Sosok Haji Isam Punya Kekayaan Rp101 Triliun Tapi Belum Masuk Forbes
- account_circle Penulis
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 58
- comment 0 komentar

![]()
Haji Isam merupakan pengusaha asal Kalimantan Selatan yang keturunan bangsawan Bugis. Ia memulai kariernya sebagai sopir angkutan kayu dan tukang ojek, sebelum akhirnya merambah ke sektor perkebunan, pertambangan, dan transportasi.
Banjarmasin | Pengusaha asal Kalimantan Selatan, Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam, tercatat memiliki kekayaan mencapai Rp101,3 triliun. Nilai tersebut berasal dari kepemilikan saham langsung dan tidak langsung di sejumlah perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Lonjakan harga saham perusahaan-perusahaan di bawah kendalinya membuat kekayaan Haji Isam meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa saham tersebut bahkan sempat masuk pengawasan bursa dan mengalami penghentian sementara perdagangan akibat kenaikan harga yang dinilai ekstrem.
Meski kekayaannya telah melampaui Rp100 triliun atau setara lebih dari 6,1 miliar dolar AS, nama Haji Isam belum tercantum dalam daftar orang terkaya versi Forbes.
Berdasarkan perhitungan CNBC Indonesia, kekayaan Haji Isam terdiri dari kepemilikan di JARR senilai Rp30,97 triliun, PGUN Rp67,54 triliun, dan TEBE Rp2,79 triliun. Secara total, nilai tersebut melampaui kekayaan sejumlah tokoh yang lebih dulu masuk daftar Forbes, seperti Djoko Susanto dan Lim Hariyanto.
Belum masuknya nama Haji Isam ke daftar Forbes dinilai berkaitan dengan metode perhitungan kekayaan yang digunakan lembaga tersebut.
Forbes menghitung kekayaan berdasarkan nilai kekayaan bersih, yaitu total aset dikurangi total kewajiban, termasuk aset nonpublik seperti properti dan bisnis tertutup.
Forbes juga mengakui adanya jeda waktu dalam memasukkan miliarder baru, terutama mereka yang kekayaannya melonjak akibat saham perusahaan yang baru melantai di bursa.
Profil Haji Isam
Andi Syamsuddin Arsyad atau lebih dikenal dengan Haji Isam, lahir 1 Januari 1977 merupakan pengusaha asal Kalimantan Selatan yang keturunan bangsawan Bugis. Ia memulai kariernya sebagai sopir angkutan kayu dan tukang ojek, sebelum akhirnya merambah ke sektor perkebunan, pertambangan, dan transportasi. Ia dikenal luas sebagai pemilik Jhonlin Group yang menguasai bisnis batubara, biodiesel, dan jasa logistik terpadu di Kalimantan.
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada pemilihan umum Presiden Indonesia 2019. Ia juga sempat aktif di Partai Amanat Nasional (PAN).
Haji Isam lahir dari pasangan Andi Arsyad dan Wardatul Wardiyah. Ayahnya adalah pedagang tembakau asal Bone, Sulawesi Selatan, yang merantau ke Kalimantan Selatan, sedangkan ibunya berasal dari etnis Banjar. Ia merupakan anak ke-6 dari 14 bersaudara, lima dari istri pertama ayahnya dan delapan dari ibunya.
Usai menamatkan pendidikan SMA pada 1996, Haji Isam tidak melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya dan memilih bekerja sebagai sopir truk kayu selama tiga tahun. Melalui pergaulannya dengan pengusaha lokal, ia belajar bisnis tambang batu bara dan pada 2003 mendirikan Jhonlin Baratama, yang kemudian berkembang menjadi Jhonlin Group.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: melihatindonesia & Wikipedia











Saat ini belum ada komentar