Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » We Called It As An Emotion

We Called It As An Emotion

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 2 Jan 2023
  • visibility 38
  • comment 0 komentar

Loading

Sewaktu berkunjung ke pameran karya seni, kita mendengarkan musik-musik instrumen (beberapa pameran karya seni memilih untuk tidak memutarkan musik dengan alasan tertentu), namun bila kita kaji, menghadirkan musik di pameran akan mempengaruhi suasana dan mood dari pengunjung untuk menikmati pameran, sama halnya ketika kita berkunjung ke sebuah toko buku, pusat perbelanjaan ataupun restoran.

Dahulu, dalam budaya atau adat istiadat masyarakat, musik digunakan sebagai sarana upacara adat yang menghubungkan mereka dengan ilahi, sarana ekspresi diri, kemudian berkembang menjadi bagian dari kesenian dan status mata pencarian.

Di masa sekarang, ketika teknologi berkembang dengan pesat, musik dapat diakses dengan mudah karena diminati sebagai hiburan. Masih ingatkah kita akan fenomena Spotify Wrapped yang sangat hype di bulan Desember tahun 2022 lalu? Orang-orang membagikan rangkuman musik yang telah didengar selama satu tahun di berbagai media sosial. Chart menandakan inventarisir lagu-lagu pilihan tahun itu. Namun, di lain sisi rangkuman ini juga sebagai simbolis wawasan menarik tentang kebiasaan kita dalam mendengarkan musik favorit hingga pilihan musik yang mungkin tidak disangka sebelumnya. Pilihan lagu-lagu ini mengindikasikan bahwa musik juga berperan dalam hal aktualisasi diri.

Kehadiran musik tak lagi hanya bagian eksklusif bagi segelintir orang yang mencari penghidupan darinya. Musik diklaim sebagai sesuatu yang inklusif bagi semua orang dan ‘berkontribusi aktif’ di segala lini.

Dari penjelasan di atas, dalam lingkup publik atau privat, kelompok atau personal, musik bukan saja sekadar vokal, ritme, melodi dan lainnya. Ada ‘benang merah’ yang ternyata dapat menjelaskan kenapa musik itu universal membentuk ekosistem yang besar, luas dan saling terhubung, merupakan kebutuhan dunia dan akan selalu abadi. Ini semua berangkat dari bagian yang paling dekat dan terkecil dalam setiap individu yaitu emosi.

Di kondisi tertentu, tak seimbang, bahkan buruk sekalipun, kita mendengarkan musik untuk membuat diri merasa lebih baik. Musik sebagai media ungkapan perasaan yang sedang dirasakan dan sebagai pijakan untuk mengubah hidup semakin lebih baik. Pilihan genre lagu kadang disesuaikan dengan emosi kita, seakan dapat menerjemahkan perasaan dan keterwakilan diri. Dengan demikian, emosi kita dapat terealisasi dengan baik.

Dalam pengaplikasian yang lebih luas lagi, musik digunakan sebagai alat terapi. Penggunaan terapi musik mulai banyak digunakan untuk mereka yang mengalami depresi, kecemasan hingga PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). Para terapis akan memutarkan dahulu sebuah lagu, kadang meminta klien yang memilih lagu sendiri. Hal ini memudahkan proses terapi karena musik dipercayai sebagai suatu kedekatan dengan emosi dan ingatan manusia serta dapat menjadi penghubung dengan alam bawah sadar yang kemungkinan adalah akar dari semua ingatan menakutkan dan mengancam bagi klien.

Selain itu, penggunaan terapi musik kepada mereka yang mengalami kejadian traumatis juga bisa membantu mengubah perasaan malu, sedih dan amarah  menjadi kekuatan. Kekuatan ini yang kemudian membantu mereka untuk sembuh.

Terlepas dari semua, musik memberikan perubahan bagi setiap internal pribadi, memberikan penyembuhan dan pengenalan akan diri sendiri. Musik adalah perwakilan emosi, kemudian diekspresikan dalam berbagai bentuk, genre, lalu berkembang menjadi pendukung dalam segala laku dan giat seperti iringan musik tarian, hiburan hingga ‘soundtrack’ yang kita dengar berbagai tempat; kafe, toko buku, pameran karya seni dan lain-lain, hingga media terapi.

Di Jelajah Nada Timor; perjalanan untuk merekam nada, alat musik, syair dari prosesi dan ritual adat ciri khas 5 kabupaten di Pulau Timor kemudian diselaraskan dengan musik ambient, instrumental ala post rock oleh Tarwis Lifani Haning atau yang dikenal dengan Shagah yang sudah berlangsung sejak Oktober tahun 2022 menghasilkan 1 mini album yang akan dirilis pada Januari 2023.

Musik-musik tersebut berasal dari personal dan lingkup masyarakat yang menjadikannya sebagai bagian terpenting dalam laku dan giat mereka. Musik menjadi media komunikasi spiritual, pengenal identitas diri, media relasi dengan sesama dan lingkungan serta yang paling dekat kita menyebutnya sebagai suatu emosi.

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komunitas ‘Salam Satu Aspal’ Putihkan Stadion Gelora Bung Karno

    Komunitas ‘Salam Satu Aspal’ Putihkan Stadion Gelora Bung Karno

    • calendar_month Sab, 13 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Komunitas Motor ‘Salam Satu Aspal’ dan Perkumpulan Ojek Daring Indonesia (PRODA) dipimpin oleh Politisi Partai Golkar yang juga Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bersama melakukan konvoi 10.000 motor ke Gelora Bung Karno (GBK) untuk menghadiri Kampanye Akbar Joko Widodo – KH Maruf Amin, Sabtu, 13 April 2019. Kampanye Akbar yang dikemas […]

  • ‘New Normal’ di Sumut, Kapolda : Jalankan Aktivitas Tapi dengan Protokol Kesehatan

    ‘New Normal’ di Sumut, Kapolda : Jalankan Aktivitas Tapi dengan Protokol Kesehatan

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Medan, Garda Indonesia | Penerapan New Normal di Provinsi Sumatra Utara (Sumut) masih menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Sebagai Wakil Ketua 2 Satgas Gugus Tugas Covid-19 Sumut, Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si. mengatakan untuk penerapannya tidak cukup hanya dilakukan pemerintah namun masyarakat juga ikut melaksanakannya. New Normal atau tatanan normal baru yaitu […]

  • ‘Meeting Kids Along The Street’ RC Kupang Central Berbagi Bahagia ke Anak-anak

    ‘Meeting Kids Along The Street’ RC Kupang Central Berbagi Bahagia ke Anak-anak

    • calendar_month Ming, 14 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Selama masa pandemik, banyak anak-anak terdampak secara signifikan oleh karena orang tuanya kehilangan pekerjaan ataupun hal lain yang mengganggu perekonomian keluarga maupun kebijakan sekolah online yang tidak bisa diikuti oleh sebagian anak-anak yang tinggal di kampung atau di pinggiran kota. Presiden Rotary Club Kupang Central, Ratna Pongkapadang menyampaikan bahwa kondisi tersebut […]

  • Megawati Minta Prabowo Singkirkan Buzzer Pemicu Perpecahan

    Megawati Minta Prabowo Singkirkan Buzzer Pemicu Perpecahan

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Megawati mengungkapkan bahwa ia sudah mengutus seseorang untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo, menyampaikan permintaan agar buzzer-buzzer tersebut disingkirkan.   Jakarta | Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri, menyampaikan permintaan tegas kepada Presiden Prabowo Subianto agar mengambil langkah konkret memberantas buzzer yang dinilainya menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat. Perlu diketahui, […]

  • RUPS Bank NTT: Modal Rp3 Triliun Terpenuhi, Bank Jatim Jadi Pemegang Saham

    RUPS Bank NTT: Modal Rp3 Triliun Terpenuhi, Bank Jatim Jadi Pemegang Saham

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Loading

    Gubernur Laka Lena juga menegaskan bahwa proses pengisian formasi lengkap direksi dan komisaris masih menunggu finalisasi dari OJK. Rencana tersebut mencakup penambahan tujuh kursi direksi dan lima komisaris baru.   Kupang | PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT mendapat suntikan modal Rp 100 miliar oleh Bank Jatim. Berbekal suntikan modal tersebut, […]

  • Komitmen Berantas Korupsi, Mantan Napi Korupsi Jadi Komisaris BUMN ?

    Komitmen Berantas Korupsi, Mantan Napi Korupsi Jadi Komisaris BUMN ?

    • calendar_month Ming, 8 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas To the point saja. Perihal siapa yang mesti “mengawal” total aset BUMN yang kabarnya telah mencapai Rp.8,400 triliun ini? Kita tahu bahwa operasional BUMN diawasi oleh Komisaris, maka soal pengangkatan Komisaris di BUMN pun dibikinlah aturan (pedomannya). Beginilah bunyinya: Persyaratan Anggota Dewan Komisaris, syarat materiilnya meliputi: 1) Integritas dan moral dalam […]

expand_less