Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » 4 Air Terjun Tertinggi di NTT Jadi Incaran Wisatawan, Ada Air Terjun Pangkadari

4 Air Terjun Tertinggi di NTT Jadi Incaran Wisatawan, Ada Air Terjun Pangkadari

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
  • visibility 167
  • comment 0 komentar

Loading

Selain terlihat kece dan unik, air terjun yang ada di Provinsi NTT ini terbilang tinggi. Maka pada kesempatan ini kita akan bahas beberapa air terjun tertinggi yang terletak di Kabupaten Manggarai.

 

Manggarai | Ada hal yang tidak kita ketahui bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) salah satu provinsi di timur Indonesia yang memiliki ragam destinasi wisata alam yang memukau dan menakjubkan. Selain perairan yang indah, ada air terjunnya yang tak kalah memesona. Dengan keindahan alam yang menakjubkan di lingkungan kawasan air terjun tersebut menjadi destinasi impian banyak wisatawan dari seluruh dunia.

Hal tersebut membuat Provinsi NTT, menjadi incaran para wisatawan. Baik itu, wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain terlihat kece dan unik, air terjun yang ada di Provinsi NTT ini terbilang tinggi. Maka pada kesempatan ini kita akan bahas beberapa air terjun tertinggi terutama yang terletak di Kabupaten Manggarai.

Air Terjun Cunca Rede di Desa Sano Lokom, Borong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. (Galeri Pesona Alam Indonesia)

Seperti dikutip dari berbagai sumber pada Kamis, 14 Agustus 2025, terkait sejumlah wisata air terjun di NTT yang masih asri dan menyuguhkan panorama alam mengagumkan, cocok untuk melepas penat saat berlibur.

1. Air Terjun Tengku Lese

Air terjun Tengku Lese merupakan salah satu dari beberapa air terjun yang berada di Kabupaten Manggarai. Terletak di Desa Tengku Lese, Kecamatan Rahong Utara.

Air terjun ini memiliki dua tingkatan dengan tinggi sekitar 25 meter, memiliki air yang deras dan jernih serta panorama yang indah yang dikelilingi oleh hutan yang subur serta sawah yang hijau. Air terjun ini merupakan aliran sungai Wae Lega yang mengalami erosi.

Erosi tersebut menyebabkan terbentuknya air terjun yang memiliki dua tingkatan itu.

Pengunjung hanya butuh waktu sekitar satu jam perjalanan dari Ruteng menuju air terjun bertingkat-tingkat ini, jika menggunakan kendaraan roda dua.

Sementara, aktivitas yang dapat dilakukan di saat mengunjungi air terjun Air Terjun Cunca Lega adalah berfoto, piknik dan berenang di dasar air terjun.

2. Air Terjun Cunca Rede

Air Terjun Cunca Rede di Desa Lokom, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur, berada dalam kawasan konservasi Taman Wisata Ruteng.

Adapun Taman Wisata Alam Ruteng masuk dalam pengelolaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam wilayah II Ruteng.

Ini artinya, Air Terjun Cunca Rede berada di tengah-tengah hutan konservasi.

Oleh karena itu, jika singgah di sini wisatawan harus mematuhi sejumlah aturan termasuk larangan mengambil flora dan fauna dalam kawasan konservasi, serta dilarang memotong pohon-pohon kecil selama perjalanan.

Air Terjun Cunca Rede merupakan salah satu dari ratusan air terjun di kawasan TWA Ruteng dengan ketinggian 43 meter.

Air Terjun Tengku Lese

3. Air Terjun Pangkadari

Air Terjun Pangkadari lokasinya ada di Desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, NTT. Air Terjun ini jatuh dari ketinggian kurang lebih 30 meter.

Saat Anda mengunjungi Air Terjun Pangkadari, Anda akan disuguhkan keindahan alam yang menakjubkan di kawasan sekitar air terjun itu.

Uniknya, lumut yang tumbuh di dinding batu semuanya mengeras, tidak seperti tumbuhan lumut yang kebanyakan mudah rontok dan licin.

Air yang mengalir di air terjun ini pun bening dan tidak berbau seperti ciri-ciri air yang mengandung zat kapur. Selain itu lingkungan di kawasan air terjun ini masih terlihat alami, sejuk dan asri.

4. Air Terjun Cunca Lawar

Nama Cunca Lawar mengacu pada goa dan sarang burung walet yang ada di dekat air terjun.

Nama tempat wisata ini mengacu pada gua dan sarang burung walet yang ada di dekat air terjun.

Jadi, sembari berwisata, pengunjung bisa melihat burung walet keluar-masuk gua itu.

Daya tarik lainnya adalah bongkahan batu yang berbentuk lingkaran akibat kikisan dan tekanan air yang cukup deras sepanjang waktu. Selain itu, di sisi Air Terjun ini terdapat cekungan batu yang berbentuk gua.

Air Terjun yang menjadi rumah bagi burung walet ini memilik ketinggian kurang lebih sekitar 30 meter.

Cunca Lawar bukan hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman petualangan yang menyenangkan, menjadikannya favorit di kalangan wisatawan.(*)

Sumber (Ragam + Ferdy Daud)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Lantik Dua Menteri & Satu Kepala Lembaga Masa Bakti 2019—2024

    Presiden Lantik Dua Menteri & Satu Kepala Lembaga Masa Bakti 2019—2024

    • calendar_month Rab, 28 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo melantik dua menteri Kabinet Indonesia Maju untuk sisa masa jabatan periode 2019—2024 serta satu kepala lembaga pemerintah non-kementerian pada Rabu, 28 April 2021 di Istana Negara. Pelantikan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Para menteri yang dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 72/P Tahun 2021 tentang […]

  • Semua Warga Belu Dipastikan Masuk Penerima Bantu Iur APBN

    Semua Warga Belu Dipastikan Masuk Penerima Bantu Iur APBN

    • calendar_month Kam, 26 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Saya sudah bicara dengan wakil ketua komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena (saat kunjungan kerja di Belu, pada Jumat, 20 November 2020, red). Nanti semua orang Belu akan masuk di sini, Penerima Bantu Iur (PBI),” jelas Agus Taolin yang berpasangan dengan Alo Haleserens dari paket SEHATI, nomor urut 2. Semua […]

  • Ashraf Sinclair, Adjie Massaid & ‘Silent Killer’

    Ashraf Sinclair, Adjie Massaid & ‘Silent Killer’

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Denny Siregar “Jantungmu Kena..” Begitu kata temanku seorang dokter spesialis jantung. Kaget ? Pasti. Karena selama ini saya sama sekali tidak merasa sakit apa-apa. Tapi sesudah melewati beberapa tes, kesimpulannya seperti itu. Kardiovaskular sering disebut sebagai silent killer, atau pembunuh senyap. Itu karena orang yang mengidapnya tidak sadar bahwa pembuluh darahnya yang berhubungan […]

  • Tanam Pohon & Bersih Pantai, Elaborasi PLN UIP Nusra, Kodim Mataram dan Kelurahan Ampenan

    Tanam Pohon & Bersih Pantai, Elaborasi PLN UIP Nusra, Kodim Mataram dan Kelurahan Ampenan

    • calendar_month Jum, 29 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Kodim 1606/Mataram dan Kelurahan Ampenan Selatan menggelar kegiatan pelestarian alam melalui penanaman pohon dan bersih pantai di Pantai Skip, Ampenan Selatan pada Jumat, 22 Desember 2023. Aksi peduli lingkungan ini turut dihadiri oleh Dandim 1606/mataram, Wali Kota Mataram, Danrem 162/wb, Kapolresta […]

  • Menkopolhukam Wiranto Ditusuk dengan Senjata Tajam di Pandeglang

    Menkopolhukam Wiranto Ditusuk dengan Senjata Tajam di Pandeglang

    • calendar_month Kam, 10 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | 2 (dua) orang yang diduga telah terpapar paham radikal melakukan upaya penusukan menggunakan benda tajam terhadap Jenderal TNI ( Purn ) Dr. H. Wiranto, S.H. ( Menkopolhukam ) pada Kamis, 10 Oktober 2019 sekitar Pukul 11.55 WIB di Pintu Gerbang Lapangan Alun-alun Menes Desa Purwaraja Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang. Adapun informasi […]

  • PMI Kota Kupang Distribusi Bantuan Alkes ke Rumah Sakit dan Masyarakat

    PMI Kota Kupang Distribusi Bantuan Alkes ke Rumah Sakit dan Masyarakat

    • calendar_month Sel, 19 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man juga selaku Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang menyerahkan bantuan alat kesehatan (alkes) kepada Rumah Sakit St. Carolus Boromeus Bello yang diterima oleh perwakilan rumah sakit, dr. Arianti Yusnita dan Suster Anselina Sebe serta pembagian masker bagi masyarakat pada Selasa, 19 April […]

expand_less