Arsip Tag: kecamatan kakuluk mesak

Fisik TMMD Ke–112 Tahun 2021 Kodim 1605/Belu Capai 100 Persen

138 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke–112 tahun 2021 di Desa Leosama, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh jajaran Kodim 1605/Belu selama 30 hari sejak 15 September – 14 Oktober 2021, yang meliputi pekerjaan fisik sudah mencapai hasil 100 persen, dan non fisik sudah sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Demikian, dilaporkan Dandim Belu, Letkol. Inf. Wiji Untoro dalam acara penutupan sekaligus penyerahan hasil giat TMMD ke– 112 tahun 2021 di aula gedung Betelalenok Atambua pada Kamis, 14 Oktober 2021.

“Sasaran fisik meliputi pembukaan jalan sepanjang 4 kilometer lebar 6 meter, pembangunan mata air bersih, pembangunan Kapela Korbau 100 persen. Sasaran non fisik meliputi rekrutmen prajurit TNI, wawasan kebangsaan, POSBINDU (Pos Binaan Terpadu), pertanian, penyuluhan hukum, kamtibmas, kesehatan, narkoba, posyandu, dan stunting, semua dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditentukan,” urai Dandim Belu.

Dandim Wiji Untoro menyebutkan, pelaksanaan TMMD ke–112 melibatkan satuan tugas 250 orang, yang terdiri dari unsur gabungan TNI, Polri dan komponen lainnya dengan komposisi, staf satgas 10 orang, TNI angkatan darat, laut, dan udara 110 orang, tim asistensi penyuluh 25 orang, dan masyarakat setempat 100 orang.

Giat TMMD ke–112 tahun 2021, lanjut Dandim Untoro, atas dukungan anggaran dari Kas TNI 550 juta enam ratus ribu rupiah dan Pemda Belu 1,5 miliar rupiah.

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM atas nama pemerintah dan rakyat Belu menyampaikan terima kasih kepada TNI, Danrem 161/WS Kupang dan Dandim 1605/Belu bersama jajarannya atas terlaksananya TMMD ke –112.

“Kegiatan ini menyentuh kebutuhan dasar daerah sesuai dengan visi dan misi pemerintah, yakni membangun masyarakat yang sehat, berkarakter dan kompetitif lewat program pembangunan infrastruktur, SDM, pengembangan fasilitas kesehatan, pertanian, peternakan, pendidikan, dan lain–lain,” kata Bupati Belu.

Bupati dr. Taolin mengaku, sarana prasarana daerah Belu masih minim. Oleh karena itu, meski sedang dalam defisit anggaran, tetapi kontribusi anggaran Pemda Belu untuk pembangunan melalui TMMD diprioritaskan. Dengan terbangunnya jalur jalan, dapat membuka daerah terisolasi dan memperpendek jarak tempuh bagi masyarakat Desa Kabuna dan Leosama.

“Apa yang sudah dibangun, kita pelihara dan dimanfaatkan sebaik – baiknya,” pinta dr. Agus Taolin.

Perwakilan Danrem 161/WS Kupang, Kasiter Korem, Kolonel Inf. Seniman Zega, SH. M.Hum., melalui amanat tertulis Pangdam IX/Udayana yang dibacakannya, kegiatan TMMD ke – 112 tahun 2021 melibatkan 600 prajurit TNI, Polri, pemda, instansi terkait dan masyarakat yang tersebar di empat wilayah kabupaten/kota Bali Nusra.

“Dengan dilaksanakannya TMMD, diharapkan dapat menggelorakan kembali semangat gotong royong dan sebagai momentum untuk berpartisipasi, terutama membantu pemerintah dalam memaksimalkan vaksinasi dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid–19,” tandas Pangdam IX/Udayana dalam amanat tertulisnya.

Dikatakan Kol. Inf. Seniman Zega, bahwa ada laporan yang diterima Pangdam IX/Udayana tentang betapa cukup beratnya sasaran dan volume TMMD lantaran sarana prasarana dan waktu yang dibutuhkan sangat terbatas. Namun, dengan semangat kekompakan dan disiplin serta tanggung jawab, bersatu padu, bahu membahu dari semua pihak sehingga sasaran program TMMD dapat diselesaikan tepat waktu.

Pangdam IX/Udayana mengucapkan terima kasih kepada para gubernur, bupati, dan wali kota atas dukungan dan partisipasinya dalam kegiatan TMMD ke–112, juga kepada Kementerian LPNK yang telah bersinergi dalam TMMD, terlebih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang telah membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan TMMD di wilayah jajaran Kodam IX/Udayana, khususnya di wilayah Korem 161/WS.

“Mudah–mudahan, apa yang telah dibangun ini dapat menumbuhkan semangat dan inovasi yang kuat dalam mewujudkan pembangunan di daerah. Harapan saya kepada masyarakat untuk ikut merasa memiliki dan peduli terhadap hasil–hasil yang telah dicapai dalam pelaksanaan TMMD kali ini. Rawat dan pelihara dengan baik sarana dan prasarana yang telah dibangun, sehingga manfaatnya dapat dinikmati dalam jangka waktu yang cukup panjang,” tandas Pangdam IX/Udayana.

Pangdam IX/Udayana juga mengajak seluruh komponen untuk mempertahankan semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI–rakyat. Jangan terhasut dan terprovokasi oleh pihak mana pun yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan NKRI.

“Kepada para satgas TMMD, agar melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk dijadikan perbaikan pada TMMD mendatang. Kepada para prajurit yang tergabung dalam satgas TMMD segera kembali ke induk pasukan masing–masing. Utamakan faktor keamanan selama dalam perjalanan dan tetap jalin komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kami mewakili seluruh prajurit dan Polri menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, apabila ada tutur kata dan perbuatan yang kurang berkenan selama kegiatan berlangsung,” pesan Pangdam IX/Udayana selaku pengendali operasional TMMD.

Turut hadir, Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM, unsur forkompimda dan pimpinan OPD, para camat, serta tokoh masyarakat. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

PMI Markas Belu Vaksin Warga Atambua, Luar Biasa Antusias Masyarakat

159 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Palang Merah Indonesia (PMI) Markas Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), didanai oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menghelat vaksinasi tahap I bagi masyarakat umum di Kantor Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak pada Sabtu, 2 Oktober 2021.

Ketua Markas PMI Belu, Yance Taek mendeskripsikan PMI sebagai salah satu lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan, berperan aktif mendukung program pemerintah daerah dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid–19.

PMI Belu melalui dukungan pemda sudah mulai memerangi Covid sejak tahun 2019 – 2020 dengan melakukan berbagai kegiatan, salah satunya penyemprotan disinfektan di tempat–tempat umum, kantor, gereja, perusahaan, dan rumah penduduk. Selain itu, PMI Belu mengedukasi masyarakat dengan menyebarkan selebaran dan fliplet (sosialisasi online) tentang bahaya Covid.

Yance Taek mengatakan, tugas pokok PMI adalah transfusi darah, sehingga bagi siapa pun yang mau mendonorkan darahnya, diimbau untuk melakukan vaksin lengkap terlebih dahulu. Pada tahun 2021, dengan dukungan pemda dan ICRC, PMI Belu membantu pemerintah daerah untuk mempercepat pencapaian target vaksinasi 80% melalui 20 kali kegiatan vaksin. Sasaran capaiannya 10 ribu masyarakat Kabupaten Belu.

“Syukur karena masyarakat makin sadar akan pentingnya vaksin, sehingga hari ini, yang seharusnya target hanya 150 orang, malahan yang datang ke sini justru membludak hingga 600 lebih orang. Kami pun langsung koordinasikan dengan Plt. Kadis Kesehatan yang saat ini hadir, sehingga dari dinas kesehatan bersedia memasok 1.000 dosis tambahan,” ungkap Yance Taek.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Drs. Egidius Nurak (kemeja putih) didampingi anggota DPRD Belu Komisi III, Benediktus Hale (kemeja coklat) dan Ketua Markas PMI, Yance Taek (rompi merah) sedang memantau kegiatan vaksinasi

Setelah di Kabuna, imbuh Yance Taek, PMI Belu akan melakukan kegiatan serupa di Desa Manumutin, Sadi, Tulakadi, dan Desa Umaklaran. Kemudian, berputar lagi ke Kabuna dan seterusnya hingga 20 kali kegiatan.

Jadwal vaksinnya disesuaikan dengan jadwal yang dikeluarkan Puskesmas Haliwen, setiap hari Selasa sampai Sabtu. Sedangkan hari Minggu dan Senin PMI Belu memanfaatkan untuk melakukan evaluasi sekaligus berkoordinasi dengan camat, para kepala desa, RT dan RW terkait perencanaan dan pelaksanaan vaksin di wilayah target.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah dalam hal ini bupati dan wakil bupati bersama jajarannya, kepala dinas kesehatan dan kepala Puskesmas Haliwen atas kerja sama dan dukungannya. Kami sangat merasakan harmonisasi luar biasa di antara Pemda Belu, Kepala Desa Kabuna, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan seluruh komponen masyarakat  sehingga kegiatan hari ini bisa berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Ditanya terkait adanya anggapan buruk masyarakat, bahwa vaksin adalah hal yang sangat menakutkan, Yance mengimbau masyarakat untuk berkaca dari orang – orang sekitar yang telah terlebih dahulu menerima vaksin, apakah ada dampak negatifnya? “Sejauh kita melihat, tidak ada sama sekali dampak negatifnya. Jadi, saya sampaikan ke masyarakat, jangan takut vaksin! Mari lindungi diri, keluarga, orang – orang sekitar supaya kita bisa beraktivitas normal kembali untuk memulihkan ekonomi keluarga masing–masing,” tandasnya.

Anggota DPRD Belu Komisi III, Benediktus Hale Pantau Proses Vaksinasi

Anggota DPRD Belu Komisi III, Benediktus Hale memantau langsung proses giat vaksinasi. Ia menyampaikan terima kasih kepada PMI Markas Kabupaten Belu yang sudah menjalin hubungan kerja dengan LSM ICRC atas terselenggaranya kegiatan vaksinasi. Peran menyukseskan vaksinasi bagi masyarakat tidak hanya diharapkan dari pemerintah, karena itu perlu ada kepedulian dari semua pihak, termasuk partai–partai politik.

“Pemda Belu melalui Dinas Kesehatan sangat proaktif melalui jalinan hubungan kerja sama dengan semua pihak. Mudah – mudahan kita bisa mencapai target 80%, bahkan lebih pada Desember 2021,” harap Bene Hale yang juga menjabat sebagai salah satu pengurus PMI Markas Belu. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

TMMD Kodim 1605/Belu Segera Buka Jalan Penghubung di Kakuluk Mesak

595 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke–112, Kodim 1605/Belu bekerja sama dengan pemerintah daerah segera membuka akses jalan baru yang menghubungkan dua wilayah desa, yakni Desa Kabuna dan Leosama di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Demikian dikatakan Komandan Kodim 1605/Belu, Letkol. Inf. Wiji Untoro pada Kamis siang, 26 Agustus 2021.

Dandim Wiji Untoro menjelaskan bahwa yang terjadi hingga saat ini, apabila ada masyarakat Desa Kabuna yang hendak pergi ke kantor Kecamatan Kakuluk Mesak, jalannya kejauhan dengan jarak tempuh mencapai 29 kilo meter, bahkan membutuhkan waktu hampir 1 jam perjalanan.

“Karena ‘kan Desa Kabuna itu Kecamatannya Kakuluk Mesak. Kalau mereka mau ke kecamatan, jalannya mutar 29 kilo meter, dan itu 50 menit. Kalau udah buka jalan itu, maka cuma 4 kilo jalanan, perjalanan cuma 10 menit. Kita buka 4 kilo meter dengan lebar 4 meter. Nanti kalau tahun depan pemda mau aspal, malah lebih bagus lagi,” urai Dandim 1605/Belu.

Selain bertujuan untuk mempersingkat waktu tempuh perjalanan, Dandim juga menyebutkan bahwa jalan baru yang akan segera dibuka mulai pada Rabu, 15 September 2021 itu justru sangat menguntungkan masyarakat petani yang memiliki lahan di sepanjang lokasi.

“Kita mulai buka tanggal 15 September sampai 15 Oktober 2021. Waktunya 30 hari dengan masa pra-nya 15 hari. Jadi, total waktunya 45 hari. Waktu pra dimulai tanggal 1 September 2021. Pekerjaan fisiknya kita akan tambahkan dengan membangun kapela dan sumur bor. Sedangkan non fisiknya kita buat penyuluhan–penyuluhan tentang wawasan kebangsaan, terorisme, kesehatan, pertanian dan peternakan,” imbuhnya.

Dandim Untoro menambahkan, TMMD ini bertujuan untuk membangun kembali sifat kegotongroyongan yang merupakan salah satu ciri khas kehidupan masyarakat Indonesia. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Enam Ton Per Hektar, Target Produksi Jagung di ‘Food Estate’ Belu

320 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM dan Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens, M.M. bersama Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ir. Ali Jamil, MP., PH.D, Direktur Serealia Dirjen Tanaman Pangan, Dr. Ir. Moh. Ismail Wahab, Kepala BWS Nusra II, Kadis Pertanian Provinsi NTT dan Kadis Pertanian Kabupaten Belu melakukan penanaman perdana Jagung Hibrida varietas Nasa 29 di lokasi food estate seluas 53 hektar di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada  Sabtu, 21 Agustus 2021.

Dirjen PSP Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa food estate ini dikawal oleh dua kementerian, yakni Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian dengan melibatkan BUMN untuk pemanfaatan hasil sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo.

Dirjen PSP meminta kepada para petani untuk menjaga dan memelihara lahan food estate setelah penanaman sampai masa panen sehingga hasilnya bisa mencapai enam ton per hektar karena varietas yang dipakai adalah varietas unggulan. Jika hasilnya baik, maka akan diberikan hadiah kepada para petani sukses berupa alsintan.

“Nanti kita tanam bertahap di semua lahan berjumlah 54,5 hektar. Kita akan tanam sorgum sekitar tiga sampai empat hektar untuk menjadi lahan percontohan atau role model untuk food estate di NTT maupun di Indonesia,” tambahnya.

Direncanakan, ujar Dirjen PSP, Menteri Pertanian dan Menteri PUPR akan meninjau lahan food estate dalam bulan ini, dan jika tidak ada kendala, maka Presiden Joko Widodo pun akan turut datang. Dirjen PSP pun mengharapkan dukungan penuh dari PUPR terkait pengelolaan air Bendungan Rotiklot.

“Nanti nyiramnya pakai jadwal, jangan sampai kelebihan air yang menyebabkan tanaman mati. Tolong siapkan petugasnya sehingga bisa dipantau,” pintanya.

Di akhir arahannya, Dirjen meminta masyarakat untuk membantu menjaga fasilitas yang ada karena seluruh fasilitas itu dibiayai oleh uang masyarakat. “Mohon dibantu dan dijaga sehingga tidak sekali tanam saja. Tanam berikutnya alat sprinkle ini masih bisa digunakan,” tuturnya.

Bupati dr. Taolin Agustinus, atas nama masyarakat Belu menyampaikan terima kasih kepada Menteri PUPR dan Menteri Pertanian. “Terima kasih atas semuanya yang diberikan kepada rakyat Belu, dan kami sudah berjanji akan menjaga sampai produksi dan harus berhasil. Semoga dengan kehadiran food estate ini dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Belu,” ucap Bupati Belu.

Untuk diketahui, penanaman jagung di lokasi food estate menggunakan teknik double track (20 : 40 : 90) dengan keunggulan populasinya lebih banyak dibanding yang lain. Penanaman jagung Hibrida varietas Nasa 29, per lubang hanya satu biji dengan target rata–rata produktivitas 6 ton/hektar. (*)

Sumber berita + foto: prokompimbelu

Editor: (*/Herminus Halek)

Maknai HUT Ke–76 RI, Poktan Binaan Golkar Belu Menanam

335 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Kelompok tani (Poktan) Milenial Fatukfia, salah satu kelompok binaan partai Golkar di Dusun Fukalaran, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengisi HUT ke–76 RI dengan kegiatan menanam jagung, kacang hijau dan hortikultura.

“Ada dua kelompok yang sedang saya tangani saat ini, yaitu kelompok tani Milenial Fatukfia di Dusun Fukalaran dan kelompok usaha kios Mevirano di Dusun Fatubesi. Untuk kegiatan poktan Milenial Fatukfia, sesuai tema HUT ke–76 RI ‘Indonesia tangguh Indonesia tumbuh’, maka kami mengimplementasikan dengan menanam jagung, kacang hijau, dan hortikultura agar bisa menumbuhkan kehidupan perekonomian petani anggota kelompok khususnya, sekaligus menjadi percontohan bagi masyarakat sekitar,” ungkap anggota DPRD Belu, Benediktus Hale didampingi pastor rekan Paroki Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Romo Agustinus Klau, Pr. pada Selasa, 17 Agustus 2021 sembari menegaskan bahwa sesuatu bisa bertumbuh setelah diawali dengan tindakan menanam.

Sekadar informasi tambahan, Presiden Joko Widodo menjelaskan makna dari tema HUT ke – 76 RI tahun 2021 bahwa ‘Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh merupakan harapan bangsa Indonesia di tengah berbagai ujian salah satunya krisis akibat pandemi Covid–19.

“Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh bisa kita capai dengan bahu membahu, saling bergandeng tangan, dan bergotong royong dalam menghadapi pandemi, tangguh melalui berbagai ujian, dan terus tumbuh dalam menggapai cita-cita bangsa,” salinan unggah Jokowi pada akun Instagram @jokowi, Selasa, 17 Agustus 2021.

1 Hektar Lahan Pemukiman Baru dari Bene Hale ke Warga Eks Timtim di Dusun Sukabilaran

Selain itu, ketua fraksi Golkar DPRD Belu ini didampingi Romo Agus Klau bersama sejumlah awak media memantau secara langsung perkembangan pengolahan lahan food estate di Dusun Rotiklot, Desa Fatuketi. Selanjutnya, berkunjung ke permukiman warga eks Timtim di wilayah Dusun Sukabilaran, Desa Fatuketi.

Pantauan wartawan, lokasi permukiman penduduk dengan jumlah 54 KK itu berada tepat di bawah Bendungan Rotiklot dan bantaran kali. Menurut informasi dari sejumlah warga yang ditemui saat itu menyebutkan, bahwa kondisi wilayah itu tidak pernah luput dari dampak banjir pada musim hujan setiap tahun.

“Kalau musim hujan tiba, air dari bukit belakang rumah masuk dalam rumah dengan ketinggian di atas setengah meter. Kami sudah sampaikan berulang–ulang ke kepala desa Fatuketi tetapi sampai sekarang tidak ada solusi. Kami mengeluh banjir, kepala desa kasih beras,” kata seorang warga, Marselina Sances dengan sangat kesal ketika menjawab pertanyaan Bene Hale terkait kesulitan yang dihadapi selama berdiam di wilayah itu.

Menanggapi keluhan tersebut, Bene Hale bersedia memberikan lahan permukiman baru seluas 1 hektar untuk kepentingan relokasi. “Kalau warga di sini mau pindah, saya ada lahan kosong 1 hektar. Saya komunikasikan dengan pemerintah untuk kita segera tinggalkan tempat ini dan pindah ke lokasi yang lebih nyaman,” tutur anggota DPRD dua periode itu. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Bendungan Rotiklot Jadi Sumber Air Siram Lahan ‘Food Estate’

286 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. didampingi Plt. Kepala Kesbangpol, Patrisius Mau, S.IP. meninjau kesiapan lahan food estate ‘lumbung pangan’ yang berada di bawah Bendungan Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 9 Agustus 2021.

Pantauan media, ketika tiba di lokasi food estate, Wakil Bupati Belu diterima oleh perwakilan Kementerian PUPR, Kadis Pertanian, Camat Kakuluk Mesak, Danramil dan Kapolsek Kakuluk Mesak.

Wakil Bupati Belu mengimbau kepada seluruh pekerja agar selalu mematuhi protokol kesehatan dalam melaksanakan tugas. Wakil Bupati juga memberi apresiasi kepada Danramil dan Kapolsek Kakuluk Mesak yang selalu standby bersama Camat Kakuluk Mesak di lokasi food estate.

Wabup Alo Haleserens meminta  kepada masyarakat untuk menyambut baik program food estate ini dengan rajin bekerja karena pemerintah sudah membantu mulai dari pembersihan lahan sampai pada pemupukan.

Untuk diketahui, lokasi food estate seluas 53 hektar yang dibagi dalam 4 zona, yakni zona A seluas 3,5 hektar, zona B 19,1 hektar, zona C 17,9 hektar dan zona D seluas 12,5 hektar.

Food estate ini memakai sumber air Bendungan Rotiklot. Penanaman menggunakan mesin tanam jagung dan penyiramannya menggunakan alat sprinkle. (*)

Sumber berita + foto: prokompimbelu

Editor: Herminus Halek

Reses di Desa Kabuna, Anggota DPRD Belu Bagi Hasil Sawahnya ke Warga

384 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | “Sebagai wujud rasa kemanusiaan, saya bagikan kemasan sembako berupa beras, minyak goreng dan mi. Beras itu saya ambil dari hasil panen sawah sendiri. Saya mol padinya, kemudian saya kemas dan bagi kepada mereka 65 KK. Meskipun tidak seberapa, tetapi itulah bentuk kepedulian saya kepada mereka”, ungkap Benediktus J. Hale, S.H., anggota DPRD Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di Atambua, pada Kamis, 1 Juli 2021.

Ketua Fraksi Golkar itu mengungkapkan, reses yang dilakukannya di RT 008 dan 009, Dusun Weraihenek, Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, pada Kamis, 1 Juli 2021, dihadiri oleh masyarakat dalam jumlah sangat terbatas mengingat kondisi Belu saat ini berstatus zona merah terkait penularan Covid–19. “Belu saat ini lagi zona merah, jadi masyarakat yang hadir sangat terbatas. Kita harus mengantisipasi penyebaran virus mematikan ini dengan menerapkan protokol kesehatan 5 M, yakni mencuci tangan pakai sabun menggunakan air mengalir, memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan menghindari bepergian”, urainya.

Anggota Komisi III DPRD ini mengatakan, ketika berada bersama masyarakat yang semuanya warga eks Timtim itu, ternyata ada sejumlah keluhan yang diterima, yakni menyangkut rumah, jalan, listrik dan air bersih. Kondisi jalan masih pakai sirtu, listrik baru 5 KK yang memiliki meteran dari total 65 KK, dan 60 KK lainnya menumpang arus pada 5 meteran itu. “Dari 5 meteran itu pun saya yang sumbangkan 3 buah sejak 2 tahun lalu. Untuk rumah yang sekarang ini, kebanyakan sudah rusak sehingga mereka minta agar pemerintah membantu. Sumur bor sampai saat ini hanya 1 unit. Ini, masukan untuk saya sampaikan nanti dalam laporan reses”, ujarnya.

Bene Hale meminta agar masyarakat 2 RT itu memuat keluhan–keluhan ini dalam Musrenbangdus dan diusulkan melalui Musrenbangdes. Selanjutnya, dikawal oleh komisi III yang bermitra langsung dengan Dinas PUPR.

Salah seorang Ketua RT, Abrao Dos Santos yang dihubungi Garda Indonesia menyatakan rasa bangga dan hormat terhadap kehadiran anggota DPRD Bene Hale di wilayahnya. Menurutnya, anggota DPRD yang satu ini selalu memberikan perhatian kepada masyarakat yang ada di sana sejak periode I hingga periode II sekarang.

Terkait kebutuhan air bersih, ungkap Abrao Dos Santos, sumur bor hanya 1 unit, dengan jumlah pemakai sebanyak 78 KK, sehingga dirasakan beban pemakaian melampaui ketersediaan debit air. “Bapak Bene Hale sering membantu menyiapkan solar bagi kebutuhan mesin penyedot air dari sumur. Kalau mesinnya rusak, bapak dewan juga selalu membantu untuk memperbaiki”, tambahnya.

Abrao berharap, semoga dengan adanya reses ini semua keluhan yang dititipkan ke Anggota DPRD Bene Hale dapat terpenuhi, meski pun nantinya secara bertahap. (*)

Penulis + foto: (*/ Herminus Halek)

Koperasi Projamin Belu Demo Olah Lahan Kering Pertanian di Kakuluk Mesak

650 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Koperasi Profesional Jaringan Mitra Negara (Projakop) Mitra Sejahtera Belu bekerja sama dengan STM Nenuk menghelat demo pengolahan lahan kering pertanian di Dusun Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu 19 Mei 2021.

General Manager, Jhonny Kilai mengungkapkan, koperasi ini bertujuan memajukan kegiatan perekonomian para anggota dengan memanfaatkan lahan tidur. Gerakan hijau yang merupakan visi misi koperasi harus dimaksimalkan hingga petani menikmati hasil yang sangat memuaskan. “Target kita merekrut anggota sebanyak – banyaknya, menggarap lahan tidur di sekitar Bendungan Rotiklot, membersihkan lahan, lalu menanam kembali tanaman yang ada nilai ekonomisnya”, ujarnya.

Projakop yang bergerak di bidang multi usaha tersebut, lanjut Kilai, akan melibatkan pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunan dalam mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat petani.

Selain itu, sambung Jhonny Kilai, Projakop telah menjalin sinergisitas dengan sekolah kejuruan STM Nenuk guna  memodifikasi alat–alat pertanian biasa menjadi lebih tepat guna. Diharapkan, ke depan siswa – siswi STM bisa menjadi perakit andal alat pertanian tepat guna sekaligus menjadi petani–petani sukses milenial.

Pada kesempatan itu, Pater Lukas Uran, SVD mengatakan, kehadiran Projakop di wilayah Belu dengan melibatkan siswa – siswi STM Nenuk adalah sesuatu yang sangat berharga, di mana para pelajar sekolah kejuruan teknik mesin dan bangunan, diberi kesempatan mendapatkan pengalaman belajar tambahan. Para pelajar terlibat langsung dalam kegiatan tersebut guna melihat dari dekat cara menggunakan traktor dalam pengolahan lahan pertanian dengan teknologi tepat guna. Para pelajar juga belajar langsung di lapangan dan bisa menerapkannya di masa–masa yang akan datang.

“Terima kasih kepada Projakop yang sudah mau bekerja sama dengan STM Nenuk. Visi misinya pun sudah dipaparkan tim projakop di sekolah beberapa waktu lalu. MoU vokasi selama 4 (empat) tahun ini merupakan kesempatan bagi anak–anak STM Nenuk untuk belajar sesuatu yang baik dan bisa mengaplikasikan ketika sudah tamat sekolah sesuai tuntutan zaman,” ucap Pater Lukas.

Anggota DPRD Belu fraksi Golkar, Benediktus Hale menyambut baik kehadiran Projakop sebagai hal yang positif dan luar biasa. Lahan tidur di wilayah asalnya itu, menurut Bene Hale, sangat banyak dan karena itu perlu dihidupkan dan dimanfaatkan secara maksimal bersama Projakop.

Anggota DPRD Belu, Benediktus Hale (topi hitam kanan)sedang memantau persiapan demo pengolahan lahan kering

“Terima kasih atas kehadiran Projakop, semoga semuanya bisa berjalan dengan baik. Kami yang sudah menjadi anggota, akan berupaya menyebarkan informasi ini kepada semua orang sekaligus mengajak untuk bergabung,” ungkap Bene Hale yang juga merupakan Dewan Pakar Projakop Kabupaten Belu.

Dikatakannya, semua traktor tangan milik masyarakat Rotiklot akan dimodifikasi di STM Nenuk untuk memenuhi syarat teknologi tepat guna. Program projakop kelihatan sederhana tetapi sangat mengena dengan kebutuhan dasar pertanian masyarakat. “Sebagai anggota dewan, saya siap mengawal program ini sesuai kewenangan yang ada. Kami bersama masyarakat siap untuk sukseskan program Projakop di wilayah Dusun Rotiklot,” tandas anggota DPRD dua periode asal Dapil II.

Ketua Kelompok Tani Putri Manu Siri, Pius Mau menambahkan, Bendungan Rotiklot yang terletak di wilayah Dusun Rotiklot itu, manfaatnya tidak dirasakan sama sekali oleh warga sekitar. Air dialirkan ke lahan persawahan melewati perkampungan, sementara lahan kering di sekitarnya tidak. “Terima kasih, kami siap jalankan program ini. Semoga dengan adanya Projakop di wilayah ini bisa membantu kami dalam mengolah lahan tidur,” papar Pius Mau.

Dilansir dari Nusapagi.com, Koperasi Projakop adalah koperasi yang dikelola secara profesional dan mandiri oleh Organisasi Perkumpulan Pro Joko Widodo Ma’ruf Amin (Projamin) untuk menghidupkan kegiatan perekonomian anggota yang bergerak di bidang multi usaha, yang meliputi simpan pinjam, perkebunan, pertanian, peternakan, tambak, perdagangan komoditi lokal, usaha pengembang perumahan (real estate) atau developer , pertambangan, usaha trasportasi, usaha IT dan telekomunikasi, usaha alat kesehatan, alat peraga pendidikan, dan usaha – usaha lainnya.

Tujuannya:

  • Menjadi pelopor Koperasi Produsen di Seluruh Indonesia dengan Networking Projamin dari tingkat DPP sampai PR dan 2 Sayap Organisasi BALNAS PROJAMIN dan Garuda Muda Projamin (GMP);
  • Menggarap lahan tidur menjadi lahan produktif di lahan – lahan  negara yang belum terpakai dengan pola HGU, pinjam pakai, membuka unit – unit sekolah kejuruan dan bermitra dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
  • Membuka lapangan kerja baru sesuai dengan usaha yang sedang dijalankan sebagai penggiat Koperasi Projakop;
  • Menyejahterakan anggota dengan memberikan pinjaman modal usaha yang saling menguntungkan sehingga dapat membesarkan organisasi Projamin dan Koperasi Projakop.

Layanan / Bisnis Koperasi antara lain : Agrobisnis, Perkebunan, Pertanian, Peternakan, Perikanan, Tambak Udang, Pertambangan, Perdagangan kecil dan besar Komoditi ekspor, Perdagangan Komoditi Lokal.

Gerakan Hijau, (contoh di Provinsi NTT) yakni Penanaman 100 pohon Sengon Laut/ Jabon per anggota. Potensi pendapatan anggota dari penjualan pohon berumur 4 (empat) tahun mencapai ratusan juta rupiah.

Untuk daerah lain akan disesuaikan dengan pohon apa yang bisa tumbuh dan nilai jual pohon tersebut berharga tinggi dan menguntungkan anggota Koperasi Projakop. Skema bagi hasilnya akan dituangkan dalam Pedoman Rumah Tangga Projakop. (*)

Penulis + foto: (*/ Herminus Halek)