Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Komunitas Sao Berbagi Cerita Kelola Hutan Bambu Lestari

Komunitas Sao Berbagi Cerita Kelola Hutan Bambu Lestari

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 24 Sep 2022
  • visibility 152
  • comment 0 komentar

Loading

Turetogo, Garda Indonesia | Sukses menerapkan metode hutan bambu lestari (HBL) di kebun bambu milik sao, Komunitas Adat Sao Neguwula menularkan pengetahuan dan pengalaman mereka tentang metode HBL saat temu wicara atau talkshow bertema “Bambu dulu, kini, dan yang akan datang” pada Minggu, 18 September 2022.

Temu wicara tersebut dihelat di festival budaya bambu bertajuk Pasar Napu Bheto yang diselenggarakan Yayasan Bambu Lestari (YBL) di Kampus Bambu Turetogo, Desa Ratogesa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2021/11/26/menuju-pasar-bambu-internasional-didukung-australia-komunitas-sao-ngada-belajar-metode-hutan-bambu-lestari/

Nimus Jawa perwakilan dari Sao Neguwula Desa Radabata, Kecamatan Golewa, tampil di panggung terbuat dari bambu petung (dendrocalamus asper) bersama dengan pakar taksonomi bambu Prof. Elisabeth Widjaja, Bupati Ngada Andreas Paru, dan pelaku pariwisata berbasis masyarakat Andreas Dhena.

“Bambu Bheto di Sao sudah ada sejak jaman nenek moyang. Sebelum kami tahu metode HBL, bambu hanya dipakai untuk bikin rumah, kandang ternak, atau pagar. Setelah ada YBL yang mengelola bambu milik kami dengan metode HBL, bambu kami dibeli Indobamboo secara rutin dan hasilnya bisa buat bangun rumah adat,” ungkapnya.

Nimus Jawa dan Astin di booth Tim Sao Bambu Neguwula, di Pasar Napu Bheto (dok. AGS Project-Galih

Nimus membeberkan, dengan adanya proyek AGS (Alumni Grant Scheme) yang melatih mereka metode HBL dan pengelolaan keuangan di tingkat Sao, komunitas Sao Neguwula menjadi sadar ternyata jika dikelola dengan metode HBL kebun bambu mereka bisa menghasilkan uang layaknya ATM. Sao Neguwula saat ini jadi yang pertama secara mandiri menerapkan metode HBL di Indonesia.

“Kami di Sao Neguwula mendapatkan pengetahuan metode HBL dan pengelolaan keuangan atas dukungan proyek AGS sejak November 2021,” terang Nimus yang merupakan seorang champion di project ini.

Ia menambahkan, selain pengetahuan berupa teori, proyek AGS memfasilitasi komunitas Sao Neguwula melakukan simulasi penerapan metode HBL pada demplot seluas satu hektar di kebun bambu milik mereka. “Sekarang, kami jadi tahu berapa jumlah rumpun dan lonjor bambu di kebun kami, berapa yang sehat dan sakit, berapa yang siap dipanen dan berapa yang belum,” urainya.

Sebelumnya, ungkap Nimus, hanya tahu di kebun ada rumpun bambu, itu saja.

“Sekarang, kami merasa jadi tuan di kebun bambu kami sendiri,” tandas Nimus.

Metode HBL merupakan prosedur standar pengelolaan bambu secara berkelanjutan. Dimulai dari melakukan survei rumpun bambu, pemberian kode, perawatan dengan menimbun akar rimpang, hingga pemanenan lestari. Metode HBL adalah kunci bagi masyarakat Sao jika ingin menjual Bambu Betho milik mereka ke pabrik industri bambu secara berkelanjutan dengan harga yang lebih baik.

Suasana Pasar Napu Bheto pada 18 September 2022 di Kampus Bambu Turetogo (dok. AGS Project-Galih)

Melalui Project AGS, Komunitas Sao dilatih untuk mampu menerapkan metode HBL pada rumpun-rumpun bambu rakyat milik komunal. Project AGS berjudul “Bring Local Community into Global Market through Sustainable Bamboo Forest Method” ini didanai oleh Pemerintah Australia melalui Alumni Grant Scheme (AGS) dan diadministrasikan oleh Australia Awards in Indonesia.

Project leader AGS, Budiyanto Dwi Prasetyo mengatakan merasa beruntung bisa mengikutsertakan perwakilan Sao Neguwula berbagi pengalaman mereka menerapkan metode HBL partisipatif dalam acara talkshow di Pasar Napu Bheto. Peneliti yang bekerja di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tersebut berterima kasih kepada YBL selaku panitia dan mitra dari project AGS yang sudah memfasilitasi berjalannya talkshow.

“Dalam setahun, Sao Neguwula sudah banyak belajar teori dan praktik metode HBL di kebun bambunya. Melalui talkshow ini kami berupaya mendorong Sao Neguwula untuk turut menyebarluaskan pengetahuan dan pengalaman mereka tentang metode HBL kepada masyarakat luas agar nantinya akan muncul champion-champion baru yang mampu menerapkan metode HBL di kebun bambu mereka secara mandiri.” Jelas Budiyanto.

Pasar Napu Bheto merupakan bagian dari Festival Wolobobo yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Ngada dan Yayasan Bambu Lestari (YBL) serta didukung mitra lainnya seperti AGS project, Venturi, CIMB Niaga, dan Kehati.

Selain talkshow, acara tersebut menyediakan kuliner bambu, aneka kerajinan bambu, hingga kemasan bambu yang terlupakan. Pengunjung juga bisa menyaksikan permainan bambu, pertunjukan musik bambu, dan mendapat pengetahuan dari rangkaian workshop pengelolaan bambu, mulai dari pembibitan, metode hutan bambu lestari, pengawetan, pertukangan dan bangunan bambu, serta pembuatan kerajinan bambu. (*)

Sumber (*/AGS Project)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NTT : Nanti Tuhan Tolong?

    NTT : Nanti Tuhan Tolong?

    • calendar_month Sen, 17 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Penulis: Sam H. Babys, Staf Biro Umum Setda Provinsi NTT Tentu, sebagian besar masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak asing dengan judul di atas. Tapi jauh sebelum itu, orang mengidentikkan NTT dengan Nasib Tidak Tentu, di mana anggapan ini disematkan karena kondisi NTT yang pada saat itu sangat memprihatinkan. Angka kemiskinan, stunting, kematian ibu dan […]

  • MUI Ajak Umat Muslim Petik Hikmah dari Pandemi Covid-19 Sebagai Rahmat

    MUI Ajak Umat Muslim Petik Hikmah dari Pandemi Covid-19 Sebagai Rahmat

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Sekretaris Komisi Fatwa Dr. HM. Asrorun Ni’am Sholeh, MA menyatakan bahwa wabah Covid-19 bisa menjadi bala bencana ataupun rahmat bagi umat manusia, tergantung bagaimana cara menyikapinya. Oleh sebab itu, MUI mengajak kepada seluruh umat muslim Tanah Air agar wabah Covid-19 dapat dijadikan sebagai bentuk rahmat dengan […]

  • ‘Coffee Morning’ Bersama Jurnalis, Bupati Belu: Tidak Ada Niat Batasi Wartawan

    ‘Coffee Morning’ Bersama Jurnalis, Bupati Belu: Tidak Ada Niat Batasi Wartawan

    • calendar_month Jum, 7 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH,Finasim didampingi Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens,M.M. bertatap muka atau  coffee morning bersama seluruh wartawan – wartawati  yang bertugas di wilayah Kabupaten Belu, di restoran Hotel Matahari Atambua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat pagi, 7 Mei 2021. Agenda coffee morning, selain sebagai ajang saling […]

  • “Danau Baru” di Kota Kupang, Ini Penjelasan Ilmiah Prof Jan dari UI

    “Danau Baru” di Kota Kupang, Ini Penjelasan Ilmiah Prof Jan dari UI

    • calendar_month Kam, 22 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Fenomena alam muncul pasca-Badai Seroja yang menerjang Kota Kupang pada rentang waktu 3—5 April 2021, lahan pertanian warga di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berubah menjadi “Danau Baru” seluas lebih kurang 2 (dua) hektar pada Senin, 5 April 2021. Danau yang dinamakan sebagai “Danau Seroja” […]

  • Pasca-Badai Seroja di NTT, Listrik PLN Pulih 100 % pada Minggu 9 Mei 2021

    Pasca-Badai Seroja di NTT, Listrik PLN Pulih 100 % pada Minggu 9 Mei 2021

    • calendar_month Sel, 11 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Per Minggu, 9 Mei 2021 pukul 19.38 WITA, 5 gardu listrik di Pulau Raijua telah pulih, sehingga total 4.002 gardu yang terdampak Badai Seroja pada 4—5 April 2021 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil dipulihkan dan dengan demikian, PLN kembali menyalurkan aliran listrik kepada 635 ribu pelanggan. Baca juga […]

  • Kasus Korupsi Bawang Merah di Malaka, Ansy Lema: Itu Pencurian Uang Rakyat!

    Kasus Korupsi Bawang Merah di Malaka, Ansy Lema: Itu Pencurian Uang Rakyat!

    • calendar_month Jum, 12 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Anggota DPR RI Komisi IV Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema mempertanyakan kelanjutan dan kejelasan penanganan kasus korupsi proyek pengadaan bibit bawang merah di Kabupaten Malaka tahun 2018. Korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang butuh penindakan dan penanganan serius. Karena itu, melalui rilis yang diterima media ini pada Jumat, […]

expand_less