Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Wisata MICE, Apakah Nusa Tenggara Timur Siap?

Wisata MICE, Apakah Nusa Tenggara Timur Siap?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 28 Sep 2021
  • visibility 77
  • comment 1 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  mempromosikan potensi wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) ‘Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran’ untuk menjaring wisatawan mancanegara (wisman) pada segmen bisnis. Wisata MICE dikenalkan IMEX 2016 yang merupakan event pameran MICE “business to business” terbesar di Las Vegas, Amerika pada 18—20 Oktober 2016.

Ingin menelusuri Wisata MICE, silakan klik tautan ini :https://mice.id/

Dilansir dari kemenparekraf.go.id, Kementerian Pariwisata menargetkan mampu mendatangkan sebanyak 12 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia. Untuk mencapai target tersebut, Indonesia menerapkan strategi yang signifikan terkait dengan peraturan, anggaran pemasaran dan promosi, serta pengembangan infrastruktur dan destinasi. Indonesia misalnya telah sangat proaktif dalam menarik wisman untuk datang ke Indonesia dan menjelajahi berbagai destinasi pariwisata yang bertajuk “Wonderful Indonesia”.

Data dari International Congress & Convention Association (ICCA), menunjukkan bahwa wisatawan MICE umumnya datang dalam jumlah besar. Selain itu tingkat pengeluaran selama berada di destinasi tuan rumah kegiatan MICE mencapai 7 kali lipat dari wisatawan biasa (Leisure Traveler).

Guna mengenalkan Wisata MICE kepada masyarakat, pelaku usaha, masyarakat dan media massa, maka Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT menghelat Sosialisasi dan Simulasi Panduan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) pada Penyelenggaraan Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran (MICE) pada Selasa, 28 September 2021 pukul 09.00 WITA—selesai di Hotel Aston Kupang.

Even MICE Kupang dihelat memperingati World Tourism Day 2021 ‘Hari Pariwisata Sedunia’ pada 27 September 2021 bertema “Tourism For Inclusive Growth” dengan menghadirkan Direktur Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf),  Ibu Masruroh, S.Sos., MBA. Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Drs. Zet Sony Libing, M.Si. Fransiskus Handoko, SST.Par., M.Sc. dan Ketua Umum ASITA Provinsi NTT, Abed Frans.

Pada sesi jumpa media, Masruroh, S.Sos., MBA. Menyampaikan saat ini mulai simulasi CHSE dan tersedia UMKM dengan belajar menggunakan online payment dengan harapan usai acara ini pariwisata dapat kembali berjalan, namun dengan protokol kesehatan ketat.

Direktur Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf),  Ibu Masruroh, S.Sos., MBA.

“Besok akan ada insentif trip bagi teman-teman media di seputar Kota Kupang dan usai dari kegiatan tersebut dapat memberitahu masyarakat bawah kita indah dan siap,” terang Masruroh.

Dr. Zet Libing menegaskan pariwisata NTT bakal bangkit dan ekonomi kreatif juga bakal bangkit oleh karena itu kita butuh kolaborasi. “Dan Pemerintah NTT telah membuka beberapa destinasi wisata yang bertujuan menumbuhkan ekonomi masyarakat termasuk menerapkan protokol kesehatan berupa vaksinasi Covid-19. Di setiap festival juga diterapkan swab antigen dan wajib menunjukkan aplikasi pedulilindungi,” ungkapnya.

Selain itu, cara membangkitkan ekonomi kreatif untuk menggunakan produk lokal seperti kopi, dan tenun motif NTT. “Itulah cara membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk keterlibatan pemerintah untuk berdiri paling depan,” tegas Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Pada sesi presentasi yang dipandu oleh Johny Rohi terkait panduan Cleanliness, Health,  Safety and Environmental Suistanability (CHSE) ‘Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan’ oleh Fransiskus Handoko menyampaikan bahwa Wisata MICE menjadi konsep wisata baru dan kita tinggal menyediakan sarana dan prasarana penunjang bagi wisatawan sehingga mereka merasa aman dan nyaman.

Ketua ASITA NTT, Abed Frans mengungkapkan wisatawan MICE menyumbangkan sekitar 15 persen perjalanan wisata dunia. “Sementara di Indonesia hanya menyumbangkan kurang lebih 3 persen seluruh perjalanan padahal minat belanja tiga kali lebih besar. Dan Wisatawan MICE menguntungkan destinasi karena setiap kali terjadi even MICE selalu terjadi influencer. Wisatawan MICE sangat potensial membantu wisata di Indonesia,” terangnya.

Untuk Wisata MICE di Nusa Tenggara Timur (NTT) lebih khusus di Kota Kupang, imbuh Abed Frans, ada yang bisa diangkat atau ditawarkan dari lokasi Wisata MICE, misalnya tamu dari Jepang, maka dapat menawarkan lokasi situs peninggalan Jepang seperti gua Jepang.

Multy Player Effect sangat luar biasa karena melibatkan banyak pihak dalam satu even dari MICE. Wisatawan MICE dapat meningkatkan menikmati suasana dan berkeliling di seputar Kota Kupang karena tersedia wisata alam, kuliner, dan budaya.

“Kota Kupang, Labuan Bajo, dan Maumere cukup layak dijadikan destinasi MICE di wilayah Nusa Tenggara Timur. Kita sangat mengharapkan Kota Kupang menjadi tuan rumah dari even MICE, namun kita berharap saat pelaksanaan even dapat dijalankan dengan kreativitas dan standar yang sesuai,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Pj. Sekda Belu Purna Bakti, Pemda Beri Apresiasi

    Mantan Pj. Sekda Belu Purna Bakti, Pemda Beri Apresiasi

    • calendar_month Sen, 1 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Mantan penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Manafe, S.Pi. memasuki masa purna bakti, pemerintah daerah memberikan apresiasi dan penghargaan dalam acara perpisahan yang dirayakan secara bersahaja di ruang rapat Bupati Belu pada Senin, 1 November 2021. Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM menyampaikan […]

  • Mendagri Terbitkan Instruksi Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Prokes

    Mendagri Terbitkan Instruksi Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Prokes

    • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Guna memperkuat penegakan protokol kesehatan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengeluarkan Instruksi Mendagri Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) untuk Pengendalian Covid-19. Dalam instruksinya, Mendagri juga mengingatkan sanksi bagi kepala daerah yang mengabaikan kewajibannya sebagai kepala daerah. Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Safrizal, […]

  • Presiden Jokowi Disambut Natoni & Tari Perang di Tambak Garam Nunkurus

    Presiden Jokowi Disambut Natoni & Tari Perang di Tambak Garam Nunkurus

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | Presiden RI, Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo dalam kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 21 Agustus 2019 untuk melakukan panen perdana garam di Tambak Garam Nunkurus, Kab. Kupang; Pembagian Sertifikat di Kantor Bupati Kupang dan meninjau Pelabuhan Tenau. Tiba di Bandara El Tari Kupang menggunakan pesawat […]

  • Presiden Jokowi: Prioritaskan Tes Cepat untuk Tenaga Medis & Keluarganya

    Presiden Jokowi: Prioritaskan Tes Cepat untuk Tenaga Medis & Keluarganya

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, untuk terlebih dahulu memprioritaskan tes cepat atau rapid test Covid-19 bagi para dokter dan paramedis beserta keluarganya. Perlindungan maksimal bagi para tenaga medis memang menjadi salah satu perhatian Presiden dalam penanganan wabah virus korona. “Tadi pagi saya telah memerintahkan kepada Menteri Kesehatan […]

  • Usai Bangun Huntara, Pemerintah Realisasi Bangun Hunian Tetap di Palu

    Usai Bangun Huntara, Pemerintah Realisasi Bangun Hunian Tetap di Palu

    • calendar_month Sen, 1 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Palu, Garda Indonesia | Sembilan bulan pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu dan sekitarnya, pemerintah kini mulai membangun hunian tetap untuk para korban yang terkena bencana. Untuk tahap awal, akan dibangun sejumlah 3.800 unit hunian tetap di 3 (tiga) lokasi yaitu Tondo, Duyu dan Pombewe. “Saat ini penanganan bencana alam di Sulawesi […]

  • Lima Arahan Terbaru Presiden Jokowi Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

    Lima Arahan Terbaru Presiden Jokowi Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah arahan terbaru terkait pandemi virus korona atau Covid-19 dalam rapat terbatas yang digelar melalui telekonferensi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 4 Mei 2020. Arahan Presiden tersebut yakni : Pertama, terkait evaluasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah berlangsung di 4 provinsi […]

expand_less