Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Pesona Pantai Teres: Potongan Surga di Serambi Selatan Kabupaten Kupang

Pesona Pantai Teres: Potongan Surga di Serambi Selatan Kabupaten Kupang

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
  • visibility 44
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Marsel Robot dan Tim PKM Pusdibubpar LP2M Undana

Menyebut Pantai Teres, mungkin saja terasa tak renyah di telinga Anda. Tapi, kadang rasa tak renyah itulah yang mencubit hasrat dan merangsang  rasa ingin tahu tentang pantai yang eksotik ini. Pantai ini memang keren. Memamerkan lanskap garis pantai sejauh mata memandang. Tetapi, ada yang berbeda dengan pantai lain. Biasanya, bila kita menyebut pantai, maka segera terbayang akan pasir putih yang membentang sepanjang pantai. Lalu, Anda bisa berbaring, berjemur diri, dan mandi di laut, atau memandang atraksi pelaut dengan perahu-perahunya. Pantai ini menawarkan keindahan alami dengan batu-batu cantik, mungil, dan beraneka warna. Horizon pantai berbatuan menumbuhkan sensualitas bibir pantai. Konon, batu itu diturunkan dari gunung via sungai Teres  pada musim hujan.

Mengagumkan memandang batu-batu bagai butir-butir rindu yang menggelinding menuju perasaan Anda. Lebih lagi, bila malam tiba, di bawah remang purnama, batu-batu bulat sebesar kepala memperlihatkan siluet (bayangan)  perempuan cantik dan  sedang bercumbu dengan cahaya bulan, pun dimeriahkan oleh  konser suara ombak. Titik-titik cahaya purnama menetes di atas batu-batu seakan  membias di hati.

Bila malam tiba, di bawah remang purnama, batu-batu bulat sebesar kepala memperlihatkan seluit (bayangan)  perempuan cantik dan  sedang bercumbu dengan cahaya bulan yang dimeriahkan oleh  konser suara ombak

Menikmati eksotika Teres paling sempurna bila dipandang dari Gunung Fatu Broun. Gunung batu dengan ketinggian kurang lebih  + 117 meter ini seakan teras untuk memandang Teres. . Bentuknya   mirip anjungan kapal yang sedang menuju Teres. Fatu Broun seakan sengaja diletakkan Tuhan di tempat yang hanya 2 km dari Pantai Teres agar siapa pun dapat mengeja keindahan Pantai  Teres dan alam sekitarnya. Kini  teras Teres (Fatu Broun) itu sedang didandani pemerintah Kabupaten Kupang.  Jalan menuju puncak Fatu Broun telah  dibuatkan tangga semen. Di atas puncak telah dibangun lopo. Di Lopo puncak batu inilah Anda bisa menikmati  pesona Pantai Teres, mereguk kopi dengan usapan sesilir angin di ubun Fatu Broun, suntuk menunggu purnama berarak dari ufuk Timur.

Fatu Broun  dengan ketinggian + 117 meter menjadi teras untuk memandang Teres. Terasa begitu sempurna jika berada di sini. Bentuknya mirip anjungan kapal. Salah seorang anggota tim PKM Pusat Studi Kebudayaan dan Pariwisata Undana, Aleks Madu berpose di anjungan batu yang seakan sedang menuju Pantai Teres

Pantai Teres terletak di serambi selatan Kupang. Tepatnya, di Kelurahan Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jika hendak ke Pantai Teres, dapat diakses melalui Kota Kupang 60 kilometer, ditempuh selama 1.5 jam  hingga Pantai Teres. Melalui jalan Timor Raya hingga Pasar Oesao, mengambil belokan kanan menuju Oekabiti, Kota Bes, Sonraen, Buraen, hingga Pantai Teres.

Anda boleh santai dengan menggunakan mobil atau kendaraan pribadi, atau menggunakan mobil rental yang stay di Kota Kupang dengan sewa  harian 400—600 ribu rupiah jenis Kijang Avansa, Innova, dan Fortuner.  Jalan boleh dibilang mulus. Setelah melewati wilayah Kota Bes, Anda akan masuk terowongan hutan lindung yang sejuk hingga tiba di Sonraen.

Kondisi jalan raya di Fatu Broun mulus. Kurang lebih 2 kilometer dari Pantai Teres

Satu lagi  jalur akses yang tak kalah asyiknya melalui lingkar selatan, Kota Kupang, Bolok, terus melingkar wilayah selatan hingga Pantai Teres. Perjalanan sepanjang pantai selatan dapat ditempuh selama 4 jam. Jalan laburan aspal (Buras) sedang dikerjakan. Ini memang terobosan Pemerintah Kabupaten Kupang yang paling prospektif untuk membangun sektor pariwisata di kabupaten ini. Bupati Kupang, Korinus Masneno menyebutnya “Cincin Indah Selatan.” Akan tetapi, kelelahan Anda akan terbayar dengan suguhan alam pantai selatan yang benar-benar memesona.

Jika Anda ingin menikmati keheningan alam dan seruan binatang malam menyahut kelam, tentu harus menunggu malam. Sayangnya, sementara belum ada vila di sana. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang, Pieter Sabaneno, tahun depan akan dibangun vila. Listrik,  air bersih dan toilet tersedia di rumah penduduk. Akses internet memang belum ada di Pantai Teres. Keadaan itu, tentu saja memberikan kesempatan agar Anda lebih suntuk menikmati eksotika Pantai Teres  bersama keluarga dan kolega  atau spesial bagi yang berbulan madu.

Bila malam tiba, di bawah remang purnama, batu-batu bulat sebesar kepala memperlihatkan siluet  (bayangan)  perempuan cantik dan  sedang bercumbu dengan cahaya bulan yang dimeriahkan oleh  konser suara ombak. Titik-titik cahaya purnama menetes di atas batu-batu seakan  membias di hati.

Di atas Fatu Broun ada lopo -lopo yang dibangun pemerintah. Dari lopo itu, kita  dapat melahap sepuasnya keindahan alam Teres dan sekitarnya

Bagi wisatawan mancanegara yang hendak ke Pantai Teres dan destinasi lainnya di pulau itu, sebaiknya menukar uang asing dengan uang rupiah di Kupang. Sebab, di Buraen belum tersedia fasilitas itu. Di lokasi Pantai Teres dan Buraen belum ada  Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk mengambil uang. Anda bisa mengambil uang di ATM BRI Pasar Oesao. Toko suvenir belum ada. Restoran dan apotek  juga belum tersedia di lokasi Pantai Teres. Anda bisa mendapatkan Obat-obatan yang diperlukan di Amarasi. Jika Anda bepergian dan menginap, maka bawalah semua perlengkapan konsumsi dari Kupang atau dapat membelinya di Buraen. Makhlum, Teres sedang didandani pemerintah Kabupaten Kupang.

Sekadar mau jujur, pilihan menikmati keeksotikan Pantai Teres kala sunrise (matahari terbit) dan kala bulan purnama. Cahaya mentari pagi seakan membuka tirai timur dan lenguh  sapi menuju punggung-punggung gunung  untuk merumput. Bila kelam mulai mengendap, bulan mulai berpose di balik awan dengan gradasi warna yang membias di batu-batu pantai, sunyi memagut, maka rasanya begitu penting untuk memberi makna pada hidup dan pose indah seperti ini. Kadang hadir refleksi tentang keagungan Tuhan. Kita seakan  diundang kembali “ke dalam diri,” ke dalam kesadaran tentang cinta, keindahan, dan kenikmatan yang menggerakkan seluruh hidup kita. (*)

Foto utama utama dan pendukung oleh PKM Pariwisata Undana

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stok Bio Solar Menipis di Pulau Timor, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

    Stok Bio Solar Menipis di Pulau Timor, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Tim Pertamina Patra Niaga
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Loading

    Merespons informasi yang beredar pada Minggu, 17 November terkait kesulitan masyarakat memperoleh BBM jenis Biosolar di sejumlah lembaga penyalur di Pulau Timor, Ahad Rahedi memberikan penjelasan.   Kupang | Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi di wilayah Jatimbalinus berjalan sesuai dengan kuota yang […]

  • Wakil Bupati Sumba Timur Dukung Revitalisasi Bahasa Kambera

    Wakil Bupati Sumba Timur Dukung Revitalisasi Bahasa Kambera

    • calendar_month Kam, 11 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Waingapu, Garda Indonesia | Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menghelat Pelatihan Guru Utama Berbahasa Kambera yang merupakan implementasi Program Merdeka Belajar Episode ke-17: Revitalisasi Bahasa Daerah. Pelatihan Guru Utama Berbahasa Kambera ini sebagai kegiatan terakhir rangkaian kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah di Provinsi Nusa […]

  • Pembagian Qurban di Semarang Tak Gunakan Kantong Plastik

    Pembagian Qurban di Semarang Tak Gunakan Kantong Plastik

    • calendar_month Sen, 12 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Semarang, Garda Indonesia | Pasca ditandatanganinya Peraturan Wali Kota (Perwali) Semarang Nomor 27 Tahun 2019 tentang Pengendalian Penggunaan Plastik oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, perayaan Iduladha 1440 H di Kota Semarang terlihat berbeda. Bila biasanya pembagian daging qurban dilakukan dengan menggunakan kantong plastik, pada tahun ini panitia Iduladha di Masjid Agung Kauman Semarang memilih […]

  • Revitalisasi Bahasa Kambera, 50 Guru Utama Dapat Pelatihan

    Revitalisasi Bahasa Kambera, 50 Guru Utama Dapat Pelatihan

    • calendar_month Kam, 18 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Loading

    Waingapu, Garda Indonesia | Merdeka Belajar Episode 17: Revitalisasi Bahasa Daerah merupakan salah satu kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai respons terhadap isu global kepunahan bahasa daerah. Pada tahun ini dua bahasa daerah ditambahkan dalam daftar bahasa yang direvitalisasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang pada tahun sebelumnya 5 bahasa […]

  • Polres Tanjab Barat Dinilai Tak Serius Ungkap Kasus TPPO Anak

    Polres Tanjab Barat Dinilai Tak Serius Ungkap Kasus TPPO Anak

    • calendar_month Sen, 6 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Loading

    Jambi, Garda Indonesia | Hingga kini belum ada kejelasan dari Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Jabung (Tanjab) Barat dalam mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan anak di bawah umur, sejak keluarga korban melaporkan ke polisi pada Sabtu, 21 Januari 2023 lalu. Baca juga:  https://gardaindonesia.id/2023/01/polisi-tindaklanjuti-kasus-tppo-teman-jual-teman-di-jambi/ Hingga saat ini, sudah terhitung 15 hari sejak keluarga […]

  • Kementerian PUPR Terus Tingkatkan Konektivitas Kawasan Perbatasan

    Kementerian PUPR Terus Tingkatkan Konektivitas Kawasan Perbatasan

    • calendar_month Jum, 21 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap terus melanjutkan pembangunan jalan paralel perbatasan di Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua. Pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan menjadi salah satu prioritas Kementerian PUPR, untuk mewujudkan Nawa Cita Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla membangun dari pinggiran. Kondisi geografis berupa […]

expand_less