Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Cinta dan Amarah pada Coretan Lembar Diari Terakhir

Cinta dan Amarah pada Coretan Lembar Diari Terakhir

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 27 Agu 2020
  • visibility 48
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Lejap Yulianti Angelomestius, S. Fil.

“Anakku…. Tidak puaskah engkau dengan cintaku, tidak cukupkah engkau dengan pengorbananku? Cinta saat mengandung dan melahirkanmu. Berkorban saat merawat dan membesarkanmu.

Apakah aku terlalu jelek untuk kau pandang, dan terlalu jijik untuk kau dekati sebagai ibu? Ataukah aku terlalu rewel untuk kau dengar dan terlalu hina untuk kau kasihi sebagai mama?

Ketika engkau masih kanak, kita punya banyak pengalaman yang menggairahkan untuk di kenang. Kau anakku yang pertama, di mana aku pertama kalinya merasakan sakitnya bersalin. Sakit itu tidak ‘ku peduli tetapi justru membuat aku sangat bahagia dan mencintaimu. Bahkan karena cinta, aku seakan melawan lupa di setiap semua usilmu saat aku lelah.

Masih jelas dalam ingatanku, meski kini aku telah beruban, bahwa di setiap malam kita selalu punya waktu untuk bercerita tentang Tuhan. Dan di saat aku bercerita tentang kebaikan Tuhan itu, engkau selalu berlaku tenang dalam mendengarkan. Bahkan sambil memeluk tubuhku dengan sedikit mendongakkan kepalamu menampilkan tatapan polosmu matamu. Kau pegiat cerita tutur.

Pernah di suatu malam, aku mencoba menggantikan cerita Tuhan dengan cerita dongeng. Eh… kamu malah protes dalam tangis, memukul wajahku dengan gemas, berharap aku harus bercerita hanya tentang Tuhan. Aku terpaksa mengalah dan memulai cerita tentang Tuhan. Kau mendengar cerita itu dengan serius sampai tertidur pulas dengan wajah cantik di dadaku setelah ‘ku tutup dengan kisah pengkhianatan Yudas pada Tuhan.

Kau begitu lucu sayang, begitu manja, dan juga pintar.

Ketika engkau tumbuh dewasa, aku selalu berharap dalam doa agar kamu menjadi anak yang takut akan Tuhan: selalu patuh, dan berbakti pada orang tua. Semuanya itu terus ‘ku lakukan dalam petuah dan nasihat. Bahkan sampai ayahmu telah berpulang pada Sang Ilahi, sampai detik ini di mana kamu telah menganggap aku sampah dan tiada.

Mmmmm…. maafkan aku sayang, aku tidak ingin kita bertengkar melalui curahan ini. Aku hanya mau berbagi cerita. Apakah kamu masih mau mendengarkan aku seperti yang dulu, ketika aku bercerita tentang Tuhan? Apakah kamu masih ingin kita tertawa bersama seperti di meja makan saat kamu harus melahap lengkuas yang disangka daging di malam itu?

Aku tahu kamu marah. Aku tahu kamu kecewa, setelah sertifikat tanah warisan ayah kau balik nama menjadi milikmu dengan cara curang, setelah niatmu mempermalukan dan menakuti ibu dengan membawa polisi dan pengacara untuk memuluskan niat busukmu akhirnya kugagalkan. Mengapa kau gunakan polisi dan pengacara yang gila oleh status dan tumpul dalam nurani. Apakah kalian telah bersekongkol dengan dengkul dan rupiah?

Ah…. Itu terlalu murah dan tumpul dalam kecerdasan rasa dan pikiran!

Tetapi itu tidak penting sayang. Yang terpenting adalah aku ingin kita bercerita dan tertawa bersamamu seperti yang dulu. Engkau memanggil aku mama dan aku memanggil engkau sayang.

Dengan deraian air mata, dan luka yang tertusuk di hati, Glory akhirnya menghentikan coretan penanya. Perempuan separuh tua itu menengadah menatap kejauhan langit tak berbintang di Kota Atambua. Dingin, sunyi tak lagi dihiraukannya. Ia seakan tak bosan pada kegairahan menatap sang jauh.

Memang di saat itu, Tuhan seakan membiarkan dia tersakiti oleh cinta dan amarah: cinta kepada anak darahnya yang terus mengalir, dan marah terhadap sikap penghianat putri sulungnya yang berhati buntung. Masakan seorang anak rahim rela datang dengan pengacara dan polisi, meminta kepada ibu kandung mengatakan salah pada kebenaran dan menyebut tidak sebagai keluarga?

Tangannya masih memegang kuat pena, seakan menjadi pengontrol pada sisi diri yang cemburu. Hatinya seakan berusaha menggerakkan tinta di pena tuk ungkapkan rasa cinta di hati dalam diarinya. Dengan kuat hati, sekali ia menyebut nama Tuhan dan cinta, tangannya kembali lincah menoreh kata pada barisan terakhir lembaran akhir diarinya…

”Cinta itu seperti malam gelap, yang cahayanya lebih terang dari pada fajar, menuntun engkau ke tempat di mana tak seorang pun tahu. Dan di sana, di tempat itu, hanya ada damai yang utuh menjadi keyakinanmu, dan ada jiwa yang tenteram terpatri imanmu. Cinta itulah yang menuntun aku tuk memiliki walaupun di sakiti, tuk mencintai walau ditolak, dan tuk merindukan walau pun tidak dianggap. Cinta itu meninggalkan doa dan harap di jiwa pada anak darahku yang telah kehilangan cinta.”

Tuhan, seandainya memiliki dia adalah dosa biarlah aku menanggung segala kutukan, seandainya mencintai dia adalah salah izinkanlah aku menanggung segala perkara, dan seandainya merindukan dia adalah hal yang tabu, biarlah rindu ini menjadi batu.

Setelah lembaran diari terakhirnya tertulis penuh, ia akhirnya lebih kuat bangkit berdiri meninggalkan letih lesu dalam raga di ranjang. Sebuah bantal kapuk peninggalan suami dipeluknya erat, dan ia pun terlelap dalam tidur dengan jiwa yang merdeka.(*)

Foto utama oleh pixabay

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Jokowi Imbau Beri Dukungan dan Hormati Hak Pribadi Pasien Korona

    Presiden Jokowi Imbau Beri Dukungan dan Hormati Hak Pribadi Pasien Korona

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk turut mendoakan dan memberi dukungan bagi dua warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya telah dinyatakan positif terjangkit virus korona. Keduanya kini tengah menjalani perawatan secara intensif sesuai dengan standar protokol kesehatan WHO. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/03/02/dua-wni-positif-virus-corona-presiden-jokowi-tegaskan-keseriusan-pemerintah/ “Saya mengajak marilah kita berdoa agar dua saudara kita […]

  • Perdana! Prodi Psikologi Kristen IAKN Kupang Helat Seminar Nasional

    Perdana! Prodi Psikologi Kristen IAKN Kupang Helat Seminar Nasional

    • calendar_month Rab, 29 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang | Program Studi Psikologi Kristen, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Kristen, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menghelat seminar nasional psikologi (SINAPSI), bertema, “The Impacat of Sexual Harassment to Mental Health” secara virtual dengan jumlah peserta 587 orang yang dihadiri oleh 37 aliansi dari berbagai lembaga, keagamaan, pendidikan negeri, swasta dan lain sebagainya di […]

  • Mahasiswa KKN IAKN Kupang Siap Berakar Berdampak di Desa

    Mahasiswa KKN IAKN Kupang Siap Berakar Berdampak di Desa

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Loading

    Rektor IAKN Kupang menegaskan program KKN merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengukir prestasi, tidak hanya dalam konteks akademik, tetapi juga dalam aspek sosial dan kepemimpinan.   Kupang | Institut Agama Kristen Negeri (AIKN) Kupang, menghelat pembekalan kuliah kerja nyata (KKN) tahun 2025 bertema, “Berakar di Desa Berdampak bagi Bangsa”, pembekalan ini bertujuan mempersiapkan mahasiswa […]

  • Formasi Spiritualitas Iman Kristiani di Tengah Pandemi Covid-19

    Formasi Spiritualitas Iman Kristiani di Tengah Pandemi Covid-19

    • calendar_month Sel, 9 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Edmario Da Cunha, Mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira-Kupang Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa setahun terakhir ini umat manusia disibukkan dengan wabah Corona Virus Disease  (Covid-19). Implikasi dari merebaknya Covid-19 turut menghadirkan fenomena-fenomena baru dalam interaksi sosial manusia. Realitasnya, kemana-mana orang harus mengenakan masker, menggunakan hand sanitizer, rajin mencuci tangan dan membatasi diri untuk berinteraksi dengan […]

  • Indonesia Tolak Kekerasan Pada Anak

    Indonesia Tolak Kekerasan Pada Anak

    • calendar_month Jum, 20 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Sorong-Papua,gardaindonesia.id – Beberapa waktu lalu, kabar duka menyelimuti daerah Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan. Setelah ditemukannya seorang anak perempuan berinisal “S” (8 tahun) pada Jumat/13 Juli 2018 lalu dalam kondisi meninggal dunia, setelah hilang selama 2 hari. “S” yang dilaporkan hilang oleh orangtuanya ditemukan dalam keadaan menggenaskan di hutan sekitar tempat tinggalnya. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan […]

  • PLN Kelola FABA 1,45 Juta Ton Jadi Material Batako Hingga Tanggul Laut

    PLN Kelola FABA 1,45 Juta Ton Jadi Material Batako Hingga Tanggul Laut

    • calendar_month Jum, 28 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) terus mendorong pemanfaatan material abu sisa proses pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) atau fly ash and bottom ash (FABA) menjadi bahan baku keperluan berbagai sektor yang dapat membangkitkan ekonomi masyarakat. Sepanjang tahun 2023, dari pembakaran batu bara PLTU PLN menghasilkan FABA sebesar 1,43 juta […]

expand_less