserahkan ke PJTKI.

Banyak modus yang digunakan berupa penipuan dengan iming iming gaji besar dan dipekerjakan sebagai asisten Rumah tangga. Kebanyakan para TKI yang berangkat hanya dengan Pendidikan maksimal Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Orang NTT paling banyak dicari oleh majikan dari keturunan Afganistan dan China, karena penurut dan tidak banyak protes meski 5 bulan pertama tidak digaji dengan alasan pemotongan biaya dokumen dan transportasi ke Malaysia “, ungkap Jhon Seo.

“Gaji Mereka tidak dibayar Setelah Bulan ke 6 namun tidak pegang uang, dibayar usai kontrak jika majikan tersebut baik. Jika tidak dibayar gaji, Mereka kabur ke KBRI “, tandas Jhon.

Pengamatan Jhon Seo Saat berkunjung ke KBRI, terdapat shelter atau penampungan para TKW yang mencapai 132 Orang kebanyakan perempuan asal NTT.

Menurut Jhon kemiskinan dan Lapangan Kerja yang minim, yang menjadi pemicu Kasus TKI di Malaysia. Perlindungan terhadap TKI yang minim juga menjadi penyebab saat paspor kadaluarsa tidak ada yang perpanjang termasuk PJTKI yang Tidak kooperatif dan tidak ada perlindungan bagi para TKI asal NTT. (+rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Nemangkawi Tangkap Teroris OPM Papua

    Satgas Nemangkawi Tangkap Teroris OPM Papua

    • calendar_month Sen, 12 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Aparat gabungan TNI/Polri Satgas Nemangkawi menangkap seorang anggota kelompok teroris OPM, Gumanggup Enumbi, yang masuk daftar orang dicari bersama dua orang lain berinisial ME dan MT, di TK Pintu Jawa Kabupaten Puncak, Papua. Komandan Satuan Tugas Humas Satgas Nemangkawi, Komisaris Besar Polisi M Iqbal Aqudusy, mengatakan, berdasarkan informasi Satgas Elang ll bahwa acara bakar […]

  • Tahun 2021, Kementerian PPPA Kembali Evaluasi Kab/Kota Layak Anak

    Tahun 2021, Kementerian PPPA Kembali Evaluasi Kab/Kota Layak Anak

    • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) kembali melaksanakan Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), setelah pelaksanaannya sempat ditunda selama 1 tahun akibat pandemi Covid-19. Pada pembukaan Evaluasi KLA secara luring dan daring pada Selasa, 9 Maret 2021, Sekretaris Kementerian PPPA Pribudiarta N Sitepu menuturkan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak […]

  • IKBM-SARAI Eksis Hingga Saat Ini Karena Kasih-Nya

    IKBM-SARAI Eksis Hingga Saat Ini Karena Kasih-Nya

    • calendar_month Sel, 29 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Loading

    Seba, Garda Indonesia | Ikatan Keluarga Besar Maumere Sabu Raijua atau biasa dikenal dengan IKBM-SARAI menghelat misa syukur hari ulang tahun (HUT) pertama IKBM SARAI pada Jumat, 25 Agustus 2023. Wadah yang menghimpun warga Maumere di Sabu Raijua ini didirikan pada 14 Agustus 2022. Misa syukur HUT pertama IKBM-SARAI dipimpin Romo Yohanes Pius Tas’au yang […]

  • Lima Tahapan Menuju Masyarakat Aman Covid-19 dan Produktif

    Lima Tahapan Menuju Masyarakat Aman Covid-19 dan Produktif

    • calendar_month Sel, 9 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Masyarakat di Indonesia masih terdampak pandemi. Mereka tidak hanya terpapar oleh penyakitnya tetapi juga mereka yang sehat terdampak secara sosial dan ekonomi. Sebelum ditemukannya vaksin Covid-19, masyarakat tetap dapat melakukan aktivitas dengan aman dan produktif. Namun, new normal atau istilah yang mudah dipahami sebagai adaptasi kebiasaan baru menjadi syarat mutlak. Adaptasi ini […]

  • BMKG Kupang: “7 Kali Gempa Bumi di Sumba Timur Tidak Berpotensi Tsunami“

    BMKG Kupang: “7 Kali Gempa Bumi di Sumba Timur Tidak Berpotensi Tsunami“

    • calendar_month Sel, 2 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id–Gempa Bumi Mag 6.0 yang melanda Sumba Timur berlokasi di 66 km BaratDaya pada Selasa/2 Oktober 2018 pukul 07.59 wita yang dirasakan paling kuat di Sumba terutama di Waingapu dan sekitarnya. Terjadi 7 kali Gempa Bumi Mag 6,0 pukul 07.59 wita dan Mag 6,3 pukul 08.16 wita berjarak setiap 16 menit dirasakan hingga 4 […]

  • LPSK Cabut Perlindungan Darurat kepada Tersangka Bharada E

    LPSK Cabut Perlindungan Darurat kepada Tersangka Bharada E

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Keputusan bulat terkait status perlindungan darurat yang semula diberikan kepada tersangka Bharada E akhirnya dicabut Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo menjelaskan, langkah tersebut diputuskan dalam Rapat Paripurna (Sidang Mahkamah) LPSK yang dihelat pada Senin pagi, 15 Agustus 2022 di Gedung LPSK. “Menurut catatan kami, Bharada […]

expand_less