Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Gelas Kosong Aku dan Kamu

Gelas Kosong Aku dan Kamu

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 15 Jul 2023
  • visibility 157
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Roni Banase

Terkadang keakuan sering menyentil kita, namun sepatutnya kita masih tetap mempertahankannya? Atau kah menepis sejenak kondisi keakuan dengan memberikan ruang kosong dalam diri untuk diintervensi, dikoreksi hingga dijejali beragam informasi konstruktif?

Lalu, sanggupkah kita menjadi gelas kosong yang siap diisi air? Saya sementara menekuni, Anda? Yuk, bersama menekuni dan menelusuri.

Filosofi mengosongkan gelas diasumsikan sebagai orang yang haus ilmu dan siap untuk belajar dengan kerendahan hati. Ia terbuka, tidak sombong, tidak egois, tidak sok pintar, tidak sok tahu, dan tidak merasa lebih dari yang lainnya.

Sementara “gelas terisi penuh, separuh atau tertutup” diinterpretasi sebagai orang yang memegang ego dan kesombongan atas kemampuan dan kepintaran sendiri di atas dari orang lain. Orang yang seperti ini, tak akan siap menampung pelajaran atau keterampilan baru. Malah cenderung menjadi “tong kosong” yang nyaring bunyinya.

Mengosongkan gelas memberi hikmah pembelajaran kepada kita. Bahwa ketika menuntut ilmu, maka kosongkan dulu pikiran Anda, dan tempatkan diri Anda sebagai orang yang siap belajar. Karena hanya dengan menjadi gelas kosong maka pengetahuan, informasi baru atau keterampilan baru akan mudah kita serap.

Berbeda jika kita memosisikan diri sebagai gelas yang selalu ‘terisi penuh’. Tentu kita tidak bisa mengisinya lagi. Sebab jika diisi, pasti akan tumpah. Begitu juga jika gelasnya hanya terisi separuh, maka air yang bisa kita isi pun hanya separuh. Kadang sikap sombong, egois dan kaku seseorang muncul di saat ingin mendapat “pengakuan sebagai orang pintar” dari orang lain.

Kondisi tersebut membuatnya selalu mau “menutup gelasnya” dengan sangat erat sebagai upaya untuk menolak melihat kebenaran yang dibawa oleh pembawa ilmu. Di sinilah pentingnya kita belajar bagaimana menjadi orang yang rendah hati, dengan memosisikan diri sebagai pembelajar sejati.

Layaknya perspektif Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Elis Setiati, S.Pd., M. Hum. (tengah) saat menjadi pemateri dalam kegiatan “Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia” pada Selasa, 11 April 2023.

Wanita energik dan kritis bersuku Dayak ini menimpali celoteh saya tentang siap menjadi gelas kosong. Menurut pencipta lagu Mars Badan Bahasa ini, kreativitas kita bakal berbeda hingga melahirkan karya yang hidup jika kita menjadi gelas kosong.

Berfokus pada karya menulis, beber Elis, ada arsitektur yang dibicarakan hingga terurai filosofi yang terbersit di dalam tulisan. Penulis pun dapat mengabadikan situasi yang berbeda dengan menyajikan karya yang hidup.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raimundus Nggajo Jadi Pj. Bupati Nagekeo, Ini 6 Atensi Presiden

    Raimundus Nggajo Jadi Pj. Bupati Nagekeo, Ini 6 Atensi Presiden

    • calendar_month Ming, 24 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G.L. Kalake, SH., MDC atas nama Presiden RI, Joko Widodo resmi melantik Raimundus Raymond Nggajo, ST., M.Si sebagai Penjabat Bupati Nagekeo. Pelantikan ini berlangsung di aula El Tari Kupang pada Sabtu, 23 Desember 2023. Adapun pelantikan Raimundus Nggajo sebagai Penjabat Bupati Nagekeo digelar berdasarkan Surat Keputusan Menteri […]

  • Presiden Jokowi: 2045, Indonesia Diprediksi Masuk Empat Besar Ekonomi Dunia

    Presiden Jokowi: 2045, Indonesia Diprediksi Masuk Empat Besar Ekonomi Dunia

    • calendar_month Kam, 9 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pada tahun 2045, Indonesia diperkirakan telah bertransformasi menjadi kekuatan besar ekonomi dunia. Namun tidaklah mudah mewujudkan hal tersebut karena memerlukan kesiapan sejak dini. “Kita memiliki peluang besar untuk menjadi negara ekonomi terkuat. Bisa masuk lima atau empat besar ekonomi terkuat dunia di 2045. Tetapi untuk masuk ke sana juga tidak mudah. […]

  • Pungut Uang Saat Pandemi, Kepala Sekolah SMAN 1 Kimbana Dikritik di Facebook

    Pungut Uang Saat Pandemi, Kepala Sekolah SMAN 1 Kimbana Dikritik di Facebook

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Salah satu pemilik akun facebook atas nama Bobi mengkritik Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kimbana, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yeremias Nana di grup facebook ‘Kotak Suara’ pada Selasa, 29 September 2020 pagi. Akun Bobi mengkritisi kebijakan sekolah memungut uang dari orang tua siswa […]

  • Kasum TNI Buka Rakor Bidang Operasi 2020, Upaya Capai Tugas Pokok TNI

    Kasum TNI Buka Rakor Bidang Operasi 2020, Upaya Capai Tugas Pokok TNI

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Operasi TNI tahun 2020 bertempat di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis, 13 Februari 2020. Mengusung tema “Melalui Rapat Koordinasi Bidang Operasi TNI, Kita Tingkatkan Interoperability Antar Satuan Dalam Menyukseskan Pilkada […]

  • “Ferdy Sambo Tak Pernah Ada di Lapas” IMO-Indonesia Angkat Suara

    “Ferdy Sambo Tak Pernah Ada di Lapas” IMO-Indonesia Angkat Suara

    • calendar_month Sab, 6 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Keberadaan narapidana Ferdy Sambo belakangan ini dipersoalkan publik usai pengacara bernama Alvin Lim membuat pernyataan kontroversial mengenai keberadaan Ferdy Sambo di Lapas Salemba. Hal itu disampaikan Alvin di salah satu acara Podcast milik Richard Lee. Ia menyebut Ferdy Sambo tidak pernah ada di Lapas. Saat ini, sontak pernyataan Alvin menimbulkan beragam […]

  • Juni 2020, Indonesia Bekerja Secara Bertahap di 158 Wilayah

    Juni 2020, Indonesia Bekerja Secara Bertahap di 158 Wilayah

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Riset LSI Denny JA 5 Juni 2020, Indonesia bisa kembali bekerja secara bertahap di 158 wilayah (provinsi, kota, kabupaten) dari Aceh hingga Papua. Sebagian wilayah tersebut telah siap untuk masuk era “new normal”. Warga kembali bekerja dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Sektor bisnis berskala besar maupun bisnis kecil menengah dapat kembali beroperasi dengan […]

expand_less