Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Gelas Kosong Aku dan Kamu

Gelas Kosong Aku dan Kamu

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 15 Jul 2023
  • visibility 92
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Roni Banase

Terkadang keakuan sering menyentil kita, namun sepatutnya kita masih tetap mempertahankannya? Atau kah menepis sejenak kondisi keakuan dengan memberikan ruang kosong dalam diri untuk diintervensi, dikoreksi hingga dijejali beragam informasi konstruktif?

Lalu, sanggupkah kita menjadi gelas kosong yang siap diisi air? Saya sementara menekuni, Anda? Yuk, bersama menekuni dan menelusuri.

Filosofi mengosongkan gelas diasumsikan sebagai orang yang haus ilmu dan siap untuk belajar dengan kerendahan hati. Ia terbuka, tidak sombong, tidak egois, tidak sok pintar, tidak sok tahu, dan tidak merasa lebih dari yang lainnya.

Sementara “gelas terisi penuh, separuh atau tertutup” diinterpretasi sebagai orang yang memegang ego dan kesombongan atas kemampuan dan kepintaran sendiri di atas dari orang lain. Orang yang seperti ini, tak akan siap menampung pelajaran atau keterampilan baru. Malah cenderung menjadi “tong kosong” yang nyaring bunyinya.

Mengosongkan gelas memberi hikmah pembelajaran kepada kita. Bahwa ketika menuntut ilmu, maka kosongkan dulu pikiran Anda, dan tempatkan diri Anda sebagai orang yang siap belajar. Karena hanya dengan menjadi gelas kosong maka pengetahuan, informasi baru atau keterampilan baru akan mudah kita serap.

Berbeda jika kita memosisikan diri sebagai gelas yang selalu ‘terisi penuh’. Tentu kita tidak bisa mengisinya lagi. Sebab jika diisi, pasti akan tumpah. Begitu juga jika gelasnya hanya terisi separuh, maka air yang bisa kita isi pun hanya separuh. Kadang sikap sombong, egois dan kaku seseorang muncul di saat ingin mendapat “pengakuan sebagai orang pintar” dari orang lain.

Kondisi tersebut membuatnya selalu mau “menutup gelasnya” dengan sangat erat sebagai upaya untuk menolak melihat kebenaran yang dibawa oleh pembawa ilmu. Di sinilah pentingnya kita belajar bagaimana menjadi orang yang rendah hati, dengan memosisikan diri sebagai pembelajar sejati.

Layaknya perspektif Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Elis Setiati, S.Pd., M. Hum. (tengah) saat menjadi pemateri dalam kegiatan “Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia” pada Selasa, 11 April 2023.

Wanita energik dan kritis bersuku Dayak ini menimpali celoteh saya tentang siap menjadi gelas kosong. Menurut pencipta lagu Mars Badan Bahasa ini, kreativitas kita bakal berbeda hingga melahirkan karya yang hidup jika kita menjadi gelas kosong.

Berfokus pada karya menulis, beber Elis, ada arsitektur yang dibicarakan hingga terurai filosofi yang terbersit di dalam tulisan. Penulis pun dapat mengabadikan situasi yang berbeda dengan menyajikan karya yang hidup.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peran Ibu Sebagai “Manajer Keluarga” dalam Pencegahan Covid-19

    Peran Ibu Sebagai “Manajer Keluarga” dalam Pencegahan Covid-19

    • calendar_month Sen, 28 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Perempuan khususnya seorang ibu, memiliki peran penting untuk terlibat menjaga agar keluarga tidak terpapar Covid-19. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan peran aktif perempuan terutama ibu dalam konteks keluarga dan rumah tangga, merupakan kunci pertahanan kesehatan keluarga dari paparan Covid-19. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/09/25/keluarga-makin-terdampak-covid-19-ini-arahan-presiden-kepada-menteri-pppa/ “Kalau kita bicara […]

  • Skema P3K Solusi Terbaik Tenaga Honorer Kategori II

    Skema P3K Solusi Terbaik Tenaga Honorer Kategori II

    • calendar_month Sel, 19 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | DPR RI sangat fokus memperhatikan Tenaga Honorer Kategori II (THK-II), baik yang berasal dari kalangan guru, tenaga kesehatan, maupun penyuluh pertanian. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo saat menerima perwakilan guru honorer se-Bali, NTT, dan NTB, di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Senin/18 Maret 2019. Desember 2018 […]

  • Naik, Penjualan Listrik Sosial dan Bisnis di NTT pada Triwulan I 2022

    Naik, Penjualan Listrik Sosial dan Bisnis di NTT pada Triwulan I 2022

    • calendar_month Sen, 18 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko mengatakan, PLN akan terus memberikan layanan listrik untuk mendukung kegiatan masyarakat. “Aktivitas masyarakat kembali pulih sehingga mendorong konsumsi listrik, terutama sosial dan bisnis bangkit dan konsumsi listrik meningkat,”  ujarnya pada Kamis, 14 April 2022. Menurut Jatmiko, konsumsi listrik di sektor sosial dan […]

  • KEMBALI NORMAL! Jam Masuk Sekolah Pukul 5 Subuh ke Pukul 7

    KEMBALI NORMAL! Jam Masuk Sekolah Pukul 5 Subuh ke Pukul 7

    • calendar_month Kam, 21 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kebijakan kontroversi jam masuk sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya dikembalikan seperti sedia kala. Penerapan jam sekolah pada pukul 05.00 WITA diberlakukan pada masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018—2023. Penerapan jam masuk sekolah pada pukul 5 subuh kemudian digeser pada pukul 05.30 WITA tersebut, menurut Gubernur […]

  • Unwira Kupang Helat Pekan Ilmiah & Seni Mahasiswa Sedaratan Timor

    Unwira Kupang Helat Pekan Ilmiah & Seni Mahasiswa Sedaratan Timor

    • calendar_month Jum, 4 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menghelat Pekan Ilmiah dan Seni Mahasiswa (PISMA) 4, yang resmi dibuka pada Kamis, 3 Oktober 2019 bertempat di Aula Informatika Unwira Kupang. Kegiatan yang mengangkat tema ‘Urgensitas Eksistensi Mahasiswa Milenial Dalam Menjaga Keutuhan Kebinekaan’, dibuka oleh Rektor Unwira, Pater Dr. Philipus Tule, SVD. Kegiatan PISMA […]

  • Presiden Jokowi Kunjung & Sapa Pengungsi Korban Gempa Cianjur

    Presiden Jokowi Kunjung & Sapa Pengungsi Korban Gempa Cianjur

    • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Cianjur, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi, di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Selasa, 22 November 2022. Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengunjungi tenda pengungsian di Taman Prawatasari yang menjadi tempat tinggal sementara para warga yang terdampak gempa bumi. Di setiap tenda yang dikunjungi, Presiden menyapa para pengungsi, mulai […]

expand_less