Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Human Trafficking » Miris, Di Malaysia-Anak NTT Dijual 60 Ribu Ringgit

Miris, Di Malaysia-Anak NTT Dijual 60 Ribu Ringgit

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 27 Mei 2018
  • visibility 41
  • comment 0 komentar

Loading

NTT, gardaindonesia.id – Masalah Perdangangan Orang (Human Trafficking) Menjadi masalah kompleks, rumit dan melibatkan banyak pihak.  Jhon Seo, kontributor Tempo asal NTT yang mengikuti Exellent Investigation (Kompetisi Investigasi) terkait Perdagangan Orang (Human Trafficking) menuturkan secara singkat kepada para peserta Rapat Pimpinan Daerah (Rampimda) Partai Golkar NTT, Jumat /25 Mei 2018 di Hotel Swissbel Kristal Kupang.

Sebelumnya dilakukan investigasi diperlukan pembuktian Pertama Apakah Benar anak NTT dijual? Jhon Seo berhasil dapatkan bukti aliran dana. Terdapat aliran dana dari Malaysia ke NTT sebesar 180 Milyar per tahun

Anak anak dijual di Malaysia dengan harga 60 ribu ringgit atau setara dengan 210 juta per anak, Sebelum dijual diberikan uang muka 8.500 ringgit (30 juta) dikirim ke Indonesia melalui Kota Medan.

“Di Malaysia terdapat Cukong besar pengusaha sarung walet bernama Albert Tei, Semua aliran Dana berasal dari dia “, tutur Jhon Seo

Lanjut Jhon, “Jaringan Human Trafficking terstruktur dengan rapi, dimulai dari agensi yang bersatu Pimpinan Wely Waitama, Jaringan dari Kupang hingga Malaysia yang berhubungan dengan Diana Aman dan Yohanes Ringgi hingga yang membuat KTP palsu dan Pihak Imigrasi “.  Pelaku perekrutan berasal dari Orang dekat seperti Om Atau Tante dan Keluarga, Kemudian diserahkan ke PJTKI.

Banyak modus yang digunakan berupa penipuan dengan iming iming gaji besar dan dipekerjakan sebagai asisten Rumah tangga. Kebanyakan para TKI yang berangkat hanya dengan Pendidikan maksimal Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Orang NTT paling banyak dicari oleh majikan dari keturunan Afganistan dan China, karena penurut dan tidak banyak protes meski 5 bulan pertama tidak digaji dengan alasan pemotongan biaya dokumen dan transportasi ke Malaysia “, ungkap Jhon Seo.

“Gaji Mereka tidak dibayar Setelah Bulan ke 6 namun tidak pegang uang, dibayar usai kontrak jika majikan tersebut baik. Jika tidak dibayar gaji, Mereka kabur ke KBRI “, tandas Jhon.

Pengamatan Jhon Seo Saat berkunjung ke KBRI, terdapat shelter atau penampungan para TKW yang mencapai 132 Orang kebanyakan perempuan asal NTT.

Menurut Jhon kemiskinan dan Lapangan Kerja yang minim, yang menjadi pemicu Kasus TKI di Malaysia. Perlindungan terhadap TKI yang minim juga menjadi penyebab saat paspor kadaluarsa tidak ada yang perpanjang termasuk PJTKI yang Tidak kooperatif dan tidak ada perlindungan bagi para TKI asal NTT. (+rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bakti Sosial Kodim 1627/Rote Ndao, Bangun Rumah Warga Korban Badai Seroja

    Bakti Sosial Kodim 1627/Rote Ndao, Bangun Rumah Warga Korban Badai Seroja

    • calendar_month Sen, 12 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Kodim 1627/Rote Ndao membangun dapur umum dan melakukan bakti sosial kepada korban bencana Badai Seroja di beberapa titik desa di Kabupaten Rote Ndao. Rumah masyarakat yang rusak parah menjadi sasaran kegiatan oleh personil Kodim 1627/Rote Ndao. Aksi kemanusiaan Kodim 1627/Rote Ndao tersebut dihelat pada tanggal 7—10 April 2021, diawali dengan […]

  • Demi Program MBG, TNI AD Utus 34 Prajurit Belajar di Singapura

    Demi Program MBG, TNI AD Utus 34 Prajurit Belajar di Singapura

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Loading

    Rombongan yang berangkat dari Bandara Internasional Soekarno–Hatta, Jakarta, pada Sabtu siang, 11 Oktober 2025, terdiri atas 26 prajurit TNI AD, empat anggota Persit Kartika Chandra Kirana, tiga pendamping militer, dan satu peninjau.   Jakarta | Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mengirimkan 34 personelnya ke Singapura untuk mengikuti pelatihan Institutional Food Management Training atau […]

  • KUHP Tidak Mesti Menekan Kemerdekaan Pers

    KUHP Tidak Mesti Menekan Kemerdekaan Pers

    • calendar_month Sab, 10 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Walaupun Rancangan Undang-undang (RUU) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) telah disahkan DPR menjadi UU KUHP,  khusus untuk pelaksanaan kemerdekaan pers tetap hanya akan mengikuti dan patuh terhadap UU Pers No 40 Tahun 1999. Oleh sebab itu, KUHP tidak berlaku dalam ruang lingkup mekanisme dan pelaksanaan kemerdekaan pers. Demikian ditegaskan oleh Pakar […]

  • Fermin Aldeguer Raih Kemenangan Perdana di MotoGP Mandalika 2025

    Fermin Aldeguer Raih Kemenangan Perdana di MotoGP Mandalika 2025

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Loading

    Fermin Aldeguer meraih kemenangan dalam balapan yang diwarnai tersingkirnya Juara Dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, dan Marco Bezzecchi di Pertamina Grand Prix Indonesia di Mandalika.   Lombok | Balapan yang penuh aksi dan drama di Pertamina Mandalika International Circuit. Sejak lap pertama, hingga lap terakhir, fans MotoGP disuguhkan tontonan yang memicu adrenalin. Dan yang menjadi […]

  • Kuasa Hukum Pertanyakan Proses Hukum Pelaku Perusakan Enam Rumah di Belu

    Kuasa Hukum Pertanyakan Proses Hukum Pelaku Perusakan Enam Rumah di Belu

    • calendar_month Ming, 12 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Kuasa Hukum para korban perusakan enam rumah di Dusun Kimbana B, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Silvester Nahak, S.H. mempertanyakan perkembangan proses hukum terhadap para pelaku. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/01/07/kuasa-hukum-minta-polisi-segera-tahan-pelaku-perusakan-enam-rumah-di-belu/ “Saya pertanyakan perkembangan perkara tindak pidana perusakan rumah di Bakustulama,” ungkap Sil Nahak, demikian […]

  • Numbu Mamboro—Sajian Tradisi Kolektif Publik Sumba Tengah

    Numbu Mamboro—Sajian Tradisi Kolektif Publik Sumba Tengah

    • calendar_month Sab, 13 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Mamboro adalah wilayah distrik kebudayaan terletak di Kabupaten Sumba Tengah, Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tercermin dalam rupa dan praktik budaya seperti situs kampung adat tua Wawarongu, tutur bahasa Mamboro, upacara sakral Tauna Usu Manua, tradisi batu megalitik, dan pola kehidupan masyarakat kawasan pesisir Pantai Maloba. Tradisi dan budaya di Mamboro cukup kuat […]

expand_less