Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » Menelisik Makna Tradisi Hengedo, Cium Hidung ala Sabu

Menelisik Makna Tradisi Hengedo, Cium Hidung ala Sabu

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 16 Jul 2023
  • visibility 230
  • comment 0 komentar

Loading

Tradisi Hengedo (baca Henge’do) yakni tradisi cium hidung biasa dilakukan oleh suku Sabu di Provinsi NTT. Tradisi ini merupakan sebuah salam khas dari masyarakat Nusa Tenggara Timur, yang berasal dari Kabupaten Sabu Raijua. Cara melakukannya, seseorang cukup menyentuhkan hidungnya ke orang lain pada saat bertemu.

Henge’do adalah tradisi yang dilakukan tanpa memandang latar belakang apa pun, seperti jenis kelamin, status, strata sosial bahkan hingga usia. Tradisi ini dilakukan sebagai ikatan persaudaraan bagi sesama. Ini juga merupakan tanda penghormatan kepada orang yang lebih tua. Henge’do juga tidak terbatas pada waktu dan tempat tertentu. Tradisi ini bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun.

Bahkan Presiden Jokowi pun turut mempraktikkan cium hidung ala Sabu atau Henge’do pada kunjungan kerjanya ke Sumba Barat Daya, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur dalam rangka menutup Parade 1001 Kuda Sandelwood dan membuka Festival Tenun Ikat tahun 2017.

Tradisi Henge’do sekilas mirip tradisi suku Maori di Selandia Baru dan masyarakat Oman. Bedanya, jika suku Maori menggesekkan hidung satu sama lain, sedangkan suku Sabu melakukan dengan menempelkan hidung mereka. Selain sebagai tanda persaudaraan, cium hidung juga menandakan rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Kontak mata langsung saat cium hidung digambarkan sebagai kejujuran satu sama lain.

Filosofi Cium Hidung ala Sabu atau Henge’do

Tradisi ini secara teknis dilakukan dengan meniru semut merah. Masyarakat memaknai tradisi ini sebagai sebuah lambang persaudaraan serta kekeluargaan antara satu dengan yang lainnya, sekali pun baru pertama kali bertemu.

Saat melakukan cium hidung, mulut harus dalam keadaan tertutup, mata harus saling memandang, dan tangan harus saling memegang bahu orang yang dicium. Sebagai bentuk rasa hormat, maka yang lebih muda harus terlebih dahulu mencium yang lebih tua.

Adapun arti filosofis dari tradisi ini sebagai berikut:

  • Hidung melambangkan arti kehidupan yang penuh rasa kekeluargaan;
  • Mata melambangkan kejujuran dan ketulusan;
  • Tangan yang memegang bahu melambangkan bukti relasi yang harmonis.(*)

Sumber (+RB/Wikipedia)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merenungkan Kematian

    Merenungkan Kematian

    • calendar_month Ming, 12 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Novilus Uropmabin, Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur Abepura, Jayapura, Papua Ziarah hidup manusia tidak lengkap jika tidak menyentuh topik yang sering dihindari oleh kebanyakan orang yaitu kematian. Hal ini sangat sensitif dan kontras dengan kehidupan manusia sehingga tidak ambil pusing untuk memikirkan atau merenungkannya, tetapi toh tidak mengubah keniscayaan kematian. Merenungkan […]

  • Pertamina Patra Niaga Peduli Korban Banjir Nagekeo NTT

    Pertamina Patra Niaga Peduli Korban Banjir Nagekeo NTT

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen Pertamina dalam mendukung masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi darurat bencana.   Nagekeo | Bencana banjir bandang yang melanda di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Senin sore, 8 September 2025, telah mengguncang kehidupan masyarakat di 13 desa. Kecamatan Mauponggo menjadi wilayah dengan dampak paling besar. Hujan […]

  • Kenali Penyakit Degeneratif dan Penyebabnya

    Kenali Penyakit Degeneratif dan Penyebabnya

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Dr.dr. Budiman, SpPD-KEMD – RSUP dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta Penuaan adalah fase alami dalam kehidupan. Pada tingkat organisme, tubuh cenderung mengalami dan mengakumulasi perubahan dari waktu ke waktu dan perubahan ini biasanya bersifat degeneratif. Tubuh akan mengalami penurunan dari kondisi prima sebelumnya, terutama dalam hal kecepatan, efisiensi, dan perbaikan. Sayangnya, ada juga kasus […]

  • MoU Kemenkumham NTT dan Pemda Lembata Siapkan Perda Berkualitas

    MoU Kemenkumham NTT dan Pemda Lembata Siapkan Perda Berkualitas

    • calendar_month Jum, 10 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Penyusunan rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang merupakan produk hukum daerah wajib memperhatikan aspek prosedural, teknis, dan substansi dan wajib dibikin secara baik. Selain itu, sesuai dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 dengan perubahan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2019, wajib melibatkan perancang peraturan perundang-undangan, dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM yang […]

  • Terindikasi TPPO, CTKI Asal TTU Dicekal Petugas di Bandara El Tari

    Terindikasi TPPO, CTKI Asal TTU Dicekal Petugas di Bandara El Tari

    • calendar_month Ming, 30 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Satgas TKI Nonprosedural Bandara El Tari Kupang mencekal 1 (satu) Calon Tenaga Kerja nonprosedural di depan pintu cek in dengan tujuan Surabaya-Pangkalan Bun menggunakan pesawat Lion Air JT 0695, pada Minggu, 30 Juni 2019 pukul 10:10 WITA. Calon Tenaga Kerja yang bernama Maria Anjilia Haki, lahir di Unina,30 Maret 2001, Perempuan […]

  • Dilantik 1 Juni, Ini 75 Pejabat Administrator & Fungsional Kota Kupang

    Dilantik 1 Juni, Ini 75 Pejabat Administrator & Fungsional Kota Kupang

    • calendar_month Ming, 2 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr Hermanus Man menyatakan kepercayaannya kepada 75 para pejabat administrator dan fungsional yang usai dilantik pada Sabtu, 1 Juni 2019 pukul 11:00 WITA—selesai di Lantai I Kantor Wali Kota Kupang Alasan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang mengambil tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila […]

expand_less