Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Aksi Humanis Lurah Fatubesi Edukasi Warga Terpapar dan Terkait Covid-19

Aksi Humanis Lurah Fatubesi Edukasi Warga Terpapar dan Terkait Covid-19

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 16 Feb 2021
  • visibility 134
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sebagian kita pasti merasa malu atau enggan untuk menyampaikan bahwa kita telah terpapar corona virus disease (Covid-19), namun berbeda dengan yang dilakukan oleh Wayan Astawa terhadap warganya yang terpapar Covid-19, menarik dan patut dijadikan contoh.

Model pendekatan yang dilakukan oleh Lurah Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menarik untuk diulas, namun bukan untuk dielus. Kepada Garda Indonesia pada Selasa siang, 16 Februari 2021, Wayan Astawa membeberkan cara kerjanya dalam memahami kondisi warganya yang terpapar Covid-19 dengan mengunjungi mereka dari rumah ke rumah.

“Di wilayah Fatubesi, posisi saat ini (Februari 2021) terdapat 42 orang yang terpapar Covid-19 dan terdapat tambahan informasi mandiri dari keluarga dan Ketua RT, ada penambahan 5 orang positif Covid-19, sehingga menjadi 47 orang positif,” urai Wayan Astawa.

Lurah Fatubesi, Wayan Astawa saat mengunjungi warga terpapar Covid-19

Lurah Fatubesi yang giat memberikan edukasi humanis di media sosial ini pun membeberkan cara kerja Gugus  Tugas Covid-19 Kelurahan. “Kami bekerja dalam tim, ketika ada informasi warga terpapar Covid-19, lalu saya turun ke lokasi untuk mengecek melalui RT/RW dan mengontak mereka untuk mau di-tracing dan di-swab. Lalu, tim surveyor, puskemas pembantu (Pustu) dan Puskesmas Pasir Panjang, maka laporan masuk ke Gugus Tugas Kelurahan,” urainya.

Kemudian, imbuh Lurah Fatubesi, setelah data masuk, maka warga terpapar Covid-19 diberikan bimbingan kesehatan termasuk obat-obatan berupa vitamin. “Karena dari 3 tim gugus tugas, 2 tim sakit (terpapar Covid-19, red), maka saya yang mengambil alih mengantar obat-obatan itu ke mereka,” ungkapnya.

Dari total 47 Warga Fatubesi yang terpapar Covid-19, urai Wayan Astawa, sekitar 50—60 persen telah dinyatakan negatif atau sembuh. “Data warga terpapar Covid-19 terus berkembang, namun warga yang saya kunjungi tidak ada yang sakit berat atau sekarat (tidak ada yang diisolasi di rumah sakit, red). Puji Tuhan hingga saat ini belum ada yang meninggal dunia akibat Covid-19,” ujarnya.

Wayan Astawa saat berdialog dengan penyintas Covid-19 di Kelurahan Fatubesi

Kelurahan Fatubesi, ungkap Wayan Astawa, dari data warga yang telah sembuh dari Covid-19, pihaknya menyediakan data Penyintas Covid-19. “Kami mendata para penyintas, agar mereka dapat menjadi pendonor plasma darah,” ucapnya.

Lanjut Lurah Fatubesi yang terkenal humoris dan humanis ini, penerapan protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) seharusnya sudah sangat membantu untuk melakukan interaksi dan menekan laju penyebaran Covid-19. “Namun, yang terpenting adalah memberikan penguatan secara psikologis kepada warga terpapar Covid-19, karena jika imunitas naik dan terpelihara, maka mereka akan stabil,” tegasnya sembari menyampaikan bahwa jika kita dalam keadaan riang dan gembira, maka kita tak merasa sedang sakit.

Warga Fatubesi, kata Lurah Wayan Astawa, memang membutuhkan vitamin sebagai asupan fisik dan kedekatan emosional sebagai obat psikis. “Itu cara pendekatan saya, karena Covid-19 tak ada obat. Setelah mengonsumsi obat, maka untuk imunitas, dia membutuhkan perhatian dan hiburan agar jangan stres menghadapi masa isolasi mandiri di rumah,” ungkapnya.

Bantuan yang diberikan Kelurahan Fatubesi kepada penyintas Covid-19 dari golongan ekonomi tak mampu

Wayan Astawa pun mengungkapkan Kelurahan Fatubesi juga memberikan perhatian kepada para warga terpapar Covid-19 yang secara ekonomi tak mampu. “Tak semua kami bantu memberikan sembako, namun khusus kepada mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan,” ujarnya seraya mengungkapkan bantuan tersebut merupakan upaya sendiri.

Lalu, terkait penerapan protokol kesehatan dan imbauan kepada para pedagang di Pasar Oeba untuk menaati 3 M, Lurah Fatubesi Wayan Astawa, menandaskan interaksi masyarakat tertinggi berada di pasar. Ia menegaskan bahwa meski tak masuk dalam wilayah administrasi (pengawasan dari Kelurahan Fatubesi), namun ia tetap konsisten memberikan edukasi kepada para pedagang.

“Saya tetap memberikan imbauan yang dikemas dalam bentuk kelakar atau gurauan, karena mereka (pedagang pasar,red), tetap sakit jika terpapar,” pungkasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto (*/facebook/koleksi pribadi)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kain Tenun Tradisional Terpanjang di Dunia Ada di Sabu Raijua

    Kain Tenun Tradisional Terpanjang di Dunia Ada di Sabu Raijua

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Loading

    Sabu Raijua-NTT, Garda Indonesia | Menjadi kebanggaan masyarakat dan Pemkab Sabu Raijua dan Provinsi Nusa Tenggara Timur memperoleh penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) sebagai penggagas dan pembuat kain tenun terpanjang di Indonesia dan dunia. Terpilihnya Pemkab Sabu Raijua sebagai pendukung pembuatan rekor Kain Tenun Ikat Tradisional Sabu Raijua Terpanjang di Dunia sepanjang 68 […]

  • Terkait Pengaduan EB ke FPPA Atambua, Ini Tanggapan Keluarga VM

    Terkait Pengaduan EB ke FPPA Atambua, Ini Tanggapan Keluarga VM

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua-Belu, Garda Indonesia | Dalam pemberitaan media ini sebelumnya dinilai tidak ada rasa tanggung jawab dari VM yang diduga telah menghamili EB. Perwakilan keluarga VM, Benny Kaligis melalui sambungan telepon seluler padaa Jumat malam, 9 Agustus 2019 menjelaskan, informasi yang dirilis berdasarkan keterangan pihak korban itu tidak benar. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/08/09/tidak-tanggung-jawab-atas-kehamilan-eb-vm-diadukan-ke-fppa-atambua/ Sementara, kondisi EB […]

  • “Le Hit Atoni” Warga Cegat Perjalanan Simon Petrus Kamlasi

    “Le Hit Atoni” Warga Cegat Perjalanan Simon Petrus Kamlasi

    • calendar_month Sab, 9 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Loading

    Simon Petrus Kamlasi (SPK) seperti magnet bagi ratusan pedagang Pasar Oesao. Mereka terlihat berebutan menyalami SPK. SPK larut dalam kerumunan ratusan para pedagang dan turut berjoget ria. Suasana tampak semarak saat itu. SPK lalu memeluk para pedagang.   Oelamasi | Calon Gubernur nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi dicegat oleh ratusan pedagang pasar tradisional Oesao, […]

  • Listrik Desa Menuju Dusun Taimetan Desa Ainiut Kabupaten TTU

    Listrik Desa Menuju Dusun Taimetan Desa Ainiut Kabupaten TTU

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle Tim PLN UIW NTT
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Loading

    Viktorius Leu, tuan rumah kegiatan, menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam karena sebentar lagi bisa ada listrik di rumah.   Timor Tengah Utara | Langkah nyata menuju energi berkeadilan terus diwujudkan di pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT). PT PLN (Persero), melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kupang dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kefamenanu, telah memulai proses […]

  • IMO-Indonesia Dorong Anggota Media Berbadan Hukum & Miliki Sertifikat UKW

    IMO-Indonesia Dorong Anggota Media Berbadan Hukum & Miliki Sertifikat UKW

    • calendar_month Kam, 20 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub Ismail meminta kepada seluruh jaringan media online khususnya anggota perusahaan media yang tergabung agar memerhatikan dua hal pokok, yakni soal legalitas media dan kompetensi pewarta. “Memang kalau kita perhatikan perkembangan media online belakangan ini cukup pesat. Namun, yang perlu diperhatikan adalah soal status […]

  • Waspada Potensi Angin Kencang di Wilayah NTT pada 12—16 Juni 2025

    Waspada Potensi Angin Kencang di Wilayah NTT pada 12—16 Juni 2025

    • calendar_month Kam, 12 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Forcaster BMKG NTT kepada media menyampaikan bahwa pada tanggal 13—16 Juni 2025, diprakirakan kecepatan angin di wilayah NTT berkisar antara 5—25 knots.   Kupang | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di sejumlah wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang diperkirakan terjadi pada hari ini, Kamis, 13 Juni 2025 hingga Minggu, […]

expand_less