Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » Wae Rebo Manggarai, Negeri di Atas Awan Warisan Budaya Asia Pasifik

Wae Rebo Manggarai, Negeri di Atas Awan Warisan Budaya Asia Pasifik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
  • visibility 204
  • comment 0 komentar

Loading

Berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, Wae Rebo kerap dijuluki “negeri di atas awan”. Lanskapnya yang unik membuat para pengunjung serasa berada di dunia lain melayang di antara langit dan bumi.

 

Manggarai | Tersembunyi di balik deretan pegunungan hijau yang menjulang curam di Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, terdapat sebuah desa adat nan memikat hati yang menggapai pengakuan sebagai warisan budaya Asia Pasifik, Desa Wae Rebo.

Terletak di Kecamatan Satar Lenda, desa ini bukan hanya menyuguhkan keindahan alam yang luar biasa, tetapi juga menyimpan kekayaan tradisi leluhur masyarakat Manggarai yang masih lestari hingga kini.

Berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, Wae Rebo kerap dijuluki “negeri di atas awan”. Lanskapnya yang unik membuat para pengunjung serasa berada di dunia lain melayang di antara langit dan bumi.

Suasana hening, udara yang sejuk, serta pemandangan yang memanjakan mata menjadi magnet kuat bagi siapa saja yang ingin sejenak menjauh dari kebisingan kehidupan perkotaan.

Salah satu ciri khas yang paling terkenal dari desa ini adalah rumah adat berbentuk kerucut yang dikenal dengan nama Mbaru Niang. Bangunan tradisional ini dibuat sepenuhnya dari bahan-bahan alami dan telah bertahan selama berabad-abad sebagai lambang arsitektur unik masyarakat Manggarai.

Namun, keindahan Desa Wae Rebo tidak datang dengan mudah. Pengunjung harus menempuh perjalanan pendakian sekitar tiga jam dari desa terakhir yang dapat dijangkau kendaraan. Medan yang curam dan menanjak membutuhkan kondisi fisik yang prima serta kewaspadaan ekstra sepanjang perjalanan.

Meskipun jalan menuju Wae Rebo berliku dan penuh liku, setiap jejak kaki menyulam kisah keindahan alam yang memukau jiwa. Perbukitan hijau merentang bagai lukisan hidup, sementara kabut lembut menari di atas desa, membalutnya dengan selimut misteri yang abadi sebuah pengalaman yang terpatri dalam sanubari, tak lekang oleh waktu.

Desa Wae Rebo tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata semata, melainkan juga merupakan pusat pelestarian budaya yang bersifat abadi. Desa ini merupakan ruang sakral di mana warisan leluhur tetap terjaga dengan penuh ketenangan dan keharmonisan.

Bagi Anda yang ingin menyatu dengan alam, mempelajari nilai-nilai kearifan lokal yang tertanam dalam setiap elemen lingkungan, serta menikmati panorama alam yang memukau, Wae Rebo merupakan tujuan yang sangat penting dan layak untuk dimasukkan dalam rencana perjalanan.(*)

Sumber (*/Ragam + Ferdy Daud)

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 49 Orang Tewas dalam Penembakan di Christchurch Selandia Baru

    49 Orang Tewas dalam Penembakan di Christchurch Selandia Baru

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Selandia Baru, Garda Indonesia | KBRI Wellington terus melakukan monitoring dan menyiapkan bantuan kekonsuleran terhadap peristiwa penembakan yang terjadi di Christchurh pada hari ini, Jumat/15 Maret 2019 di Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood. Informasi terkini yang berhasil dihimpun oleh KBRI Wellington, pada pukul 23.30 waktu Selandia Baru yakni dari 6 (enam) WNI yang diketahui berada […]

  • HUT Ke-20 Apkasi, Mendagri Ajak Kepala Daerah Miliki Jiwa Entrepreneur

    HUT Ke-20 Apkasi, Mendagri Ajak Kepala Daerah Miliki Jiwa Entrepreneur

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) memperingati hari jadi ke-20 secara sederhana saat pandemi Covid-19 di Kantor Apkasi pada Sabtu, 30 Mei 2020, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Kegiatan ini digelar sebagai salah satu bentuk syukur bahwa Apkasi mampu melewati dua dekade dalam mengawal pelaksanaan otonomi daerah. Tampak hadir di Kantor […]

  • Rumah Sakit Tentara Atambua Helat Simulasi Vaksinasi Covid-19

    Rumah Sakit Tentara Atambua Helat Simulasi Vaksinasi Covid-19

    • calendar_month Sen, 11 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Rumah Sakit Tk. IV 09.07.04 (Rumah Sakit Tentara) Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, para vaksinator dari puskesmas dan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur, Yonif Raider Khusus 744 Satya Yudha Bakti menyelenggarakan simulasi vaksinasi Covid–19 di halaman Rumah Sakit Tentara, pada Senin, 11 Januari […]

  • Jelang HUT Ke-76 Bayangkara, Polres TTS Helat Aneka Kegiatan

    Jelang HUT Ke-76 Bayangkara, Polres TTS Helat Aneka Kegiatan

    • calendar_month Sab, 25 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Kepolisian Resor (Polres) Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menghelat olahraga bersama berupa jalan santai dan mengadakan berbagai lomba untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-76 Bayangkara, bertempat di Mako Polres TTS pada Jumat, 24 Juni 2022. Pantauan Garda Indonesia, jalan santai mengambil titik start dari Mako Polres TTS, […]

  • Gubernur Laka Lena Sebut Sampai Kapan NTT Pakai Listrik PLTD

    Gubernur Laka Lena Sebut Sampai Kapan NTT Pakai Listrik PLTD

    • calendar_month Sel, 29 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Merespons berbagai perspektif, keresahan, dan penolakan akan pengembangan proyek geotermal di pulau Flores, Gubernur Laka Lena menegaskan pentingnya menekan kemiskinan di NTT dengan meningkatkan pengembangan jalan, air, dan listrik bagi masyarakat.   Kupang | Semangat kolaborasi mengembangkan potensi energi panas bumi atau geotermal di pulau Flores ditunjukkan pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur, Kementerian Energi Sumber […]

  • Kodam IX/Udayana Gelar Bhakti Kesehatan & Hijaukan Bukit Lempuyang

    Kodam IX/Udayana Gelar Bhakti Kesehatan & Hijaukan Bukit Lempuyang

    • calendar_month Sel, 11 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Karangasem-Bali, gardaindonesia.id | Menjelang peringatan Hari Juang Kartika yang tepatnya jatuh pada tanggal 15 Desember mendatang, Kodam IX/Udayana menyelenggarakan kegiatan Bhakti Sosial dan Karya Bhakti, (Selasa,11/12/18) di Dusun Purwayu, Desa Tri Buana, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem Provinsi Bali. Kapendam IX/Udayana, Kolonel Kav Jonny Harianto G, S.I.P, menyampaikan kegiatan Bhakti Sosial ini dilaksanakan dengan beberapa kegiatan […]

expand_less