Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » “Tata Kelola Kas Negara” Bank NTT Teken PKS dengan DJPb

“Tata Kelola Kas Negara” Bank NTT Teken PKS dengan DJPb

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 24 Jan 2025
  • visibility 172
  • comment 0 komentar

Loading

Kehadiran BPD NTT dalam kerja sama ini juga mencerminkan peran strategis bank daerah dalam mendukung desentralisasi fiskal serta mendekatkan layanan keuangan negara ke daerah-daerah. Pengelolaan kas negara telah berkembang pesat dengan dukungan kualitas sistem penerimaan dan pengeluaran negara yang modern dan berbasis digital.

 

Jakarta | Pengelolaan kas negara yang akurat dan kredibel merupakan salah satu tugas dan fungsi (tusi) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) yang turut mendorong terlaksananya good governance. Guna mendukung berbagai tusi dalam pengelolaan kas, DJPb telah menjalin kerja sama dengan perbankan/lembaga keuangan nonbank/lembaga persepsi lainnya.

Dari banyak kerja sama yang dilakukan, perlu dilakukan simplifikasi, integrasi, dan harmonisasi. Oleh karena itu, DJPb menghelat penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) pengelolaan kas negara antara kuasa bendahara umum negara (BUN) pusat dan perbankan/lembaga keuangan nonbank/lembaga persepsi lainnya di gedung A.A. Maramis pada Kamis, 23 Januari 2025.

PKS pengelolaan kas negara bertujuan meningkatkan sinergi antara pemerintah dan lembaga-lembaga keuangan dalam rangka pengelolaan keuangan negara yang lebih optimal.

PKS ini pun merupakan bagian upaya pemerintah memperkuat tata kelola keuangan negara, khususnya terkait pengelolaan kas yang efisien, transparan, dan akuntabel. Kolaborasi ini juga bertujuan mendukung pelaksanaan program-program strategis pemerintah yang memerlukan pengelolaan kas negara yang terintegrasi dengan baik.

Pada upaya mengelola APBN, DJPb melakukan kerja sama dengan pihak perbankan/lembaga keuangan nonbank/lembaga persepsi lainnya, guna menyalurkan dana APBN melalui bank operasional, maupun penatausahaan setoran penerimaan negara dari masyarakat melalui bank persepsi (collecting agent). Selain itu, banyak kerja sama lain yang telah dilaksanakan dalam hal pengelolaan kas negara untuk mendukung pelaksanaan APBN

Direktur Jenderal Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti menyampaikan bahwa sinergi dengan berbagai lembaga keuangan sangat penting dalam mendukung pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang responsif terhadap kebutuhan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita tahu APBN kita tahun 2025 sebesar Rp3.600 triliun, sepertiga dari itu ditransfer ke daerah. Dari jumlah sekian yang saya sebutkan ini adalah koneksi antara pemerintah dengan perbankan karena uang ini untuk digunakan tentu lewat perbankan/lembaga keuangan nonbank atau lembaga persepsi baik dari sisi masuk yang akan di-keep oleh negara maupun pada saat dikeluarkan,” bebernya.

Sejalan dengan Dirjen Perbendaharaan, Direktur Pengelolaan Kas Negara, Muhdi menyampaikan urgensi dari pelaksanaan kegiatan yang terkait dengan banyaknya kerja sama yang telah dilakukan DJPb dengan perbankan/lembaga keuangan nonbank/lembaga persepsi lainnya dalam mendukung pengelolaan kas negara. “Dengan begitu kompleks dan banyaknya perjanjian kerja sama dengan karakteristik yang berbeda-beda, maka perlu dilakukan simplifikasi perikatan ke dalam sebuah perjanjian kerja sama antara kuasa BUN pusat dengan entitas perbankan/lembaga keuangan nonbank/lembaga persepsi lainnya,” tekannya.

Penandatanganan PKS ini melibatkan 104 perbankan/ lembaga keuangan nonbank/ lembaga persepsi lainnya, dengan rincian 93 bank umum (termasuk 23 bank pembangunan daerah [BPD]) dan 11 lembaga keuangan nonbank (termasuk PT Pos Indonesia), di antaranya:

  1. Perbankan, yang berperan sebagai bank persepsi dan mitra dalam proses penerimaan serta penyaluran dana pemerintah.
  2. Lembaga keuangan nonbank, yang berkontribusi dalam pengelolaan dana-dana khusus.
  3. Lembaga persepsi lainnya, yang mendukung sistem informasi dan teknologi dalam pengelolaan keuangan negara.

Plt. Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur, Johanis Landu Praing menjadi salah satu perwakilan dari 10 lembaga yang terlibat secara simbolis, mewakili perbankan di wilayah Indonesia Timur. Prosesi penandatanganan dilakukan oleh 104 tamu undangan secara digital dengan memindai kode respons cepat (QR code) yang dipimpin secara simbolis oleh 10 perwakilan perbankan/lembaga keuangan nonbank/lembaga persepsi lainnya.

Kerja sama tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa pengelolaan kas negara, seperti penerimaan negara, pembayaran, atau penyimpanan dana, dapat dilakukan dengan lancar, aman, dan akuntabel melalui sinergi dengan berbagai lembaga keuangan.

Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap dapat memperkuat sistem keuangan negara yang lebih tangguh dan mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi dalam bidang pengelolaan keuangan negara.

Acara ditutup dengan penganugerahan penghargaan kepada perbankan atau lembaga keuangan nonbank/lembaga persepsi lainnya.(*)

Sumber (*/tim Humas Bank NTT)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan Sapu Tangan Basah

    Pesan Sapu Tangan Basah

    • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Penulis : Melkianus Nino Bahu tertindih seikat kayu api. Terasa seperti sedang memikul peti mati yang dititipkan Gadis Cantik dari rindang Beringin Tua. Badan gemetaran, dengan bulu-bulu pada pergelangan tangan yang merayap pulas, berdiri tegap tak ingin kembali pulas. Aku tak sadar, ketika Tuan Rimba mengintai langkah kaki dengan begitu lincah. Entah ! Dia, gadis […]

  • Aksi Peduli Petugas Medis Hadapi Covid-19 ala Rotary Club Kupang Central

    Aksi Peduli Petugas Medis Hadapi Covid-19 ala Rotary Club Kupang Central

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Fenomena kelangkaan dan kebutuhan mendesak akan Alat Pelindung Diri (APD) di setiap fasilitas kesehatan, puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD, maupun Rumah Sakit Swasta; mendorong Organisasi Sosial Kemanusiaan, Rotary Club D3420, Rotary Club Kupang Central, yang merupakan klub sosial dan kemanusiaan; untuk membuat ratusan Alat Pelindung Diri (APD) Face Shield. Prakarsa […]

  • Bank NTT Hibah Dana Covid-19 Rp.540 Juta Kepada Pemprov NTT

    Bank NTT Hibah Dana Covid-19 Rp.540 Juta Kepada Pemprov NTT

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sejak diberlakukan alokasi dana khusus Bank NTT pada 27 Maret 2020 berupa sumbangan dari pengurus dan karyawan sebesar Rp.275 Juta dan dukungan sumbangan spontanitas para nasabah dan berbagai pihak melalui rekening Bank NTT Peduli, maka hingga 22 April 2020, berhasil dikumpulkan dana sebesar Rp.540 Juta yang dialokasikan untuk membantu tim medis […]

  • Kuliah Umum Psikologi Kristen IAKN Kupang Sorot Kesehatan Mental Anak

    Kuliah Umum Psikologi Kristen IAKN Kupang Sorot Kesehatan Mental Anak

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Wakil Rektor IAKN Kupang, Dr. Maryon Daniamaputra Pattinaja, Ph.D. menekankan peran psikologi dalam mendampingi tumbuh kembang anak belum banyak disorot secara luas.   Kupang | Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melalui Program Studi Psikologi Kristen, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Kristen (FISKK), menghelat kuliah umum bertajuk “Kesehatan Mental Anak, Investasi Bangsa: Mencegah Stunting dengan Pola […]

  • Pengamat: Jelang Pilkada Banyak Pihak Terjangkit Penyakit Narsistik

    Pengamat: Jelang Pilkada Banyak Pihak Terjangkit Penyakit Narsistik

    • calendar_month Rab, 11 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Pontianak | Menjelang pemilihan kepala daerah atau Pilkada serentak pada 27 November 2024 ini banyak pihak terjangkit penyakit narcissistic personality disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik adalah salah satu jenis gangguan mental di mana pengidapnya menganggap dirinya lebih baik dan lebih penting daripada orang lain, sehingga orang lain harus mengagumi, mencintai, dan membanggakannya. Demikian disampaikan […]

  • Harimau Rumah yang Menjengkelkan

    Harimau Rumah yang Menjengkelkan

    • calendar_month Rab, 4 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Melkianus Nino  “Hadapi mertua rumah, Ia hanya mampu sekadar menggonggong, sukar menggigit. Awalnya, para mertua sama begitu!”. Setiap sore, ibu guru muda selalu pergi memberikan les musik pada anak bimbingannya. Memberikan latihan bermain musik, biar bisa jadi pemusik yang tulen, bila sewaktu sudah pandai. Jika, bisa semampu gitaris Slank, yang penting bisa membawa nama keluarga. Itu sudah rencana. Tapi,  jari […]

expand_less