Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » 24 Tahun Jadi Gen Rahasia, Denada Mengaku Ressa Anaknya

24 Tahun Jadi Gen Rahasia, Denada Mengaku Ressa Anaknya

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 49
  • comment 0 komentar

Loading

Banyak pasangan suami istri tak punya anak. Segala cara ia usahakan demi mendapatkan momongan. Begitu hamil, apa lagi melahirkan, ia umumkan ke publik. Berbeda dengan Denada, ia punya anak justru dirahasiakan ke khalayak. Akhirnya, rahasia itu terbongkar oleh pengakuannya sendiri.

Kebenaran itu rupanya seperti sel kanker jinak yang terlalu lama disembunyikan. Awalnya kecil, tak terasa, lalu tiba-tiba meledak di layar ponsel jutaan orang. Indonesia pun terperanjat. Denada Tambunan, nama yang selama ini dikenal lewat panggung dan sorotan lampu, akhirnya melakukan operasi terbuka pada rahasia genetisnya sendiri. Tanpa bius, tanpa editan berlebihan. Lewat Instagram, laboratorium paling bising abad ini, ia menyatakan sesuatu yang membuat gosip kolaps seperti jaringan tubuh kehabisan oksigen. Ressa Rizky Rosano adalah anak kandungnya.

Pengakuan itu jatuh seperti hasil tes DNA yang dibacakan di ruang publik. Tidak bisa ditawar, tidak bisa diedit. “Saya Denada Tambunan menyatakan, Ressa Rosano adalah anak kandung saya,” ucapnya dengan suara bergetar, Senin 2 Februari 2026. Kalimat itu bekerja seperti impuls listrik pada sistem saraf netizen. Otak publik mendadak aktif, empati dan amarah bereaksi bersamaan. Sementara jari-jari sibuk mengetik vonis moral secepat refleks lutut.

Denada tampil sederhana. Tapi, kesedihannya berlapis-lapis seperti jaringan epitel yang pernah terluka berulang kali. Ia mengakui, Ressa, pemuda 24 tahun asal Banyuwangi, tidak tumbuh dalam dekapan biologis yang semestinya. Alasannya bukan drama sinetron, melainkan faktor internal. Kondisi psikis yang saat itu tidak layak untuk menjalankan fungsi keibuan. Dalam bahasa biologi, ia seperti organ vital yang sedang gagal fungsi, ada, tapi tak mampu bekerja. “Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya,” katanya, seolah sedang membedah dirinya sendiri di depan cermin yang tak bisa ditutup lagi.

Pengakuan ini sekaligus mengonfirmasi dugaan lama bahwa identitas Ressa disembunyikan seperti gen resesif, ada, tapi ditekan agar tak muncul ke permukaan. Selama 24 tahun, Ressa tumbuh di Banyuwangi, diasuh kerabat. Sementara pengakuan hanya beredar sebagai rumor dalam bentuk bisik-bisik dan spekulasi liar. Hingga akhirnya, tubuh hukum bereaksi. Pada November 2025, Ressa mengajukan gugatan perdata sebesar Rp7 miliar ke Pengadilan Negeri Banyuwangi atas dugaan penelantaran anak. Gugatan itu seperti sinyal inflamasi, menyakitkan, tapi menandakan ada luka serius yang tak bisa lagi diabaikan.

Kuasa hukum Denada sempat menyatakan, biaya hidup dan pendidikan rutin dikirim. Namun Ressa menolak direduksi menjadi angka transfer. Yang ia tuntut bukan nutrisi finansial, melainkan pengakuan identitas, status hukum dan moral yang selama ini kosong seperti kromosom yang hilang. Maka ketika Denada akhirnya bicara, publik menyaksikan proses metabolisme emosional yang telat tapi tak terhindarkan.

Denada memohon maaf kepada Ressa, kepada mendiang ibunya Emilia Contessa, kepada adik-adiknya. Ia berharap pintu maaf masih terbuka, meski ia sadar waktu bukan obat yang selalu manjur. Sementara itu, satu variabel biologis masih mengambang, ayah kandung Ressa. Identitasnya tetap misteri, memicu spekulasi seperti mutasi liar di laboratorium netizen. Nama-nama muncul, dicocokkan lewat wajah, lalu gugur satu per satu sebagai cocoklogi murahan.

Drama ini bukan sekadar gosip artis. Ini kisah tentang darah, gen, dan pengakuan yang tertunda. Tentang seorang ibu yang akhirnya berani membaca hasil uji hidupnya sendiri, dan seorang anak yang sejak lama menunggu namanya diakui secara sah. Di negeri ini, kebenaran memang sering datang terlambat, tapi ketika ia datang, ia datang dengan suara keras, seperti detak jantung yang akhirnya kembali terdengar.(*)

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suami Istri Positif Covid-19 di Kota Kupang Masih Isolasi Diri di Rumah, Ini Alasannya

    Suami Istri Positif Covid-19 di Kota Kupang Masih Isolasi Diri di Rumah, Ini Alasannya

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Suami Istri terkonfirmasi positif Covid-19 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT pada Sabtu, 6 Juni 2020; hingga hari ini, Rabu, 10 Juni 2020, masih melakukan isolasi mandiri bersama 3 (tiga) orang anak di dalam rumah mereka di Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/06/06/suami-istri-di-kota-kupang-positif-covid-19-transmisi-lokal-total-103-kasus-di-ntt/ Dilansir dari sergap.id, […]

  • WWF di Bali Selesai, PLN Dinilai Sukses Kawal Listrik Tanpa Kedip

    WWF di Bali Selesai, PLN Dinilai Sukses Kawal Listrik Tanpa Kedip

    • calendar_month Ming, 26 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Loading

    Nusa Dua, PLN (Persero) sukses menghadirkan listrik yang andal dan tanpa kedip sepanjang Konferensi Tingkat Tinggi World Water Forum (KTT WWF) ke-10 yang dihelat sejak 18—25 Mei 2024 di Bali. Hal ini kembali menjadi capaian bagi Perseroan yang selalu berkomitmen mendukung tiap gelaran kenegaraan di tanah air. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki […]

  • Manajemen Rumah Aman & ‘Shelter’ untuk Peningkatan Layanan bagi Korban TPPO

    Manajemen Rumah Aman & ‘Shelter’ untuk Peningkatan Layanan bagi Korban TPPO

    • calendar_month Rab, 29 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Rumah aman dan shelter (penampungan) memiliki peran penting dalam memberi perlindungan terhadap korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Menurut Asisten Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan dari TPPO Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Destri Handayani, pengelolaan layanan rumah aman atau shelter di Indonesia saat ini masih lebih menitikberatkan pada […]

  • Besipae Jadi Kawasan Hutan Energi, VBL : Pulau Timor Bakal Jadi Sumber Protein

    Besipae Jadi Kawasan Hutan Energi, VBL : Pulau Timor Bakal Jadi Sumber Protein

    • calendar_month Sab, 6 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Besipae-TTS, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) kembali melakukan kunjungan kerja di kawasan Besipae Kabupaten TTS pada Jumat, 5 November 2021. Dalam kunjungan kerja kali ini terkait dengan pengembangan hutan energi berbasis masyarakat. Gubernur VBL menyampaikan bahwa pembangunan yang dikerjakan oleh pemerintah provinsi harus dengan sinergi yang benar bersama pemerintah kabupaten serta […]

  • Transaksi Nontunai & CRS 250 Juta, Bank NTT Support ETMC XXXIII

    Transaksi Nontunai & CRS 250 Juta, Bank NTT Support ETMC XXXIII

    • calendar_month Sab, 8 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Bank NTT berkolaborasi dengan panitia memfasilitasi pembelian tiket secara non-tunai selama pertandingan sepak bola ETMC XXXIII yang berlangsung mulai tanggal 3—23 Maret 2025.   Kupang | PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) mendukung (support) kompetisi sepak bola liga 4 NTT El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIII tahun 2024/2025. Support Bank NTT itu […]

  • TJSL, Wujud Cinta PLN untuk Warga Kampung Prailiu Sumba Timur

    TJSL, Wujud Cinta PLN untuk Warga Kampung Prailiu Sumba Timur

    • calendar_month Ming, 9 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 1Komentar

    Loading

    Tak hanya itu, PLN juga membagikan sarapan bergizi kepada warga setempat dan juga pertandingan persahabatan antara Tim PLN dan Warga Prailiu. Pertandingan ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme, mencerminkan semangat kebersamaan antara PLN dan masyarakat setempat.   Waingapu | Sebagai bentuk dukungan dan kontribusi untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat dan mempererat hubungan baik dengan […]

expand_less