Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » Wae Rebo Manggarai, Negeri di Atas Awan Warisan Budaya Asia Pasifik

Wae Rebo Manggarai, Negeri di Atas Awan Warisan Budaya Asia Pasifik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
  • visibility 318
  • comment 0 komentar

Loading

Berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, Wae Rebo kerap dijuluki “negeri di atas awan”. Lanskapnya yang unik membuat para pengunjung serasa berada di dunia lain melayang di antara langit dan bumi.

 

Manggarai | Tersembunyi di balik deretan pegunungan hijau yang menjulang curam di Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, terdapat sebuah desa adat nan memikat hati yang menggapai pengakuan sebagai warisan budaya Asia Pasifik, Desa Wae Rebo.

Terletak di Kecamatan Satar Lenda, desa ini bukan hanya menyuguhkan keindahan alam yang luar biasa, tetapi juga menyimpan kekayaan tradisi leluhur masyarakat Manggarai yang masih lestari hingga kini.

Berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, Wae Rebo kerap dijuluki “negeri di atas awan”. Lanskapnya yang unik membuat para pengunjung serasa berada di dunia lain melayang di antara langit dan bumi.

Suasana hening, udara yang sejuk, serta pemandangan yang memanjakan mata menjadi magnet kuat bagi siapa saja yang ingin sejenak menjauh dari kebisingan kehidupan perkotaan.

Salah satu ciri khas yang paling terkenal dari desa ini adalah rumah adat berbentuk kerucut yang dikenal dengan nama Mbaru Niang. Bangunan tradisional ini dibuat sepenuhnya dari bahan-bahan alami dan telah bertahan selama berabad-abad sebagai lambang arsitektur unik masyarakat Manggarai.

Namun, keindahan Desa Wae Rebo tidak datang dengan mudah. Pengunjung harus menempuh perjalanan pendakian sekitar tiga jam dari desa terakhir yang dapat dijangkau kendaraan. Medan yang curam dan menanjak membutuhkan kondisi fisik yang prima serta kewaspadaan ekstra sepanjang perjalanan.

Meskipun jalan menuju Wae Rebo berliku dan penuh liku, setiap jejak kaki menyulam kisah keindahan alam yang memukau jiwa. Perbukitan hijau merentang bagai lukisan hidup, sementara kabut lembut menari di atas desa, membalutnya dengan selimut misteri yang abadi sebuah pengalaman yang terpatri dalam sanubari, tak lekang oleh waktu.

Desa Wae Rebo tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata semata, melainkan juga merupakan pusat pelestarian budaya yang bersifat abadi. Desa ini merupakan ruang sakral di mana warisan leluhur tetap terjaga dengan penuh ketenangan dan keharmonisan.

Bagi Anda yang ingin menyatu dengan alam, mempelajari nilai-nilai kearifan lokal yang tertanam dalam setiap elemen lingkungan, serta menikmati panorama alam yang memukau, Wae Rebo merupakan tujuan yang sangat penting dan layak untuk dimasukkan dalam rencana perjalanan.(*)

Sumber (*/Ragam + Ferdy Daud)

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lekuk Sejarah, Budaya, Wisata Pulau Timor

    Lekuk Sejarah, Budaya, Wisata Pulau Timor

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Loading

    Pulau Timor terbagi menjadi dua wilayah: bagian barat termasuk Indonesia, yang dikenal sebagai Timor Barat, sedangkan bagian timur adalah negara merdeka, Timor Leste. Luas Pulau Timor sekitar 30.777 km² terbagi atas luas Timor Barat 15.850 km² dan Timor Leste seluas 15.007 km². Nama pulau ini diambil dari kata ‘timor’,  bahasa Melayu untuk “timur”; dinamakan demikian karena dia […]

  • HUT ke-25, BPOM Ende Gandeng PLN Hijaukan Bumi Kelimutu

    HUT ke-25, BPOM Ende Gandeng PLN Hijaukan Bumi Kelimutu

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Loading

    Plh Kepala BPOM Ende, Paulus Febrianto Silor, mengungkapkan aksi menanam pohon adalah bentuk syukur BPOM yang telah mengabdi selama seperempat abad.   Ende | Suasana sejuk di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Ndungga terasa semakin asri. Memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Ende menggandeng PLN Unit […]

  • Hari Pertama di Kupang, Andriko Lantik Yohanes Jadi Pj Bupati SBD

    Hari Pertama di Kupang, Andriko Lantik Yohanes Jadi Pj Bupati SBD

    • calendar_month Ming, 8 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Penjabat Gubernur NTT periode 2024—2025, Andriko Noto Susanto telah tiba di Kota Kupang. Andriko menggunakan pesawat Citilink penerbangan subuh dari Jakarta ke Kupang, tiba pada Minggu pagi, 8 September 2024 pukul 06:00 Wita di Bandara El Tari Kupang. Kepala Biro Tatapem Setda NTT, Doris Rihi membenarkan bahwa Pj Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto […]

  • Lombok Ini Pulau Bukan Penyedap Rasa

    Lombok Ini Pulau Bukan Penyedap Rasa

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Diksi lombok sempat menjadi pembahasan seru dan memantik saat penyegaran berbahasa Indonesia yang dihelat Balai Bahasa Provinsi NTT pada 7—10 Mei 2025. Dari diksi lombok lalu dibahaslah dengan alot makna penyedap rasa pedas ini menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Keseruan perspektif pun bermunculan dari sekitar 50 perwakilan media yang memadati […]

  • Deklarasi GWJ Kota Kupang-Aksi Simpatik Bagi Anakan Kelor & Tong Sampah

    Deklarasi GWJ Kota Kupang-Aksi Simpatik Bagi Anakan Kelor & Tong Sampah

    • calendar_month Sab, 15 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Gerakan Wadyabala Jokowi (GWJ) Kota Kupang dalam deklarasi yang dilaksanakan pada Sabtu,15 Des 2018 pukul 07.00 WITA—selesai di Arena Car Free Day Jalan El Tari Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur; menarik perhatian dari deklarasi GWJ karena adanya aksi pembagian anakan kelor bagi masyarakat Kota Kupang dan tong sampah bagi pedagang jagung […]

  • Pemprov NTT Tak Larang Pikap Angkut Orang Hanya Berupa Pembatasan

    Pemprov NTT Tak Larang Pikap Angkut Orang Hanya Berupa Pembatasan

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    “Pemprov NTT tidak ada pikiran menyusahkan dan menghambat usaha rakyat, justru harus mengakomodasi hak-hak dengan mengacu kepada aturan,” ujar Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma.   Kupang | Polemik mobil pikap dilarang mengangkut orang, disikapi oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) saat jumpa media pada Senin petang, 14 Juli 2025 di lantai 1 Kantor […]

expand_less