Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bangun RS Marianum Kimbana, Suster Provinsial SSpS Timor Dinilai Bohongi Warga Lokal

Bangun RS Marianum Kimbana, Suster Provinsial SSpS Timor Dinilai Bohongi Warga Lokal

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 24 Okt 2021
  • visibility 135
  • comment 0 komentar

Loading

Belu–NTT, Garda Indonesia | Lukas Kaisadu, warga Dusun Kimbana menilai mantan Kepala Provinsial SSpS Timor telah membohongi warga lokal Dusun Kimbana, Oetfo dan Dusun Leoruas pada tahun 2015 silam, awal perencanaan pembangunan Rumah Sakit Marianum Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu dialami warga lokal di masa kepemimpinan Kepala Provinsial SSpS Timor saat ini, Sr. Aloisia Teti, SSpS dan pimpinan proyek (pimpro), Fredrikus Bele.

Diceritakan Lukas Kaisadu pada Senin siang, 18 Oktober 2021 bahwa proyek pembangunan RS Marianum berlokasi di Kimbana yang merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Suku Beihale. Rencana pembangunannya dilakukan sejak enam tahun lalu (2015, red). Kala itu, mantan Kepala Provinsial SSps Timor yang kini sudah diganti oleh Kepala Provinsial  SSpS Timor yang baru, Sr. Aloisia Teti, SSpS, pernah mendatangi rumah orang tua Lukas Kaisadu dengan tujuan meminta bantuan ayah kandungnya, Herman Kalla selaku Kepala Suku Beihale untuk diadakan acara adat peletakan batu pertama, sekaligus dukungan pengawalan proses pembersihan lokasi pembangunan hingga ketika proses pembangunan dimulai.

Permintaan itu diterima pihak Lukas Kaisadu dan Herman Kalla tanpa dibayar, lantaran dijanjikan untuk memperkerjakan warga lokal yang berdomisili di 3 dusun terdekat, yakni Dusun Kimbana, Oetfo dan Dusun Leoruas sebagai tenaga buruh prioritas. Kesepakatan itu pun dinyatakan secara tertulis dan ditandatangani oleh dua orang wakil pemerintahan Dusun Kimbana, yakni ketua RW V, Frandus Hale dan Ketua RT II, Dami Berek.

“Waktu itu, suster kepala provinsial yang lama datang langsung di rumah. Dia datang sama–sama dengan pimpro lama. Suster datang minta kami untuk kawal pembersihan lokasi, supaya tidak ada orang yang datang tegur. Dan itu, kami lakukan secara sukarela, tanpa dibayar. Perjanjian tentang prioritas tenaga buruh lokal itu ditandatangani oleh Ketua RW V dan Ketua RT II Dusun Kimbana. Nah, fakta yang kami hadapi sekarang justru realisasi dari kesepakatan itu sama sekali tidak ada. Faktanya nol! Ini ‘kan suster dan pimpro tipu kami orang lokal,” berang Lukas Kaisadu.

Selanjutnya, Lukas menegaskan bahwa isi kesepakatan tertulis enam tahun lalu, jumlah tenaga buruh lokal tidak dibatasi. Berapa pun tenaga buruh yang dibutuhkan, semuanya harus diambil dari warga lokal tiga dusun sesuai dengan spirit Kongregasi SSpS “pemberdayaan masyarakat lokal”.

“Sekarang, suster provinsial dan pimpro baru itu datang, mereka lupa tentang semua janji yang dulu. Kami warga lokal melamar kerja, mereka bilang tenaga buruh sudah cukup. Tapi, saya cek di dalam, justru mereka diam–diam bawa tenaga buruh banyak dari luar,” kesal Kaisadu.

Ada pun cerita lain, bahwa pimpro Fred Bele sebelumnya pernah meminta Lukas Kaisadu agar memberikan kesempatan kepada 20 orang tenaga buruh yang dibawanya dari luar. Lantas, Lukas pun sepakat tetapi dengan syarat orang lokal tiga dusun menjadi tenaga buruh prioritas sebagaimana termuat dalam kesepakatan tertulis bersama mantan Kepala Provinsial SSpS Timor dan pimpro yang lama, enam tahun lalu.

“Kami ketemu enam mata dengan Fred Bele. Dia bilang, kalau bisa dia sisip tenaga buruh 20 orang yang dia bawa dari luar. Saya setuju, tapi dengan syarat orang lokal tetap jadi prioritas, nanti sisanya baru ambil dari 20 orang itu. Kita sudah mengerti dengan dia, malah sekarang dia balik lagi dengan dia punya orang yang jadi prioritas. Kami yang orang lokal kerja di bawah tekanan. Mereka bilang, kalau kami mau tetap kerja, kami hanya dibayar 50 ribu per hari tanpa makan dan minum. Sementara, dia punya orang dibayar 70 ribu per hari. Kami tidak tahu, dia punya tenaga buruh itu tanpa makan minum seperti kami atau tidak? Padahal, pekerjaan kami sama,” urai Lukas kecewa.

Lukas Kaisadu pun tak segan–segan menyebut Fred Bele sebagai pribadi licik yang hanya mau memperdaya dan menindas warga lokal. Lukas pernah dijanjikan oleh Fred Bele untuk menjadi tenaga pengawas khusus bagi tenaga buruh lokal tiga dusun, yakni Dusun Kimbana, Oetfo dan Dusun Leoruas.

“Ternyata apa? Orang lokal datang lamar tidak diterima karena bilang sudah cukup. Kami sudah selama 2 minggu lebih, tiap hari hanya bolak balik. Hari ini datang, mereka bilang besok datang lagi, begitu terus setiap hari. Kami masuk cek, ternyata orang luar paling banyak, sedangkan orang lokal hanya 8 orang. Mereka bikin kami seperti boneka mainan saja. Mereka buat begini, siapa yang tidak marah? Kami sudah cukup sabar, ikut mereka punya permainan. Kalau tidak mau kami orang lokal masuk kerja, ya kasih tahu jujur saja supaya kami tidak usah bolak–balik tiap hari,” tandas Lukas Kaisadu dengan wajah marah. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • HARI BAKTI ADHYAKSA KE-63, IMO Indonesia Harap Kejaksaan Makin Kokoh

    HARI BAKTI ADHYAKSA KE-63, IMO Indonesia Harap Kejaksaan Makin Kokoh

    • calendar_month Sab, 22 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kejaksaan Agung RI memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-63 yang dipusatkan di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI Ragunan pada Sabtu, 22 Juli 2023. Puncak peringatan Hari Bhakti Adhyaksa dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai inspektur upacara diikuti Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanuddin dan seluruh jajaran insan Adhyaksa. “Sehubungan dengan acara […]

  • GEOTERMAL ITU KEKAYAAN! Uskup Ruteng Ajak Manfaatkan

    GEOTERMAL ITU KEKAYAAN! Uskup Ruteng Ajak Manfaatkan

    • calendar_month Sab, 3 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | Sehubungan dengan pergolakan yang terjadi di masyarakat terkait pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulumbu unit 5-6 di Poco Leok, Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat, Pr, menggaungkan geotermal sebagai kekayaan energi yang mesti dimanfaatkan apabila memberikan dampak positif bagi masyarakat. Uskup Siprianus […]

  • Megawati : Watak Politik PDI Perjuangan Berpihak Akar Rumput

    Megawati : Watak Politik PDI Perjuangan Berpihak Akar Rumput

    • calendar_month Rab, 28 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan sejumlah pernyataan di acara puncak peringatan Bulan Bung Karno di Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu, 24 Juni 2024. Ada beberapa poin penting terkait pernyataannya yang disampaikan di hadapan ribuan kader partai banteng bermoncong putih dan sejumlah pimpinan partai politik (parpol) itu. Megawati pun […]

  • 16 Juli 2018 – Hari Terakhir Kepemimpinan Frans Lebu Raya

    16 Juli 2018 – Hari Terakhir Kepemimpinan Frans Lebu Raya

    • calendar_month Sen, 16 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Senin/16 Juli 2018 merupahkan hari terakhir Gubernur 2 (dua) Periode, Drs. Frans Lebu Raya mengakhiri tugas sebagai Gubernur NTT. Selama 10 (sepuluh) tahun memimpin Nusa Tenggara Timur sejak 2009 menjadi Gubernur, Frans Lebu Raya banyak membuat perubahan dan peningkatan bagi NTT. NTT yang semula dikonotasikan sebagai “Nasib Tidak Tentu” perlahan beranjak menjadi […]

  • Golkar Rajut Silaturahmi & Teguhkan NTT  Sebagai Nusa Terindah Toleransi

    Golkar Rajut Silaturahmi & Teguhkan NTT Sebagai Nusa Terindah Toleransi

    • calendar_month Rab, 19 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Partai Golongan Karya (Golkar) DPD I Provinsi Nusa Tenggara Timur merajut silahturahmi dengan menghelat Halal bihalal bersama segenap pengurus dan anak-anak panti asuhan pada Selasa, 18 Juni 2019 pukul 19.20 WITA—selesai di Aula Gedung Golkar Jalan Frans Seda Kota Kupang Rangkaian Halal bihalal diramu dalam nuansa islamiah dengan iringan musik dari […]

  • Gibran Si Minim Etika Itu Seorang Cawapres

    Gibran Si Minim Etika Itu Seorang Cawapres

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Lapia Adwinka Wulandari Toleh kanan-kiri, nunduk, tidak sampai jongkok kok, aman. Kelakuan siapa itu? Gibran Rakabuming Raka yang katanya sedang mencari jawaban Prof Mahfud soal green inflation di kolong podium. Loh, ya jelas tidak bakal ketemu, wong dia saja baru di pemerintahan dua tahunan ini kok. Waktu Prof Mahfud jadi ketua Mahkamah Konstitusi […]

expand_less