Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Cikal Bakal Wanita Hadir di Institusi Polri

Cikal Bakal Wanita Hadir di Institusi Polri

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 1 Sep 2022
  • visibility 119
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Tanggal 1 September, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperingati hari Polisi Wanita (Polwan) Indonesia. Mari kilas balik ke awal mula keberadaan Polwan di institusi Polri.

Sebelum tahun 1948, wanita belum diperbolehkan untuk mengikuti pendidikan kepolisian ataupun menjadi polisi. Kala itu, tugas polisi hanya bisa dilaksanakan oleh laki-laki. Namun pada suatu kesempatan, ada momen di mana polisi laki-laki mendapat kesulitan saat melaksanakan sebuah tugas. Tugas apa itu?

Dilansir dari situs Museum Polri, pada awal tahun 1948, Polisi kesulitan dalam melakukan pemeriksaan fisik pada korban, tersangka, atau saksi wanita. Akhirnya para Polisi sering kali meminta bantuan para istri polisi atau pegawai sipil wanita untuk melakukan pemeriksaan.

Berangkat dari permasalahan ini, organisasi wanita dan organisasi wanita Islam di Bukittinggi, Sumatera Barat mengajukan usulan kepada pemerintah agar wanita diikutsertakan dalam pendidikan kepolisian.

Cabang Djawatan Kepolisian Negara untuk Sumatra yang berkedudukan di Bukittinggi akhirnya memberikan kesempatan mendidik wanita-wanita pilihan menjadi Polisi.

Monumen Polwan di Bukittinggi. Foto : Humas Polri

Pada tanggal 1 September 1948, secara resmi disertakan 6 siswa wanita cikal bakal Polwan yakni Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Loekman, Dahniar Sukotjo, Djasmainar, dan Rosnalia Taher.

Keenam wanita tersebut mulai mengikuti pendidikan inspektur polisi bersama 44 siswa laki-laki di SPN Bukittinggi. Sejak saat itu, tanggal 1 September diperingati sebagai Hari Polwan Indonesia.

Hari lahirnya Polwan juga diabadikan lewat monumen Polwan di Bukittinggi. Berdasarkan informasi dari laman Kebudayaan Kemendikbud, pendirian tugu tersebut beriringan dengan dibukanya pendidikan kepolisian pertama untuk wanita di Indonesia.

Tugu ini terletak di persimpangan tiga jalan Sudirman dengan jalan H. Agus Salim Bukittinggi. Tugu tersebut berukuran 6 x 6 x 8 m dengan dikelilingi taman kecil berukuran taman 21 m x 12 m.

Tugu Polwan diresmikan tanggal 27 April 1993. Tugu itu diresmikan oleh Kepala Kepolisian RI (Kapolri), Jenderal Polisi Banurusman.(*)

Sumber (*/Humas Polri)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dituding Selingkuh, Anggota DPRD Bali Ni Luh Dwi Yustiawati Angkat Bicara

    Dituding Selingkuh, Anggota DPRD Bali Ni Luh Dwi Yustiawati Angkat Bicara

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Anggota DPRD Bali Ni Luh Dwi Yustiawati angkat bicara mengenai kasus yang membelitnya, di mana sebelumnya heboh diberitakan ia telah digerebek dan dipergoki berselingkuh dengan seorang lelaki di kamar nomor 323 lantai 3 Four Star by Trans Hotel yang berlokasi di Jalan Raya Puputan Renon Denpasar, pada Sabtu, 14 Maret 2020 […]

  • Ayah Sehat, Keluarga Kuat : Pelatihan Geselor Pangan, Inisiasi Dinkes TTS- CIFOR-ICRAF Indonesia

    Ayah Sehat, Keluarga Kuat : Pelatihan Geselor Pangan, Inisiasi Dinkes TTS- CIFOR-ICRAF Indonesia

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle Daud Nubatonis
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Loading

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Dr. dr R. A. Karolina Tahun, menyampaikan masalah gizi dan pangan masih menjadi tantangan yang serius di Kabupaten Timor Tengah Selatan.   SoE | Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, khususnya di bidang pemenuhan pangan dan gizi keluarga, diinisiasi oleh CIROF-ICRRAF Indonesia bekerja sama dengan Dinas Kesehatan TTS, dengan menghelat […]

  • Christian Widodo – Serena Francis Boyong Influencer Daftar ke KPU

    Christian Widodo – Serena Francis Boyong Influencer Daftar ke KPU

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 2Komentar

    Loading

    Kota Kupang | Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota milenial berumur 40 tahun dan 25 tahun, Christian Widodo dan Serena Francis mendaftarkan diri di KPU Kota Kupang pada Rabu siang, 28 Agustus 2024. Sebelumnya, Christian Widodo dan Serena Francis menghelat deklarasi di pelataran Taman Nostalgia yang dipandu oleh MC andal juga anggota legislatif […]

  • Bupati Belu & Bupati se–NTT ‘Zoom Meeting’ Bersama Gubernur VBL

    Bupati Belu & Bupati se–NTT ‘Zoom Meeting’ Bersama Gubernur VBL

    • calendar_month Rab, 14 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM. didampingi Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M., dan Bupati se – NTT mengikuti zoom meeting bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dengan topik ‘Percepatan Pencairan Dana Desa dan Upaya Pencegahan Penyebaran Covid–19 Tingkat Desa’, di Ruang Rapat Bupati Belu, Selasa 13 Juli […]

  • Noebaun, Desa Binaan Bank NTT yang Menginspirasi

    Noebaun, Desa Binaan Bank NTT yang Menginspirasi

    • calendar_month Sen, 21 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Kefamenanu, Garda Indonesia | Desa Noebaun, Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), adalah satu dari lima desa yang direkomendasikan oleh Bank NTT Cabang Kefamenanu, untuk mengikuti kompetisi antar desa dalam Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD Tahun 2022. Dan pada Sabtu, 19 November 2022, juri festival, Stenly Boymau, berkunjung ke desa itu. […]

  • Ribut Soal Jokowi 3 Periode? Mari Tenang Berembuk

    Ribut Soal Jokowi 3 Periode? Mari Tenang Berembuk

    • calendar_month Kam, 3 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Oke, mari kita ringkas fenomena politik ini biar sederhana. Pertama, beberapa kali Pak Jokowi sudah menyatakan posisinya, kira-kira begini: bahwa beliau tidak berminat untuk terus jadi presiden, mau itu soal 3 periode atau perpanjangan masa jabatan. Alasannya, ya tentu saja konstitusi. Undang Undang Dasar telah membatasinya. Kedua, tapi dalam perkembangan akhir-akhir […]

expand_less