Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » PLTP Atadei, Elaborasi Pemda Lembata & PLN Menuju Energi Mandiri

PLTP Atadei, Elaborasi Pemda Lembata & PLN Menuju Energi Mandiri

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 23 Agu 2024
  • visibility 105
  • comment 1 komentar

Loading

Lewoleba | Saat ini, kondisi kelistrikan Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih bergantung pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berbahan bakar solar dengan biaya produksi yang tinggi. Masyarakat diharapkan mendukung pembangunan PLTP Atadei 2×5 MW yang akan menjadi solusi energi terbarukan bagi wilayah tersebut.

Demikian dipaparkan Bobby Robson Sitorus, Manager Pertanahan dan Aset PT PLN (Persero) UIP Nusra dalam sosialisasi pengadaan lahan PLTP Atadei pada Kamis, 22 Agustus 2024 di halaman kantor Desa Nubahareka dihadiri oleh Forkompinda, SKPD Kabupaten Lembata, serta 120 warga setempat, termasuk tokoh masyarakat dan tokoh adat dari Desa Atakore dan Desa Nebuhakera.

Di hadapan Pj. Bupati Lembata, Paskalis Ola Tapobali, beserta jajaran, Kapolres Lembata, perwakilan Ditjen EBTKE, Badan Geologi, anggota DPRD Kabupaten Lembata, dan sejumlah tokoh masyarakat serta penggiat lingkungan. Turut hadir juga ahli-ahli energi panas bumi dari Institut Teknologi Bandung dan putra daerah Atadei; Bobby Robson Sitorus juga memaparkan tahapan-tahapan pengadaan lahan yang meliputi sosialisasi, inventarisasi/identifikasi, pengumuman hasil, penilaian ganti rugi, musyawarah, hingga proses pembayaran.

Sosialisasi ini merupakan tanda dimulainya pembangunan PLTP Atadei dan memecut PLN optimis bahwa proyek PLTP Atadei akan berjalan sesuai target, memberikan kontribusi pada tercapainya net zero emission (NZE) pada tahun 2060, serta menjadikan Lembata sebagai pulau yang sepenuhnya bergantung pada energi terbarukan. Dan menjadi tonggak awal bagi pengembangan PLTP Atadei yang diharapkan mampu menggantikan seluruh pasokan listrik dari PLTD yang selama ini diandalkan oleh masyarakat Lembata. Dukungan penuh dari masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan proyek ini, sekaligus membawa Lembata menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Camat Atadei, Marianus Demoor, S.Sos., menyampaikan pentingnya kegiatan sosialisasi ini sebagai langkah awal dalam memajukan Lembata, khususnya Kecamatan Atadei. Ia berharap masyarakat mendukung penuh pelaksanaan pembangunan PLTP yang diharapkan dapat membawa kemajuan bagi wilayah tersebut.

Jajaran PLN bersama Pj Bupati Lembata saat disambut masyarakat Desa Nubahareka

Sementara itu, Kasirun, Manajer Unit Pelaksana Proyek Nusa Tenggara 3 (UPP Nusra 3), mengungkapkan bahwa acara ini merupakan bagian dari proses panjang pembangunan PLTP Atadei. Ia juga menekankan pentingnya diskusi terbuka dengan para ahli untuk mengedukasi masyarakat terkait dampak dan manfaat dari proyek ini serta menyampaikan kepada masyarakat agar PLN dapat diterima sebagai keluarga selama pengembangan PLTP ini dilaksanakan.

Pj. Bupati Lembata, Paskalis Ola Tapobali, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Ia juga mendorong masyarakat untuk berdiskusi dengan para ahli guna memahami lebih dalam tentang proyek PLTP dan dampaknya terhadap lingkungan serta kehidupan sosial-ekonomi.

“Sebelum kegiatan pada Hari ini PLN sudah memenuhi permohonan kami untuk melihat langsung PLTP yang telah berjalan di Kamojang dan Ulumbu, dan sebelumnya sudah juga dilaksanakan Seminar Adat terkait manfaat pembangunan PLTP maka dalam kesempatan hari ini kita manfaatkan sebaik – baiknya untuk berdiskusi dengan para ahli yang telah dihadirkan” ungkap Paskalis

Acara dilanjutkan dengan prosesi simbolis berupa tukar cendera mata antara PLN dan Forkompinda kemudian diakhiri dengan diskusi terkait dampak pembangunan PLTP dipandu oleh ahli geothermal, Ir. Gregorius Yuan Ladjar, Dr. Ali Ashat dari ITB, dan perwakilan dari Ditjen EBTKE. Banyak warga yang mengajukan pertanyaan dan menyampaikan dukungan untuk proyek ini, yang berlangsung hingga sore hari.

Acara ditutup oleh Pj. Bupati Lembata dengan closing statement, “Taan tou transisi energi Lembata maju mandiri berkelanjutan,” yang menegaskan visi Lembata sebagai pulau yang 100% menggunakan energi hijau dari PLTP Atadei. (*)

Sumber (*/tim PLN UIP Nusra)

  • Penulis: Penulis

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Terdapat 645 ‘Blank Spot’ di NTT, Johnny Plate : Akan Dibangun 121 Titik BTS

      Terdapat 645 ‘Blank Spot’ di NTT, Johnny Plate : Akan Dibangun 121 Titik BTS

      • calendar_month Sab, 26 Sep 2020
      • account_circle Penulis
      • visibility 103
      • 0Komentar

      Loading

      Labuan Bajo, Garda Indonesia | Menteri Kominfo RI Johnny Gerard Plate saat kunjungan kerjanya dan bersama Wakil Gubernur (Wagub) NTT Josef Nae Soi (JNS) mengadakan rapat koordinasi tentang “Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi” di Labuan Bajo, pada Jumat, 25 September 2020. Wagub Josef mengatakan perkembangan teknologi komunikasi telah membawa perubahan besar dalam hidup manusia. “Perkembangan telekomunikasi telah […]

    • Bupati Manggarai : Pengembangan PLTP Ulumbu Adalah Keharusan

      Bupati Manggarai : Pengembangan PLTP Ulumbu Adalah Keharusan

      • calendar_month Sel, 23 Agu 2022
      • account_circle Penulis
      • visibility 94
      • 0Komentar

      Loading

      Ruteng, Garda Indonesia | Pemerintah Manggarai bersama PLN melaksanakan kegiatan multi-stakeholder workshop atau penyuluhan rencana pembangunan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu (2 x 20 MW) pada Senin, 22 Agustus 2022 di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Turut hadir segenap forkompinda Kabupaten Manggarai, penggiat organisasi lingkungan dan mahasiswa, tokoh masyarakat, dan masyarakat adat […]

    • Ashraf Sinclair, Adjie Massaid & ‘Silent Killer’

      Ashraf Sinclair, Adjie Massaid & ‘Silent Killer’

      • calendar_month Sel, 18 Feb 2020
      • account_circle Penulis
      • visibility 95
      • 0Komentar

      Loading

      Oleh : Denny Siregar “Jantungmu Kena..” Begitu kata temanku seorang dokter spesialis jantung. Kaget ? Pasti. Karena selama ini saya sama sekali tidak merasa sakit apa-apa. Tapi sesudah melewati beberapa tes, kesimpulannya seperti itu. Kardiovaskular sering disebut sebagai silent killer, atau pembunuh senyap. Itu karena orang yang mengidapnya tidak sadar bahwa pembuluh darahnya yang berhubungan […]

    • Masih Gampang Tersinggung? Habis Gelap, Kapan Terbit Terang?

      Masih Gampang Tersinggung? Habis Gelap, Kapan Terbit Terang?

      • calendar_month Rab, 21 Apr 2021
      • account_circle Penulis
      • visibility 112
      • 0Komentar

      Loading

      Oleh: Andre Vincent Wenas “Hentikan semua ucapan atau tindakan yang dapat menyinggung perasaan sesama saudara sebangsa dan setanah air.” – Joko Widodo, 19 Agustus 2019. Lagi -lagi soal penistaan agama. Seperti tidak ada lelahnya bangsa ini menyibukkan diri dengan soal yang satu ini. Apa sih sulitnya untuk membawa urusan agama hanya sebagai urusan privat-vertikal? Alias […]

    • OJK Setuju KUB Bank DKI & Ubah Pengurus Bank NTT

      OJK Setuju KUB Bank DKI & Ubah Pengurus Bank NTT

      • calendar_month Jum, 24 Mei 2024
      • account_circle Penulis
      • visibility 134
      • 0Komentar

      Loading

      Kupang, PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) telah menghelat rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan dan luar biasa (RUPS-LB) pada tanggal 8 Mei 2024. Dalam RUPS-LB tersebut, para pemegang saham menyetujui rencana pembentukan kelompok usaha bank (KUB) antara Bank NTT dengan calon bank induk, yaitu Bank DKI sebagai langkah pemenuhan modal inti […]

    • Mengenal Remote Working, Bekerja Hanya dari Depan Komputer

      Mengenal Remote Working, Bekerja Hanya dari Depan Komputer

      • calendar_month Kam, 12 Jun 2025
      • account_circle Penulis
      • visibility 147
      • 0Komentar

      Loading

      Remote working (kerja jarak jauh) adalah model kerja di mana pun dapat menjalankan tugas pekerjaan tanpa harus berada di kantor fisik perusahaan. Bekerja dari mana saja, seperti rumah, kafe, atau perpustakaan, selama terdapat koneksi internet.   Nurohman (36), pria asal Kulon Progo, Yogyakarta, sempat dianggap pengangguran oleh warga sekitar karena hanya terlihat duduk di depan […]

    expand_less