Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » 1 Lagi!, Gubernur NTT Tuntaskan Masalah Tapal Batas Kab Sumba Barat dan SBD

1 Lagi!, Gubernur NTT Tuntaskan Masalah Tapal Batas Kab Sumba Barat dan SBD

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 21 Jun 2019
  • visibility 151
  • comment 0 komentar

Loading

Tambaloka-SBD, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat akhirnya dapat menyelesaikan masalah tapal batas antara Kabupaten Sumba Barat (Sumbar) dan Sumba Barat Daya (SBD) yang berlarut-larut sejak tahun 2012 silam.

Kedatangan Gub VBL di bandara Tambolaka dijemput Bupati SBD, Markus Dairo Talu (MDT) dan Bupati Sumbar, Niga Dapawole dan sejumlah pejabat lainnya. Nampak bersama Gub VBL, Karo Humas dan Protokol Setda Prov NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius.

Usai sarapan pagi di rumah jabatan Bupati SBD, Gub VBL bersama rombongan konvoi ke desa Karang Indah yang jaraknya kurang lebih 80 km dan ditempuh dengan waktu kurang lebih 2,5 jam. Tiba di desa Karang Indah, Gub VBL dijemput Wakil Bupati SBD, Ndara Tanggu Kaha diiringi tarian masyarakat yang penuh dengan sukacita. Mereka bergembira karena hari ini Guburnur VBL berkenan mengunjungi mereka.

Dalam arahan singkat, Bupati MDT menegaskan, pihaknya bahagia dan berterima kasih atas kehadiran Gubernur Viktor dan rombongan di tempat ini.

“Hari ini telah hadir di tengah-tengah kita Bapak Gubernur VBL. Mari bapak, mama, anak-anak muda yang ada di desa ini untuk sampaikan apa isi hati yang selama ini terpendam. Sampaikan dan biarkan Bapak Gubernur yang memutuskan,” kata Bupati SBD.

Di tempat yang sama, Bupati Niga Dapawole dalam sekapur sirih mengatakan, akan memperhatikan masyarakat yang ada di Desa Karang Indah. “Pemerintah akan memperhatikan masyarakat yang ada di Desa Karang Indah. Karena itu, selamat datang dan kami akan menggendong masyarakat semua karena kita semua saudara,” ucap Bupati Niga.

Usai menyampaikan sekapur sirih, protokol menyampaikan bahwa akan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan bibit kelapa dan anakan jambu mete, suasana yang ada di tenda tempat berkumpulnya masyarakat mulai gaduh. Masyarakat menolak dengan tegas penyerahan bantuan tersebut dan berteriak tidak akan bergabung dengan Kabupaten Sumbar. Hiruk pikuk dengan teriakan masyarakat, Plt. Sekda yang juga Asisten Pemerintahan Sekda SBD, Frans Lado tampil di tengah masyarakat dan berteriak, “Bapak Gubernur belum bicara. Mari kita dengar apa kata Bapak Gubernur. Semua diam dan duduk.”

Melihat situasi yang memanas, Gubernur VBL tampil dan memegang mic (pelantang) lalu berkata,”Hei….semua duduk! Semua masyarakat duduk; dengar saya sebagai gubernur. Duduk, diam dan dengar!.”

“Sebagai Gubernur, saya minta untuk semua diam. Yang hadir ini pemerintah. Bapak nya kalian. Tidak boleh. Kalau ada yang berbeda, mari duduk dan kita bicara. Kalau ada yang mau berontak, saya ini ahlinya berontak,” tegas Gub VBL, dengan suara keras.

Gubernur menambahkan,” sebagai bapak saya datang di tempat ini dan saya mau dengar dari semua tokoh masyarakat. Saya mau urus dan kita putuskan hari ini. Saya sudah ada di sini. Semua tenang, duduk dan bicara yang sopan. Satu persatu duduk dan bicara, saya dengar dan akan putuskan hari ini juga.”

Setelah itu, pemandu acara mencatat nama-nama para tokoh yang akan menyampaikan isi hati mereka kepada Gubernur VBL dan Bupati Sumbar dan Bupati SBD. Mereka berharap agar ada keputusan yang adil dan bijak dari Gubernur VBL. Tapi intinya mereka menolak bergabung dengan Kabupaten Sumbar.

Mendengar keluhan dan isi hati masyarakat Desa Karang Indah, Gubernur VBL meminta peta kepada Bupati MDT. Setelah melihat peta dengan seksama, Gub VBL mengajak masyarakat yang telah menyampaikan isi hati mereka untuk masuk ke dalam kantor desa bersama Bupati MDT dan Bupati Niga serta aparat keamanan.

Kurang lebih 25 menit di dalam Kantor Desa Karang Indah, Gub VBL keluar bersama-sama mereka dan menghadap pelantang untuk menyampaikan hasil pertemuan tertutup tersebut.
“Setelah kami berembuk di dalam maka telah disepakati batasnya. Hari ini juga saya tetapkan batas. Masyarakat yang ada di Desa Karang Indah tetap berada di Kabupaten SBD. Para tokoh telah putuskan. Siang ini saya akan ke Jakarta untuk lapor Pak Menteri Dalam Negeri. Tidak boleh lama-lama di tempat ini. Mari bawa besi gali saya yang tancap di batas itu,” kata Gubernur disambut tepuk tangan yang gemuruh dari masyarakat Desa Karang Indah.

Setelah itu Gubernur VBL dan rombong menuju ke batas dekat PT Karya untuk menancap batas antara Kabupaten Sumbar dan Kabupaten SBD.

Usai prosesi di tapal batas, Gubernur VBL kembali ke bandara Tambolaka dengan jet pribadi untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta.(*)

Sumber berita (*/valeri guru-Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Indonesia Terus Perbaiki Sistem Cegah Korupsi

    Pemerintah Indonesia Terus Perbaiki Sistem Cegah Korupsi

    • calendar_month Jum, 28 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi dan perbaikan sistem untuk mencegah praktik korupsi. Perbaikan tersebut antara lain dalam sistem pengadaan barang dan jasa di kementerian/lembaga melalui e-katalog. “Ya perbaikan-perbaikan sistem di semua kementerian dan lembaga terus kita perbaiki terus, perbaikan sistem. Seperti misalnya e-katalog, sekarang yang masuk kan […]

  • Apakah Covid-19 Benar-benar Ada? Dokter Reisa: Ini Jenis Ketiga & Bisa Desain Vaksin

    Apakah Covid-19 Benar-benar Ada? Dokter Reisa: Ini Jenis Ketiga & Bisa Desain Vaksin

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sebagian masyarakat ingin memahami seluk beluk mengenai virus SARS-CoV-2 penyebab Coronavirus disease 2019 atau Covid-19. Salah satu pertanyaan yang masuk melalui laman http://covid19.go.id dan kanal media sosial yakni keberadaan Covid-19. “Apakah Covid-19 benar-benar ada?” demikian ucap dokter Reisa Broto Asmoro menyampaikan pertanyaan dari warga yang menanyakan keberadaan penyakit itu. Covid-19 merupakan penyakit menular […]

  • Dedieselisasi, PLN Teken LOI Bersama 3 Perusahaan Nasional dan Multinasional

    Dedieselisasi, PLN Teken LOI Bersama 3 Perusahaan Nasional dan Multinasional

    • calendar_month Ming, 24 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) memperluas kolaborasi untuk menggenjot program dedieselisasi sebagai salah satu upaya dalam transisi energi nasional dan mitigasi perubahan iklim. Dalam hal ini PLN menggandeng tiga perusahaan energi yaitu ib vogt GmbH asal Jerman, PT Indika Energy Utama Tbk. dan Infraco Asia Development Pte., Ltd. Kolaborasi besar ini ditandai dengan […]

  • Kemungkinan Pilpres 2029 Prabowo versus Gibran, Lalu Anies?

    Kemungkinan Pilpres 2029 Prabowo versus Gibran, Lalu Anies?

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 1.965
    • 0Komentar

    Loading

    Walau masih jauh, boleh sedikit kita panaskan Pilpres 2029. Supaya nanti tak kaget. Pemilu 2029 belum tiba, tapi aroma pertarungannya sudah menyengat seperti minyak angin di ruang debat politik. Dua nama paling kuat sudah beredar di langit Nusantara, Prabowo dan Gibran. Satu bagaikan macan tua yang masih ganas, satunya lagi anak singa yang tumbuh di […]

  • Fakultas Hukum Undana Perkuat Jejaring Gereja Pulihkan Perempuan Anak Korban Kekerasan dan TPPO

    Fakultas Hukum Undana Perkuat Jejaring Gereja Pulihkan Perempuan Anak Korban Kekerasan dan TPPO

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Loading

    Langkah nyata ini dikemas dalam skema pengabdian kepada masyarakat (PkM) guna menjembatani kebutuhan masyarakat dengan sumber daya pemerintah yang diinisiasi oleh Dosen FH Undana, Dr. Juliana Susantje Ndolu, S.H., M.Hum.   Kupang | Fakultas Hukum Undana bekerja sama dengan Rumah Harapan Gemainti, mempertebal penguatan perlindungan kepada korban kekerasan terhadap perempuan, anak, dan tindak pidana perdagangan […]

  • Sri Mulyani Sebut Bayar Pajak Itu Mulia Layaknya Bayar Zakat dan Wakaf

    Sri Mulyani Sebut Bayar Pajak Itu Mulia Layaknya Bayar Zakat dan Wakaf

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Sri Mulyani mencontohkan manfaat pajak yang telah membantu 10 juta keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH), 18 juta keluarga penerima bantuan sembako, hingga modal usaha untuk UMKM.   Jakarta | Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyamakan kewajiban membayar zakat dan wakaf dengan membayar pajak, karena ketiganya merupakan bentuk penyaluran hak orang lain yang ada dalam […]

expand_less