Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Satu dalam Kebersamaan

Satu dalam Kebersamaan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Jan 2021
  • visibility 79
  • comment 0 komentar

Loading

Penulis : Melkianus Nino

Pagi yang indah, duduk di beranda rumah di antara kursi kosong ditemani segelas teh hangat. Sebatang pena dan sebuah buku. Aku sangat merindu rumah belajar, ingin berseragam.

Bibir keruh telah dibasahi seteguknya. Aroma khas, melalang buana; sungguh telah menemani aku, pena, dan buku.

Di balik pagar bonsai kuning, memamerkan kilap menguning. Langkah kaki teman sejawat yang berseragam biru-putih bergandengan tangan sembari bersenda-gurau beranjak menuntut ilmu.

Aku teringat masa itu

Sewaktu bersama

Sepayung, seseragam dan beramai.

“Kapan harus seperti dulu?”.

Keindahan itu pesona, dicipta-Nya. Kita tak pernah tahu, dari mana entah juga ke mana singgah kita.

Berteduh di tengah guyuran hujan, hendak berhenti sejenak menanti redah. Dan meminta tolong kepada si penunggu teduh. Lihatlah, dia ada di situ dan di dalamnya. Ketuklah dan beri sapa.

“Maaf, aku harus berhenti sesaat saja. Karena hujan telah datang di antara kita!”.

“Silakan, tempati kursi kosong. Aku, si penunggu teduh telah ada di sampingmu untuk bercerita”.

“Terima kasih!”.

“Sekali maaf, siapakah kamu?”.

“Aku, si Jas Hitam . Hendak ke kantor parlemen, hujan menghalangiku”

Si tuan teduh, berkaki tiga tak mengulang tanya, hanya menatapi raut wajah si Jas Hitam yang tampan membuang senyum. Si tuan teduh diam seribu bahasa , larut dalam bisu.

****

Si bocah sulung , datang dengan basah kuyup tak berpayung hanya selembar mantel kusut di atas kepalanya.

Keduanya berpaling ke pusat suara.

“Salam jelang siang!”.

“Salam juga”. Jawab si Jas Hitam.

Dengan memegang sebilah parang, langkahnya menuju dan mengganti pakaian basah.

“Kek, siapakah si bocah itu?”.

“Dia, cucu sulungku, orang tuanya merantau ke seberang, demi hidup semenjak masih ingusan. Dia tidak melanjutkan sekolah karena biaya yang serba mahal dan kedua orang tuanya pun hilang kabar” terang si penunggu teduh.

Si Jas Hitam, diam seribu tanya mendengar keluh-kesah sang kakek tua sembari duduk termenung mengupingi di teras gubuk dekat persimpangan. Dalam hening, si Jas Hitam pamit dan pergi karena cuaca telah cerah kembali. Si penunggu teduh menatap keheranan pada pemuda tampan berjas hitam, berdasi dan bersepatu ala Aladin.

Beberapa jam kemudian…

Bunyi ketukan terdengar dari pintu berdaun tripleks kepucatan berulang bunyi. Si bocah itu, menemani kakek tua menuju pusat ketukan.

“Mat siang kek!”. Sapa tukang pos.

“Mat siang juga, ada apa dan maksud kedatanganmu?”.

“Ada sekemas titipan. Sejam tadi, seseorang tak dikenal menghantar ke kantor kami. Tujuan, alamat di sini!”.

“Terima kasih banyak”.

Tanpa pamit, si tukang pos pergi dan meninggalkan si penunggu teduh dan cucunya. Dengan menggendong titipan tadi, gegas ke ruang tamu. Dibukanya titipan itu, ada pecahan 1.000 perak,sepucuk surat dan perlengkapan sekolah. Dengan memeluk cucu kesayangannya, si penunggu teduh menetes air mata kegirangan. Diam membatin.

“Terima kasih Tuhan, sepanjang derita hidup masih ada yang terbaik dari yang tak disangka. Kebersamaan kami, adalah berdua kami. Ketika kebersamaan itu selalu hadir dari orang ketiga…!”.

Si cucu sulungnya memegang selembar surat dan membaca di hadapan sang kakek yang buta aksara.

“Terima kasih kek, atas amal-budi baikmu yang telah memberi ruang-naung sesaat buatku. Aku terharu dengan masa laluku. Aku, adalah barisan dalam gedung rakyat, karena kebaikan-pengertiannya akan terkenang hingga detik ini. Aku masih ada di sini demi kebersamaan.

Kenakan seragam sekolah kepada si adik-cucu, aku dan kakek. Lekaskan dia untuk bersekolah kembali, aku ingat dengan masa lalunya. Dan 1.000 perak tadi, sebagai biaya hidup dan biaya sekolahnya.

Aku ,akan terus mengenang rumah teduh kakek, aku akan kembali pada esok dan lusa nantinya”.

Aku,

Si Jas Hitam.(*)

*/Penulis merupakan Pegiat Literasi dan Jurnalis Garda Indonesia Biro Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU)

Foto (*/istimewa)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Politeknik Negeri Kupang Dukung Usaha Dodol Pisang Legit Sari via Program PPUD

    Politeknik Negeri Kupang Dukung Usaha Dodol Pisang Legit Sari via Program PPUD

    • calendar_month Jum, 26 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Politeknik Negeri Kupang (PNK) dengan dukungan Kemenristek DIKTI melakukan penerapan dan pengembangan hasil riset perguruan tinggi untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Mitra Kelompok Usaha ‘Dodol Pisang Legit Sari’ yang berlokasi di Kelurahan Nunleu Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jenis dukungan yang merupakan bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat […]

  • Peduli Kompetensi Guru PAUD di TTS, Yayasan Kebun Anggur Helat Pelatihan

    Peduli Kompetensi Guru PAUD di TTS, Yayasan Kebun Anggur Helat Pelatihan

    • calendar_month Jum, 17 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    SoE-TTS, Garda Indonesia | Pelatihan guna meningkatkan kompetensi guru PAUD, yang dihelat oleh Yayasan Kebun Anggur (YKA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menghadirkan para narasumber dari Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Usia Dini (HIMPAUDI), Kabupaten TTS, bertempat di aula Losmen Anda pada tanggal 15—17 September 2021. Saat pelatihan peningkatan kompetensi guru PAUD Yayasan Kebun Anggur, […]

  • PLN–Kejaksaan Tinggi NTT Wujudkan Listrik Andal dan Transparan

    PLN–Kejaksaan Tinggi NTT Wujudkan Listrik Andal dan Transparan

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek energi baru terbarukan (EBT) di Nusa Tenggara, mengoptimalkan pengelolaan aset, dan mendukung pencapaian target nasional Net Zero Emission.   Kupang | PT PLN (Persero) dan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) strategis memperkuat tata kelola perusahaan dan memastikan kelancaran pembangunan ketenagalistrikan nasional. […]

  • OJK Atur Suku Bunga Pinjaman Online untuk Kredit Konsumtif & Produktif

    OJK Atur Suku Bunga Pinjaman Online untuk Kredit Konsumtif & Produktif

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    “Penetapan batas maksimum manfaat ekonomi (suku bunga) tersebut ditujukan demi memberikan pelindungan kepada masyarakat dari suku bunga tinggi sekaligus membedakan pinjaman online legal (Pindar) dengan yang ilegal (Pinjol),” kata Agusman.   Jakarta | OJK mencermati dan menghormati jalannya proses hukum yang tengah dilakukan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dugaan pelanggaran ketentuan Pasal 5 […]

  • Warga Desa Raimanus di Belu Keluhkan Jaringan Telkomsel & Internet

    Warga Desa Raimanus di Belu Keluhkan Jaringan Telkomsel & Internet

    • calendar_month Sel, 23 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Warga masyarakat Desa Raimanus, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengeluh tentang belum adanya jaringan Telkomsel dan internet. Keluhan lain yang juga diutarakan dalam reses berkelompok anggota DPRD Belu, menyangkut akses jalan, perumahan, air bersih, jaringan listrik, pupuk subsidi, dan gedung sekolah baru. Menanggapi keluhan–keluhan itu, keempat anggota […]

  • Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara

    • calendar_month Sab, 20 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Dahlan Iskan Pada balapan vaksin dunia ini, Indonesia bisa menyalip di tikungan. Bisa seperti pembalap Michael Schumacher atau Valentino Rossi dulu. Pembalap kita adalah: dokter cum Jenderal Terawan Putranto. Johnson & Johnson menyalip Pfizer dan AstraZeneca, dengan penemuannya: cukup satu kali suntik. Pfizer sendiri menyalip Tiongkok-Sinovac dalam hal afikasi yang lebih tinggi: 95 […]

expand_less