Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Profil Tokoh » SEDERHANA! Gubernur NTT Masa Depan Tidur di Rumah Warga

SEDERHANA! Gubernur NTT Masa Depan Tidur di Rumah Warga

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 27 Okt 2024
  • visibility 103
  • comment 0 komentar

Loading

Simon Petrus Kamlasi merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1996 dan dalam Peralatan (CPL). Jabatan terakhir jenderal bintang satu ini adalah Pa Sahli Tk. II Kasad Bidang Lingkungan Hidup. Ia dikenal sebagai putra daerah Timor Tengah Selatan pertama yang meraih bintang satu TNI AD, dengan jabatan Brigadir Jenderal. Kemudian memutuskan mundur dan menjadi calon gubernur NTT.

 

TTS | Simon Petrus Kamlasi masih tetap menjadi sosok yang sederhana dan rendah hati, meski telah merengkuh bintang satu di pundak pada 26 Juni 2024 dan memegang jabatan sebagai Staf Ahli KASAD Bidang Lingkungan Hidup tak membuat dirinya tinggi hati meski menjadi satu-satunya jenderal dari desa terpencil di pedalaman Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pola hidup sederhana dari suami Esther Meilany Siregar ini pun diejawantahkan dengan menginap di rumah-rumah warga saat melakukan kampanye menuju kursi Gubernur NTT periode 2024—2029.

Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur nomor urut 3 pasangan dari Adrianus Garu ini dalam sebuah kesempatan bersama awak media menegaskan bahwa dirinya jika terpilih sebagai gubernur bakal rajin turun ke pelosok dan daerah terpencil dan tentunya bakal tidur di rumah warga.

Penegasan sosok yang kerap disapa SPK (Simon Petrus Kamlasi) itu bukan sekadar isapan jempol belaka, ia mengejawantahkan dengan tidur di rumah warga saat berkampanye di Pulau Flores dan beberapa daerah lain di pedalaman NTT yang tak memiliki hotel kelas melati hingga hotel berbintang.

Lazimnya seperti saat melakukan kampanye terbatas Desa Kiufatu, Kecamatan Amanuban Selatan, Timor Tengah Selatan (TTS) pada Jumat, 25 Oktober 2024.

Usai kampanye terbatas, SPK memilih untuk tidur di rumah warga Kiufatu. Hal itu ia lakukan untuk bisa lebih dekat dan merasakan denyut jantung masyarakat yang akan dipimpinnya jika terpilih kelak.

Sebelum beristirahat merasakan empuknya kasur warga desa, SPK mengambil waktu sejenak untuk berbincang dengan tuan rumah, menanyakan keseharian mereka, apa saja kebutuhan mendasar mereka sebagai sebuah keluarga yang tinggal di pedesaan.

“Saya memang sengaja memilih untuk tidur di rumah warga agar bisa memiliki sedikit waktu untuk berbincang dan mengetahui masalah-masalah yang mereka alami secara lebih pribadi,” urai SPK.

Dibeberkan pencipta beberapa mobil taktis Angkatan Darat itu, mungkin saja ada banyak hal yang ingin masyarakat ungkapkan, namun ketika berada dalam himpunan banyak orang mereka tidak punya kesempatan untuk berbicara.

SPK pun menekankan dengan tidur di rumah warga, ia ingin menunjukkan bahwa ia tidak berubah, ia masih orang anak kampung dari TTS. Menelusuri kampung demi kampung, lalu menginap di rumah warga, membuat semangat SPK untuk mengubah hingga membawa perubahan di NTT semakin kuat.

“Ketika saya ke kampung-kampung dan mengalami berbagai situasi yang dialami masyarakat, pengalaman-pengalaman itu membuat tekad saya untuk memperbaiki keadaan dan membawa NTT jauh lebih baik semakin kuat,’ tegasnya.

Menurut SPK, persoalan infrastruktur, masalah ekonomi, dan sekian banyak persoalan lainnya yang dialami masyarakat mestinya dijawab dengan program-program prioritas yang tepat.

“Harus ada program prioritas yang menyentuh dengan kebutuhan masyarakat. Makanya saya harus turun langsung untuk mengetahui lebih detail persoalan mereka,” ucapnya.

Pemilik rumah tempat SPK menginap di Desa Kiufatu, Regina Toni mengatakan, selama ia hidup baru pertama kali ada calon pemimpin yang mau tidur di rumah sederhana miliknya yang hanya berdinding bebak (pelepah pohon Lontar) dan berlantai semen.

“Saya kaget ketika Pak Simon Petrus Kamlasi mau inap di rumah saya,” ungkap Regina dengan nada bahagia sembari mengatakan awalnya ia ragu dengan keadaan rumahnya yang tidak memungkinkan untuk seorang seperti Simon Petrus Kamlasi. Ternyata apa yang ia pikirkan berbeda dengan yang terjadi. Simon Petrus Kamlasi mau tidur di rumahnya tanpa rasa sungkan.

“Jujur, saya merasa Pak Simon Petrus Kamlasi berbeda dengan pemimpin yang lain. Dia sangat rendah hati dan tulus,” ujar Regina.

Senada, warga Kiufatu bernama Boy Selan mengatakan, tipe pemimpin seperti Simon Petrus Kamlasi inilah yang dirindukan oleh masyarakat NTT. Banyak pemimpin yang hanya memberi janji manis tanpa mau melihat apa yang dialami masyarakat.

“Banyak pemimpin kita hanya datang dengan janji manis lalu pulang tanpa bekas,” ucapnya.

Boy Selan juga mengaku akan memilih SIAGA bukan karena perasaan sebagai sesama orang Timor, tetapi atas keyakinan bahwa paket ini yang benar-benar menunjukkan kepedulian terhadap rakyat kecil.

“Paket ini yang peduli dengan masyarakat. Saya yakin Pak Simon dan Pak Andre Garu akan membawa perubahan untuk NTT jika ia dipercayakan oleh masyarakat untuk memimpin nanti,” tandasnya.(*)

Sumber (*/tim media SIAGA)

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raimundus Nggajo Jadi Pj. Bupati Nagekeo, Ini 6 Atensi Presiden

    Raimundus Nggajo Jadi Pj. Bupati Nagekeo, Ini 6 Atensi Presiden

    • calendar_month Ming, 24 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G.L. Kalake, SH., MDC atas nama Presiden RI, Joko Widodo resmi melantik Raimundus Raymond Nggajo, ST., M.Si sebagai Penjabat Bupati Nagekeo. Pelantikan ini berlangsung di aula El Tari Kupang pada Sabtu, 23 Desember 2023. Adapun pelantikan Raimundus Nggajo sebagai Penjabat Bupati Nagekeo digelar berdasarkan Surat Keputusan Menteri […]

  • Bom Bunuh Diri di Medan, Pelaku Gunakan Atribut Ojek Online

    Bom Bunuh Diri di Medan, Pelaku Gunakan Atribut Ojek Online

    • calendar_month Rab, 13 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Medan, Garda Indonesia | Peristiwa Bom Bunuh Diri terjadi di Kota Medan Provinsi Sumatra Utara pada Rabu, 13 November 2019 pukul 08.45 WIB di Polrestabes Medan Jalan H.M Said Medan. Informasi yang dihimpun media ini telah terjadi bom bunuh diri yang diduga dilakukan oleh 2 (dua) orang yang masuk ke halaman Kantor Polrestabes dengan mengunakan […]

  • Sinergi PKM Fapet Undana dan Poktan Unuhari, Olah Lahan Kering Pakai Bokashi

    Sinergi PKM Fapet Undana dan Poktan Unuhari, Olah Lahan Kering Pakai Bokashi

    • calendar_month Sab, 3 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Peternakan (Fapet), Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, para petani yang mengolah lahan kering lebih kurang 5.000 meter persegi di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur; menjadi lebih produktif pada musim tanam kedua (April—September). Sinergi yang dilakukan oleh Tim PKM Fapet […]

  • Pemda Rote Ndao Pakai Map Daun Lontar untuk Berkas Administrasi

    Pemda Rote Ndao Pakai Map Daun Lontar untuk Berkas Administrasi

    • calendar_month Jum, 20 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao, Garda Indonesia | Pohon Lontar sebagai pohon endemik yang tumbuh di Pulau Rote, Sabu Raijua, Timor, dan beberapa daratan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); memiliki beragam manfaat. Dari daunnya digunakan sebagai bahan kerajinan dan media penulisan naskah lontar. Barang-barang kerajinan yang dibuat dari daun lontar antara lain adalah kipas, tikar, topi, aneka keranjang, tenunan untuk […]

  • DP3A Edukasi Tindak Kekerasan Anak bagi Siswa SMPK St Yoseph

    DP3A Edukasi Tindak Kekerasan Anak bagi Siswa SMPK St Yoseph

    • calendar_month Sen, 10 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Rangkaian terakhir dari Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP [25 November 2018 –10 Desember 2018]) oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) NTT melalui Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Khusus Anak dan P2TP2A memberikan edukasi tindak kekerasan anak bagi siswa/siswi SMPK St Yoseph Kupang, Senin/10/12/18. Sebanyak 100 siswa […]

  • Tiba di NTT, Iriana Jokowi Bakal Saksikan Konser 1.000 Sasando

    Tiba di NTT, Iriana Jokowi Bakal Saksikan Konser 1.000 Sasando

    • calendar_month Rab, 28 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Ibu Iriana Joko Widodo bersama para anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melakukan kunjungan kerja pada Rabu, 28 September 2022. Melalui Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Ibu Iriana beserta rombongan lepas landas dengan menggunakan pesawat Boeing TNI AU […]

expand_less