Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » 300 Perempuan Pemimpin Jadi Penggerak Desa Ramah Perempuan & Peduli Anak

300 Perempuan Pemimpin Jadi Penggerak Desa Ramah Perempuan & Peduli Anak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 29 Nov 2020
  • visibility 39
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Sejalan dengan Nawacita ke-3 Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengukuhkan secara simbolis 300 perempuan pemimpin sebagai penggerak Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di 10 Kabupaten. Pengukuhan ini sekaligus menutup rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Perdesaan Tahun 2020.

“Semoga mandat (perempuan pemimpin) ini dapat dijalankan dengan baik, sehingga dapat meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan, demi menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, perkawinan anak, pekerja anak, dan tentunya meningkatkan ekonomi perempuan,” ujar Menteri Bintang dalam rangkaian acara yang juga dilakukan secara daring di pada Jumat, 27 November 2020.

Menteri Bintang menuturkan peningkatan partisipasi perempuan perlu dimulai dari tingkat perdesaan sebagai salah satu kunci mencapai kesetaraan gender. Partisipasi dan peran aktif perempuan diharapkan mendorong keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan dan menciptakan program-program yang berperspektif pada kepentingan perempuan di desa.

“Lahirnya kebijakan yang berperspektif perempuan akan mempermudah perempuan menjemput berbagai kesempatan yang selama ini sulit mereka akses. Saya berharap Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak dapat memastikan perempuan dan anak menjadi bagian pembangunan perdesaan dengan ikut serta dalam pengambilan keputusan, dan memastikan peraturan dan kebijakan perdesaan yang dihasilkan lebih ramah perempuan dan mengedepankan perlindungan anak,” jelas Menteri Bintang.

Dalam acara yang sama, Camat Matakali Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat, Sulaiman Makka mewakili 8 pemerintah desa dan kabupaten dari 4 Provinsi (Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Kalimantan Barat) menyampaikan rencana kerja dan komitmen untuk mendorong peningkatan kepemimpinan perempuan perdesaan di 4 provinsi tersebut. “Mudah-mudahan komitmen kami bisa menjadi pedoman kami nantinya untuk ditindaklanjuti dalam mengurangi angka kekerasan perempuan dan anak di wilayah Indonesia terutama di daerah kami,” ujarnya.

Foto bersama Menteri PPPA, Bintang Puspayoga usai pengukuhan secara simbolis 300 perempuan pemimpin sebagai penggerak Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di 10 Kabupaten

Rencana kerja dan komitmen daerah di antaranya melakukan kerja sama dan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah desa dengan membagi tugas dan tanggung jawab sesuai kewenangannya. Mendorong desa inklusif, mengembangkan sekolah perempuan, menyediakan anggaran, program, dan desain untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dan anak untuk mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, hingga melakukan perekrutan dan pendampingan pasca pelatihan dan terbentuk kelompok-kelompok perempuan.

Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Perdesaan pada tahun 2020 merupakan kerja sama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dengan Aliansi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) dan Institut Lingkaran Pendidikan Alternatif Perempuan (KAPAL Perempuan). Pelatihan di 10 kabupaten ini diikuti dengan pelaksanaan Workshop untuk menyusun rencana kerja bersama, serta meningkatkan komitmen pemerintah desa, kabupaten, dan provinsi dalam kepemimpinan perempuan perdesaan untuk mencapai SDGs (Suistainable Development Goals) Desa melalui perwujudan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak.

Pelatihan diikuti oleh 300 orang peserta dan dilakukan di 5 provinsi yaitu Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, NTB dan NTT, dan di 10 kabupaten yaitu Cianjur dan Sumedang, Kubu Raya dan Mempawah, Polewalimandar dan Mamuju, Lombok Utara dan Lombok Timur serta Lembata dan Flores Timur. Pelatihan ini rencananya akan dilanjutkan hingga tahun 2024 di 34 provinsi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pemberdayaan Perempuan untuk melaksanakan Program Desa Ramah Perempuan dan Desa Peduli Anak sebagai strategi akselerasi pencapaian SDGs Desa oleh Kemendes PDTT dengan Kemen PPPA, yang telah dideklarasikan pada 11 November 2020. (*)

Sumber berita dan foto (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Garuda Sakti Atambua 2024, Rupiah Berdaulat di Batas RI-Tiles

    Garuda Sakti Atambua 2024, Rupiah Berdaulat di Batas RI-Tiles

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menghelat edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah dan sistem pembayaran digital di Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini merupakan rangkaian “Gerakan Rupiah Berdaulat di Perbatasan Negeri” (GARUDA SAKTI) Atambua dilaksanakan tanggal 6—10 Agustus 2024 di Kota Atambua. GARUDA SAKTI Atambua 2024 […]

  • Idul Adha, Makna dan Sejarahnya

    Idul Adha, Makna dan Sejarahnya

    • calendar_month Kam, 29 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Hari Idul Adha biasanya ditetapkan beberapa bulan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri. Idul Adha yang dikenal juga sebagai Hari Raya Kurban, identik dengan penyembelihan hewan kurban seperti sapi, kambing, hingga domba. Penyembelihan hewan kurban ini tentu memiliki tata cara tersendiri sehingga tidak sembarang orang dapat melakukannya. Hari Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban? […]

  • Pilkada di Tengah Pandemi, Menko Mahfud: Jaga Situasi Tetap Kondusif

    Pilkada di Tengah Pandemi, Menko Mahfud: Jaga Situasi Tetap Kondusif

    • calendar_month Sen, 23 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menko Polhukam Mahfud MD meminta penyelenggara Pilkada Serentak, peserta pilkada, Pemerintah Daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga agar situasi tetap berlangsung kondusif hingga di tanggal pelaksanaan pada 9 Desember 2020. “Dua belas hari ke depan kita jangan sampai lengah, kita jaga betul agar situasi tetap kondusif. Masa tenang […]

  • Mario Teguh Bantah Menipu Miliaran Rupiah

    Mario Teguh Bantah Menipu Miliaran Rupiah

    • calendar_month Sab, 15 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Motivator ulung asal Indonesia, Mario Teguh melalui kuasa hukumnya Lukman Baharuddin Partnership menepis isu terkait adanya penggelapan dana yang melibatkan nama kliennya. Melalui keterangan tertulis, kuasa hukum Mario Teguh menyampaikan bahwa apa yang dituduhkan ke kliennya itu tidaklah benar. “Pemberitaan yang tidak benar mengenai penipuan dan/atau penggelapan atas kerja sama sebagai […]

  • Bedah Buku “Umbu Sang Metiyem” Kris Liyanto: Sastra Itu Keseimbangan Hidup

    Bedah Buku “Umbu Sang Metiyem” Kris Liyanto: Sastra Itu Keseimbangan Hidup

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghelat bedah dan launching buku “Umbu Sang Metiyem” karya Robertus Fahik dalam rangka HUT ke-78 Republik Indonesia pada Selasa, 22 Agustus 2023. Peluncuran buku ini guna mengenang 80 tahun Umbu Landu Paranggi (1943—2023). Umbu Wulang Landu Paranggi adalah seniman Indonesia berasal dari […]

  • Merry Riana: Pandemik Covid-19 Ibarat Masa Ulat Menjadi Kepompong

    Merry Riana: Pandemik Covid-19 Ibarat Masa Ulat Menjadi Kepompong

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Motivator Merry Riana mengatakan masa pandemik Covid-19 yang mengharuskan orang-orang lebih banyak berada di rumah ibarat masa-masa ulat menjadi kepompong sebelum menjadi kupu-kupu. “Ulat saat menjadi kepompong merasa tidak nyaman, tidak bisa bergerak bebas. Ketika dia merasa hidupnya akan berakhir seperti itu, dia kemudian menjadi kupu-kupu yang lebih indah,” kata Merry […]

expand_less