Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Pelayanan Prima ke Masyarakat, Rudenim Kupang Gandeng BRI

Pelayanan Prima ke Masyarakat, Rudenim Kupang Gandeng BRI

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 24 Mei 2022
  • visibility 131
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang, Garda Indonesia | Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang menjalin kerja sama dengan Bank Republik Indonesia (BRI) untuk memberikan pelatihan budaya pelayan prima, pada Senin, 23 Mei 2022.

Pelatihan budaya pelayanan prima tersebut diikuti oleh pejabat struktural serta pegawai dan pegawai pemerintah non pegawai negeri (PPNPN) di lingkungan Rudenim Kupang dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WITA—selesai.

Kepala Rumah Detensi Imigrasi Kupang, Heksa Asik Soepriadi saat membuka kegiatan mengucapkan terima kasih kepada BRI Kupang yang bersedia meluangkan waktunya guna berbagi ilmu mengenai pelayanan prima

“Pelaksanaan pelatihan budaya pelayanan prima diharapkan mampu memberikan pengetahuan bagi pegawai dan PPNPN Rudenim Kupang sehingga mampu memberikan pelayanan yang terbaik sesuai dengan harapan serta memberikan kepuasan kepada penerima layanan,” urai Heksa.

Pemateri pelatihan,Werdhy D. Ndoenboey menyampaikan bahwa pelayanan yang diberikan kepada pengguna layanan harus cepat, akurat, aman, ramah, dan nyaman. “Setiap pelayanan harus diawali dengan sikap tersenyum dengan mempertahankan senyummu sepanjang layanan,” tekannya.

Dan selama melayani, tandas Werdhy, terapkan bahasa tubuh atau gestur tubuh yang baik serta ekspresi wajah yang gembira serta pastikan bahwa semua keperluan pengguna layanan sudah terpenuhi sebelum Anda melakukan closing greeting.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Rudenim Kupang, Matias Horo mengharapkan pelatihan seperti ini agar terus dilaksanakan sehingga petugas Rumah Detensi Imigrasi Kupang mampu memberikan pelayanan yang terbaik serta berkesan kepada masyarakat

“Saat ini, Rudenim Kupang dalam progres pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK). Oleh karena itu, budaya kerja dan perubahan pola pikir merupakan salah satu hal yang perlu dibangun dan ditingkatkan bersama demi mewujudkan komitmen WBK,” tandas Matias.(*)

Sumber (*/Humas Rudenim Kupang)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral Bendera One Piece Jelang 17 Agustus, Ada Gerakan Pecah Belah Bangsa?

    Viral Bendera One Piece Jelang 17 Agustus, Ada Gerakan Pecah Belah Bangsa?

    • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Loading

    Menanggapi fenomena ini, Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyuarakan kekhawatiran serius.   Jakarta | Menjelang peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025, fenomena unik mencuri perhatian publik dan media sosial. Sejumlah warga terlihat mengibarkan bendera dari cerita manga Jepang One Piece, yang menampilkan […]

  • HARGANAS XXV: Bangun Indonesia Berkarakter dari Keluarga

    HARGANAS XXV: Bangun Indonesia Berkarakter dari Keluarga

    • calendar_month Ming, 8 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    Manado, gardaindonesia.id – Keluarga merupakan sumber utama dalam membangun manusia Indonesia yang berkarakter. Pesan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) XXV Tahun 2018. Peringatan HARGANAS XXV diselenggarakan di Kota Manado, Prov. […]

  • Publik Tanah Air Soroti Korupsi 300 Triliun

    Publik Tanah Air Soroti Korupsi 300 Triliun

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Asal usul dan kenyataan uang senilai 300 triliun rupiah yang menyeret nama Harvey Moeis sebagai sosok utama di balik skenario skandal korupsi ini masih menuai pro kontra.   Jakarta | Belakangan ini publik tanah air digemparkan oleh kasus korupsi dengan kerugian negara yang terbilang sangat fantastis. Bukan main-main, kerugian itu ditaksir mencapai Rp300 triliun. Jangankan […]

  • Sam Haning Nyatakan Siap Maju dalam Pilkada Kota Kupang

    Sam Haning Nyatakan Siap Maju dalam Pilkada Kota Kupang

    • calendar_month Sen, 9 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Hari ini, Senin, 9 September 2019, Samuel Haning, S.H., M.H. genap berusia 55 tahun. Pria tegar dan berkarakter anak dari John Haning & Elisabet Teluain ini dilahirkan di rumah sederhana di kawasan Pasar Kuanino, Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Nukilan diatas dan selanjutnya diambil dari Buku ‘Perjalanan Hidup Sam […]

  • Belajar dari Covid-19, Webinar Edukasi IGI Flores Timur Jadi Wahana Belajar

    Belajar dari Covid-19, Webinar Edukasi IGI Flores Timur Jadi Wahana Belajar

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Larantuka, Garda Indonesia | Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia, membuat banyak perubahan di segala bidang kehidupan manusia pada skala besar maupun kecil, pada tingkat desa maupun nasional bahkan internasional. Pandemi Covid-19 begitu kuatnya mengguncang dunia hingga dalam jangka waktu yang begitu singkat, sang virus sudah menjadi objek yang mengerikan karena memakan jutaan […]

  • Prosesi Adat ‘Neka Tana’ Sokong PLN Melistriki Desa Reka di Ende

    Prosesi Adat ‘Neka Tana’ Sokong PLN Melistriki Desa Reka di Ende

    • calendar_month Jum, 3 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Loading

    Ende-NTT, Garda Indonesia | Beragam adat istiadat terdapat di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya adalah Desa Reka yang terletak di Kecamatan Ndona Kabupaten Ende. Adat istiadat tersebut digunakan dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan jaringan listrik pedesaan. Di Desa Reka, sebelum pembangunan jaringan listrik harus diawali dengan acara adat yang oleh masyarakat […]

expand_less