Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » 107 Tahun Melayani, Urai Sejarah Gereja Protestan Polycarpus Atambua

107 Tahun Melayani, Urai Sejarah Gereja Protestan Polycarpus Atambua

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
  • visibility 148
  • comment 0 komentar

Loading

Atambua, Garda Indonesia | Jemaat GMIT Polycarpus Atambua merupakan satu jemaat Protestan tertua di Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia melayani sejak pemerintah Belanda memindahkan pusat administrasi sipil dan militer dari Atapupu. Jemaat GMIT Polycarpus berjumlah 4.277 jiwa yang menetap di hampir semua sudut kota Atambua.

Perjalanan pelayanan GMIT Polycarpus Atambua, telah mencapai usia 107 tahun berkiprah (berdiri sejak tahun 1916), usia yang tidak muda. Tentunya ada banyak karya pelayanan yang telah dihadirkan oleh para pendahulu gereja. Catatan-catatan penting dalam pelayanan para pendahulu, dapat memberi motivasi dan pembakar semangat bagi generasi masa kini untuk melayani lebih sungguh, dan menyatakan Shaloom Allah dalam pelayanan secara holistik di tanah Rai Belu.

Demikian diungkapkan Pdt. Dr. Ebenheazer Nuban Timo, M.A. dalam sesi seminar di Gereja Protestan Polycarpus Atambua pada Kamis, 25 Mei 2023 pukul 16.10 WITA—selesai.

Majelis Jemaat Polycarpus Atambua, imbuh Nuban Timo, merasa penting untuk mengumpulkan catatan-catatan sejarah, dari cerita-cerita tua-tua jemaat, dari dokumen-dokumen Gereja, menjadi sebuah narasi sejarah Jemaat Polycarpus Atambua, yang dapat dipertanggungjawabkan dan menjawab pertanyaan kapan sesungguhnya jemaat Polycarpus berdiri di Kota Atambua.

“Oleh karena itu, dalam Keputusan Persidangan Majelis Jemaat Polycarpus Atambua tahun 2021, diputuskan untuk dilaksanakan penulisan sejarah Gereja Polycarpus Atambua,” ujarnya Nuban Timo.

Adapun nama Polycarpus ini diberi oleh almarhum Uskup Mgr. Theodorus Sulama, SVD. Yang mana turut andil dalam karya pelayanan Gereja Polycarpus Atambua.

Dr. Drs.Yanuarius Seran, M.Hum. selaku dosen di STP. St. Petrus Keuskupan Atambua, juga bertugas dan berkarya di Paroki Sta. Theresia Kefamenanu, turut andil dalam seminar di Gereja Protestan Polycarpus Atambua. Ia hadir sebagai salah satu narasumber dan pemimpin gereja tua, memberikan pandangan sejarah berdirinya Gereja Protestan Polycarpus Atambua.

Romo Yanuarius Seran pun melontarkan pesan bahwa dengan berumurnya 107 tahun Gereja Polycarpus Atambua yang sedang dipersiapkan untuk dirayakan, mesti yakin bahwa hubungan generasi antar-umat beragama dengan saudara-saudara di GMIT Polycarpus Atambua semakin terbina, rukun, harmonis dan damai.

Hadir pula saat seminar yakni Welem Nunuhitu sebagai narasumber, para jemaat dan Pendeta GMIT Polycarpus Atambua, Mahasiswa STP. St. Petrus Keuskupan Atambua yakni: Barto Onrianus Siki, Angela Marisa Mau, Yustina Muti, Sr. Kornelia Sasi, Jeni Kabosu dan Ona Kobo.

Seminar diawali doa oleh Pdt. Mery Khatsia T. Lie Nitbani, S.Th. dan sapaan awal oleh Pdt. Agustaf P. Saek, S. Th. selaku Ketua Majelis GMIT Polycarpus Atambua kemudian membuka seminar. Ia juga mengucapkan terima kasih dan memberikan gambaran umum terkait proses penulisan perjalanan berdirinya gereja Polycarpus. Dipandu langsung Pdt. Melkias Takoy, S.H., seminar ini membeberkan masa lalu dari Gereja Polycarpus dan keberadaannya yang menjadi titik dalam menata masa depan.

Jemaat pun berterima kasih kepada Pdt. Dr. Ebenheazer Nuban Timo, M.A. bersama tim kerja Majelis Jemaat Polycarpus Atambua yang telah berupaya, mengumpulkan data, merangkai keping-kepingan cerita para tua-tua jemaat. Membuka kembali dokumen gereja Polycarpus Atambua dan merangkainya menjadi sebuah cerita sejarah, yang berguna bagi gereja dan penerus gereja dalam melanjutkan karya pelayanan di Kota Atambua.(*)

*/Penulis: Koka Masan

Editor: Roni Banase

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertamina Tegaskan Pertamax Bukan Oplosan

    Pertamina Tegaskan Pertamax Bukan Oplosan

    • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 2Komentar

    Loading

    Pertamina Patra Niaga melakukan prosedur dan pengawasan yang ketat dalam melaksanakan kegiatan quality control (QC). Distribusi BBM Pertamina juga diawasi oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).   Jakarta | Menanggapi isu yang berkembang di masyarakat dan beberapa media, Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) menegaskan tidak ada […]

  • Di Hadapan Ribuan Massa Sabu Raijua, Ini Janji TRP—HEGI Saat Deklarasi

    Di Hadapan Ribuan Massa Sabu Raijua, Ini Janji TRP—HEGI Saat Deklarasi

    • calendar_month Ming, 6 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Sabu Raijua-NTT, Garda Indonesia | Deklarasi Pasangan Bakal Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sabu Raijua, Takem Irianto Radja Pono dan Herman Hegi Radja Haba atau paket TRP-Hegi dihadiri ribuan massa dari seluruh pelosok Sabu dan Raijua yang dihelat pada Sabtu, 5 September 2020 di Teni Hawu, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa […]

  • Debat Publik Terakhir, SIAGA Omong Tolak Kampanye Hitam

    Debat Publik Terakhir, SIAGA Omong Tolak Kampanye Hitam

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Politik riang gembira yang diusung SIAGA adalah hal mutlak dilakukan oleh seluruh tim dari masing-masing paslon gubernur dan wakil gubernur NTT. Sehingga masyarakat bisa disuguhkan dengan berbagai program kerja yang ditawarkan masing-masing paslon.   Kupang | Calon gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi mengaku akan tetap fokus berkeliling menyapa dan mendengar permasalahan warga. […]

  • WASPADA! Bank NTT Imbau Jangan Klik Aplikasi Format APK di Ponsel

    WASPADA! Bank NTT Imbau Jangan Klik Aplikasi Format APK di Ponsel

    • calendar_month Sen, 10 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | APK atau Android Package Kit adalah format file yang digunakan untuk menghimpun berbagai elemen guna memasang aplikasi pada Android. Elemen APK yang dimaksud berisi kode dan aset program perangkat lunak. Secara sederhana, APK merupakan format yang mirip dengan format .rar atau .zip yang mengompresi, mengekstrak, atau mengarsip data tertentu jadi satu […]

  • Tunjangan Sertifikasi Dipangkas, Dua Guru Mengadu Ke DPRD Belu

    Tunjangan Sertifikasi Dipangkas, Dua Guru Mengadu Ke DPRD Belu

    • calendar_month Rab, 30 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Tunjangan sertifikasi guru triwulan IV dipangkas sebulan, dua orang guru di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), atas nama Yovita Klau (Kepala Sekolah SD Tanah Merah 1 Atambua) dan Fransiska Neolaka mengadu ke Kantor DPRD Belu, pada Senin, 28 Desember 2020. “Pemotongan ini dialami oleh 600 lebih guru di Belu. […]

  • Dokter Agus Taolin Sorot Alat Cuci Darah Tak Terpakai di RSUD Atambua

    Dokter Agus Taolin Sorot Alat Cuci Darah Tak Terpakai di RSUD Atambua

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Bakal Calon Bupati Belu dr. Agustinus Taolin menyoroti Alat Cuci Darah yang dimiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gabriel Manek Atambua. Menurutnya, alat cuci darah itu ada sekitar dua atau tiga unit, dengan harga per unit diperkirakannya Rp.400.000.000,- (empat ratus juta rupiah), tetapi tidak digunakan sama sekali. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/07/01/dokter-agus-taolin-pilih-pemimpin-yang-tahu-tentang-masalah-kesehatan/ […]

expand_less