Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Aksi Humanis Lurah Fatubesi Edukasi Warga Terpapar dan Terkait Covid-19

Aksi Humanis Lurah Fatubesi Edukasi Warga Terpapar dan Terkait Covid-19

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 16 Feb 2021
  • visibility 95
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sebagian kita pasti merasa malu atau enggan untuk menyampaikan bahwa kita telah terpapar corona virus disease (Covid-19), namun berbeda dengan yang dilakukan oleh Wayan Astawa terhadap warganya yang terpapar Covid-19, menarik dan patut dijadikan contoh.

Model pendekatan yang dilakukan oleh Lurah Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menarik untuk diulas, namun bukan untuk dielus. Kepada Garda Indonesia pada Selasa siang, 16 Februari 2021, Wayan Astawa membeberkan cara kerjanya dalam memahami kondisi warganya yang terpapar Covid-19 dengan mengunjungi mereka dari rumah ke rumah.

“Di wilayah Fatubesi, posisi saat ini (Februari 2021) terdapat 42 orang yang terpapar Covid-19 dan terdapat tambahan informasi mandiri dari keluarga dan Ketua RT, ada penambahan 5 orang positif Covid-19, sehingga menjadi 47 orang positif,” urai Wayan Astawa.

Lurah Fatubesi, Wayan Astawa saat mengunjungi warga terpapar Covid-19

Lurah Fatubesi yang giat memberikan edukasi humanis di media sosial ini pun membeberkan cara kerja Gugus  Tugas Covid-19 Kelurahan. “Kami bekerja dalam tim, ketika ada informasi warga terpapar Covid-19, lalu saya turun ke lokasi untuk mengecek melalui RT/RW dan mengontak mereka untuk mau di-tracing dan di-swab. Lalu, tim surveyor, puskemas pembantu (Pustu) dan Puskesmas Pasir Panjang, maka laporan masuk ke Gugus Tugas Kelurahan,” urainya.

Kemudian, imbuh Lurah Fatubesi, setelah data masuk, maka warga terpapar Covid-19 diberikan bimbingan kesehatan termasuk obat-obatan berupa vitamin. “Karena dari 3 tim gugus tugas, 2 tim sakit (terpapar Covid-19, red), maka saya yang mengambil alih mengantar obat-obatan itu ke mereka,” ungkapnya.

Dari total 47 Warga Fatubesi yang terpapar Covid-19, urai Wayan Astawa, sekitar 50—60 persen telah dinyatakan negatif atau sembuh. “Data warga terpapar Covid-19 terus berkembang, namun warga yang saya kunjungi tidak ada yang sakit berat atau sekarat (tidak ada yang diisolasi di rumah sakit, red). Puji Tuhan hingga saat ini belum ada yang meninggal dunia akibat Covid-19,” ujarnya.

Wayan Astawa saat berdialog dengan penyintas Covid-19 di Kelurahan Fatubesi

Kelurahan Fatubesi, ungkap Wayan Astawa, dari data warga yang telah sembuh dari Covid-19, pihaknya menyediakan data Penyintas Covid-19. “Kami mendata para penyintas, agar mereka dapat menjadi pendonor plasma darah,” ucapnya.

Lanjut Lurah Fatubesi yang terkenal humoris dan humanis ini, penerapan protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) seharusnya sudah sangat membantu untuk melakukan interaksi dan menekan laju penyebaran Covid-19. “Namun, yang terpenting adalah memberikan penguatan secara psikologis kepada warga terpapar Covid-19, karena jika imunitas naik dan terpelihara, maka mereka akan stabil,” tegasnya sembari menyampaikan bahwa jika kita dalam keadaan riang dan gembira, maka kita tak merasa sedang sakit.

Warga Fatubesi, kata Lurah Wayan Astawa, memang membutuhkan vitamin sebagai asupan fisik dan kedekatan emosional sebagai obat psikis. “Itu cara pendekatan saya, karena Covid-19 tak ada obat. Setelah mengonsumsi obat, maka untuk imunitas, dia membutuhkan perhatian dan hiburan agar jangan stres menghadapi masa isolasi mandiri di rumah,” ungkapnya.

Bantuan yang diberikan Kelurahan Fatubesi kepada penyintas Covid-19 dari golongan ekonomi tak mampu

Wayan Astawa pun mengungkapkan Kelurahan Fatubesi juga memberikan perhatian kepada para warga terpapar Covid-19 yang secara ekonomi tak mampu. “Tak semua kami bantu memberikan sembako, namun khusus kepada mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan,” ujarnya seraya mengungkapkan bantuan tersebut merupakan upaya sendiri.

Lalu, terkait penerapan protokol kesehatan dan imbauan kepada para pedagang di Pasar Oeba untuk menaati 3 M, Lurah Fatubesi Wayan Astawa, menandaskan interaksi masyarakat tertinggi berada di pasar. Ia menegaskan bahwa meski tak masuk dalam wilayah administrasi (pengawasan dari Kelurahan Fatubesi), namun ia tetap konsisten memberikan edukasi kepada para pedagang.

“Saya tetap memberikan imbauan yang dikemas dalam bentuk kelakar atau gurauan, karena mereka (pedagang pasar,red), tetap sakit jika terpapar,” pungkasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto (*/facebook/koleksi pribadi)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Gerak Cepat Redam Kebakaran Cerobong Asap PLTD Tenau

    PLN Gerak Cepat Redam Kebakaran Cerobong Asap PLTD Tenau

    • calendar_month Jum, 17 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | PLN UPK Timor berhasil memulihkan kebakaran peredam cerobong asap di area PLTD Tenau pada Jumat, 17 Maret 2023. Manager PLN UPK Timor Ismanta menjelaskan bahwa yang terbakar merupakan material peredam pada cerobong asap PLTD IPP Cogindo. “Saat ini api sudah berhasil dipadamkan dan kami masih berupaya mengecek seluruh peralatan untuk dipastikan […]

  • Peduli Kasus ‘Human Trafficking’ di TTS, Mahasiswa KKN Edukasi Pelajar

    Peduli Kasus ‘Human Trafficking’ di TTS, Mahasiswa KKN Edukasi Pelajar

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Amanuban Timur-TTS, Garda Indonesia | Tingginya angka human trafficking di Nusa Tenggara Timur (NTT), menyita perhatian publik untuk terus menyosialisasikan serta mencari solusi dalam mengatasi problematik tersebut secara dini, terutama bagi para siswa yang sedang menempuh pendidikan dan akan beranjak ke dunia kerja. Menyadari pentingnya membangun pemahaman sejak dini, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), di […]

  • Mahasiswa Indonesia di Beijing Senang Bisa Bertemu Prabowo

    Mahasiswa Indonesia di Beijing Senang Bisa Bertemu Prabowo

    • calendar_month Ming, 10 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada Jumat malam, 8 November 2024, disambut antusias oleh mahasiswa dan warga yang menunggu di lobi hotel tempatnya bermalam.   Beijing | Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada Jumat malam, 8 November 2024, disambut antusias mahasiswa dan warga yang menunggu […]

  • Desa Berdaya ala PLN UIP Nusra Bagi Warga Poco Leok Manggarai

    Desa Berdaya ala PLN UIP Nusra Bagi Warga Poco Leok Manggarai

    • calendar_month Rab, 18 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | Sejumlah kelompok tani hortikultura binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui program Desa Berdaya memeroleh keuntungan besar dari hasil panen mereka, salah satunya Kelompok Tani Banera, Kampung Ndajang, Desa Lungar, Poco Leok, Satar Mese, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Panen perdana sayur pakcoy milik Kelompok Tani […]

  • Air Terjun Pangkadari Permata Tersembunyi Yang Terabai

    Air Terjun Pangkadari Permata Tersembunyi Yang Terabai

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Loading

    Pangkadari adalah nama air terjun. Lokasinya ada di Desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).   Ruteng | Destinasi wisata alam di Kabupaten Manggarai nyaris tersebar di setiap sudut wilayahnya. Salah satu di antaranya berupa air terjun. Pangkadari adalah nama air terjun itu. Lokasinya ada di Desa Wae Codi, […]

  • BMKG : ‘Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi!’

    BMKG : ‘Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi!’

    • calendar_month Sab, 2 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Memasuki awal Maret beberapa fenomena atmosfer terpantau muncul secara bersamaan. Fenomena-fenomena tersebut dapat membawa konsekuensi meningkatnya potensi curah hujan tinggi di kawasan Indonesia. Saat ini teridentifikasi adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia. MJO merupakan fenomena gelombang atmosfer yang bergerak merambat dari barat (Samudera Hindia) ke timur dan dapat […]

expand_less