Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Satu dalam Kebersamaan

Satu dalam Kebersamaan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Jan 2021
  • visibility 125
  • comment 0 komentar

Loading

Penulis : Melkianus Nino

Pagi yang indah, duduk di beranda rumah di antara kursi kosong ditemani segelas teh hangat. Sebatang pena dan sebuah buku. Aku sangat merindu rumah belajar, ingin berseragam.

Bibir keruh telah dibasahi seteguknya. Aroma khas, melalang buana; sungguh telah menemani aku, pena, dan buku.

Di balik pagar bonsai kuning, memamerkan kilap menguning. Langkah kaki teman sejawat yang berseragam biru-putih bergandengan tangan sembari bersenda-gurau beranjak menuntut ilmu.

Aku teringat masa itu

Sewaktu bersama

Sepayung, seseragam dan beramai.

“Kapan harus seperti dulu?”.

Keindahan itu pesona, dicipta-Nya. Kita tak pernah tahu, dari mana entah juga ke mana singgah kita.

Berteduh di tengah guyuran hujan, hendak berhenti sejenak menanti redah. Dan meminta tolong kepada si penunggu teduh. Lihatlah, dia ada di situ dan di dalamnya. Ketuklah dan beri sapa.

“Maaf, aku harus berhenti sesaat saja. Karena hujan telah datang di antara kita!”.

“Silakan, tempati kursi kosong. Aku, si penunggu teduh telah ada di sampingmu untuk bercerita”.

“Terima kasih!”.

“Sekali maaf, siapakah kamu?”.

“Aku, si Jas Hitam . Hendak ke kantor parlemen, hujan menghalangiku”

Si tuan teduh, berkaki tiga tak mengulang tanya, hanya menatapi raut wajah si Jas Hitam yang tampan membuang senyum. Si tuan teduh diam seribu bahasa , larut dalam bisu.

****

Si bocah sulung , datang dengan basah kuyup tak berpayung hanya selembar mantel kusut di atas kepalanya.

Keduanya berpaling ke pusat suara.

“Salam jelang siang!”.

“Salam juga”. Jawab si Jas Hitam.

Dengan memegang sebilah parang, langkahnya menuju dan mengganti pakaian basah.

“Kek, siapakah si bocah itu?”.

“Dia, cucu sulungku, orang tuanya merantau ke seberang, demi hidup semenjak masih ingusan. Dia tidak melanjutkan sekolah karena biaya yang serba mahal dan kedua orang tuanya pun hilang kabar” terang si penunggu teduh.

Si Jas Hitam, diam seribu tanya mendengar keluh-kesah sang kakek tua sembari duduk termenung mengupingi di teras gubuk dekat persimpangan. Dalam hening, si Jas Hitam pamit dan pergi karena cuaca telah cerah kembali. Si penunggu teduh menatap keheranan pada pemuda tampan berjas hitam, berdasi dan bersepatu ala Aladin.

Beberapa jam kemudian…

Bunyi ketukan terdengar dari pintu berdaun tripleks kepucatan berulang bunyi. Si bocah itu, menemani kakek tua menuju pusat ketukan.

“Mat siang kek!”. Sapa tukang pos.

“Mat siang juga, ada apa dan maksud kedatanganmu?”.

“Ada sekemas titipan. Sejam tadi, seseorang tak dikenal menghantar ke kantor kami. Tujuan, alamat di sini!”.

“Terima kasih banyak”.

Tanpa pamit, si tukang pos pergi dan meninggalkan si penunggu teduh dan cucunya. Dengan menggendong titipan tadi, gegas ke ruang tamu. Dibukanya titipan itu, ada pecahan 1.000 perak,sepucuk surat dan perlengkapan sekolah. Dengan memeluk cucu kesayangannya, si penunggu teduh menetes air mata kegirangan. Diam membatin.

“Terima kasih Tuhan, sepanjang derita hidup masih ada yang terbaik dari yang tak disangka. Kebersamaan kami, adalah berdua kami. Ketika kebersamaan itu selalu hadir dari orang ketiga…!”.

Si cucu sulungnya memegang selembar surat dan membaca di hadapan sang kakek yang buta aksara.

“Terima kasih kek, atas amal-budi baikmu yang telah memberi ruang-naung sesaat buatku. Aku terharu dengan masa laluku. Aku, adalah barisan dalam gedung rakyat, karena kebaikan-pengertiannya akan terkenang hingga detik ini. Aku masih ada di sini demi kebersamaan.

Kenakan seragam sekolah kepada si adik-cucu, aku dan kakek. Lekaskan dia untuk bersekolah kembali, aku ingat dengan masa lalunya. Dan 1.000 perak tadi, sebagai biaya hidup dan biaya sekolahnya.

Aku ,akan terus mengenang rumah teduh kakek, aku akan kembali pada esok dan lusa nantinya”.

Aku,

Si Jas Hitam.(*)

*/Penulis merupakan Pegiat Literasi dan Jurnalis Garda Indonesia Biro Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU)

Foto (*/istimewa)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terima Kunjungan Kajati NTT, PLN UIW NTT Urai Sistem Kerja Transmisi Timor

    Terima Kunjungan Kajati NTT, PLN UIW NTT Urai Sistem Kerja Transmisi Timor

    • calendar_month Jum, 26 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,  Garda Indonesia | General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko menerima kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Dr. Yulianto, S.H., M.H. di Maulafa pada Jumat, 26 Maret 2021; untuk melihat secara langsung bagaimana PLN menjalankan kegiatan operasional menyalurkan dan menjaga keandalan suplai listrik ke pelanggan. Sejak pukul 07.45 WITA, Kajati […]

  • Kejagung & IMO-Indonesia Segera Launching Suara Kejaksaan

    Kejagung & IMO-Indonesia Segera Launching Suara Kejaksaan

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Palembang, Garda Indonesia | Semangat inovasi dan kolaborasi demi memperkuat upaya penegakan hukum di tanah air terus dilakukan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI). Kali ini, Kejagung bekerja sama dengan Ikatan Media Online (IMO)-Indonesia dalam rangka mendesain aplikasi bernama “Suara Kejaksaan”. Suara Kejaksaan rencananya akan dijadikan aplikasi pemberitaan guna mendukung iklim pemberitaan yang kredibel, berimbang […]

  • Rumah Sasando di Oebelo Gapai Bantuan PPPUD dari Politeknik Negeri Kupang

    Rumah Sasando di Oebelo Gapai Bantuan PPPUD dari Politeknik Negeri Kupang

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) berbasis Kearifan Lokal diberikan kepada industri kerajinan Alat Musik Sasando dan Topi Ti’ilangga di Rumah Sasando yang dirintis oleh Maestro Yeremias Pah di Desa Oebelo Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penyerahan bantuan PPPUD sebagai bagian dari Program Kemitraan Masyarakat dari Kemenristek Dikti ini dilaksanakan […]

  • Suzuki SBM Sumba Serap 90 Persen Tenaga Kerja Lokal

    Suzuki SBM Sumba Serap 90 Persen Tenaga Kerja Lokal

    • calendar_month Rab, 31 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Loading

    Waingapu, Garda Indonesia | Hadirnya Suzuki mobil di pulau Sumba, memberikan dampak positif bagi penyerapan tenaga kerja lokal. PT. Surya Batara Mahkota (SBM) selaku diler utama atau main dealer Suzuki mobil di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), memprioritaskan para pencari kerja di daratan Sumba untuk mengisi posisi dan berkarier di bidang otomotif. General Manager SBM […]

  • Dr. Marius Jelamu : Tidak Ada Tenaga Medis Terkonfirmasi Positif Covid-19

    Dr. Marius Jelamu : Tidak Ada Tenaga Medis Terkonfirmasi Positif Covid-19

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kami ingin mengklarifikasi berita Pos Kupang hari ini bahwa tidak ada satupun para medis yang terkonfirmasi positif Covid-19,” tegas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius pada Senin siang, 18 Mei 2020 dalam sesi jumpa media di Biro Humas dan Protokol Setda NTT. […]

  • Christofel Liyanto ‘Support’ Pemain Bola Garuda Cup Beumopu

    Christofel Liyanto ‘Support’ Pemain Bola Garuda Cup Beumopu

    • calendar_month Ming, 13 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Komisaris Utama Bank Christa Jaya Christofel Liyanto sedia peduli kepada dunia olahraga. Mulai dari atletik hingga sepakbola. Kepeduliannya disalurkan melalui motivasi, dukungan sarana dan prasarana hingga dana. Cristofel Liyanto, pelaku olahraga ini pun menyempatkan diri, usai men-support tim Persekota Koepang dalam laga Liga 3 ETMC XXXII Rote Ndao, langsung menuju ke […]

expand_less