Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ketum PJS : Tindak Oknum Prajurit TNI Halang Tugas Wartawan

Ketum PJS : Tindak Oknum Prajurit TNI Halang Tugas Wartawan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 10 Okt 2022
  • visibility 84
  • comment 0 komentar

Loading

Bukittinggi, Garda Indonesia | Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba menyesali sikap oknum prajurit yang menghalangi tugas wartawan di lapangan. Kondisi tersebut dialami Wahyu Sikumbang, jurnalis MNC media group bertugas di Bukittinggi.

Mahmud Marhaba pada Senin,10 Oktober 2022, mengatakan sebagai mitra yang baik seharusnya oknum prajurit tersebut memberi dukungan atas tugas jurnalis bukan malah menghalanginya.

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah)” UU nomor 40 tahun 1999 pasal 18 ayat (1),” tegas Mahmud Marhaba.

Atas tindakan oknum prajurit tersebut Mahmud meminta agar pimpinan TNI segera melakukan tindakan terukur kepada yang bersangkutan. Ia pun meminta jika wartawan yang merasa terancam dan mendapat perlukan yang tidak wajar apalagi disertai dengan ancaman jiwa segera melaporkan hal ini ke pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku di tanah air.

Untuk diketahui, Wahyu Sikumbang yang tercatat sebagai anggota organisasi pers Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), diduga mengalami tindakan intimidasi dan dihalang oleh oknum Intel prajurit saat meliput di lapangan.

Wahyu Sikumbang menyebutkan, kejadian pada Minggu, 9 Oktober 2022 berawal saat dirinya meliput peristiwa ada anak tersiram minyak panas di rumah sakit Madina. Saat di dalam ruang IGD RS, Wahyu mengaku telah dihalang mengambil gambar korban dengan cara pelaku mengibas tangannya ke kamera.

Tak ingin ribut dan mengganggu pasien dan petugas medis, Wahyu keluar IGD melanjutkan mencatat data kejadian.

Saat itu, cerita Wahyu, lagu “Vijay” nama oknum prajurit intel Kodim 0304/ Agam tersebut mengikuti keluar dan menghampiri Wahyu hingga terjadi adu argumen.

“Saya sedang mengetik di ponsel saya, lalu bang Vijay datang dari samping kiri sambil melarang memberitakan insiden yang menimpa anak itu,” cerita Wahyu.

Wahyu yang dikenal dekat dengan aparat TNI ini mengaku heran, dan menanyakan alasan Vijay melarang. “Kenapa bang? Saya kan tidak menulis atau menyangkut-pautkan insiden ini dengan Kodim, TNI atau Lapangan Wirabraja, hanya menulis tempat kejadian di lapangan kantin,” ungkap Wahyu.

Menurut Wahyu, dia dan rekan-rekan media umumnya sengaja menulis lapangan Wirabraja sebagai lapangan kantin, selain karena penyebutan itu lebih dikenal masyarakat juga untuk menjaga hubungan baik dengan mitra Kodim jika insiden atau kasus sensitif terjadi di sana.

Namun, oknum Vijay tetap bersikukuh sambil mengatakan “Jangan diberitakan, ini kami selesaikan. Biar kami lapor dulu ke Pasi, katanya,” sebut Wahyu menambahkan.

“Silakan bang, itu bukan urusan saya, karena saya tidak menulis Kodim, jadi saya tidak perlu konfirmasi ke Pasi Intel atau Dandim. Itu urusan bang, silakan. Jangan sedikit-sedikit dilarang,” jawab Wahyu yang ternyata tidak diterima oleh Vijay hingga oknum tersebut lepas kontrol.

“Dia memaki saya di depan orang ramai, ampek lah katanya. Itu banyak saksi yang mendengar, ada sekuriti rumah sakit juga,” jelas Wahyu.

Wahyu mencoba mengingatkan mitra di lapangannya itu, tapi kembali tak digubris bahkan bersikap menantang, “Ya, saya percarutan kamu, mau apa kamu, kata bang Vijay. Oke lah kata saya tak mau terpancing,” sesal Wahyu.

Sementara, jurnalis lain menyebut ulah serupa tak hanya kali ini terjadi. Beberapa waktu lalu, oknum yang sama juga mengintimidasi beberapa wartawan yang mengangkat berita tentang dugaan adanya aktivitas judi di pasar malam lapangan kantin.

“Dulu, Rudi (wartawan) dibentak-bentak,” kata beberapa wartawan sebagai bentuk protes juga diungkap wartawan lain.(*)

Sumber (*/alx/tim)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMP Katolik Giovanni Kupang Memanggil Alumni

    SMP Katolik Giovanni Kupang Memanggil Alumni

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    SMPK Giovanni Kupang telah mencetak puluhan ribu lulusan yang kini telah bekerja dan berkarya di berbagai instansi/lembaga pemerintah maupun swasta di dalam negeri maupun luar negeri.   Kupang | Pada Jumat, 1 Agustus 2025, SMP Katolik Giovanni Kupang (sebelumnya bernama SMK Katolik Frater Kupang) bakal berusia 75 tahun. Dari sekolah yang hanya memiliki tiga ruang […]

  • Gibran Si Minim Etika Itu Seorang Cawapres

    Gibran Si Minim Etika Itu Seorang Cawapres

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Lapia Adwinka Wulandari Toleh kanan-kiri, nunduk, tidak sampai jongkok kok, aman. Kelakuan siapa itu? Gibran Rakabuming Raka yang katanya sedang mencari jawaban Prof Mahfud soal green inflation di kolong podium. Loh, ya jelas tidak bakal ketemu, wong dia saja baru di pemerintahan dua tahunan ini kok. Waktu Prof Mahfud jadi ketua Mahkamah Konstitusi […]

  • PLN UIP Nusra-Politeknik KP Kupang Latih Petani Rumput Laut Lifuleo Seleksi Varietas Unggul

    PLN UIP Nusra-Politeknik KP Kupang Latih Petani Rumput Laut Lifuleo Seleksi Varietas Unggul

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Tim PLN UIP Nusra
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Hasil penelitian dan pengamatan lapangan menunjukkan, rumput laut lokal dari perairan sekitar PLTU Timor 1 memiliki potensi besar untuk dikembangkan.   Kupang | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Kupang terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat pesisir melalui kegiatan diseminasi dan monitoring budidaya rumput laut dengan metode […]

  • “Lapar Bisa Tahan, Haus Tidak Bisa” Curhat Warga Sumba ke SPK

    “Lapar Bisa Tahan, Haus Tidak Bisa” Curhat Warga Sumba ke SPK

    • calendar_month Rab, 13 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Simon Petrus Kamlasi (SPK) tak ingin masyarakat di Kampung Kalu mengalami masalah air bersih untuk kebutuhan pokok sehari-hari.   Waingapu | Masalah pasokan air bersih di wilayah Kampung Kalu, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Sumba Timur tak kunjung usai. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di Kampung Kalu ini tidak mendapat pasokan air bersih sebagai kebutuhan pokok […]

  • Ratusan Jenazah Banjir Aceh Telah Dimakamkan, Korban Hilang Masih Dicari

    Ratusan Jenazah Banjir Aceh Telah Dimakamkan, Korban Hilang Masih Dicari

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Loading

    Berdasarkan Data Pantauan Kabupaten/Kota Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh per 6 Desember 2025 pukul 19.31 WIB, jumlah korban meninggal mencapai 366 jiwa,   Aceh | Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh melaporkan bahwa seluruh jenazah korban banjir bandang dan longsor yang ditemukan di 13 kabupaten/kota telah dimakamkan. Pembaruan tersebut disampaikan Juru Bicara Posko, Murtala, […]

  • 220 Pelaku Usaha di Aceh Terima Banpres Produktif dari Presiden Jokowi

    220 Pelaku Usaha di Aceh Terima Banpres Produktif dari Presiden Jokowi

    • calendar_month Sel, 25 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Banda Aceh, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo memberikan bantuan presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro kepada para pelaku usaha mikro dan kecil di Provinsi Aceh. Acara penyerahan dilangsungkan di Pusat Layanan Usaha Terpadu KUMKM Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh, Selasa, 25 Agustus 2020. Dalam sambutannya, Presiden memahami kondisi para pelaku usaha yang tengah mengalami masa […]

expand_less