Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » “Kasus Besipae” Niko Manao Pertanyakan Peran Enam Anggota DPRD NTT

“Kasus Besipae” Niko Manao Pertanyakan Peran Enam Anggota DPRD NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 2 Nov 2022
  • visibility 187
  • comment 0 komentar

Loading

Besipae, Garda Indonesia | Nikodemus Manao mewakili warga Besipae menyampaikan keluhan dan mempertanyakan 6 (enam) orang perwakilan anggota DPRD Provinsi NTT dari daerah pemilihan Timor Tengah Selatan (TTS).

“Dari enam orang anggota DPRD yang mewakili TTS ke provinsi yaitu, Emelia Nomleni, Ince Sayuna, Reni Un, Obed Naitboho, Eduart Lione, Yohanis Lakapu, mereka duduk di sana buat apa, hingga sampai saat ini, menutup mata dengan persoalan ini, membuka suara di publik saja tidak pernah,” ungkapnya Garda Indonesia pada Minggu, 30 Oktober 2022,

Niko yang getol memperjuangkan tanah ulayat Besipae ini pun mempertanyakan peran mereka.

“Ini ada apa! Mereka duduk di sana untuk kepentingan siapa?” tekan Niko Manao.

Karena enam orang tersebut, imbuh Niko Manao, sebenarnya membawa suara suara masyarakat Besipae. “Tapi sampai saat ini mereka diam, dalam perjuangan kami, sampai saat ini tidak pernah ketemu orang-orang yang diutus dari TTS, bahkan 2018 kami audiensi, malah orang lain yang terima kami,” ucapnya sesal.

Niko berharap keenam anggota DPRD Provinsi NTT dari daerah pemilihan TTS bisa mendengar keluhan dan memperjuangkan hak masyarakat Besipae di provinsi.

Niko Manao juga meminta agar persoalan Besipae dapat diintervensi oleh Presiden Jokowi untuk turun langsung menyelesaikan semua persoalan ini.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT, Leonardus Lelo menilai penggusuran rumah warga Besipae oleh Pemprov NTT tidak pro terhadap masyarakat. Usai dialog bersama Aliansi Solidaritas Besipae (ASAB) pada Selasa, 1 November 2022 di ruang Komisi I.

Leo menegaskan, pemerintah keliru dalam bertindak. “Tidak seperti ini, membangun habis lantas menggusur lagi. Tidak bisa. Itu sikap yang menurut saya keliru, sikap yang tidak berpihak, tidak pro terhadap rakyat,” ujar Leo kepada ketongntt.com

Leo menilai, pemerintah membuat kebijakan yang ambigu. Pada satu sisi, Pemprov membantu masyarakat Besipae dengan membangun rumah, namun di sisi lain Pemprov menegaskan haknya terkait pemilikan aset.

“Sikap ambivalen itu yang sebenarnya disayangkan. Harusnya tegas sejak awal dan juga bisa mengakomodir rekomendasi Komnas HAM tahun 2020 itu,” tandas Leo.

Penulis (*/Daud Nubatonis)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mensesneg Pratikno: Pemerintah Tak Ada Niat Ubah UU Pilkada dan UU Pemilu

    Mensesneg Pratikno: Pemerintah Tak Ada Niat Ubah UU Pilkada dan UU Pemilu

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menegaskan sikap pemerintah yang tidak menghendaki adanya revisi terhadap dua undang-undang, yakni Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang […]

  • Majelis GMIT Ebenhaezer Oeba Teken Kontrak dengan BPJS Kesehatan

    Majelis GMIT Ebenhaezer Oeba Teken Kontrak dengan BPJS Kesehatan

    • calendar_month Rab, 2 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perdana di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Majelis Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Ebenhaezer Oeba memutuskan untuk teken Perjanjian Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Kupang untuk melindungi 100 jemaat melalui Program Diakonia. Peserta BPJS Kesehatan Mandiri secara kolektif sebanyak 100 orang jemaat dari Ebenhaezer Oeba melalui Program Diakonia merupakan […]

  • Surat Terbuka Kepada Joko Widodo Panglima Tertinggi TNI

    Surat Terbuka Kepada Joko Widodo Panglima Tertinggi TNI

    • calendar_month Ming, 16 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Dari Padri Hans Syalom Bapak Panglima Tertinggi TNI yang saya hormati; banggakan, dan kasihi dengan kasih Yesus Kristus. Mungkin ada beberapa surat terbuka yang telah dikirimkan kepada bapak selaku Presiden RI oleh beberapa anak bangsa yang sangat mencintai NKRI ini. Tetapi kali ini saya menulis surat terbuka ini bukan kepada Presiden, melainkan kepada bapak selaku […]

  • Lindungi Lokasi ‘Food Estate’ Belu, Pemda Helat Ritual ‘Ukun Badu’

    Lindungi Lokasi ‘Food Estate’ Belu, Pemda Helat Ritual ‘Ukun Badu’

    • calendar_month Rab, 25 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna menyukseskan dan melindungi lokasi food estate dari berbagai gangguan seperti gangguan hama, ternak, dan lainnya, maka pemerintah daerah bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat melakukan ritual adat ukun badu ‘pembatasan/pelarangan’ di Dusun Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada […]

  • Sosialisasi Empat Pilar di Jemaat Calvari Oebelo, Anita Gah: Ini Bukan Kampanye

    Sosialisasi Empat Pilar di Jemaat Calvari Oebelo, Anita Gah: Ini Bukan Kampanye

    • calendar_month Jum, 15 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang, Garda Indonesia | Anggota DPR RI dari politisi Partai Demokrat, Komisi X bidang pendidikan, Anita Jacoba Gah,SE., konsisten dalam melaksanakan tugasnya sebagai wakil rakyat dan sebagai wujud nyata pelaksanaan tugas MPR RI dalam hal menanamkan program Kerja MPR RI; mengisi masa resesnya di awal tahun 2019 dengan mengadakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Berlangsung pada […]

  • Bank NTT Bakal Kelola KUR Rp1 Triliun

    Bank NTT Bakal Kelola KUR Rp1 Triliun

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Ditekankan Laka Lena, dirinya dan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma fokus pada program one product one village (OPOV) membuka peluang pasar hingga permodalan dari sektor jasa keuangan.   Kupang | Gubernur NTT, Melki Laka Lena dalam sesi penutupan Program Bangun Karya pada Rabu sore, 4 Juni 2025, mendorong semua kabupaten/kota untuk memiliki produk unggulan yang […]

expand_less