Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Cerita Genre Musik Tradisional & Post Rock dalam Jelajah Nada Timor

Cerita Genre Musik Tradisional & Post Rock dalam Jelajah Nada Timor

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 6 Des 2022
  • visibility 136
  • comment 0 komentar

Loading

Tarwis Lifani Haning atau dikenal dengan nama panggungnya, SHAGAH, segera meluncurkan mini album terbarunya. Mini album terbarunya masih dalam proses produksi ini mempertemukan genre musik tradisional dari 5 (lima) kota/kabupaten di Nusa Tenggara Timur dengan genre musik post rock yang merupakan ciri khas SHAGAH. Mini album ini akan menjadi produk akhir dari proyek Jelajah Nada Timor yang dikerjakan SHAGAH bersama tim produksi.

Ide awal untuk menciptakan sebuah karya musik yang mengawinkan musik tradisional dan post rock atau ambience bukan baru tahun ini muncul dalam kepala SHAGAH. Menurut penuturannya, dia sudah pernah melakukan eksperimen ini dalam beberapa track di album keduanya yang berjudul Deru Nelangsa yaitu Tanah dan Gelombang dan Futun Bikase Mese.

Dalam proses produksi album keduanya, ia berkesempatan beberapa kali mengunjungi Desa Oeteta di Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. Dalam kunjungan-kunjungannya tersebut, ia mendengar beberapa anak di sana menyanyikan lagu-lagu daerah, ia juga berkenalan dengan seorang ba’i (bahasa Melayu Kupang untuk orang tua laki-laki, red) yang bisa menyampaikan tuturan adat. Nyanyian dan tutur adat ini kemudian ia rekam dan kawinkan dengan musik ambient untuk menghasilkan dua track di album kedua.

Baginya tutur adat, syair, atau musik tradisional menarik untuk dieksplorasi lebih jauh karena masing-masing daerah memiliki alat musik dan gaya bernyanyi yang berbeda. Dalam riset Jelajah Nada Timor, misalnya, ia menemukan bahwa orang Helong memiliki tradisi kamusang atau tradisi bertutur, dengan sedikit bentuk nyanyian dengan bahasa Helong yang dituturkan saat menyambut bayi yang baru lahir.

Ide awal yang dikembangkan dalam produksi album kedua kini memiliki kesempatan untuk dieksplorasi secara lebih serius melalui proyek Jelajah Nada Timor. Dalam pengerjaan mini album kali ini, SHAGAH secara teknis lebih mumpuni dibanding ketika ia mengerjakan album keduanya. Dengan alat rekaman dan produksi yang lebih berkualitas, jika di album kedua SHAGAH lebih banyak bermain dengan ambience, mini album kali ini akan lebih banyak mengeksplorasi post rock untuk dikawinkan dengan musik tradisional.

Dalam melakukan riset, SHAGAH menceritakan bahwa ia menemukan berbagai hal menarik mengenai musik tradisional. Menurutnya, dalam musik terkandung kekayaan intelektual dari nenek moyang kita yang berharga. Ia menemukan bahwa di Helong ada sebuah alat musik bernama klingu pola (dibaca: kliung pola), semacam trompet yang terbuat dari daun lontar.

Dalam kepercayaan orang Helong, diyakini bahwa pada waktu malam roh tanaman pergi dan menjelajah ke berbagai tempat. Pada subuh jam 4, roh tanaman harus dipanggil pulang dengan menggunakan klingu pola. Kepercayaan ini menunjukkan bahwa bagi orang Helong musik bukan sekadar hiburan (seperti yang menjadi fungsi utama musik di era budaya populer), tapi merupakan sarana untuk terhubung dengan ciptaan lain dan menjadi bagian dari spiritualisasi mereka.

Di samping berbagai hal menarik yang ditemukan dalam riset Jelajah Nada Timor, ternyata proses produksi musik untuk mengawinkan genre musik tradisional dan post rock bukan tanpa tantangan. Instrumen musik seperti gitar yang digunakan oleh SHAGAH merupakan instrumen yang tercipta dan berkembang dalam kebudayaan yang jauh dari Timor. Perbedaan seperti standar dalam tuning dan tempo tentu menjadi hal mendasar yang membedakan alat musik tradisional dengan alat musik lainnya. Hal-hal seperti inilah yang menjadi tantangan ketika melakukan produksi musik. Apakah akan tetap mempertahankan tuning dari alat musik tradisional yang kemungkinan besar akan terdengar “fals” di telinga yang telah terbiasa dengan standar tuning pada umumnya atau kah mempertahankan ciri khas musik tradisional?

Post rock sebagai genre musik yang minimalis, tidak menggunakan banyak melodi progresif, memberikan kesempatan kepada musik tradisional dan juga syair atau tutur adat untuk menampakkan dirinya. Inilah yang kemudian membuat SHAGAH tertarik untuk mengawinkan kedua jenis genre musik ini.

Proyek Jelajah Nada Timor yang akan menghasilkan satu mini album ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi anak muda untuk menikmati musik tradisional atau kekayaan adat di Nusa Tenggara Timur dengan cara yang berbeda. Lewat musik, diharapkan timbul rasa ingin tahu yang semakin tinggi mengenai kekayaan budaya tradisional dan ada usaha-usaha yang lebih besar untuk mengarsipkan pengetahuan lokal menjadi kekayaan yang berharga untuk generasi masa sekarang.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istri Tanggung Hutang Almarhum Suami di Bank Christa Jaya, Ini Klarifikasi Direksi

    Istri Tanggung Hutang Almarhum Suami di Bank Christa Jaya, Ini Klarifikasi Direksi

    • calendar_month Sab, 18 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 323
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Debitur Bank Christa Jaya, Almarhum Welem Dethan merupakan salah satu nasabah terbaik dari ribuan nasabah dan selalu membayar cicilan kredit tepat waktu. Selain itu, membeli kendaraan pertama saat kerja proyek kecil hingga besar dan membeli banyak kendaraan di Bank Christa Jaya. Demikian diungkapkan Komisaris Utama Bank Christa Jaya, Christofel Liyanto; Direktur […]

  • “Gelap Jadi Terang”, Warga Karera Sumba Timur Bakal Nikmati Listrik

    “Gelap Jadi Terang”, Warga Karera Sumba Timur Bakal Nikmati Listrik

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Loading

    Selama ini, PLN tidak bisa melayani masyarakat di sana karena memang terkait izin wilayah usaha yang dipegang oleh PT Mikro Kisi sehingga jika sudah dialihkan wilayah usaha, maka PLN akan segera merealisasikan pembangunan jaringan listrik ke desa-desa tersebut.   Waingapu | Kebutuhan akan hadirnya listrik di suatu daerah secara kontinu itulah yang di harapkan oleh […]

  • Sembilan ASN Ikut Seleksi Terbuka Sekda Kota Kupang

    Sembilan ASN Ikut Seleksi Terbuka Sekda Kota Kupang

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang melaksanakan seleksi terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (PJPTP) Sekda Kota Kupang, dalam rangka memberikan kesempatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk turut berkompetisi serta untuk menghasilkan pejabat tinggi yang andal dan berkompeten. Peserta harus memiliki kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan dan kinerja yang baik […]

  • Tiga Strategi Bank NTT Dukung Pemerintah Menuju Bangkit dan Sejahtera

    Tiga Strategi Bank NTT Dukung Pemerintah Menuju Bangkit dan Sejahtera

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank NTT berfokus kepada hal-hal teknis bagaimana road map strategi menuju NTT Bangkit dan Sejahtera dapat dicapai. Mimpi NTT Sejahtera itu Politik sedangkan Bank NTT adalah eksekutor menuju NTT Bangkit dan Sejahtera melalui strategi bisnis yang tepat. Bank NTT mencoba menawarkan apa yang disebut dengan kebijakan Daerah NTT Bangkit dan Menuju […]

  • ‘Cashback Bank NTT Lewoleba’ Hadiah 3 Mobil bagi Nasabah Tabungan Flobamora

    ‘Cashback Bank NTT Lewoleba’ Hadiah 3 Mobil bagi Nasabah Tabungan Flobamora

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Lewoleba-Flores, Garda Indonesia | Bank NTT Lewoleba kembali memberikan apresiasi kepada 3 (tiga) penabung yang berhak membawa pulang mobil. Penyerahan hadiah Tabungan Flobamora Bank NTT Lewoleba, diserahkan langsung oleh Kepala Cabang Bank NTT Lewoleba, Ruben Ludji pada Jumat, 5 Juni 2020. Ketiga nasabah tersebut menabung selama jangka waktu dan nominal tertentu [Nilai hadiah disesuaikan dengan […]

  • Patroli Berkuda Amankan KTT G20 di Nusa Dua Bali

    Patroli Berkuda Amankan KTT G20 di Nusa Dua Bali

    • calendar_month Kam, 10 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Nusa Dua, Garda Indonesia | Polri melalui Direktorat Polisi Satwa Baharkam Polri menerjunkan personel berkuda dalam pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua Bali pada 15—16 November 2022. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pasukan berkuda ini akan di tempatkan dalam pengamanan ring 1 di kawasan Nusa Dua, Bali. Kawasan […]

expand_less