Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Tsamara Amany ‘Out’ dari PSI & Grace Natalie vs Cuitan Fahri Hamzah

Tsamara Amany ‘Out’ dari PSI & Grace Natalie vs Cuitan Fahri Hamzah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 21 Apr 2022
  • visibility 157
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Tak bisa dipungkiri, bahwa ternyata PSI dengan segala “ulah-politik”-nya memang menarik untuk disimak oleh siapa saja. Oleh para pendukungnya maupun – terutama – oleh mereka yang “cemburu” atau bahkan (mungkin) “benci tapi rindu”, entahlah.

Biasanya sih – menurut gosip ibu-ibu komplek – kalau kita cemburu atau benci pada seseorang, maka ia akan jadi “pengamat serta komentator yang setia” terhadap setiap tingkah-polah orang yang dicemburui atau dibencinya itu.

Ambil contoh Fahri Hamzah misalnya. Beliau tokoh politik senior mantan PKS yang keluar lantaran konflik internal di partainya dulu. Lalu ia bikin partai baru, Gelora namanya.

Dengan bergelora Fahri Hamzah – bak emak-emak komplek yang paling tahu segalanya (mengalahkan mbah google) – berkomentar tentang fenomena Tsamara ini,

“Dia masih muda, terlalu banyak spekulasi di PSI yang bisa merusak masa depannya. Jadi, keputusannya sangat tepat. PSI memang bukan partai perjuangan yang dibuat untuk jangka panjang. Mereka dibuat hanya untuk kepentingan jangka pendek. Sulit menitipkan idealisme pada PSI.”

Lalu Fahri pun kasih saran, “Perkuat basis akademi terlebih dahulu. Setelah itu barulah keluar menjadi juru bicara keadaan sebagai aktivis dan politisi. Suami beliau juga seorang akademisi di Amerika.”

Terhadap komentar Fahri ini, maka Grace Natalie dengan nada yang lebih tenang menanggapi, “Biarkan sejarah yang membuktikan bahwa PSI akan menjadi partai ‘bernafas panjang’ mengikuti nafas republik ini. Pertanyaan justru dialamatkan kepada Bang Fahri, apakah mendirikan partai dengan latar belakang konflik kepentingan dan kekecewaan bukannya justru sangat bermotif jangka pendek?”

Bahkan Grace mendoakan, “Saya sekarang berdoa aja, semoga partai Bang Fahri lolos aja dulu verifikasi KPU. Semoga ikut pemilu.”

Ya tentu saja, kita doakan semoga Fahri Hamzah dan kawan-kawannya punya nafas yang cukup panjang.

Tak bisa dipungkiri bahwa nama PSI, Grace Natalie dan Tsamara Amany sudah menjadi ‘brand-name’ yang punya ekuitas tinggi di blantika perpolitikan nasional. Dan ini “menakutkan” bagi sementara kalangan. Terutama parpol baru, tapi juga tak kurang “menggentarkan” bagi parpol lama.

Saat Pileg 2019 kemarin Tsamara berhasil menempati posisi kedua di Dapil 2 Jakarta Selatan, meraih 103.599 suara. Dia hanya kalah dari politisi PKS Hidayat Nur Wahid  dengan 248.205 suara. Ini dapil yang ‘medannya berat’ bagi parpol baru macam PSI, namun toh Tsamara bisa unjuk gigi.

Sementara itu, Grace Natalie berhasil meraih suara terbanyak di Dapil 3 Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu dengan 179.949 suara. Grace lebih unggul dari Adang Daradjatun (PKS) yang memperoleh 115.649 suara.

Keduanya (Tsamara dan Grace) adalah lawan berat politisi PKS. Sayangnya suara PSI yang waktu itu baru saja masuk dalam kancah pertarungan politik nasional – secara total – belum menembus Parliamentary Threshold (PT) 4 persen. Sehingga PSI belum bisa mendudukkan wakilnya di Senayan (DPR-RI).

Namun sekarang, dari hasil jajak pendapat beberapa lembaga survei mengindikasikan elektabilitas PSI tembus 5 persen. Dan ini berita baik bagi PSI beserta para pendukung atau simpatisannya yang mengharapkan pembaharuan peta politik Indonesia. Namun jadi “berita buruk” bagi status-quo maupun parpol baru (termasuk – mungkin – Partai Geloranya Fahri Hamzah).

Soal lainnya, kabarnya Tsamara juga sempat heran tatkala keputusannya keluar dari PSI dikait-kaitkan dengan cuitan suaminya soal Anies. Dan lantaran itu, serta merta – oleh sementara kalangan – Tsamara (beserta suami) pun “dibaptis jadi kadrun”. Hahaha… ini menggelikan sekali.

Begitu reaktifnya! Jangan-jangan kalau foto kita yang kebetulan berpose bersama mereka yang oposisi dengan Pak Jokowi muncul ke publik, maka serta merta kita pun “segera dibaptis” jadi kadrun. Bukankah perbedaan pandangan politik tak perlu menceraikan tali persahabatan atau rasa persaudaraan? Begitu kan cara berpolitik yang matang dan dewasa?

Sejauh yang kita amati, bahkan PSI sebagai organisasi juga beberapa kali menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Anies Baswedan manakala kebijakannya memang baik. Ambil contoh – seingat kita – dulu soal JakLingko, soal IMB reklamasi, dan beberapa lainnya. Silakan google sendiri.

Bukankah yang dikritik itu adalah kebijakannya. Sebagai pejabat publik, siapa pun dia, ya mesti siap dikritik bukan? Dalam kaca mata positif, kritik adalah justru sebentuk dukungan. Supaya administrasi publik bisa tetap berjalan on-track. Supaya semuanya selamat.

Kritik jelas beda dengan nyinyir atau menghina pribadinya. Soal ini sudah sering kita ulas. Tak perlu diulangi lagi di sini.

Sementara itu, para penjilat akan terus menjilat demi kepentingan egois dan oportunistisnya. Ini jelas berbahaya, lantaran setiap ujarannya akan terdengar manis di permukaan. Namun sejatinya itu adalah racun yang mematikan.

Lagi pula, seingat kita, baru PSI-lah parpol yang berani memecat kadernya sendiri yang sedang duduk di parlemen! Bukan lantaran di OTT oleh KPK, tapi cukup lewat proses internal (Dewan Kehormatan Partai). Apakah ada parpol lain yang berani menegakkan prinsip (idealisme) dengan “mengorbankan” kader aktif yang sedang duduk di parlemen?

Keluar dari, atau masuk ke sebuah partai politik itu soal yang biasa saja. Terjadi lantaran alasannya masing-masing (kasuistik), dan dialami oleh semua partai politik. Fenomena yang lazim terjadi.

Dalam akun medsos-nya Tsamara telah mengumumkan dengan gamblang alasan pengunduran dirinya. Lalu tanggapan Grace Natalie (mewakili PSI) pun sudah pula disampaikan ke publik. Ini sumber primer. Rasanya tak perlu lagi pelantar-pelintir ke sana-kemari. Semuanya baik-baik saja.

Kecuali tentu bagi mereka yang “cemburu” atau “benci (tapi rindu)” itu tadi. Silakan lanjutkan gosipnya.

Ya, bebas-bebas saja kok. Ini hanya mengonfirmasi bahwa PSI, Tsamara Amany dan Grace Natalie – de facto – memang figur-figur yang menawan.

Termasuk menawan untuk digossipin terus. Apa boleh buat.

Rabu, 20 April 2022

Penulis merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis (LKS) PERSPEKTIF, Jakarta.

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri Tangkap 2 Teroris di Nusa Tenggara Barat

    Polri Tangkap 2 Teroris di Nusa Tenggara Barat

    • calendar_month Kam, 20 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dr. Ahmad Ramadhan menegaskan, penangkapan 2 (dua) terduga teroris yang dilakukan di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak ada kaitannya dengan penangkapan 3 (tiga) orang tersangka teroris sebelumnya pada awal Juni 2023. Ramadhan menyatakan bahwa kedua peristiwa penangkapan ini terjadi dalam dua kasus yang berbeda dan […]

  • Bank NTT Sukses Terapkan Transaksi Nontunai Pemerintah

    Bank NTT Sukses Terapkan Transaksi Nontunai Pemerintah

    • calendar_month Ming, 25 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Loading

    Surabaya, Garda Indonesia | Kementerian Koordinator Perekonomian RI, menghelat acara menarik bertajuk ‘Penguatan Data Transaksi Non Tunai Pemda Lewat Sinergi SIMDA-CMS BPD’ yang dilangsungkan di Four Points by Sheraton, Surabaya pada Jumat, 23 September 2022. Acara yang diselenggarakan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan ini sejatinya bertujuan meningkatkan efektivitas monitoring dan evaluasi kebijakan percepatan dan perluasan […]

  • Pertama Terima Vaksin Covid-19, Presiden Jokowi: Vaksin Gratis bagi Masyarakat

    Pertama Terima Vaksin Covid-19, Presiden Jokowi: Vaksin Gratis bagi Masyarakat

    • calendar_month Rab, 16 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | “Setelah menerima banyak masukan dari masyarakat dan melakukan kalkulasi, perhitungan ulang mengenai keuangan negara, dapat saya sampaikan bahwa vaksin Covid-19 bagi masyarakat adalah gratis, sekali lagi, gratis tidak dikenakan biaya sama sekali,” ujar Presiden Jokowi melalui YouTube Sekretariat Kepresidenan, Rabu, 16 Desember 2020. Dalam video pernyataan pers Presiden Jokowi berdurasi 5 […]

  • Bupati TTU David Juandi : Desa Sejahtera, Masyarakat Desa Harus Ada Uang

    Bupati TTU David Juandi : Desa Sejahtera, Masyarakat Desa Harus Ada Uang

    • calendar_month Sab, 27 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menandaskan jika masyarakat di desa mempunyai uang, maka di kota bisa berkembang. Desa Sejahtera itu harus ada air, terdapat Pertanian, Perkebunan, Perumahan, Peternakan, Pendidikan, dan terdapat Pemerintahan Desa yang bagus. “Kita harus jeli melihat mana Pertanian lahan kering dan mana yang lahan basah yang dapat […]

  • Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake Terima Penghargaan dari Kemendagri

    Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake Terima Penghargaan dari Kemendagri

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (Pj Gubernur NTT), Ayodhia Kalake bersama 10 penjabat gubernur lainnya menerima penghargaan sebagai penjabat kepala daerah berprestasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tak hanya para penjabat gubernur, turut menerima penghargaan, 9 penjabat bupati dan wali kota. Ajang pemberian penghargaan kepada para penjabat kepala daerah ini diinisiasi oleh Kemendagri dan […]

  • Tak Sekadar Berbagi, ‘Warung Kaget Ramah Keluarga’ KPRK Bali Juga Lakukan Edukasi

    Tak Sekadar Berbagi, ‘Warung Kaget Ramah Keluarga’ KPRK Bali Juga Lakukan Edukasi

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Aksi berbagi bahan makanan yang diinisiasi oleh Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK) ini bertajuk “Warung Kaget Ramah Keluarga, Mengurangi Membagi, KPRK Move On Pandemi Covid-19.” sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap para keluarga yang terdampak langsung Covid-19 di Provinsi Bali. Demikian penyampaian Ketua KPRK Dr. A. A. A. Ngurah Tini Rusmini […]

expand_less