Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Proyek Sosial ‘Awardee’ LPDP Kembangkan Pangan Lokal Sorgum di Pulau Semau

Proyek Sosial ‘Awardee’ LPDP Kembangkan Pangan Lokal Sorgum di Pulau Semau

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 29 Des 2021
  • visibility 36
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang, Garda Indonesia | Sebagai salah satu kewajiban para awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan Indonesia. Para awardee yang tergabung dalam Angkatan PK-175 Swasembada Angan berinisiatif mengadakan proyek sosial yang mengusung tema sejalan dengan nama Angakatan PK-175. Proyek sosial bertajuk “Pengembangan Pangan Lokal Sorgum” ini dilakukan sebagai bentuk usaha diversifikasi pangan yang menjadi bagian dari swasembada pangan.

Selain beras, Indonesia juga kaya akan potensi pangan yang dapat dijadikan alternatif solusi dalam memperbanyak opsi makanan pokok. Awalnya, makanan pokok masyarakat NTT adalah sorgum dan sagu, karena tanaman inilah yang cocok ditanam dengan kontur wilayah setempat. Namun, seiring dengan pergeseran sosial budaya, masyarakat NTT cenderung meninggalkan sorgum dan sagu serta semakin menggantungkan diri pada beras. Padahal, sorgum dan sagu memiliki nilai ekonomi yang lebih menguntungkan bagi masyarakat NTT. Hal inilah yang banyak disorot oleh generasi muda NTT untuk kembali ke pangan lokal, salah satunya di Pulau Semau.

“Sasaran untuk kegiatan proyek sosial ini adalah teman-teman Kelompok Tani Dalen Mesa, yang berada di Desa Utiuh Ana, Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan pelatihan akan diikuti oleh sekitar 30 peserta yang merupakan perwakilan dari Kelompok Tani Dalen Mesa. Dalam pelaksanaan kegiatan proyek sosial ini, kami dibantu oleh Yayasan Pikul Kupang yang sejak awal sudah bermitra dengan Kelompok Tani Dalen Mesa,” jelas Nurgiyanti, perwakilan tim proyek sosial Angkatan PK-175 Swasembada Angan.

Proyek sosial yang sudah disiapkan selama 2 (dua) bulan ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari di Balai Desa Utiuh Ana, Pulau Semau. Dibuka pada Sabtu, 11 Desember 2021 oleh Dwi Larso, Direktur Beasiswa LPDP secara virtual, dan dihadiri oleh perwakilan anggota PK-175 Salimulloh T. Sanubarianto, Liky Y. Ledoh, Yayasan Pikul Kupang dan Kelompok Tani Dalen Mesa secara luring.

Warga desa yang tergabung dalam Kelompok Tani Dalen Mesa antusias mengikuti pelatihan pengolahan sorgum

Dwi Larso menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan proyek sosial Angkatan PK-175 Swasembada Angan yang telah memilih desa di ujung timur Indonesia sebagai sasaran kegiatan, di mana desa merupakan satuan unit terkecil dari ekonomi bangsa Indonesia.

“Rasanya fokusnya tepat, membantu swasembada pangan. Negeri sebesar Indonesia yang berbasis agrikultur, industri pengolahan pangan harusnya swasembada. Harusnya industri pangan kita mampu mencukupi kebutuhan pangan dari bangsa ini minimal, bahkan sisanya bisa diekspor,” ucap Dwi Larso.

Tiga kegiatan utama dalam proyek sosial ini meliputi Community Services, Community Empowerment dan Community Relation dengan pemberian donasi dan pelatihan guna meningkatkan kualitas dan pemasaran produk olahan sorgum dari Desa Utiuh Ana. Donasi yang diberikan kepada Kelompok Tani Dalen Mesa berupa alat pengolah sorgum, desain logo dan kemasan untuk produk olahan sorgum.

Adapun pelatihan yang diberikan meliputi cara pengolahan sorgum oleh narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Diki Nanang Surahman dan Neneng Komalasari. Dilanjutkan pelatihan pada hari kedua mengenai proses pengurusan P-IRT oleh narasumber, Dewi Masae dari Dinas Kesehatan Kota Kupang.

Kegiatan ini merupakan langkah awal bagi para awardee untuk memberikan kontribusi bagi negeri ini. PK-175 Swasembada Angan akan terus berusaha untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia baik dalam bentuk kegiatan lainnya maupun ide-ide yang dapat membantu kemajuan negeri ini. (*)

Sumber (*/tim)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masalah Sampah di Kota Kupang, Gubernur VBL: Desain Penanganan Harus Jelas

    Masalah Sampah di Kota Kupang, Gubernur VBL: Desain Penanganan Harus Jelas

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Masalah penanganan sampah, menjadi perhatian serius Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), ia pun meminta Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan jajarannya untuk memperhatikan secara serius pengelolaan sampah. Sebagai Ibu Kota Provinsi NTT, Kota Kupang harus punya desain penanganan sampah yang jelas. “Desainnya (penanganan sampah, red) dulu harus jelas. Kita […]

  • Pengurus PGRI Cabang Kolbano TTS Terbentuk, Ini Komposisi Pengurus

    Pengurus PGRI Cabang Kolbano TTS Terbentuk, Ini Komposisi Pengurus

    • calendar_month Jum, 25 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Badan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (BP PGRI) Cabang Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah dibentuk melalui konferensi cabang (Konfercab) PGRI di  SMA Negeri Banat pada Rabu, 23 Februari 2022. Ketua panitia, Dra. Putri Babys, melaporkan, bahwa dasar pelaksanaan konferensi PGRI Cabang Kecamatan Kolbano […]

  • Berkaca dari Papua, Demplot Padi untuk Pertanian Wilayah Timur

    Berkaca dari Papua, Demplot Padi untuk Pertanian Wilayah Timur

    • calendar_month Sen, 4 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Demontration Plot atau Demplot adalah suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan.   Papua Selatan | Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Desa Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada Minggu, 3 November 2024, dalam rangka meninjau secara langsung pengembangan program pertanian […]

  • 27 Pengungsi Luar Negeri Dipindahkan Ke Tanjung Pinang

    27 Pengungsi Luar Negeri Dipindahkan Ke Tanjung Pinang

    • calendar_month Sel, 16 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang NTT,gardaindonesia.id | 27 pengungsi luar negeri asal Afganistan dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang dipindahkan ke Tanjung Pinang, Batam, Kepualauan Riau, Selasa/16 Oktober 2018. Drs. Josef A. Nae Soi,MM., Gubernur 2 NTT menyatakan, pemindahan ini merupakan kebijakan dari Kementerian Hukum dan HAM RI. “KemenkumHAM sudah menyiapkan satu tempat di sana untuk membina para pengungsi. Semua […]

  • Pandemi : Sebuah Ujian Kepemimpinan Publik

    Pandemi : Sebuah Ujian Kepemimpinan Publik

    • calendar_month Kam, 2 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Yucundianus Lepa Hari-hari ini, ruang publik kita sedang disesaki oleh tukar-tanggap opini yang tak berujung seputar acara pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang dilakukan Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat (VBL). Kegiatan pemerintahan tersebut, bertempat di Otan Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang tanggal 27 Agustus 2021. Berbekal sebuah video yang mempertontonkan aksi panggung […]

  • “Kejaksaan RI Lembaga Superbody” Kapuspenkum: Itu Keliru

    “Kejaksaan RI Lembaga Superbody” Kapuspenkum: Itu Keliru

    • calendar_month Sen, 10 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Menyikapi polemik mengenai Kejaksaan RI sebagai “Lembaga yang Superbody” adalah anggapan yang sangat keliru, terlalu berlebihan, tanpa data dukung dan dimensi yuridis yang terukur. Beberapa profesor dari perguruan tinggi serta penggiat anti korupsi menyayangkan pernyataan atau statement tersebut, bahkan dianggap sebagai upaya bentuk perlawanan koruptor atau currptor fight back kepada Institusi Kejaksaan. Ungkapan […]

expand_less