Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Selisik Kamp Timor Leste di Kupang, Lokasi Bantuan Fapet Undana dan BTN

Selisik Kamp Timor Leste di Kupang, Lokasi Bantuan Fapet Undana dan BTN

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 17 Des 2020
  • visibility 141
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menyusuri jalan setapak berlumpur, sebelum menggapai bekas pabrik kulit yang ditempati oleh sekitar 106 jiwa (30 kepala keluarga) di RT 09 RW 04, Dusun Air Sagu, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); sangat memprihatinkan.

Kondisi tanah berlumpur plus lapak berupa rumah darurat yang dibangun menggunakan pelepah batang Pohon Lontar beratap terpal dengan posisi rumah saling berhimipitan antara satu sama lain; memberi kesan kumuh dan tak layak bagi kehidupan anak-anak di lokasi tersebut.

Sebagian anak-anak pun rela tak bersekolah di sekolah formal, dan hanya mengharapkan sekolah dadakan dari para relawan tenaga pendidik yang dapat menyempatkan waktu membekali mereka dengan ilmu ala kadarnya.

Ditambah lagi dengan sanitasi lingkungan yang tak sehat (karena tak memiliki kakus atau jamban, red) plus kekurangan air bersih, menambah penderitaan warga Indonesia asal Timor Timur yang telah menetap di lokasi tersebut lebih kurang 21 tahun.

Kondisi rumah para pengungsi Timor Leste di bekas pabrik kulit

Ditemui pada Senin, 14 Desember 2020, dalam kegiatan “Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Pemberdayaan KWT Kamp Pengungsi Timor Leste di Dusun Air Sagu, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah” Ketua RT Jon Bosku Saldanya mengungkapkan kehidupan para Penyintas asal Timor Timur (sekarang Republik Demokratik Timor Leste, red) telah menetap dalam kamp pengungsian, bekas pabrik kulit sejak tahun 1999 (usai jajak pendapat terlepasnya Timor Timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,red).

“Kehidupan kami di sini, berharap pemerintah punya perhatian, namun kami masih seperti kondisi saat ini,” urai Jon seraya mengungkapkan bahwa selama 21 tahun, ada juga masyarakat yang memperhatikan.

Kerja yang dilakukan oleh kaum laki-laki, imbuh Jon, antara lain sebagai pekerja proyek, calo, tukang ojek, dan buruh tani. “Istri kami juga turut bekerja sebagai buruh tani atau menjadi pembantu orang lokal (masyarakat asli di sekitar kamp pengungsi, red).

Ketua RT 09 di kamp pengungsian asal Timor Timur tersebut pun menyampaikan bahwa saat ini, dari Bank Tabungan Negara (BTN) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) mengunjungi lokasi tersebut dan membantu membuat Kelompok Tani. “Kami bersyukur dan berterima kasih kepada BTN dan Mama Twen (Dr. Twen Dami Dato dari Fakultas Peternakan [Fapet Undana]),” ujarnya.

Dr. Twen Dami Dato dari Fakultas Peternakan Undana Kupang

Kami berterima kasih karena Mama Twen selalu turun ke sini, ujarnya, untuk membantu keluarga di sini karena kalau beliau tak membantu, maka kami bingung membuat usaha apa.

Dr. Twen Dami Dato dari Fakultas Peternakan Undana menyampaikan bahwa program bagi kamp pengungsi Timor Leste bermula dari saat melihat langsung kondisi dan mengajukan proposal kepada BTN  pada Oktober 2020 dan diterima.

“Sanitasi warga di sini buruk, sangat memprihatinkan karena tak memiliki WC atau jamban, maka akan dibangun 10 (sepuluh) unit untuk tahap awal,” urai Dr. Twen.

Selain itu, urainya, BTN juga membantu usaha ternak Babi bagi warga di kamp pengungsian dengan memberikan dukungan bibit anak Babi untuk dipelihara dan dikelola oleh kelompok tani.

Dr. Twen Dami Dato juga memberikan edukasi kepada warga kamp pengungsian mengenai teknologi pakan dan manajemen limbah peternakan, sementara Dr. Ir. Johanis Ly, M.Sc. memberikan pelatihan tentang nutrisi ternak Babi, Ir. Tagu Dodu, MP. Tentang produksi ternak Babi, dan Ir. Petrus Kune, M.Si. memberikan edukasi bagaimana melakukan inseminasi buatan.

Penulis dan Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Kantor Bahasa NTT ajak Media Massa Mengenalkan “Kosakata Baru”

    Kepala Kantor Bahasa NTT ajak Media Massa Mengenalkan “Kosakata Baru”

    • calendar_month Kam, 26 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Media massa mempunyai peran strategis untuk memopulerkan kosakata baru. Seperti kosakata; “seronok dan senonoh“ dan kosakata lain yang belum terbiasa digunakan oleh masyarakat. Kosa kata lain yaitu “sekadar“ dan kosakata-kosakata baru lain yang belum populer dan perlu dikenalkan kepada masyarakat. Untuk diketahui, kosakata baru dapat dilihat dalam aplikasi KBBI V yang berbasis […]

  • Bupati Belu : Pengobatan Gratis Bukan Untuk Angkat Popularitas

    Bupati Belu : Pengobatan Gratis Bukan Untuk Angkat Popularitas

    • calendar_month Kam, 17 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Peluncuran program kesehatan gratis bagi masyarakat Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan dilaksanakan pada Agustus 2021, bukan semata–mata bertujuan untuk mengangkat popularitas, melainkan karena lebih dari 50% kondisi masyarakat Belu yang tidak bisa mengakses pelayanan kesehatan. Program ini pun sesuai dengan perintah Undang–Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang […]

  • PLN Realisasi PMN Pembebasan Lahan PLTP Mataloko

    PLN Realisasi PMN Pembebasan Lahan PLTP Mataloko

    • calendar_month Rab, 7 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara berhasil merealisasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar 25 miliar rupiah untuk biaya pembebasan lahan perluasan PLTP Mataloko (2×20 MW). Melalui dana PMN tersebut PLN membebaskan lahan seluas 10,8 Ha, yang terdiri dari lahan untuk laydown area dan 4 lokasi wellpad. General Manager […]

  • Partai Pengusung Tinggalkan Melki-Johni Dukung SIAGA

    Partai Pengusung Tinggalkan Melki-Johni Dukung SIAGA

    • calendar_month Ming, 17 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Saat ini merupakan golden time bagi masyarakat Pulau Timor untuk menempatkan Simon Petrus Kamlasi sebagai calon gubernur NTT yang akan terpilih pada Rabu, 27 November 2024   Betun | Menjelang hari pencoblosan pada Rabu, 27 November 2024, calon gubernur dan wakil gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu (SIAGA) terus mendapat limpahan dukungan […]

  • MenkoPolhukam Ingatkan Mathla’ul Anwar Agar Tak Disusupi Ideologi Lain

    MenkoPolhukam Ingatkan Mathla’ul Anwar Agar Tak Disusupi Ideologi Lain

    • calendar_month Sab, 8 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengingatkan kepada semua pengurus organisasi masyarakat Mathla’ul Anwar agar jangan sampai disusupi atau punya satu ideologi lain yang bukan Pancasila. Dikatakan, pilihan politik boleh beda tapi untuk merawat NKRI harus satu. “Saya sampaikan bahwa beda pilihan politik silahkan, tetapi berbicara masalah merawat persatuan dan […]

  • Belajar Ketahanan Pangan dari Suku Boti di Pulau Timor

    Belajar Ketahanan Pangan dari Suku Boti di Pulau Timor

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Suku Boti tinggal di pedalaman Timor Tengah Selatan, sekitar 40 km dari kota So’e, dan sekitar 4—5 jam perjalanan dari Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi NTT. Secara administratif, Desa Boti terletak di Kecamatan Kie.   Pada tantangan krisis pangan global, masyarakat adat Suku Boti di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan peran kearifan lokal […]

expand_less