Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Keuangan dan Perbankan » Festival Desa Binaan Bank NTT Bergulir, Juri Menilai dan Simak Geliat Ekonomi

Festival Desa Binaan Bank NTT Bergulir, Juri Menilai dan Simak Geliat Ekonomi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 9 Jun 2021
  • visibility 277
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ajang Festival Desa Binaan Bank NTT mulai bergulir, 6 (enam) juri mulai turun ke 24 lokasi untuk melakukan penilaian terhadap aktivitas setiap desa binaan yang tersebar di seluruh NTT. Keenam juri yakni ketua tim, Dr. James Adam (Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia/ISEI NTT), berkunjung ke Kampung Adat Bena, lokasi binaan kantor Bank NTT cabang Bajawa, Desa Colol binaan Borong, Compang Todo binaan Ruteng dan Desa Gorontalo binaan Bank NTT cabang Labuan Bajo.

Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/04/20/optimalisasi-layanan-digital-bank-di-desa-bank-ntt-helat-festival-desa-binaan/

Sementara, Dedy Safari dari Otoritas Jasa Keuangan mengunjungi Desa Tuamese binaan Bank NTT Cabang Kefamenanu, Desa Dualaus binaan Atambua dan Desa Kamanasa binaan Cabang Betun. Lalu, Handrianus P. Asa dari Bank Indonesia mengunjungi Kelurahan Manutapen dan Desa Mata Air binaan KCU Kupang dan e-Mart Shop binaan Cabang Oelamasi dan Desa Ajaobaki binaan Bank NTT Cabang SoE.

Desa Kwalelo binaan Bank NTT Cabang Larantuka, Desa Watugong di Maumere, Desa Detusoko Barat di Ende, dan Desa Bidoa binaan Cabang Mbay dikunjungi oleh Ir. Abraham Paul Liyanto, Ketua Kadin NTT.

Juri kelima, Johny Rohi dari Dinas Parekraf NTT mengunjungi Desa Lambanapu binaan Cabang Waingapu, Desa Matakateri binaan Cabang Anakalang, Desa Moromanduyo danau Waekuri binaan Cabang Waitabula, dan Desa Tebara binaan Cabang Waikabubak. Terakhir,

Dan juri keenam, Stenly Boymau (media consulting Bank NTT) melakukan penilaian ke Desa Ndao binaan Cabang Rote, Desa Hadakewa di Lewoleba, Desa Raeloro di Seba, Sabu Raijua, dan Desa Ternate binaan Bank NTT Cabang Kalabahi.

Ketua dewan juri, Dr. James Adam, saat berada di Kampung Adat Bena, lokasi binaan Bank NTT Cabang Bajawa. (Foto Dok. Bank NTT Bajawa)

Lalu seperti apa respons dewan juri ketika terjun ke lokasi Festival Desa Binaan Bank NTT? Ternyata ditemukan banyak fakta menarik, yang membuat juri terpana. Ada geliat ekonomi yang sangat nyata. Masyarakat mulai melakukan transaksi digital dengan membayar dengan menggunakan QRIS Bank NTT. Ini tampak dan bahkan sangat nyata pada aktivitas transaksi yang dicatat dari agen-agen digital (Dia Bisa) yang dibentuk oleh Bank NTT di lokasi-lokasi tersebut.

Di pekan pertama proses verifikasi data lapangan, juri menemukan fakta itu di hampir seluruh desa binaan. Seperti di Desa Raeloro, Sabu Raijua, Desa Hadakewa Kabupaten Lembata, Desa Tuamese di Timor Tengah Utara (TTU) bahkan di kampung adat Bena, Kabupaten Ngada. Masyarakat direkrut menjadi agen digital, dan terbanyak jenis transaksinya adalah pulsa listrik, telepon, dan jasa pengiriman uang.

Bukan hanya itu, Lopo Dia Bisa pun dibangun dengan menggunakan kearifan lokal, dan di lopo tersebut, ada etalase yang disiapkan untuk memajang aneka produk hasil kreasi warga, misalnya aneka motif tenunan, ada juga penganan khas desa adat setempat, serta produk-produk lokal lainnya. Di sana, ada geliat transaksi digital, yakni menggunakan layanan QRIS.

Uniknya, setiap produk primadona profilnya disiapkan dalam bentuk digital. Bagi yang ingin menelusuri sejarah singkat kampung adat ataupun produk unggulan yang dijual, tinggal scan barcode yang tersedia, lalu sejarahnya akan muncul.

Ketua dewan juri, Dr. James Adam, menegaskan bahwa juri menemukan hal-hal baru dalam uji petik di lapangan. “Juri menerima laporan awal dari tiap desa binaan berupa data administrasi dan video berdurasi dua menit, berisikan profil desa binaan yang ikut festival. Lalu juri turun lapangan untuk verifikasi. Dan, luar biasa,” ucap akademisi itu sembari menambahkan, “Performance dari setiap lokasi desa binaan Bank NTT bagus penataannya, pengelolanya dan kegiatan-kegiatannya. Khusus yang menawarkan produk budaya memang punya ciri khas dibanding produk makanan, minuman dan tenunan.”

Ketua tim juri Festival Desa Binaan Bank NTT berpose bersama agen dia bisa Bank NTT di Desa Bena, Bajawa

Ada kekhasan budaya tertentu yang belum diekspos yang sebetulnya punya nilai jual lebih. Karena itu, menurutnya, James Adam memberi apresiasi kepada Bank NTT yang mengambil langkah berani, mendesain kegiatan Festival Desa Binaan Bank NTT tahun ini. Diakuinya, ke depan tentu butuh ekstra kerja keras dari Bank NTT agar sistem IT yang dibuat bisa diimplementasikan secara optimal sebab posisi geografis tiap desa binaan menurutnya menjadi catatan penting.

Selanjutnya, juri bakal melakukan verifikasi lapangan hingga pertengahan Juni 2021, dan di akhir bulan yang sama, dapat dipastikan desa binaan mana yang masuk sebagai nominator desa binaan terbaik se-NTT dan telah tersedia sejumlah hadiah fantastis.

Bahkan, Bank NTT melalui ajang Festival Desa Binaan turut meningkatkan ekonomi masyarakat desa dan mendukung program Pemprov NTT dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tak hanya itu, festival ini pun sebagai upaya pelestarian adat, budaya dan mewariskan kekayaan intelektual dalam bentuk karya seni kepada generasi masa depan.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alex Riwu Kaho menegaskan tujuan dari festival desa binaan Bank NTT ini, adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa yang multiply effect, menciptakan desa binaan yang mandiri berbasis digital, sentralisasi produk perbankan baik itu produk dana pihak ketiga (DPK) dan Kredit, sebagai media promosi dan pemasaran produk Bank NTT. (*)

Sumber berita dan foto (*/tim)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Tim dari Kabupaten Lolos Babak 8 Besar Cerdas Cermat Matematika Ke-12

    Tiga Tim dari Kabupaten Lolos Babak 8 Besar Cerdas Cermat Matematika Ke-12

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Delapan tim lolos babak 8 besar lomba Cerdas Cermat Matematika (CCM) XII sedaratan Timor, Flores Timur dan Rote Ndao yang digelar Kelompok Studi Mahasiswa Matematika (KSMM), Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Undana Kupang, pada Kamis, 26 September 2019. Baca juga: http://gardaindonesia.id/2019/09/23/ccm-xii-peserta-guru-pendamping-lebih-dekat-ceria-bersama-matematika/ Sebanyak tiga tim dari Kabupaten akan bersaing bersama lima tim […]

  • Bangun Sinergisitas, Kakanim Labuan Bajo Bersua Bupati Manggarai Barat

    Bangun Sinergisitas, Kakanim Labuan Bajo Bersua Bupati Manggarai Barat

    • calendar_month Rab, 24 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas III TPI Labuan Bajo, Jaya Mahendra, S.H., M.H. mengunjungi dan bersua dengan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, S.E. pada Selasa, 23 Maret 2021 pukul 13.20 WITA. Pada kunjungan tersebut Kakanim didampingi dua pejabat teknis, satu orang pejabat fasilitatif serta empat orang staf dari Kantor Imigrasi […]

  • Seleksi Cerdas Cermat Kimia IX Tahun 2019, Jaring 32 Tim Terbaik Se-NTT

    Seleksi Cerdas Cermat Kimia IX Tahun 2019, Jaring 32 Tim Terbaik Se-NTT

    • calendar_month Kam, 25 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia, FKIP Undana Kupang mengadakan seleksi serentak Lomba Cerdas Cermat Kimia (CCK) ke- IX se-NTT di 15 Kabupaten dan Kota Kupang yang diselenggarakan pada Kamis, 25 Juli 2019. Seleksi tersebut diadakan di masing-masing Kabupaten dan Kota Kupang. Untuk Kota Kupang sendiri seleksi dilangsungkan di SMA Negeri […]

  • Anak Perempuan Usia 7 Tahun di Rote Ndao Provinsi NTT Positif Covid-19

    Anak Perempuan Usia 7 Tahun di Rote Ndao Provinsi NTT Positif Covid-19

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Seorang anak perempuan berusia 7 (tujuh) tahun asal Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara (NTT) positif Corona Virus Disease (Covid-19) berdasar hasil pemeriksaan swab PCR tes di Laboratorium Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Demikian penjelasan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 di Rote Ndao, dr.Widyanto Pangarso Adhy, SpPD; […]

  • Demo 28 Agustus DPR RI Gegerkan Dunia, Media Global Angkat Bicara

    Demo 28 Agustus DPR RI Gegerkan Dunia, Media Global Angkat Bicara

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Loading

    Aksi 28 Agustus dipicu oleh kebijakan DPR yang memberikan tunjangan perumahan sebesar Rp50 juta per bulan, hampir 10 kali lipat dari upah minimum Jakarta 2025 yang hanya sekitar Rp5,3 juta.   Jakarta | Ribuan demonstran bentrok dengan aparat keamanan di Jakarta pada Kamis, 28 Agustus 2025, dalam aksi protes besar yang menyoroti kemarahan publik atas […]

  • CV Maharani Kupang Belum Bayar Sisa Upah Tukang Besi Jembatan Sabuk Merah

    CV Maharani Kupang Belum Bayar Sisa Upah Tukang Besi Jembatan Sabuk Merah

    • calendar_month Jum, 20 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Belu,NTT- Garda Indonesia | Para tukang besi yang mengerjakan salah satu jembatan sabuk merah Laktutus III, Desa Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Dubesi, perbatasan RI- RDTL, mengeluhkan sisa upah Rp.23.000.000 (dua puluh tiga juta rupiah) lantaran belum dibayar CV. Maharani Kupang dari total upah senilai Rp.70.000.000 (tujuh puluh juta rupiah). “Kami sudah selesai kerja dari minggu lalu. […]

expand_less