Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Taat Pesan Kapolres Belu, Kapolsek Raimanuk Semangat Melayani

Taat Pesan Kapolres Belu, Kapolsek Raimanuk Semangat Melayani

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 30 Nov 2022
  • visibility 44
  • comment 0 komentar

Loading

Belu, Garda Indonesia | Luas wilayah hukum Polsek Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bukan halangan dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat. Hal ini merupakan wujud ketaatan Kapolsek Raimanuk, IPDA Ilmudin bersama jajarannya terhadap pesan Kapolres Belu, AKBP Yosep Krisbiyanto.

“Semua anggota polsek tinggal di Atambua. Akses jalan, ketersediaan air bersih dan jaringan kadang menjadi kendala, tapi Kapolres (Belu) pesan untuk laksanakan tugas secara baik,” kata IPDA Ilmudin dalam giat coffee morning bersama para wartawan di Kantor Polsek Raimanuk pada Selasa pagi, 29 November 2022.

Ilmudin pun menceritakan berbagai macam kondisi dan pengalaman yang dihadapinya selama dua tahun menjabat sebagai Kapolsek Raimanuk. Bahwa, kasus yang paling banyak adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurutnya, KDRT ini sering terjadi akibat tidak terpenuhinya kebutuhan ekonomi keluarga. Selain itu, Raimanuk yang dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil minuman keras (penyulingan Sopi) memudahkan sebagian besar warga untuk mengonsumsi miras yang akhirnya menyebabkan kesalahpahaman dalam rumah tangga.

“Raimanuk penghasil Sopi. Karena itu, saya bersama anggota selalu mengimbau agar penyulingan Sopi di wilayah ini dikontrol secara baik terutama soal konsumsi sehingga tidak sampai berlebihan yang dapat menimbulkan kekacauan. Padahal, menurut pengakuan warga di sini, dari hasil penyulingan Sopi ini banyak keluarga yang telah sukses menyekolahkan anak. Saya tidak mau dengan produksi miras, lalu kriminalitas menjadi tinggi,” tekan Ilmudin.

Terkait kondisi kantor Polsek Raimanuk, kata Udin, sapaan akrab IPDA Ilmudin bahwa ia melakukan pembenahan bertahap, termasuk salah satunya pemasangan bola lampu di sejumlah titik. “Saya benahi banyak hal tetapi belum sempurna. Bukannya saya mau salahkan kapolsek-kapolsek sebelumnya, tapi waktu itu serba kekurangan, lampu saja tidak ada,” urai Udin.

Hal lain, disebutkan Udin tentang letak kantor Polsek Raimanuk sebelumnya di Rareno (wilayah pegunungan Raimanuk) yang tidak digunakan lagi. Kantor itu, kini ditempati dan dijaga oleh salah seorang anggota Polsek Raimanuk.  Bahwa, ia lebih memikirkan tentang kemudahan melayani masyarakat seutuhnya, sehingga kantor yang saat ini digunakan saat ini, letaknya berada di tengah-tengah wilayah Raimanuk. “Saya bayangkan, kalau kita pakai lagi kantor di atas, maka masyarakat akan lebih memilih ke Polsek Tasifero Barat. Mantan Kapolres Belu, Khairul Saleh pernah meminta kalau bisa kembali ke kantor polsek atas, tapi yang saya pikirkan tentang betapa banyaknya kendala seperti medan yang sulit, jaringan telkomsel dan internet terbatas dan kesulitan air bersih,” ulas Udin.

“Saya sebagai kapolsek siap menerima koreksi. Saya tidak akan marah ketika saya dikoreksi. Saya berterima kasih kepada teman-teman pers yang telah bersedia datang. Dan, kita akan tetap berkomunikasi. Saya minta maaf kalau ada kurang kata,” tutup Udin.

Marsel Manek, wartawan online Nusrainside mewakili insan pers yang hadir saat itu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolsek Udin dan jajarannya yang telah menyiapkan kesempatan bersua melalui coffee morning.

“Saya dan teman-teman menyampaikan apresiasi sekaligus terima kasih kepada pak Kapolsek bersama anggota atas coffee morning hari ini. Ini, sebuah awal yang baik dalam membangun dan memupuk kemitraan di antara Polsek Raimanuk dan insan pers ke depan.  Apabila ada hal-hal yang perlu untuk media terlibat, tentu kami siap. Mari kita secara perlahan mulai untuk mengubah, dan sekali lagi kami siap mendukung,” tandas Manek.

Kanit Reskrim Polsek Raimanuk, Aipda Juma Fali menambahkan bahwa, dalam proses penegakkan hukum, ia lebih mengutamakan aspek humanis. “Saya tidak mau buruh-buruh karena hukum itu akan menaruh kebencian di antara mereka, bukan saya. Kami mengedepankan perintah Kapolres, restorasi justice (RJ). Kalau ada kasus yang masih bisa diupayakan untuk berdamai, maka harus diusahakan damai. Hukum itu perlu ditinjau untuk menjaga kestabilan hubungan kekeluargaan. Berdamai itu bertujuan agar kasus tertentu tidak harus tiba ke pengadilan,” jelas Juma Fali.

Juma Fali menyebutkan, kendala yang sering ditemui di lapangan, salah satunya bahwa masyarakat kurang menghargai betapa pentingnya peran dari perangkat desa setempat. Jika ada masalah-masalah kecil yang masih bisa ditangani oleh pemerintah desa, maka tidak harus dilaporkan ke polisi. Misalnya, kalau ada masalah terkait sengketa lahan dalam keluarga, sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan.  “Di sini, kadang masyarakat kurang memahami tentang hukum sebagai alternatif terakhir. Kalau memang sudah tidak bisa diurus secara keluarga, baru melangkah ke polisi,” terang Juma. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepadatan Penduduk Kecamatan Kota Lama Tertinggi di Kota Kupang

    Kepadatan Penduduk Kecamatan Kota Lama Tertinggi di Kota Kupang

    • calendar_month Rab, 11 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Kota Kupang sebagai Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi pusat berbagai aktivitas serta menjadi miniatur bagi NTT. Kota Kupang sebagai pusat pertemuan banyak orang dari daerah-daerah di NTT untuk bekerja maupun menuntut ilmu, menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah penduduk. Kepadatan penduduk terbesar berdasarkan data BPS tahun 2017 […]

  • Kunjungi Posko Nasi Gratis Pemuda GMIT, Wali Kota Jefri Bantu Masker & Uang Tunai

    Kunjungi Posko Nasi Gratis Pemuda GMIT, Wali Kota Jefri Bantu Masker & Uang Tunai

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. mengunjungi Posko Nasi Gratis yang didirikan Pemuda Sinode GMIT di halaman Gereja Anugerah Jalan El Tari, sekaligus menyerahkan bantuan berupa masker dan sejumlah uang untuk mendukung posko nasi gratis Pemuda GMIT tersebut, pada Selasa, 12 Mei 2020. Wali Kota didampingi […]

  • Menkumham Cup 2022, Asah Konsentrasi dan Fokus Capai Tujuan

    Menkumham Cup 2022, Asah Konsentrasi dan Fokus Capai Tujuan

    • calendar_month Sab, 6 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Depok, Garda Indonesia | Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumam) menghelat Turnamen Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Cup 2022 dalam rangka Hari Lahir Kemenkumham, Hari Dharma Karya Dhika ke-77. Menkumham Cup 2022 bertujuan meningkatkan kemampuan konsentrasi dan fokus para pejabat/pegawai di lingkungan Kemenkumham. Menkumham Yasonna H. Laoly dalam sambutannya mengatakan, banyak manfaat […]

  • Karyawan Hingga Pejabat Bank NTT Tebar Kasih di Hari Valentine 2023

    Karyawan Hingga Pejabat Bank NTT Tebar Kasih di Hari Valentine 2023

    • calendar_month Sel, 14 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pada momentum hari kasih sayang atau Valentine Day 2023, Bank NTT kembali melakukan fungsi sosial, dengan menyatakan kepeduliannya terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi di sekitar. Jika di tahun 2022, pada momentum HUT ke-60 Bank NTT, dihelat peduli stunting, di mana seluruh karyawan Bank NTT aktif mengorbankan penghasilannya untuk berbagi dengan anak-anak […]

  • Penggalan Kisah Pilu Banjir Bandang di Adonara NTT–Cerita Natalia Andisty

    Penggalan Kisah Pilu Banjir Bandang di Adonara NTT–Cerita Natalia Andisty

    • calendar_month Ming, 9 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Loading

    Flores Timur-NTT, Garda Indonesia | Banjir Bandang di Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 4 April 2021, masih menyisihkan kisah pilu nan menyayat hati. Data dari Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT tahun 2021, menyampaikan data korban dan kerugian material per 8 April 2021 menyebutkan 71 orang […]

  • Gaya Iriana Joko Widodo Sosialisasi Pengurangan Sampah Plastik & Sanitasi

    Gaya Iriana Joko Widodo Sosialisasi Pengurangan Sampah Plastik & Sanitasi

    • calendar_month Sel, 25 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Banten, Garda Indonesia | Usai mencanangkan program peningkatan kesehatan dan kualitas lingkungan masyarakat, Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan sosialisasi lingkungan sehat dan sanitasi. Acara sosialisasi tersebut dihelat di Aula Grup-1 Kopassus, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten, pada Senin, 24 Februari 2020. Acara sosialisasi tersebut dihelat di Aula Grup-1 Kopassus, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, […]

expand_less