Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Pasca Gempa Maluku Utara, Dua Tewas & Lebih dari 2.000 Orang Mengungsi

Pasca Gempa Maluku Utara, Dua Tewas & Lebih dari 2.000 Orang Mengungsi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
  • visibility 161
  • comment 0 komentar

Loading

Maluku Utara, Garda Indonesia | Gempa bumi dengan magnitudo 7.2 pada Minggu, 14 Juli 2019, pukul 18:10:51 WIT. Lokasi berada pada 0.59 LS,128.06 BT (62 km Timur Laut Labuha-Malut ) dengan kedalaman 10 Km. Goncangan kuat gempa dirasakan kuat di Kabupaten Halmahera selatan selama 2—5 detik dan masyarakat panik berhamburan keluar rumah.

Plh. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Dr. Agus Wibowo, M.Sc., mengatakan bahwa gempa bumi magnitudo 7,2 tersebut berdampak pada kerusakan bangunan dan infrastruktur lain. Kerusakan unit rumah di Desa Ranga ranga, Kecamatan Gane Timur 20 unit, Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat 28 unit, dan Desa Dolik, Kecamatan Gane Barat Utara 6 unit.

“3 (tiga) desa ini berada di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan. Kerusakan rumah di Desa Kluting Jaya, Kecamatan, Weda Selatan, Halmahera Tengah 5 unit, sedangkan kerusakan 2 unit jembatan terjadi di Desa Saketa”, terang Agus Wibowo.

Selain itu, BMKG mencatat gempa bumi magnitudo 7,2 dengan 65 kali gempa susulan dengan kedalaman rata-rata 10 km hingga Senin, 15 Juli 2019, pukul 09.00 WIT; menewaskan 2 (dua) orang meninggal dan lebih dari 2.000 mengungsi di 14 titik pengungsian.

“Dua korban meninggal teridentifikasi berasal dari Desa Gane Luar dan Desa Papaceda, sedangkan pengungsian terbanyak berada di Kecamatan Bacan Selatan”, beber Agus.

Mengenai jumlah penyintas, Agus menyampaikan penyintas di titik tersebut mencapai 1.000 orang. Sementara itu, para korban telah mendapatkan penanganan darurat dari pemerintah daerah dan institusi terkait lainnya. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari, terhitung 15—21 Juli 2019.

“Hingga kini beberapa kendala dihadapi dalam penanganan darurat. Akses jalan ke lokasi terdampak hanya melalui laut dikarenakan akses jalan darat masih belum terbangun. Rute yang dapat ditempuh yaitu rute Ternate – Sofifi melalui speed boat dan dilanjutkan perjalanan darat dari Sofifi menuju ke Saketa. Kemudian Ternate ke Labuha dengan pesawat atau kapal ferry. Labuha menuju ke Saketa membutuhkan waktu 5 jam dengan speed boat”, ungkap Agus Wibowo.

Retak tanah akibat gempa bumi dengan magnitudo 7.2 pada Minggu, 14 Juli 2019

Sementara itu, PVMBG melaporkan pada Minggu (14/7) gempa dirasakan dengan sekala II-III MMI di Pos Pengamatan G. Gamalama dan II MMI di Pos Pengamatan G. Dukono.

Gempa dirasakan kuat di Kota Ternate selama 2—4 detik, masyarakat terlihat panik dan berhamburan keluar rumah. BPBD Halmahera melaporkan bahwa gempa dirasakan kuat di Kabupaten Halmahera selatan selama 2—5 detik dan masyarakat panik berhamburan keluar rumah.

Berdasarkan pantauan PVMBG, lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif yang berada di daerah tersebut. Pusat gempa bumi berada di darat. Wilayah-wilayah yang dekat dengan sumber gempa disusun oleh batuan vulkanik dan sedimen berumur Tersier yang dapat bersifat urai, lepas, dan belum kompak (unconsolidated) sehingga memperkuat efek guncangan gempa bumi.

Masyarakat di Ternate dan Kabupaten Halmahera Selatan tetap dapat menikmati layanan Telkomsel secara normal baik layanan Voice, SMS maupun layanan data dikarenakan tidak ada gangguan yang bersifat massif. Sebelumnya, BTS sempat mengalami gangguan, namun sudah normal kembali sejalan dengan pulihnya aliran listrik di wilayah tersebut. Serta sarana dan fasilitas penyaluran BBM dan Elpiji Pertamina tidak mengalami kerusakan akibat gempa, sehingga layanan komoditas energi tersebut masih berjalan normal. (*)

Sumber berita (*/Humas BNPB)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hingga 2024, STIKES Nusantara Telah Mewisuda 7 Ribuan Wisudawan

    Hingga 2024, STIKES Nusantara Telah Mewisuda 7 Ribuan Wisudawan

    • calendar_month Ming, 7 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Nusantara didirikan oleh Alm. Haji Marzuki bin Muhammad Rafii pada 12 November 2009 dan bernaung di bawah Yayasan Kunci Ilmu. Sejak didirikan hingga pada tahun 2024, Civitas Akademika STIKES Nusantara berkutat memperkukuh eksistensinya. STIKES Nusantara memiliki 25 dosen tetap bergelar S2 linier yang diseleksi secara ketat dan berkompeten […]

  • Megawati Telah Ingatkan Urgensi Proyek Kereta Cepat Sejak 2015

    Megawati Telah Ingatkan Urgensi Proyek Kereta Cepat Sejak 2015

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Loading

    Megawati sempat mempertanyakan apakah proyek kereta cepat sudah tepat dilakukan pada saat itu dan bagaimana manfaatnya bagi masyarakat luas.   Jakarta | Ketua DPP PDI Perjuangan My Esti Wijayati mengungkapkan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah jauh-jauh hari menyoroti urgensi pembangunan proyek kereta cepat Whoosh sejak tahun 2015. Pernyataan ini disampaikan My Esti menanggapi […]

  • HUT Ke-62 Provinsi NTT, Terus Mengubah Diri

    HUT Ke-62 Provinsi NTT, Terus Mengubah Diri

    • calendar_month Ming, 20 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,  Garda Indonesia | Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki 1.192 pulau, 72 bahasa daerah, beragam suku, dan kaya akan wisata, budaya, kearifan lokal, kini genap berusia 62 tahun pada Minggu, 20 Desember 2020. Berbagai upaya, program, dan terobosan tengah diupayakan dan sementara digalakkan demi kesejahteraan masyarakat. Memperingati HUT ke-62 NTT di tengah pandemi […]

  • BERAKHIR! Sengketa Tanah Keluarga Herewila 2,5 Hektar di Tarus

    BERAKHIR! Sengketa Tanah Keluarga Herewila 2,5 Hektar di Tarus

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Sengketa panjang sekitar 7,6 tahun atas tanah warisan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, Elisa Rame Herewila, kini berakhir. Tanah sekitar 2,5 hektar ini berlokasi di RT 07 RW 03 Desa Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), lebih tepatnya berada di Jalan Timor Raya, perbatasan Kota Kupang dan […]

  • Surat Terbuka SIAGA Untuk Pendukung dan Masyarakat NTT

    Surat Terbuka SIAGA Untuk Pendukung dan Masyarakat NTT

    • calendar_month Sab, 23 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA) dan tim pemenangan SIAGA, menyampaikan surat terbuka untuk seluruh tim partai, keluarga, relawan dan simpatisan, Sabtu, 20 November 2024. Surat terbuka yang ditandatangani oleh ketua tim pemenangan SIAGA, Kristo Blasin dan sekretaris tim pemenangan, Donatus Djo serta […]

  • Keuangan Bank NTT Alami Pertumbuhan Sebesar Rp.4,88 Triliun

    Keuangan Bank NTT Alami Pertumbuhan Sebesar Rp.4,88 Triliun

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kinerja keuangan Bank NTT berhasil menunjukkan tren positif per 23 Oktober 2019. Total aset Bank NTT mengalami peningkatan sebesar Rp.4,88 Triliun menjadi Rp.16,09 Triliun dibandingkan total aset pada tahun buku 2018 sebesar Rp.11,21 Triliun atau mengalami peningkatan 16,09 %. Sesuai rilis yang diperoleh dari Humas Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT, dalam […]

expand_less