Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Cerita Betrand Peto Larang Ruben Onsu ke Rumah di Manggarai NTT

Cerita Betrand Peto Larang Ruben Onsu ke Rumah di Manggarai NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 15 Sep 2024
  • visibility 218
  • comment 0 komentar

Loading

Betrand Peto semakin terkenal sebagai model, penyanyi dan juga anak asuh pasangan artis Ruben Onsu dan Sarwendah. Betrand kerap terlihat berada dekat dengan keluarga Ruben, seperti pada perilisan album Sarwendah di Taman Kajoe, Ampera Raya, Jakarta Selatan.

Kini, Betrand pun langsung menjadi target yang diserbu wartawan.

Simak beberapa cerita Betrand :

Pertama, Betrand ingin sekolah di Jakarta Betrand Peto mengungkapkan ingin melanjutkan sekolah di Jakarta. Hal ini dapat mendukung karier bernyanyinya di Jakarta. “Di sini (sekolah di Jakarta). Iya,” kata Betrand Peto

Kata Betrand, semua urusan administrasi sedang diurus ayah kandungnya di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). “Masih diurus. Doakan saja,” ujar Betrand.

Kedua, ayah kandung tidak keberatan Ruben menegaskan, ayah kandung Betrand tak keberatan putranya bersekolah di Jakarta dan tinggal bersamanya. “Enggaklah (keberatan), paling diantar sama papanya juga. Saya telepon komunikasi dengan baik, mereka happy gitu,” ujar Ruben Onsu.

Keputusan Betrand pindah ke Jakarta merupakan keinginan Betrand Peto sendiri. Ruben hanya bisa menerima dan akan merawat anak asuhnya tersebut bersama Sarwendah. “Dia sudah berkeinginan ke Jakarta, dia tinggal cap tiga jari. Waktu lulus SD dia, kan, belum ambil ijazah. Jadi cap tiga jari, legalisir (ijazah) sudah dapat baru bisa pindah,” kata Ruben.

Ketiga, larang Ruben Onsu ke rumahnya Betrand Peto memiliki alasan kocak hingga ia melarang Ruben mengunjungi rumahnya di sebuah daerah di Nusa Tenggara Timur ( NTT). “Kalau (Ruben) datang ke NTT, ayah akan datang ke NTT rumah hancur…,” kata Betrand di Taman Kajoe, Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis malam, 22 Agustus 2019.. Kata hancur itu Betrand gunakan sebagai kiasan suasana yang mungkin terjadi bila Ruben menginjakkan kaki di kampung halamannya.

Status ayah asuhnya sebagai selebritas, menurut Betrand, pasti akan mencuri perhatian warga di sana. “Karena orang (sekampung) akan kumpul semua di rumah ‘ada Papa di rumah’,” ujar Betrand menjelaskan maksudnya.

Keempat, larangan sama dari ayah kandung Betrand. Pada kesempatan yang sama, Ruben Onsu juga mengakui hal tersebut. Menurut dia, ayah kandung Betrand Peto memiliki larangan yang sama terhadapnya. “Sama bapaknya juga saya teleponan, komunikasi dengan baik, mereka happy banget. Mereka happy sekali, sampai saya bilang begini, ‘Saya mau datang ke NTT’. Kata bapak (kandung Betrand) jangan dulu, ya,” ujar Ruben.(*)

Sumber (*/BH/tim)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadir Sidang DPRD Belu, Bupati Harap Ranperda Dikaji Cermat & Terukur

    Hadir Sidang DPRD Belu, Bupati Harap Ranperda Dikaji Cermat & Terukur

    • calendar_month Sel, 13 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM., didampingi Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. hadir pada acara pembukaan sidang DPRD Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2021 tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020, di Ruang Sidang Utama DPRD Belu, pada Senin, […]

  • Jalan Terjal Mahkamah Konstitusi ‘How Democratic Constitutionalism Die?’

    Jalan Terjal Mahkamah Konstitusi ‘How Democratic Constitutionalism Die?’

    • calendar_month Ming, 14 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Assoc. Prof. Dr. Firman Wijaya Tahun 2024 ini sketsa pemilihan presiden (Pilpres) yang berujung di Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap 3 (tiga) pasangan calon presiden dan wakil presiden menempatkan MK dalam posisi yang problematis-dilematis. Apakah MK akan bertahan pada tradisi kalkulasi angka-angka (judicial restrain) atau kah berani lebih jauh bergerak dengan legal frame work yang […]

  • Koalisi PDIP dan KIB Potensial Bentuk Pemerintahan Yang Kuat

    Koalisi PDIP dan KIB Potensial Bentuk Pemerintahan Yang Kuat

    • calendar_month Sen, 10 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: LSI Denny JA Empat belas bulan sebelum Pilpres 2024, pasangan Ganjar Pranowo – Airlangga Hartarto (Ganjar – AH) merupakan pasangan paling populer/disukai, dengan elektabilitas tertinggi. Elektabilitas Ganjar- AH lebih tinggi dibandingkan Prabowo- Puan, Prabowo- Muhaimin Iskandar, Anies- AHY, Anies- Khofifah, Puan- Ganjar, ataupun Ganjar- Puan. Simulasi 3 (tiga) pasang, ada Ganjar – AH, Prabowo […]

  • Kisah SPK Hadir Kampanye di Kupang Meski Terjebak Abu Vulkanik Lewotobi

    Kisah SPK Hadir Kampanye di Kupang Meski Terjebak Abu Vulkanik Lewotobi

    • calendar_month Kam, 14 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Loading

    Pada kondisi kritis Simon Petrus Kamlasi (SPK) tak bisa hadir saat kampanye akbar, panitia telah menyiapkan rencana cadangan atau plan B. SPK bisa hadir secara virtual lewat 3 (tiga) layar besar di panggung kampanye karena kondisi yang memang tidak memungkinkan.   Kupang | Puluhan ribu massa yang memadati lapangan Sitarda Kupang pada Rabu, 13 November […]

  • Imbauan ‘New Normal’ di NTT, Gubernur VBL : Boleh Cium Hidung Pakai Masker

    Imbauan ‘New Normal’ di NTT, Gubernur VBL : Boleh Cium Hidung Pakai Masker

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hari ini, Senin tanggal 15 Juni 2020 kita juga sudah melakukan the new normal life, mudah-mudahan kita semua mematuhi protokol kesehatan selalu memakai masker; cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, dan selalu menjaga jarak termasuk di Kantor Gubernur; kita harapkan para Pegawai Negeri Sipil tetap menjaga jarak; karena walaupun […]

  • Sengketa Pilkada Boven Digoel Papua, Dr. Firman Sambut Baik Putusan MK

    Sengketa Pilkada Boven Digoel Papua, Dr. Firman Sambut Baik Putusan MK

    • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Putusan sengketa pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) 2020 yang dihelat Mahkamah Konstitusi (MK, red) terhadap 13 perkara secara daring pada Senin, 22 Maret 2021, mendapat perhatian dari Ketua Umum Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) Dr. Firman Wijaya, S.H., M.H. Dr. Firman menyambut baik putusan MK terkait sengketa perselisihan hasil Pilkada Kabupaten Boven […]

expand_less