Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » Asal Usul Kompas

Asal Usul Kompas

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 2 Jul 2023
  • visibility 138
  • comment 0 komentar

Loading

Kompas, yang dikenal sebagai Sinan pada zaman kuno, adalah salah satu dari 4 (empat) penemuan besar peradaban Tiongkok kuno. Komponen utamanya adalah jarum magnet yang dipasang pada sebuah poros.

Jarum magnetik dalam peran medan geomagnetik alami dapat dengan bebas berputar dan tetap berada di arah garis singgung dengan meridian magnetik, selain itu kutub selatan jarum magnetik menunjuk ke kutub selatan geografis (kutub utara medan magnet). Penggunaan kinerja ini dapat mengidentifikasi arah. Dalam masyarakat modern, terdapat banyak peran kompas.

4 tahap perkembangan kompas

  1. Sinan

Dua ribu tahun yang lalu (206 SM – 220 M), pengrajin terampil memoles dan memahat magnet menjadi bentuk sendok, meletakkannya di atas sasis halus seperti cermin yang terbuat dari perunggu, dan kemudian melemparkannya ke ukiran arah ketika sendok magnet ini berhenti berputar pada sasis.

Arah gagang sendok mengarah ke selatan, dan arah mulut sendok mengarah ke utara, ini merupakan alat penunjuk arah paling awal di dunia yang ditemukan oleh nenek moyang kita, yang disebut Sinan.

  1. Kompas kuno

Kemudian, orang-orang di zaman kuno membuat kompas kuno berdasarkan Sinan. Pada masa ini, kompas kuno sangat mirip dengan kompas yang digunakan sekarang, kompas ini memiliki jarum magnet untuk menunjukkan arah dan skala untuk menunjukkan arah. Umumnya orang meletakkan kompas di kapal, untuk memandu arah berlayar.

  1. Memandu ikan

Di tahun-tahun awal Dinasti Song Utara, karena kebutuhan militer dan navigasi serta perkembangan bahan dan teknologi, penggunaan magnet buatan dan jarum magnet serta metode magnetisasi buatan telah dibuat dalam kinerja dan pemandu ikan yang lebih maju daripada Sinan.

  1. Kompas

Segera setelah penemuan pemandu ikan, muncul kompas yang lebih signifikan, lebih simpel, lebih mudah digunakan, dan lebih banyak digunakan. Kompas menggunakan magnet alami untuk memutar jarum besi, dan jarum besi yang diputar dapat menunjuk ke arah selatan.

Wajib diingat bahwa kompas tidak memandu dengan sempurna, tetapi arahnya sedikit condong ke arah timur. Inilah yang disebut fenomena deklinasi magnetik.

Cara menggunakan kompas

  1. Keluarkan kompas.
  1. Kemudian buatlah jarum magnet di dalam kompas dan bagian bawah garis lurus saling tumpang tindih.
  1. Secara umum, kompas dengan kualitas yang lebih baik memiliki dua warna, dan warna jarum magnet sama dengan warna garis lurus di bagian bawah, yaitu utara.

Misalnya, jika warna jarum magnet setengah merah dan setengah hitam, serta garis lurus di bagian bawah berwarna merah, susunlah jarum magnet pada garis lurus tersebut, karena bagian bawahnya berwarna merah, dan bagian merah pada jarum magnet menunjuk ke utara.

Kompas dapat diterapkan pada geodesi, dalam masyarakat modern, kompas tidak hanya digunakan untuk navigasi tetapi juga banyak digunakan dalam pemetaan tanah, pengukuran luas, dan aspek pekerjaan lainnya, penggunaan kompas bisa untuk membuat peta dan medan yang sebenarnya dengan orientasi yang sama.

Kompas dapat digunakan untuk mengukur ketinggian. Mengukur ketinggian memerlukan instrumen elektronik profesional, tetapi kompas pada ponsel biasa, juga dapat mengukur ketinggian. Cukup aktifkan kompas internal ponsel dan kompas akan menampilkan ketinggian lokal dan data lainnya.

Kompas juga bisa digunakan untuk mengukur garis lintang dan garis bujur. Beberapa kompas elektronik, selain menampilkan data arah, juga dapat secara langsung menampilkan garis lintang dan garis bujur setempat.

Tetapi di kompas tradisional tidak dapat secara langsung melihat garis lintang dan bujur, pengguna perlu menentukan kompas sesuai dengan arah lalu kemudian menghitung garis lintang dan bujur.(*)

Sumber (*/picinstyle.com)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Habib Rizieq Pulang Ke Indonesia, Menko Polhukam : Haknya Harus Dilindungi

    Habib Rizieq Pulang Ke Indonesia, Menko Polhukam : Haknya Harus Dilindungi

    • calendar_month Sen, 9 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan bahwa Habib Rizieq Shihab mempunya hak hukum dan kewajiban hukum yang sama seperti warga negara lainnya, sehingga kepulangan Habib Rizieq adalah hak yang harus dilindungi. “Karena dulu juga waktu pergi, kita berikan haknya untuk pergi bukan karena kita minta untuk pergi. Sekarang mau pulang kita berikan […]

  • Plh. Sekda Manggarai Tegakkan Disiplin ASN Lewat Aturan Baru

    Plh. Sekda Manggarai Tegakkan Disiplin ASN Lewat Aturan Baru

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Loading

    “Etika, kedisiplinan, dan transparansi merupakan fondasi utama yang wajib dimiliki oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai”. Plh. Sekda Kabupaten, Lambertus Paput, S.Sos.   Ruteng | Pemerintah Kabupaten Manggarai terus berupaya memperkuat budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), agar lebih disiplin dan berintegritas melalui jurnal harian dan buku pamit. Hal ini […]

  • Kasus Sambo, Prof. Firman Wijaya: Public Distrusting Jadi Disrispecting

    Kasus Sambo, Prof. Firman Wijaya: Public Distrusting Jadi Disrispecting

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Hingga sekarang, kasus pembunuhan berencana di Duren Tiga yang melibatkan (eks Irjen Polisi) Ferdy Sambo selaku otak di balik pembunuhan terhadap almarhum Brigadir Novriansyah Yoshua Hutabarat masih menuai sorotan. Terkait hal ini, Ketua Umum Peradin 1964, Prof. Firman Wijaya menuturkan bahwa kasus pembunuhan berencana ini kian pelik tatkala persoalan meletakkan keadilan […]

  • Pj Bupati Lembata Dampingi Juri Festival Desa Binaan Bank NTT

    Pj Bupati Lembata Dampingi Juri Festival Desa Binaan Bank NTT

    • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Lewoleba, Garda Indonesia | Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Djawa, pada Rabu, 3 Agustus 2022, ikut hadir bersama juri Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD 2022, Ni Dewa Agung Ayu Sria Liana Dewi meninjau Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata. Desa Bour adalah salah satu dari empat desa di Lembata yang mengikuti event paling […]

  • Enam Dubes Negara Sahabat Ingin Kerja Sama Majukan Indonesia

    Enam Dubes Negara Sahabat Ingin Kerja Sama Majukan Indonesia

    • calendar_month Rab, 2 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Enam duta besar (dubes) luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) dari negara-negara sahabat menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 2 Maret 2022. Para dubes pun menyampaikan keinginan dan rencana mereka untuk meningkatkan lebih jauh hubungan bilateral antara negaranya dengan Indonesia. Duta Besar LBBP Kerajaan […]

  • Datang Jam 5 Pagi RSUD W Z Johannes? Pakai Saja Antrean Online

    Datang Jam 5 Pagi RSUD W Z Johannes? Pakai Saja Antrean Online

    • calendar_month Ming, 4 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Ombudsman RI Perwakilan NTT menerima keluhan pasien RSUD W Z Johannes Kupang perihal pendaftaran pasien di loket pendaftaran pada Rabu, 31 Agustus 2024. Pasien tersebut protes karena sudah hadir di loket pendaftaran pada pukul 05:00 Wita tapi tidak ada petugas di loket. Terhadap keluhan pasien tersebut, Ombudsman RI Perwakilan NTT telah berkoordinasi ke […]

expand_less