Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Warga Pemilik ‘Dump Truck’ Keluhkan Pembatasan Solar Bersubsidi

Warga Pemilik ‘Dump Truck’ Keluhkan Pembatasan Solar Bersubsidi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 17 Sep 2019
  • visibility 138
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Akhir-akhir ini banyak warga pemilik dan sopir dump truck mengeluh terkait pembatasan pengisian jenis bahan bakar tertentu atau solar bersubsidi.

Salah satu warga pemilik kendaraan dump truck di Kota Kupang, Petrus Senu menyampaikan keluhannya di grup Whatsapp Garda Indonesia. Dalam pesan wa-nya Petrus menyampaikan keluhan terkait larangan dari pihak SPBU di seluruh Kota Kupang bagi dump truck untuk tidak menggunakan bahan bakar solar.

“Kenapa kami community dump truck di Kota Kupang tidak dilayani solar?,” tulis Petrus.

Dirinya juga menyayangkan sikap pihak SPBU yang melayani pengisian solar bagi mobil tangki, truk bak kayu atau bak besi, dan juga truk fuso.

“Kenapa ko bisa seperti ini? Keadaan ini betul-betul sangat terpuruk dan dampaknya kurang bagus”, jelasnya.

Salah satu pengguna dexlite di SPBU 02 Oebobo

Dirinya menjelaskan bahwa pihak SPBU mengarahkan dump truck untuk mengisi dexlite yang harganya tinggi.

“Kami diarahkan isi dexlite sedangkan harganya Rp.10.200-, per liter. Bagaimana bisa? Tolong cari solusinya,” pinta Petrus.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, pada Senin, 16 September 2019, media Garda Indonesia memantau secara langsung proses pelayanan di SPBU 02 Oebobo.

Dalam pantauan tersebut ditemukan pengumuman terkait pembatasan penggunaan solar bersubsidi yang ditempelkan di semua SPBU. Pembatasan tersebut mengacu pada surat edaran BPH Migas No. 3865 E/KA BPH/2019 tentang Pengendalian Kuota JBT tahun 2019.

Dalam pengumuman tersebut dapat dilihat jenis kendaraan yang boleh dan yang tidak boleh menggunakan JBT atau solar bersubsidi. Kendaraan yang diizinkan menggunakan solar bersubsidi yaitu angkutan barang roda 4 (empat) dengan maksimal pengisian dalam satu hari sebanyak 30 liter.

Kendaraan lainnya yaitu, angkutan barang roda 6 (enam) dengan volume maksimal pengisian 60 liter per hari. Selain itu, kendaraan pribadi juga boleh menggunakan solar bersubsidi dengan volume 20 liter per hari.

Daud Kelendonu, salah satu petugas SPBU 02 Oebobo mengatakan bahwa aturan tersebut sudah diberlakukan sejak tanggal 1 Agustus 2019. “Kita tidak tau berlaku sampai kapan”, jelas Daud.

Dirinya menjelaskan bahwa kendaraan yang tidak diizinkan menggunakan solar bersubsidi di arahkan untuk menggunakan dexlite.

Lanjutnya, mobil pengangkut hasil perkebunan, kehutanan dan pertambangan dengan roda lebih dari 6 (enam) tidak diizinkan menggunakan solar bersubsidi. Kendaraan dinas seperti mobil plat merah, mobil TNI/Polri dan transportasi air milik pemerintah juga tidak diizinkan.

“Kalau ambulans, mobil jenazah, mobil pemadam kebakaran dan mobil pengangkut sampah bisa menggunakan solar bersubsidi “, ujarnya.

Lanjutnya, penyaluran tanpa rekomendasi juga tidak diperbolehkan, seperti pada sektor usaha mikro, perikanan, pertanian, pelayanan umum dan transportasi air.

Kendaraan lainnya yang harus menggunakan dexlite diantaranya mobil tangki BBM, CPO, truk trailer, truk gandeng, dump truck dan mobil molen (pengaduk semen).

“Kita bukan melarang, tapi kita hanya bekerja mengikuti aturan yang dikeluarkan”, jelas Daud menanggapi keluhan yang disampaikan masyarakat.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tepis Berita Klaster Perbankan, Ini Penjelasan Resmi Plt. Dirut Bank NTT

    Tepis Berita Klaster Perbankan, Ini Penjelasan Resmi Plt. Dirut Bank NTT

    • calendar_month Jum, 2 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Selamat pagi Om Ernes (Ernest Ludji, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 Kota Kupang, red)… terima kasih infonya tentang penyebaran dan data paparan Covid-19 di Kota Kupang, memang betul ada 1 pegawai dari Kantor Cabang Khusus (KCK) yang positif Covid, pelaku perjalanan dari Bali 2 minggu yang lalu, dia mengantar […]

  • Yapeka Inisiasi Restorasi Terumbu Karang di Perairan Laut Sawu

    Yapeka Inisiasi Restorasi Terumbu Karang di Perairan Laut Sawu

    • calendar_month Rab, 10 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pasca-badai Seroja pada April 2021 dan perilaku penangkapan ikan menggunakan bom mengakibatkan ekosistem terumbu karang rusak di seputar perairan Laut Sawu. Menilik kondisi tersebut, maka Yayasan Rumah Yapeka menginisiasi proyek penguatan komunitas lokal dalam restorasi atau transplantasi terumbu karang yang bakal dilaksanakan dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun. Kick off atau […]

  • Selisik Makna Relief Monumen dan Kiprah Sobe Sonbai III

    Selisik Makna Relief Monumen dan Kiprah Sobe Sonbai III

    • calendar_month Rab, 26 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Loading

    Natun Lulut Ma Lekat Uis Nenoabiten Fatu Bian Ma Haube Bian..Sin Lekat Ma Sin Lulut.. Talantia Anbi Neno Le,i Hit Ta Ekum Ta Tef Natuin Sa Le An Fani Nu,u Mese Neu Le Sufa Ka,Uf An Bi Pahbi Timo… Takaf Natonon An Bi Pah Ma Nifu Bi Timo An Fani Takaf Maknanya.. “Seperti telah ditetapkan […]

  • Peta Koalisi 2024 : dari Gerak Sentripetal Menuju Sentrifugal ke Arah Tiga Poros?

    Peta Koalisi 2024 : dari Gerak Sentripetal Menuju Sentrifugal ke Arah Tiga Poros?

    • calendar_month Rab, 24 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Setelah bilang tidak mau koalisi dengan yang ini atau yang itu (gerak sentripetal), dinamika politik nasional mulai bergeser jadi gerak sentrifugal (mengarah ke pusat). Ada berapa pusat? Sementara ini terpola jadi tiga. Puan Maharani menyambangi NasDem, maka Puan pun jadi dipertimbangkan juga oleh Surya Paloh. Apakah Anies bakal mendampingi Puan atau […]

  • Tiga Hari Pencarian, Korban Tenggelam di Lewolema Ditemukan

    Tiga Hari Pencarian, Korban Tenggelam di Lewolema Ditemukan

    • calendar_month Jum, 19 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Loading

    Lewoleba, Garda Indonesia | Korban tenggelam di Teluk Hading, Desa Sinar Hading, Kecamatan Lewolema akhirnya ditemukan, Pimpinan Tim Pencarian Gabungan dari Basarnas Maumere, Arnold Ileng yang memimpin pencarian korban pun mengaku lega. “Syukur pagi tadi korban telah ditemukan, saya atas nama Basarnas berterima kasih atas kerja keras tim di lapangan, relawan, dan masyarakat yang membantu […]

  • Listrik PLN Hadir di 97 Desa Terpencil NTT, Bersumber PMN 258 Miliar

    Listrik PLN Hadir di 97 Desa Terpencil NTT, Bersumber PMN 258 Miliar

    • calendar_month Ming, 25 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Rote, Garda Indonesia | Pemerintah melalui PT PLN (Persero) menargetkan penyaluran listrik kepada 97 desa terpencil di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2022. Jaringan listrik disalurkan ke Pulau Rote, wilayah paling selatan Indonesia ini mendapat dukungan dari pemerintah melalui penyertaan modal negara (PMN) dengan alokasi anggaran 258 miliar rupiah. Kehadiran listrik di daerah asal […]

expand_less