Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Soal Geotermal di NTT, Laka Lena Dorong Bentuk Tim Tangani Isu

Soal Geotermal di NTT, Laka Lena Dorong Bentuk Tim Tangani Isu

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 10 Apr 2025
  • visibility 166
  • comment 0 komentar

Loading

Gubernur Laka Lena menyoroti secara khusus adanya penolakan dari 6 (enam) Uskup di Flores terhadap proyek geotermal, yang menurutnya mencerminkan keresahan masyarakat luas yang tidak bisa diabaikan.

 

Kupang | Pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) tetap menjadi prioritas Pemerintah Provinsi NTT, namun pelaksanaannya harus dilakukan dengan menghormati nilai-nilai budaya dan membuka ruang partisipasi masyarakat. Penekanan tersebut disampaikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena dalam sesi audiensi bersama PLN UIP Nusra, PLN UIW NTT dan perwakilan dari mitra pengembang geotermal berlangsung di Kupang ini dipimpin langsung oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena, didampingi Wakil Gubernur Johni Asadoma.

Gubernur Laka Lena menyoroti secara khusus adanya penolakan dari 6 (enam) Uskup di Flores terhadap proyek geotermal, yang menurutnya mencerminkan keresahan masyarakat luas yang tidak bisa diabaikan.

“Penolakan dari enam uskup ini artinya seluruh Flores menyuarakan keresahan yang sama. Daripada kita terus berhadap-hadapan, lebih baik kita duduk bersama, lihat apa yang salah. Kalau bisa diperbaiki, kita perbaiki.” tegas Laka Lena.

Sebagai langkah konkret, disepakati pembentukan tim penanganan isu teknis dan sosial, yang akan mulai bekerja setelah perayaan Paskah 2025, dengan melibatkan unsur pemerintah, LSM, Keuskupan, dan para pengembang. Tim ini bertugas melakukan verifikasi langsung di lapangan serta menyusun rekomendasi atas persoalan yang dihadapi.

Menanggapi arahan Gubernur Laka Lena dan dukungan dari pemerintah daerah, General Manager PLN UIP Nusra, Yasir, menyatakan bahwa PLN siap menjadi koordinator utama dalam proses tindak lanjut ini. “PLN siap menjalankan mandat yang diberikan untuk memastikan komunikasi dan koordinasi berjalan dengan baik. Kami juga terbuka untuk menerima masukan dan menyusun langkah perbaikan, agar proyek benar-benar membawa manfaat dan diterima masyarakat,” ungkapnya.

Pose bersama Gubernur NTT, Melki Laka Lena, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, General Manager PLN UIP Nusra, General Manager PLN UIW NTT dan para mitra pengembang proyek geotermal..Foto : tim PLN

General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulityono, dalam pemaparannya menekankan pentingnya geotermal untuk menekan biaya produksi listrik di NTT yang selama ini tinggi karena bergantung pada bahan bakar dari luar daerah. “Biaya pokok produksi listrik di NTT saat ini mencapai Rp 2.600 per kWh, sedangkan tarif rumah tangga hanya sekitar Rp 1.400. Selisihnya menjadi beban subsidi pemerintah. Dengan memanfaatkan potensi geotermal, kita bisa mengalihkan subsidi ke sektor lain yang lebih penting,” bebernya.

Sementara itu, Executive Vice President Panas Bumi PLN, John Y.S. Rembet, mengakui adanya gap dalam pendekatan komunikasi sebelumnya dan menyampaikan komitmen PLN untuk membuka ruang dialog dan perbaikan bersama.

“Kami sangat berharap, dengan fasilitasi dari pemerintah provinsi dan terbentuknya tim ini, kita dapat menyelesaikan berbagai perbedaan pandangan yang muncul dan membangun kepercayaan bersama,” ujar John.

Dengan semangat kolaborasi ini, seluruh pihak berharap agar proses pengembangan energi panas bumi di Nusa Tenggara Timur dapat berjalan lebih transparan, inklusif, dan benar-benar berpihak pada masyarakat lokal.

Adapun audiensi ini dihadiri oleh jajaran PLN, antara lain General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusa Tenggara, Yasir; General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulityono; serta Executive Vice President Panas Bumi PLN Pusat, John Y.S. Rembet. Turut hadir pula perwakilan dari mitra pengembang geotermal lainnya, yakni PT Daya Mas Nage Geotermal (DMNG) dan PT Sokoria Geotermal Indonesia (SGI). Dari unsur pemerintah daerah, hadir Bupati Ngada Raymundus Bena, Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit, Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, dan Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq.(*)

Sumber (*/tim PLN UIP Nusra)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yunus Misa Terpilih Kembali, PGRI TTS Siap Melaju 5 Tahun Lagi

    Yunus Misa Terpilih Kembali, PGRI TTS Siap Melaju 5 Tahun Lagi

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle Daud Nubatonis
    • visibility 498
    • 0Komentar

    Loading

    Usai terpilih kembali secara aklamasi, Yunus Misa bersama jajaran BP PGRI TTS pun dilantik langsung oleh Ketua PGRI NTT, Dr. Semuel Haning, S.H., M.H., C.Me, CPARbe. , CPLC.   SoE | Yunus Missa, S.Pd., kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PGRI Kabupaten TTS masa bakti XXIII Periode 2025 —2030 dalam Konferensi PGRI yang dihelat Badan […]

  • Jagung dan Tradisi Makan Jagung Adat Masyarakat Timor

    Jagung dan Tradisi Makan Jagung Adat Masyarakat Timor

    • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Tanaman Jagung bagi masyarakat yang bermukim di daratan seluas sekitar 15.000 km (termasuk di Negara Republik Demokratik Timor Leste[RDTL]) mempunyai beragam manfaat, mulai dari sebagai makanan pokok yang dapat diolah menjadi Jagung Katemak (rebusan bulir Jagung tua beserta beragam sayur mayur, red) dan Jagung Bose (jagung yang diolah dengan cara ditimpa […]

  • Pemprov NTT Kaji Semau Masuk Wilayah Kota Kupang

    Pemprov NTT Kaji Semau Masuk Wilayah Kota Kupang

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Rencana wilayah Kecamatan Semau dan Kecamatan Semau Selatan di Kabupaten Kupang yang akan bergabung ke dalam wilayah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dikaji agar sesuai dengan prosedur administrasi tata kelola pemerintahan. Maka, dilaksanakan Seminar Kajian Pengalihan Wilayah Administrasi Kecamatan Semau dan Kecamatan Semau Selatan dari Kabupaten Kupang ke […]

  • Inilah 3 Pesan Penjabat Gubernur NTT

    Inilah 3 Pesan Penjabat Gubernur NTT

    • calendar_month Sel, 11 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Usai sudah tugas dan wewenang Drs Robert Simbolon sebagai Penjabat Gubernur NTT; bertugas    -+ 67 hari, Robert Simbolon banyak menorehkan momentum bagi pemerintah daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Provinsi NTT. Serah Terima Jabatan Penjabat Gubernur NTT kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dilaksanakan dalam Rapat […]

  • Apakah Minggu Palma Itu?

    Apakah Minggu Palma Itu?

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Minggu Palma adalah hari di mana kita mengenang kedatangan Yesus yang penuh kemenangan ke Yerusalem, di mana Dia disambut bagaikan seorang raja. Itu juga merupakan hari pertama Pekan Suci—minggu peristiwa menjelang pengorbanan utama Yesus. Hari ini, Pekan Suci adalah pengingat yang kuat bahwa pekerjaan Tuhan belum selesai. Harapan akan datang. Dari Minggu Palma hingga Minggu Kebangkitan, […]

  • Banyak Kasus Balita Gizi Buruk, Dinkes Kota Kupang Garap Program PGBT & PIS-PK

    Banyak Kasus Balita Gizi Buruk, Dinkes Kota Kupang Garap Program PGBT & PIS-PK

    • calendar_month Rab, 23 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Dinas Kesehatan Kota Kupang gencar menggarap program PGBT (Penanganan Gizi Buruk Terpadu) dan PIS-PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga). Dengan adanya dua program ini, kasus balita gizi buruk dan stunting makin banyak ditemukan. Maka, kasus balita gizi buruk dan stunting di Kota Kupang juga semakin banyak yang terdata. Demikian […]

expand_less