Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » PMPB NTT: Advokasi Kebijakan Sekolah /Madrasah Aman Bencana

PMPB NTT: Advokasi Kebijakan Sekolah /Madrasah Aman Bencana

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 29 Jun 2018
  • visibility 100
  • comment 0 komentar

Loading

NTT, gardaindonesia.id – NTT (Nusa Tenggara Timur) dilihat dari Aspek Klimatologi, topografi, geologis, demografi dan sosiologi, sangat berpotensi terhadap ancaman bencana seperti banjir, longsor, angin puting beliung, gempa, tsunami, abrasi, konflik, wabah penyakit dan lain-lain. Setiap kejadian bencana selalu menimbulkan dampak berbeda bagi setiap sektor termasuk sektor pendidikan.

Karenanya tantangan dalam mengelola risiko bencana di sektor pendidikan semakin kompleks, mengingat penyelesaian masalah harus dapat diupayakan jawaban untuk memperkuat ketahanan sektor pendidikan, dalam upaya mitigasi maupun kesiapan menghadapi ancaman bencana tersebut.

Penanggulangan bencana khususnya di sektor pendidikan perlu dilakukan secara terencana, terkoordinasi dan terpadu, mengingat keberulangan bencana semakin meningkat baik wilayah terdampak maupun jumlah kerugian yang ditimbulkan .

Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses ke lingkungan belajar yang aman bagi anak-anak melalui replikasi dan scalling-up dari inisiatif sekolah aman di tingkat Kabupaten/Kota dan provinsi NTT.

Beberapa hal yang dilakukan bersama dalam implementasi program ini adalah : kegiatan peningkatan kapasitas kepada Aparatur sipil Negara, para guru dan juga OMS di Provinsi NTT, Kampanye dan advokasi untuk mendorong implementasi program sekolah/madrasah aman bencana di Provinsi NTT.

Perkumpulan Masyarakat Penanganan Bencana (PMPB) NTT berkolaborasi dan bersinergi dengan Plan International dan Pemprov NTT melakukan evaluasi akhir terhadap Program Sekolah/Madrasah Aman Bencana Tingkat Provinsi NTT, Jumat/29 Juni 2018 di Aula Hotel Sylvia Premiere Kota Kupang.

Koordinator PMPB NTT, Kristian Ngelan, menuturkan beberapa hal yang telah dicapai dalam kegiatan ini antara lain adalah tersedianya fasilitator sekolah/Madrasah aman Bencana di Provinsi NTT, surat Edaran dari Dinas P&K Provinsi NTT nomor 421/03/PK/2016 tentang Penerapan Sekolah Aman di Provinsi NTT.

“Pasti bisa berlaku di seluruh wilayah, Apa yang kita lakukan Lebih banyak pada Advokasi Kebijakan dan alokasi anggaran, Tujuan sederhana, Kami mau Agar seluruh Sekolah di NTT dapat menerapkan pendidikan Aman Bencana dan semua warga belajar “, tandas Kris.

PMPB NTT juga bekerjasama dengan Pemprov NTT dukungan dana dari SIDA sejak tahun 2201–2018 telah melaksanakan program ”Penguatan suara anak melalui promosi sekolah/madrasah aman bencana di Provinsi NTT”.

Lanjut Kris, “Beberapa sekolah/madrasah sudah menyusun perencanaan untuk implementasi sekolah aman (bentuk tim siaga, simulasi, renovasi pintu dan meja belajar, dll), sudah ada tools monitoring yang telah di Up-date sesuai dengan konteks NTT dan telah di uji coba.

“Telah tersedia dokumen strategi advokasi sekolah aman di Provinsi NTT, sudah ada Modul Pendidikan Pencegahan dan Pengurangan Risiko Bencana, sudah ada anggaran di beberapa SKPD untuk mendukung penerapan sekolah aman di Provinsi NTT “,terang Kris.

Progress lainnya dengan masuknya program sekolah aman masuk dalam renstra Forum PRB NTT, media massa terlibat dalam penyebaran informasi tentang implementasi sekolah aman di Provinsi NTT, promosi sekolah aman melalui media sosial (facebook), Pembuatan buku saku, Pembuatan media belajar edukatif, sudah ada Modul Pendidikan Pencegahan dan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah, sudah ada buku cerita sukses tentang Program sekolah/ madrasah aman di NTT.

“Juga telah ada Sekretariat Provinsi Satuan Pendidikan Aman Bencana di NTT “, pungkas Kris.

Perwakilan Plan International, Roby Lay, kemitraan Plan International dan PMPB sudah berjalan 3 (Tiga) tahun. Proyek Sekolah/Madrasah Aman Bencana merupahkan bagian dari inisiatif untuk memperluas dan mengembangkan Sekolah Aman.

“Proyek Ini dilakukan dilakukan Provinsi dan di kab Sikka, kemampuan kami hanya itu “, jelas Roby.

Terkait dengan keberlanjutan, “Proyek ini akan berakhir di Juni 2018 sebagai bagian akhir, tapi kami tidak menyebut sebagai penutupan Proyek Sekolah Aman Bencana, Kami sadar betul bahwa proyek ini akan dilanjutkan dan dikembangkan oleh banyak orang lain “, terang Roby.

Karena salah satu target besar kita sama sama menyusun Rencana Tindak Lanjut, contoh sederhana apakah sekretariat bisa menjadi sumber informasi ataukah alat monitoring dapat dikembangkan oleh sekretariat.

“Mengenai kemandirian bakal ada dari setiap stakeholder termasuk para guru dan sekolah, Roby Lay berharap guru dapat mandiri mencari bahan ajar Lain dan sekolah dapat membuat kebijakan dapat memasukkan sekolah Aman masuk dalam proses belajar mengajar “, pungkas Roy menutup perbincangan dengan teman teman media. (+rb)

Foto: kupang.tribunnews.com

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lafaek Viqueque : Eurico Guteres Tak Pantas Terima Penghargaan Pemerintah RI

    Lafaek Viqueque : Eurico Guteres Tak Pantas Terima Penghargaan Pemerintah RI

    • calendar_month Sen, 20 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang–NTT, Garda Indonesia | Lafaek Viqueque, julukan eks pejuang Timtim, Afonsu Hendrique Dacosta Soares Pinto mengatakan, bahwa Eurico Guteres berasal dari kelompok fretelin, tidak pantas menerima penghargaan dari pemerintah Republik Indonesia (RI). Seorang Eurico Guteres diberikan tanda jasa utama merupakan kekeliruan besar dari pemerintah RI. “Eurico Guteres itu siapa sih? Dia anak kecil yang baru […]

  • Hari Ini Rabu 21 Nov 2018, Anggota Bali 9 Renae Lawrence Bebas

    Hari Ini Rabu 21 Nov 2018, Anggota Bali 9 Renae Lawrence Bebas

    • calendar_month Rab, 21 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Bali, gardaindonesia.id | Salah satu anggota Bali 9 yang luput dari hukuman mati, Renae Lawrance (41) hari ini dibebaskan, Rabu 21 November 2018. Lawrence menjalani pidana sejak 13 April 2006 hingga 21 November 2018. Sampai pembebasan dirinya, satu-satunya perempuan anggota Bali 9 ini menjalani pidana di Rutan Bangli. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM […]

  • Bantuan Subsidi Upah Rp.2,4 Juta per Orang bagi 15,7 Juta Pekerja

    Bantuan Subsidi Upah Rp.2,4 Juta per Orang bagi 15,7 Juta Pekerja

    • calendar_month Kam, 27 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo resmi meluncurkan program stimulus ekonomi berupa Bantuan Subsidi Upah bagi para pekerja yang terdampak pandemi Covid-19. Peluncuran program tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 27 Agustus 2020. Dalam acara tersebut, turut hadir sejumlah perwakilan pekerja yang termasuk ke dalam 2,5 juta pekerja gelombang pertama yang akan […]

  • Refleksi Tugas & Karya 2018, DPPPA Provinsi NTT Lakukan Doa Syukur

    Refleksi Tugas & Karya 2018, DPPPA Provinsi NTT Lakukan Doa Syukur

    • calendar_month Jum, 18 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Mensyukuri segala tugas dan karya yang telah terjadi dan terlaksana selama kurun waktu tahun 2018, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(DPPPA) Provinsi NTT melakukan Doa Syukur bersama dalam balutan Ibadah Oikumene, Jumat/18/1/2019 pukul 09.00WITA—selesai. Mengambil lokasi di Kantor DPPPA di Kompleks Kantor Pemprov NTT di Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Naikolan Kecamatan Maulafa […]

  • Patriotik Lansia di TTS, Bertahan di Terik Matahari Ikut Upacara HUT ke-74 RI

    Patriotik Lansia di TTS, Bertahan di Terik Matahari Ikut Upacara HUT ke-74 RI

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Amanuban Timur-TTS, Garda Indonesia | Upacara memperingati hari besar bangsa Indonesia dilakukan diseluruh penjuru negeri, tak ketinggalan di Kecamatan Amanuban Timur. Rasa memiliki negara Indonesia tidak mampu mengalahkan apapun termasuk usia yang sudah lanjut. Pantauan Media Garda Indonesia, banyak orang tua yang lanjut usia dengan khidmat mengikuti jalannya upacara. Hadir pada Upacara HUT RI ke-74 […]

  • ‘Nekaf Mese Ansaof Mese’ Satu Hati Satu Jiwa Pengurus IKABI 2021—2024

    ‘Nekaf Mese Ansaof Mese’ Satu Hati Satu Jiwa Pengurus IKABI 2021—2024

    • calendar_month Ming, 6 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Nekaf Mese Ansaof Mese Tah hunaka mese tiun oemata mese, Neno Biboki Funan Biboki  – Salu Miomaof Kuluan Maubesi Pah Timo Bi Mafutus Maklion Nok Pah Indonesia, Te Maneak Usif Maneak Tob,” demikian penggalan filosofi pengukuhan Ikatan Keluarga Biboki (IKABI) Periode 2021—2024 yang disampaikan oleh Romo Valens Boy, Pr. Terjemahan harafiah […]

expand_less