Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pandemi Mengancam, Rm. Magnis Suseno Ajak Bangun Sikap Solidaritas & Tertib

Pandemi Mengancam, Rm. Magnis Suseno Ajak Bangun Sikap Solidaritas & Tertib

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 23 Mei 2020
  • visibility 147
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Di masa kolonialisme kuat, rakyat Indonesia mampu untuk berjuang dan meraih kemerdekaan. Perjuangan dan sikap pantang menyerah ditunjukkan bangsa ini untuk terbebas dari penjajahan. Sikap seperti ini juga diharapkan untuk mampu keluar dari krisis pandemi Covid-19 yang melanda tanah air.

Romo Franz Magnis Suseno mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tidak menyerah di saat pandemi ini. Ia yakin masyarakat Indonesia mampu untuk bangkit, maju dan semakin kuat. Kekhawatiran pada masa pandemi ini tidak hanya ancaman kesehatan, tetapi juga kebangkrutan ekonomi. Dampak ekonomi yang besar dapat memicu terjadinya ancaman kemiskinan.

“Pandemi semacam ancaman penyakit yang mudah menular ke mana-mana, tidak memperhatikan batas negara, tidak memperhatikan kaya miskin, tidak memperhatikan bangsa mana. Kita merasa terancam. Terancam kesehatan, terancam nyawa. Yang barang kali lebih membuat kita terancam adalah kebangkrutan ekonomi, terutama orang kecil yang kehilangan pekerjaan. Ada ancaman kemiskinan,” ujar Rm. Magnis pada pesan digital pada Jumat, 22 Mei 2020.

Pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara itu mengajak kita semua untuk tidak menyerah.

“Tahun 1908 siapa yang menyangka bahwa dalam situasi kolonialisme kuat akan lahir Indonesia. Sekarang pun kita harus bangkit dan kita akan bangkit. Kita tetap bersemangat. Kita sudah mengatasi macam-macam cobaan,” ucapnya.

Dialog virtual Romo Magnus Suseno dan Tim Gugus Tugas Nasional

Merespon pandemi Covid-19, Rm. Magnus (sapaan akrabnya, red) mengajak kita jangan menyerah.

“Kita bisa keluar dengan menang dari pandemi ini kalau kita digerakkan oleh semangat yang sama yang menggerakkan yang mulai dengan kebangkitan nasional. Yaitu kita harus maju bersama, kita harus saling menerima, kita harus gotong royong,” kata Rm. Magnus.

Dalam situasi terancam seperti saat ini, semua pihak diharapkan untuk tidak egois dan memikirkan diri sendiri. Kunci untuk keluar dari masa-masa krisis ini yaitu membangun solidaritas. “Kita tidak akan meninggalkan siapa pun, semua termasuk persatuan kita. Dalam solidaritas kita maju bersama,” ucapnya.

Solidaritas berarti mereka yang sudah dikaruniai kehidupan yang lumayan, dalam hal ekonomi terjamin dan lebih dari terjamin, dengan mereka yang belum terjamin. Ia mengharap mereka bergotong royong dan membuka tangan membantu warga yang membutuhkan bantuan.

“Kita harus solider lintas ras, budaya, suku, lintas batas agama,” pesan pria kelahiran Eckersdorft, Jerman pada  26 Mei 1936 yang telah berkewarganegaraan Indonesia.

Rm. Magnus juga menyampaikan nilai-nilai solidaritas, gotong royong, maju bersama, senasib sepenanggungan di masa pandemi dan tidak membiarkan orang yang membutuhkan bantuan tertinggal. Ini saatnya setiap orang untuk membuka mata hati.

Di samping sikap solidaritas, Rm Magnus mengingatkan kita semua untuk bersikap tertib menghadapi Covid-19. “Mungkin pandemi mengajar kita supaya tertib. Memang kita jangan hidup seenaknya. Kita pakar masker. Kita harus bersih, cuci tangan, mengambil jarak. Kalaupun ingin bersama, misalnya beribadat kita tetap jangan membentuk kerumunan,” kata Rm. Magnus.

Ia mengatakan bahwa Tuhan memberikan kita kemampuan untuk bertanggung jawab

“Dengan solidaritas dan tertib kita boleh mengharapkan bangsa kita maju terus, bangsa akan keluar dari masalah Covid-19,” pesan Romo Magnis yang merupakan tokoh umat Katolik sekaligus seorang budayawan Indonesia.

Di akhir pesan, Rm. Magnis mengajak semua pihak untuk memperhatikan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh pemerintah, baik pusat dan daerah. Melalui upaya itu semua, ia mengharapkan masyarakat Indonesia bisa keluar dari pandemi. (*)

Sumber berita (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Foto utama oleh katoliknews.com
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDI Perjuangan Paparkan Alasan Tak Jadi Oposisi di Era Prabowo

    PDI Perjuangan Paparkan Alasan Tak Jadi Oposisi di Era Prabowo

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Loading

    Seno pun menegaskan, sikap penyeimbang tidak membuat PDI Perjuangan ragu berbeda pendapat dengan pemerintah. Salah satunya terkait penolakan wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD.   Jakarta | Politikus muda PDI Perjuangan, Seno Bagaskoro menegaskan sikap partainya sebagai penyeimbang pemerintahan bukan keputusan baru. Seno menyampaikan sikap tersebut telah ditetapkan sejak Prabowo Subianto dinyatakan menang Pilpres 2024 […]

  • Jalan Perintis Kemerdekaan Berubah Nama ke Jalan Frans Lebu Raya

    Jalan Perintis Kemerdekaan Berubah Nama ke Jalan Frans Lebu Raya

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Ruas jalan sepanjang lebih kurang 2,5 kilometer di kawasan Kelurahan Tuak Daun Merah hingga Kelurahan Oebufu Kota Kupang yang bernama Jalan Perintis Kemerdekaan; kini secara resmi ditetapkan sebagai Jalan Frans Lebu Raya pada Jumat, 22 April 2022. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Kupang No 69/KEP/HK/2002. Wali Kota […]

  • Saraswati: Prostitusi ‘Online’ Melibatkan Anak Harus Dihentikan!

    Saraswati: Prostitusi ‘Online’ Melibatkan Anak Harus Dihentikan!

    • calendar_month Sab, 20 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Prostitusi online menjadi modus baru bagi pelaku perdagangan orang yang rentan terjadi karena faktor kemiskinan dan pendidikan yang rendah, pengetahuan yang minim, keterbatasan informasi mengenai dampak fisik dan psikis dari perdagangan orang dan juga adanya penyalahgunaan media sosial untuk tindakan pelanggaran hukum. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/03/19/awas-bujuk-rayu-puluhan-anak-jadi-korban-eksploitasi-seksual/ Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19, […]

  • Memahami Segitiga ‘Exposure’ dalam Fotografi

    Memahami Segitiga ‘Exposure’ dalam Fotografi

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Bagi seorang fotografer, menggunakan teknik segitiga exposure merupakan hal yang wajib dilakukan. Pasalnya, teknik ini termasuk dasar dan sangat berpengaruh terhadap kualitas foto yang bagus dan profesional. Segitiga eksposur sendiri merupakan teknik untuk menyatukan elemen exposure bekerja dalam waktu yang bersamaan sehingga mendapatkan hasil yang diinginkan. Segitiga exposure juga menjadi istilah yang digunakan untuk 3 […]

  • Era Normal Baru, Pemkot Kupang Tutup Lagi Sejumlah Pusat Keramaian

    Era Normal Baru, Pemkot Kupang Tutup Lagi Sejumlah Pusat Keramaian

    • calendar_month Kam, 16 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Sejumlah pusat keramaian di Kota Kupang kembali ditutup. Kebijakan penutupan ini dalam rangka mencegah penyebaran virus corona yang masih terus mengancam di masa normal baru. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man turun langsung untuk mengimbau masyarakat di sejumlah lokasi, pada Rabu malam, 15 Juli 2020 pukul 21.00 WITA. Aksi […]

  • Tak Kebayang Jadi Youtuber, Fe Naiboas Raup Penghasilan Jutaan Setiap Bulan

    Tak Kebayang Jadi Youtuber, Fe Naiboas Raup Penghasilan Jutaan Setiap Bulan

    • calendar_month Sab, 13 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa, Garda Indonesia | Pemilik nama lengkap Frederikus Adrianus Naiboas, S.E. (27), jebolan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Timor (UNIMOR) tahun 2019, tak membayangkan sebelumnya, dapat berkecimpung di dunia media sosial sejak setahun yang lalu dan berpenghasilan dari konten YouTube. Via WhatsApp kepada Garda Indonesia, Sapaan Fe Naiboas mengisahkan cerita panjangnya bahwa semua karena berkat […]

expand_less