Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Satu dalam Kebersamaan

Satu dalam Kebersamaan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Jan 2021
  • visibility 171
  • comment 0 komentar

Loading

Penulis : Melkianus Nino

Pagi yang indah, duduk di beranda rumah di antara kursi kosong ditemani segelas teh hangat. Sebatang pena dan sebuah buku. Aku sangat merindu rumah belajar, ingin berseragam.

Bibir keruh telah dibasahi seteguknya. Aroma khas, melalang buana; sungguh telah menemani aku, pena, dan buku.

Di balik pagar bonsai kuning, memamerkan kilap menguning. Langkah kaki teman sejawat yang berseragam biru-putih bergandengan tangan sembari bersenda-gurau beranjak menuntut ilmu.

Aku teringat masa itu

Sewaktu bersama

Sepayung, seseragam dan beramai.

“Kapan harus seperti dulu?”.

Keindahan itu pesona, dicipta-Nya. Kita tak pernah tahu, dari mana entah juga ke mana singgah kita.

Berteduh di tengah guyuran hujan, hendak berhenti sejenak menanti redah. Dan meminta tolong kepada si penunggu teduh. Lihatlah, dia ada di situ dan di dalamnya. Ketuklah dan beri sapa.

“Maaf, aku harus berhenti sesaat saja. Karena hujan telah datang di antara kita!”.

“Silakan, tempati kursi kosong. Aku, si penunggu teduh telah ada di sampingmu untuk bercerita”.

“Terima kasih!”.

“Sekali maaf, siapakah kamu?”.

“Aku, si Jas Hitam . Hendak ke kantor parlemen, hujan menghalangiku”

Si tuan teduh, berkaki tiga tak mengulang tanya, hanya menatapi raut wajah si Jas Hitam yang tampan membuang senyum. Si tuan teduh diam seribu bahasa , larut dalam bisu.

****

Si bocah sulung , datang dengan basah kuyup tak berpayung hanya selembar mantel kusut di atas kepalanya.

Keduanya berpaling ke pusat suara.

“Salam jelang siang!”.

“Salam juga”. Jawab si Jas Hitam.

Dengan memegang sebilah parang, langkahnya menuju dan mengganti pakaian basah.

“Kek, siapakah si bocah itu?”.

“Dia, cucu sulungku, orang tuanya merantau ke seberang, demi hidup semenjak masih ingusan. Dia tidak melanjutkan sekolah karena biaya yang serba mahal dan kedua orang tuanya pun hilang kabar” terang si penunggu teduh.

Si Jas Hitam, diam seribu tanya mendengar keluh-kesah sang kakek tua sembari duduk termenung mengupingi di teras gubuk dekat persimpangan. Dalam hening, si Jas Hitam pamit dan pergi karena cuaca telah cerah kembali. Si penunggu teduh menatap keheranan pada pemuda tampan berjas hitam, berdasi dan bersepatu ala Aladin.

Beberapa jam kemudian…

Bunyi ketukan terdengar dari pintu berdaun tripleks kepucatan berulang bunyi. Si bocah itu, menemani kakek tua menuju pusat ketukan.

“Mat siang kek!”. Sapa tukang pos.

“Mat siang juga, ada apa dan maksud kedatanganmu?”.

“Ada sekemas titipan. Sejam tadi, seseorang tak dikenal menghantar ke kantor kami. Tujuan, alamat di sini!”.

“Terima kasih banyak”.

Tanpa pamit, si tukang pos pergi dan meninggalkan si penunggu teduh dan cucunya. Dengan menggendong titipan tadi, gegas ke ruang tamu. Dibukanya titipan itu, ada pecahan 1.000 perak,sepucuk surat dan perlengkapan sekolah. Dengan memeluk cucu kesayangannya, si penunggu teduh menetes air mata kegirangan. Diam membatin.

“Terima kasih Tuhan, sepanjang derita hidup masih ada yang terbaik dari yang tak disangka. Kebersamaan kami, adalah berdua kami. Ketika kebersamaan itu selalu hadir dari orang ketiga…!”.

Si cucu sulungnya memegang selembar surat dan membaca di hadapan sang kakek yang buta aksara.

“Terima kasih kek, atas amal-budi baikmu yang telah memberi ruang-naung sesaat buatku. Aku terharu dengan masa laluku. Aku, adalah barisan dalam gedung rakyat, karena kebaikan-pengertiannya akan terkenang hingga detik ini. Aku masih ada di sini demi kebersamaan.

Kenakan seragam sekolah kepada si adik-cucu, aku dan kakek. Lekaskan dia untuk bersekolah kembali, aku ingat dengan masa lalunya. Dan 1.000 perak tadi, sebagai biaya hidup dan biaya sekolahnya.

Aku ,akan terus mengenang rumah teduh kakek, aku akan kembali pada esok dan lusa nantinya”.

Aku,

Si Jas Hitam.(*)

*/Penulis merupakan Pegiat Literasi dan Jurnalis Garda Indonesia Biro Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU)

Foto (*/istimewa)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Geliat Ekonomi NTT Melalui Expo Kreatif Anak Negeri 16—17 September 2020

    Dorong Geliat Ekonomi NTT Melalui Expo Kreatif Anak Negeri 16—17 September 2020

    • calendar_month Jum, 11 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Provinsi NTT (FKLJK); Pemprov NTT (Biro Ekonomi dan Kerja Sama, Biro Umum, Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja); Bank NTT, Himbara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, dan Kanwil DJPb Provinsi NTT menyelenggarakan Expo Kreatif Anak Negeri 2020 bakal dilaksanakan pada 16—17 […]

  • Lolos 10 Besar KIP Nasional, Kades Kabuna Optimis Jadi Desa Contoh Belu

    Lolos 10 Besar KIP Nasional, Kades Kabuna Optimis Jadi Desa Contoh Belu

    • calendar_month Rab, 8 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) lolos 10 besar sebagai salah satu desa terbaik dari total 69 desa di Kabupaten Belu pada ajang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tingkat nasional tahun 2021. “Hari ini sangat bersyukur dan tidak menyangka kalau Desa Kabuna masuk dalam 10 besar. […]

  • Menteri Yohana Yembise: Jangan Coba Main Main Dengan Anak Anak

    Menteri Yohana Yembise: Jangan Coba Main Main Dengan Anak Anak

    • calendar_month Kam, 5 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    NTT, gardaindonesia.id – Target PBB tidak ada kekerasan terhadap perempuan dan anak di Tahun 2030, mendapatkan perhatian dari Pemerintah Indonesia, saat 2 Tahun lalu, Presiden RI Jokowi cukup marah terkait kekerasan seksual terhadap anak anak sampai ada yang meninggal, sehingga Kementrian PPPA RI dan Kementrian terkait menerbitkan Undang Undang No 17 Tahun 2016 Undang Undang […]

  • Kalimantan Utara Komitmen Hapus Kekerasan Perempuan & Anak

    Kalimantan Utara Komitmen Hapus Kekerasan Perempuan & Anak

    • calendar_month Sen, 17 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Kalimantan Utara, gardaindonesia.id – “Kekerasan terhadap perempuan dan anak (KtP/A), serta pelecehan seksual terhadap anak akhir-akhir ini memiliki modus dan karakteristik yang semakin tidak berperikemanusiaan. Kejadian yang disebut “darurat” kekerasan oleh Kepala Negara kita ini dapat menimpa siapa saja termasuk keluarga kita.” Ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise pada saat membuka pelatihan Pengarusutamaan […]

  • Bank NTT Luncurkan Kredit Kendaraan Bermotor Tanpa Uang Muka

    Bank NTT Luncurkan Kredit Kendaraan Bermotor Tanpa Uang Muka

    • calendar_month Sen, 30 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) pada Minggu, 29 Mei 2022 pukul 15.30 WITA bertempat di atrium Lippo Plaza Kupang akan meluncurkan satu jenis kredit yang diberi nama Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Skim kredit ini sangat baik karena hadir dengan penawaran yang sangat fantastis yakni Bank NTT memfasilitasi […]

  • 4,6 Juta Data Warga Jabar Diduga Bocor, Hacker Sindir Pertahanan Siber

    4,6 Juta Data Warga Jabar Diduga Bocor, Hacker Sindir Pertahanan Siber

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Pakar keamanan siber dari ITB, Budi Rahardjo, memberikan pandangan yang berbeda. Ia menilai, ada kemungkinan besar kebocoran ini memang benar terjadi, meski tetap perlu verifikasi lebih lanjut.   Bandung | Dunia maya dihebohkan dengan klaim mengejutkan dari seorang pengguna akun X bernama DigitalGhostt, yang mengaku telah membobol dan menguasai data pribadi milik 4,6 juta warga […]

expand_less