Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » VBL Beber Strategi Cepat Pembangunan di NTT dalam Rakerstra OJK

VBL Beber Strategi Cepat Pembangunan di NTT dalam Rakerstra OJK

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 7 Nov 2020
  • visibility 164
  • comment 0 komentar

Loading

Labuan Bajo, Garda Indonesia | Dalam kunjungan kerja di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tanggal 5—7 November 2020, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menjadi keynote speech pada kegiatan rapat kerja strategis (rakerstra) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ayana Resort, pada Jumat 6 November 2020.

Menurut VBL, NTT merupakan daerah dengan persentase kemiskinan tertinggi ketiga di Indonesia. Sebenarnya, NTT miliki potensi sumber daya dan industri yang besar namun kurang didesain secara baik, perilaku korupsi yang masih tinggi serta pelayanan perijinan yang kurang maksimal.

“Daerah ini sangat bagus potensinya tetapi tidak didesain dengan baik. Salah satu hambatan bagi akselerasi ekonomi NTT adalah tingginya ICOR (Incremental Capital Output Ratio) atau rasio output modal tambahan yang masih tinggi. ICOR NTT di kisaran 10. Artinya untuk menghasilkan satu unit output PDRB di NTT, membutuhkan 10 modal tambahan investasi,” jelas Gubernur VBL.

Hal ini, ungkapnya, membuat ekonomi NTT inefisien. ICOR NTT ini lebih tinggi dari ICOR nasional yang ada di kisaran 6. Inilah yang menyebabkan industri di NTT sulit berkembang. Hal ini disebabkan oleh perizinan berbelit-belit serta korupsi yang masih tinggi.

“Dalam masa pemerintahan kami, saat ini berdasarkan hasil laporan KPK kepada Bapak Presiden, NTT masuk dalam lima besar provinsi terbaik dalam pengendalian korupsi. Sebelumnya, NTT masuk kategori sebagai provinsi terkorup keenam,” ungkap Gubernur VBL.

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menjadi keynote speech pada kegiatan rapat kerja strategis (rakerstra) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ayana Resort, pada Jumat 6 November 2020

Selanjutnya VBL menguraikan, saat ini, Indonesia masih mengimpor daging sapi dengan kualitas premium. Sementara, Indonesia sesungguhnya mampu menyiapkan daging tersebut jika ada komitmen kuat dari berbagai pihak yang berkompeten. Hal ini berlaku juga untuk garam industri yang potensinya sangat besar di Indonesia.

“Impor daging ini bukan dikarenakan Indonesia tidak mampu mendesain dan mengembangkan sapi seperti Sapi Wagyu akan tetapi masih kurangnya komitmen dan keberpihakan kepada para petani-peternak. Manakala empat tahun ke depan, kita menyiapkan desain bagi para petani-peternak untuk jenis Sapi Wagyu dengan kualitas daging premium, maka untuk kebutuhan daging premium dalam negeri tak perlu lagi impor,” urainya.

Sama halnya dengan Garam, imbuh VBL, Indonesia masih mengimpor 2,7 juta metrik ton garam industri. “Sementara, kita punya kapasitas komoditi strategis ini (garam) yang mampu penuhi kebutuhan industri dalam negeri. Untuk itu kami selalu ajak pemerintah Pusat untuk menghentikan impor garam dan kita bangun industri garam dalam negeri,” tegasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, lanjut Gubernur VBL, NTT melakukan percepatan pembangunan melalui cara-cara yang tidak biasa. Meretas rantai kemiskinan dengan pola pendekatan kolaborasi bersama stakeholder terkait melalui optimalisasi potensi yang ada.

“Pada sektor pariwisata dengan atraksi yang luar biasa, kami sementara menyiapkan infrastruktur pendukung dan SDM untuk mewujudkan pariwisata sebagai prime mover pembangunan. Menyiapkan industri pakan ternak di NTT agar tidak terjadi capital flight dari sektor pakan ternak babi dan ayam yang setelah kami hitung, setahun senilai 1,8 triliun rupiah. Juga telah ada ranch sapi di Sumba. Kami juga siapkan anggaran untuk mereplikasi demi memenuhi kebutuhan daging premium Indonesia yang dihasilkan oleh peternak NTT,” beber VBL.

Saling bertukar cinderamata antara Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)

Untuk garam, lanjut VBL, “Kami memiliki lahan garam di NTT yang selama 26 sudah ada izinnya, tapi tidak berjalan. Saat ini, kami sementara menyiapkan garam lokal dengan kualitas NaCL terendah 95 persen untuk mendukung kebutuhan garam industri dalam negeri. Dan dipastikan kami menyiapkan 1.800 ha untuk tahun depan dipanen langsung oleh Bapak Presiden dan juga komoditi kelor, kopi dan coklat yang merupakan kualitas dunia, sementara kami siapkan rantai ekonominya. Semuanya ini untuk wujudkan NTT Bangkit Menuju Sejahtera,” jelasnya.

Sementara, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap Gubernur NTT yang berkenan hadir dalam kegiatan Rakestra yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Tentunya ada alasan kenapa Labuan Bajo dipilih sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan ini.

“Saat ini, kami terdiri dari 9 orang dewan komisioner dan saya ketuanya. Peserta yang hadir saat ini sebanyak 300-an lebih. Terdiri dari para pejabat OJK seluruh Indonesia yang hadir secara virtual dan fisik. Dengan pendekatan pembangunan pariwisata sebagai prime mover, pengembangan industri pertanian, peternakan dan perikanan di NTT, tentu akan berkembang pesat. Labuan Bajo juga pantas jadi destinasi wisata super prioritas di Indonesia,” jelas Wimboh.

Selanjutnya, Wimbo menegaskan, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap dalam kondisi terjaga berkat sejumlah kebijakan yang telah dilakukan. Termasuk pemberian restrukturisasi kredit perbankan sebagai bagian dari kebijakan di luar kebiasaan karena Covid-19. Masa pemberian relaksasi restrukturisasi kredit perbankan tersebut juga diputuskan untuk diperpanjang selama setahun terhitung dari Maret 2021 menjadi Maret 2022.

“Kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit yang sudah dikeluarkan OJK sejak Maret tahun ini terbukti bisa menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dari tekanan ekonomi akibat dampak pandemi Covid–19. Sehingga untuk tahapan percepatan pemulihan ekonomi kita perpanjang lagi sampai Maret 2022. Hal ini mesti kita optimalkan karena ruang pertumbuhan ekonomi yang besar ada daerah-daerah termasuk NTT,” pungkas Wimboh Santoso.(*)

Sumber berita dan foto (*/Arbi Koreh—Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • KNPI NTT Dukung Eksistensi dan Kepemimpinan IMO NTT

    KNPI NTT Dukung Eksistensi dan Kepemimpinan IMO NTT

    • calendar_month Ming, 19 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Atas nama keluarga besar KNPI NTT, saya selaku ketua DPD menyampaikan terima kasih kepada kakak Rony Banase sebagai Ketua DPW IMO NTT dan seluruh jajarannya. Saya pikir secara pribadi terlepas dari jabatan kami, sebagai orang-orang muda yang punya mimpi kita sering melakukan silaturahmi dan saling mengenal satu dengan yang lain secara […]

  • Kebakaran Lahan di Riau, Kepala BNPB, Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Lokasi

    Kebakaran Lahan di Riau, Kepala BNPB, Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Lokasi

    • calendar_month Sen, 16 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Pekanbaru, Garda Indonesia | Hingga pagi, Minggu, 15 September 2019 terdeteksi ada 27 titik api kategori tinggi di Provinsi Riau. Secara umum Kota Pekanbaru masih diselimuti asap tipis hingga tebal dengan jarak pandang mencapai 1 km ada pukul 07.00 WIB dan pada pukul 10.00 WIB. Jarak pandang berkisar antara 1 hingga 2.2 km dan suhu […]

  • 10 Kabupaten Terbaik Atasi Stunting NTT Turun 3,2%, Gubernur VBL : Kerja Kita Belum Maksimal

    10 Kabupaten Terbaik Atasi Stunting NTT Turun 3,2%, Gubernur VBL : Kerja Kita Belum Maksimal

    • calendar_month Sel, 12 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Memang betul terjadi penurunan stunting tapi jika penurunannya biasa-biasa saja artinya kerja kita kurang maksimal karena yang kita bicarakan ini adalah nyawa manusia. Jika hanya melihat secara statistik memang penurunannya sudah bagus yaitu sampai pada 21%, akan tetapi jika kita melihat dari jumlah, maka saya merasa sedih karena masih ada 80.909 […]

  • Imbauan Gubernur NTT Terkait Perayaan Idul Fitri 1441 H Saat Pandemi Covid-19

    Imbauan Gubernur NTT Terkait Perayaan Idul Fitri 1441 H Saat Pandemi Covid-19

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan beberapa imbauan terkait pelaksanaan perayaan Idul Fitri 1441 H di masa Pandemi Covid-19. Disampaikan oleh Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dalam rilis media pada Sabtu siang, 23 Mei 2020, Gubernur NTT Viktor mengucapkan Selamat Idul […]

  • SERENTAK di NTT, Puluhan Ribu Milenial Deklarasi SIAGA

    SERENTAK di NTT, Puluhan Ribu Milenial Deklarasi SIAGA

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Arus dukungan kaum milenial kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu (SIAGA) tak terbendung menjelang kontestasi Pilkada serentak pada 27 November 2024. Dukungan itu ditandai dengan deklarasi dukungan serentak di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi NTT. Terdata di SIAGA Center, sudah mencapai angka puluhan […]

  • SD Kristen Rehobot Kupang Hasilkan RPP Perspektif Bencana di Era Normal Baru

    SD Kristen Rehobot Kupang Hasilkan RPP Perspektif Bencana di Era Normal Baru

    • calendar_month Ming, 26 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Undana menyelenggarakan workshop pengintegrasian literasi informasi kebencanaan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di SD Kristen Rehobot Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Kegiatan ini diikuti 11 guru SD berlangsung 2 hari, pada setiap Sabtu (18 dan 25 Juli 2020). Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/07/17/lp2m-undana-edukasi-budaya-sadar-bencana-di-sd-kristen-rehobot-kupang/ Menurut Ketua Tim […]

expand_less