Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » PLN Jadi Keluarga Poco Leok, Bangun Geotermal dengan Ritual Adat Penti

PLN Jadi Keluarga Poco Leok, Bangun Geotermal dengan Ritual Adat Penti

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
  • visibility 41
  • comment 0 komentar

Loading

Dukungan masyarakat semakin menguat setelah ritual adat Penti ini, yang mengukuhkan PLN sebagai Ase Kae di sepuluh gendang yang tersebar di Poco Leok. Kehadiran masyarakat dalam prosesi ini menegaskan harapan agar pembangkit listrik berbasis panas bumi dapat segera terealisasi demi kesejahteraan dan kemajuan bersama.

 

Manggarai | Guna menjunjung tinggi dan menghormati adat istiadat di kawasan pembangunan infrastruktur kelistrikan, PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) turut serta dalam prosesi adat Penti di Poco Leok, Manggarai, Nusa Tenggara Timur pada 5—6 November 2024.

Kehadiran PLN dalam upacara tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian PLN terhadap pelestarian budaya di Manggarai. Kegiatan ini diikuti oleh keluarga besar Gendang Leda untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen, rezeki, dan kesehatan, sekaligus sebagai kesempatan untuk berdialog dengan pihak PLN.

“Kami menyampaikan kepada leluhur bahwa orang PLN ini kami terima sebagai Ase Kae, mereka akan membantu kami menghasilkan listrik,” ujar Paulus Garing, juru bicara adat Penti Gendang Leda.

Di kesempatan yang sama, Ketua Suku Gendang Leda, Konradus Hono, mengapresiasi kehadiran tim PLN yang berpartisipasi dalam prosesi adat hingga tuntas. “Kami berdoa kepada leluhur agar semua kegiatan PLN di Poco Leok, terutama yang melibatkan wilayah Gendang Leda, berhasil,” ungkapnya.

Elisabet Muet, salah satu anggota Gendang Leda dan pemilik tanah di proyek pengembangan PLTP Ulumbu 5-6 Poco Leok, menyatakan dukungannya terhadap PLN dalam memanfaatkan potensi panas bumi di tanah kelahirannya. “Jika ada potensi, kenapa tidak kita manfaatkan? Leluhur sudah mendukung, dan kami yakin ini akan berhasil,” ujarnya.

Hadir dalam acara tersebut, Manajer Perizinan, Komunikasi, dan TJSL, Bobby Robson Sitorus, menyampaikan rasa terima kasih kepada ketua suku dan warga Gendang Leda karena telah diterima sebagai bagian dari keluarga Gendang. Bobby dan delapan anggota tim PLN tinggal dan mengikuti seluruh rangkaian acara adat bersama masyarakat. Bobby juga menegaskan bahwa PLN memiliki pedoman “safeguard” untuk menjaga kelestarian masyarakat adat.

“Melalui kegiatan ini, kami semakin yakin bahwa Indigenous People Plan yang telah disusun adalah dokumen yang hidup dan berkembang sesuai budaya setempat. Kami berkewajiban untuk menjaga dan menjalankannya dengan baik,” ujar Bobby.

Di kesempatan lain, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Abdul Nahwan, menekankan pentingnya menghormati adat istiadat setempat sesuai nilai AKHLAK PLN.

“Adat yang beriringan dengan proyek PLN harus dilestarikan, dan PLN siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan harapan masyarakat adat,” tutur GM Abdul Nahwan.(*)

Sumber (*/tim PLN UIP Nusra)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Datang ke NTT – Jadikan Pemerintahan yang Bersih & Berwibawa

    KPK Datang ke NTT – Jadikan Pemerintahan yang Bersih & Berwibawa

    • calendar_month Sel, 25 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id-Pertemuan rutin yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dimaksudkan untuk menindaklanjuti Pencegahan Korupsi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di NTT. Gubernur 1 NTT, Viktor Laiskodat memberikan pernyataan usai mengikuti Rapat Paripurna Penyampaian tanggapan Gubernur Atas Nota Keuangan Daerah di Gedung DPRD NTT, Senin/24 September 2018 petang, mengatakan pertemuan […]

  • Polemik Panjang Hutan Adat Besipa’e, Intervensi Pemprov & Aksi Heboh

    Polemik Panjang Hutan Adat Besipa’e, Intervensi Pemprov & Aksi Heboh

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Polemik berkepanjangan lahan Desa Adat di Besiapa’e Desa Mio, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (T.T.S), Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyisakan fakta panjang yang seharusnya menjadi perhatian Pemerintah Provinsi NTT. Hingga pada puncak polemik saat kunjungan mendadak Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Selasa, 12 Mei 2020, yang menyisihkan […]

  • Lapor Kekerasan Perempuan dan Anak Lebih Mudah Dengan Aplikasi LAKER

    Lapor Kekerasan Perempuan dan Anak Lebih Mudah Dengan Aplikasi LAKER

    • calendar_month Sab, 7 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Manado,gardaindonesia.id-Masyarakat saat ini dapat melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak secara cepat dan mudah. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Prov Sulawesi Utara mewujudkannya melalui inovasi Aplikasi Online berbasis Android LAKER (Lapor Kekerasan). Inovasi ini muncul karena selama ini masyarakat enggan melaporkan kekerasan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) karena […]

  • Mohammad Tonny Harjono Jadi Kepala Staf Angkatan Udara

    Mohammad Tonny Harjono Jadi Kepala Staf Angkatan Udara

    • calendar_month Sab, 6 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Mohammad Tonny Harjono merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Udara lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1993. Ia pun mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Marsekal TNI. Kenaikan pangkatnya didasarkan pada surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 26/TNI/Tahun 2024 tentang Kenaikan Pangkat dalam Golongan Perwira Tinggi TNI. Mohammad Tonny Harjono […]

  • PUSPA NTT Bina Pemulung TPA Alak Kupang Kelola Pupuk Bokashi

    PUSPA NTT Bina Pemulung TPA Alak Kupang Kelola Pupuk Bokashi

    • calendar_month Sen, 3 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Oktober 2018 hingga sekarang telah membina para pemulung di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kecamatan Alak Kota Kupang. Pola pembinaan yang dilakukan dengan melatih sekitar 40 pemulung yang setiap hari mengais rezeki dengan memanfaatkan limbah […]

  • “Pelayanan Prima” Standar Pelayanan Publik BPS Provinsi NTT

    “Pelayanan Prima” Standar Pelayanan Publik BPS Provinsi NTT

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Loading

    Saat ini, penyelenggaraan data pemerintah masih terdapat keberagaman data dan metodologi, duplikasi dan minimnya keterpaduan data pemerintah yang berdampak pada efektivitas anggaran data pemerintah, dan ego sektoral dalam penyelenggaraan data, serta keengganan berbagi pakai data antar-instansi pemerintah.   Kupang | Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPS Provinsi NTT) konsisten memotret dan memoles standar […]

expand_less