Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » 10 Kabupaten Terbaik Atasi Stunting NTT Turun 3,2%, Gubernur VBL : Kerja Kita Belum Maksimal

10 Kabupaten Terbaik Atasi Stunting NTT Turun 3,2%, Gubernur VBL : Kerja Kita Belum Maksimal

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 12 Okt 2021
  • visibility 133
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Memang betul terjadi penurunan stunting tapi jika penurunannya biasa-biasa saja artinya kerja kita kurang maksimal karena yang kita bicarakan ini adalah nyawa manusia. Jika hanya melihat secara statistik memang penurunannya sudah bagus yaitu sampai pada 21%, akan tetapi jika kita melihat dari jumlah, maka saya merasa sedih karena masih ada 80.909 manusia yang masih stunting,” tekan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada acara Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Se-Provinsi NTT, di aula Hotel Sylvia Labuan Bajo, pada Senin, 11 Oktober 2021.

Saat rapat bersama Bupati/Wali Kota se-NTT tersebut, Gubernur VBL menyampaikan, rapat ini merupakan salah satu langkah mewujudkan mimpi Presiden Jokowi yaitu Generasi Emas pada 2045. “Mimpi Presiden Jokowi, negara ini pada 2045 akan menatap masa depan dengan generasi emasnya. Jika cita-citanya seperti itu, maka yang kita lakukan hari ini adalah desain dan perencanaan untuk kita menuju 2045 membawa bonus demografi menjadi generasi unggul”, ungkapnya.

Menyelesaikan Stunting di NTT, tegas Gubernur VBL tidak bisa jika hanya dilakukan dengan cara-cara yang biasa saja. “NTT merupakan salah satu penyumbang stunting terbesar di Indonesia. Maka, ini merupakan tantangan kita bersama untuk para Bupati dan saya sendiri sebagai Gubernur, karena menyelesaikan masalah stunting tidak bisa hanya dilakukan dengan cara yang biasa.

“Konvergensi mengharuskan kita melakukan langkah-langkah yang terpadu, terarah dan secara bersama-sama serta kerja-kerja lapangan yang kita harus kuasai. Jika kita mampu untuk mendesain untuk mengetahui seluruh kelahiran dengan kerja sama kepala desa, tokoh agama, camat kepala dinas, bupati sampai pada gubernur, maka saya yakin 1.000 hari pertama kehidupan bayi akan bisa diperhatikan dan stunting bisa diatasi,” terang Gubernur VBL.

Gubernur VBL juga mengimbau agar permasalahan stunting diselesaikan dengan kerja sama antara pemangku kepentingan dengan stakeholder dan masyarakat karena permasalahan stunting merupakan tanggung jawab bersama. “Saya berterima kasih atas kerja-kerja selama ini akan tetapi kita harus menyinergikan lagi seluruh stakeholder masyarakat agar masalah stunting di NTT dapat segera terselesaikan. Dan saya mengharapkan hal-hal seperti ini dapat kita lanjutkan dengan semangat kita bersama, tanggung jawab kita adalah bagaimana kita menyelamatkan 80.909 anak yang akan menjadi generasi masa depan untuk menopang pertumbuhan NTT ke depannya,” tandasnya.

Dalam laporannya, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi NTT, Kosmas Lana menyampaikan persentase penurunan stunting di NTT, dibandingkan dengan tahun 2020 pada tahun 2021 mengalami penurunan sebesar 3,2%.

“Pada penilaian kinerja konvergensi stunting tahun 2021 terdapat beberapa pencapaian. Dibandingkan dengan tahun 2020, tahun 2021 penurunan stunting sebesar 3,2%. Pada bulan Agustus 2020 yang lalu, stunting NTT berada pada angka 24,2%. Pada Agustus tahun ini berada pada angka 21%,” lapor Kosmas

Lebih lanjut Kosmas menyampaikan tujuan pelaksanaan rapat koordinasi ini merupakan evaluasi terhadap kinerja penanganan stunting di NTT. “Tujuan pelaksanaan rapat koordinasi yang kita laksanakan saat ini adalah evaluasi dari terhadap kinerja pelaksanaan aksi konvergensi stunting yang dilaksanakan setiap tahun. Dalam kegiatan ini juga akan diberikan piagam penghargaan beserta sarana yang selama ini dikeluhkan oleh Kabupaten/Kota untuk meng-input data ke dalam aplikasi yang sudah ditentukan. Dan  ini merupakan komitmen bersama antara provinsi dan kabupaten/kota untuk terus menerus bahu membahu melakukan percepatan penurunan stunting sampai dengan akhir periode perencanaan,” jelas Kaban Bappelitbangda.

Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting bersama Bupati/Wali Kota se-NTT tersebut dirangkaikan dengan pemberian Piagam Penghargaan Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting bagi 10 Kabupaten terbaik oleh Gubernur NTT. Adapun yang memperoleh penghargaan yaitu : Rote Ndao, Manggarai Timur, Belu, Ngada, Nagekeo, Sikka, Ende, Flores Timur, Sumba Timur dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Gubernur VBL bersama 10 Kabupaten Terbaik Penerima Piagam Penghargaan Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting

Di akhir pertemuan tersebut disepakati beberapa komitmen bersama para Bupati/Wali Kota untuk menurunkan stunting sebagai masalah kemanusiaan yang mendasar berkaitan dengan pengakuan, penghargaan, pemenuhan dan perlindungan hak-hak asasi anak secara universal. Komitmen yang disepakati adalah sebagai berikut:

Pertama, melaksanakan program konvergensi percepatan penurunan stunting (zero stunting) untuk menciptakan Generasi Muda Unggul NTT 2045—2050 sehingga mendapatkan bonus demografi.

Kedua, bersepakat untuk masing-masing kabupaten/kota menurunkan stunting sampai 10% pada tahun depan 2022.

Ketiga, mendesain sistem pendeteksian gejala dan pendataan stunting pada ibu hamil dan anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan yang mutakhir dan akurat melalui pengukuran tinggi dan berat badan 100% serta pemberian makanan tambahan.

Keempat, mengalokasikan anggaran yang memadai untuk mendukung menunjang program konvergensi percepatan penurunan stunting.

Kelima, membangun kolaborasi kelembagaan pemerintah (pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan) swasta, LSM serta lembaga agama dan adat dalam konvergensi percepatan penurunan stunting.

Keenam, mengintegrasi percepatan penurunan dan penanganan stunting dengan program penanggulangan kemiskinan nasional dan daerah.

Ketujuh, pendayagunaan berbagai potensi lokal sebagai menu bergizi untuk makanan tambahan bagi calon ibu, ibu hamil dan bayi serta anak.

Kedelapan, melakukan peningkatan kapasitas kelembagaan dan aparat pemerintah yang profesional dalam pencegahan dan penanganan stunting.

Kesembilan, melakukan supervisi, bimbingan teknis, monitoring-evaluasi, dan pengawasan secara berkala dan berkelanjutan terhadap implementasi program konvergensi stunting. (*)

Sumber dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirut PLN Sebut Ada 4 Lapis Pengamanan Listrik di IKN

    Dirut PLN Sebut Ada 4 Lapis Pengamanan Listrik di IKN

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Nusantara | Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo memastikan langsung keandalan listrik menjelang peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN). Upaya ini tercermin melalui inspeksi yang dilakukannya ke venue-venue utama dan infrastruktur-infrastruktur kelistrikan di IKN. Adapun infrastruktur kelistrikan dan venue-venue utama acara yang diinspeksi meliputi kawasan istana kepresidenan, kedung kementerian koordinator, command center […]

  • Enam Partai Politik Daftar Balon DPR RI pada Hari ke-14

    Enam Partai Politik Daftar Balon DPR RI pada Hari ke-14

    • calendar_month Sen, 15 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pada Minggu, 14 Mei 2023, secara berturut-turut, 6 (enam) partai politik (parpol) mendaftarkan bakal calon (balon) anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) ke Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI). Dimulai pada pukul 08.37 WIB, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengajukan balon Anggota DPR RI pada Pemilu 2024, di Kantor KPU. Pengajuan dilakukan […]

  • Gubernur Laiskodat Pinta BLK-LN Hasilkan Agen Perubahan Berkualitas

    Gubernur Laiskodat Pinta BLK-LN Hasilkan Agen Perubahan Berkualitas

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pada Kamis, 22 Agustus 2019 meresmikan Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) Berhasil Langgeng Kencana yang beralamat di jalan Manafe, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gubernur VBL mengharapkan agar BLK-LN ini mampu menciptakan para tenaga kerja yang berkualitas. “Tugas lembaga […]

  • Lion Air & Wings Air : Fasilitas Bagasi Ekstra Efektif per 8 Januari

    Lion Air & Wings Air : Fasilitas Bagasi Ekstra Efektif per 8 Januari

    • calendar_month Sab, 5 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Lion Air (kode penerbangan JT) dan Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group menyampaikan informasi terbaru terkait dengan kebijakan bagasi tercatat dan barang bawaan untuk layanan penerbangan domestik dan memberlakukan ketentuan baru tentang bagasi dengan menawarkan setiap pelanggan melalui fasilitas pembelian bagasi ekstra (Pre-Paid Baggage). Communications Strategic of Lion […]

  • Pondok Jaga, Tanaman Kehutanan, Visi dan Misi Pengelola

    Pondok Jaga, Tanaman Kehutanan, Visi dan Misi Pengelola

    • calendar_month Sab, 22 Feb 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Drs. Ignatius Sinu, MA Antropolog, pensiunan Dosen Ilmu Sosial pada Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana Ketika berjalan-jalan di beberapa kawasan hutan sering ditemukan sebelum masuk ke dalam kawasan hutan buatan, atau hutan tanaman dengan vegetasi dominan ampupu, mahoni, jati ditemukan rumah pemanen berukuran kecil yang ditinggal pergi penghuninya. Ternyata bangun permanen itu adalah […]

  • Presiden Minta Penyelesaian Proyek Huntap Duyu-Tondo Dipercepat

    Presiden Minta Penyelesaian Proyek Huntap Duyu-Tondo Dipercepat

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Palu, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta penyelesaian proyek pembangunan hunian tetap (huntap) di Sulawesi Tengah khususnya Duyu-Tondo agar dapat segera diselesaikan. Hal itu disampaikan presiden saat meninjau langsung huntap di dua lokasi tersebut dalam kunjungan kerjanya yang didampingi oleh Ibu Negara, Iriana Widodo di Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 29 Oktober 2019. […]

expand_less