Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » FPRB NTT Inisiasi Pertanian Cerdas Iklim Warga Marginal Penkase

FPRB NTT Inisiasi Pertanian Cerdas Iklim Warga Marginal Penkase

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 7 Mar 2025
  • visibility 81
  • comment 0 komentar

Loading

Elaborasi pemerintah setempat dengan Forum PRB NTT melalui program FPRB NTT masuk desa/kelurahan mendorong masyarakat marginal Penkase Oeleta hingga menggunakan sistem pertanian cerdas iklim dengan memperhatikan adaptasi perubahan iklim dan mengedukasi warga mengolah lahan berbatuan menjadi bedeng sayur organik dengan dukungan irigasi tetes.

 

Kupang | Warga marjinal (kurang mampu) di RT 25 RW 10, Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT); mengolah lahan tidur milik Pitoby menjadi ladang sayur organik dengan sistem pertanian cerdas iklim.

Sekiranya 11 kepala keluarga (KK) marginal seperti pengepul sampah, pengepul sisa makanan dan beberapa pekerjaan serabutan lainnya bersepakat mengolah lahan tidur berukuran 50 x 25 m. Dan 11 KK itu pun memperoleh pendampingan dari Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Nusa Tenggara Timur (FPRB NTT), di bawah koordinasi Ketua Kaukus Akademisi, Lenny Mooy.

Tak hanya itu, aparat pemerintah setempat, Muhammad Yasim pun selaku Ketua RT 25 RW 10, Kelurahan Penkase, telah jauh hari mencanangkan program pemberdayaan ekonomi warganya. Kondisi ini juga memecut atensi dari Lurah Penkase, Pether Nenohaifeto dan Camat Alak, Yulianus Willem Pally, termasuk para pengusaha setempat.

Elaborasi pemerintah setempat dengan Forum PRB NTT melalui program FPRB NTT masuk desa/kelurahan mendorong masyarakat marginal Penkase Oeleta menggunakan sistem pertanian cerdas iklim dengan memperhatikan adaptasi perubahan iklim dan mengolah lahan berbatuan menjadi bedeng sayur organik dengan dukungan irigasi tetes. Peluncuran demplot pertanian cerdas iklim kelompok tani Mandiri Tangguh 25 ini dilaksanakan pada Jumat pagi, 7 Maret 2025.

Kepada media ini, Muhammad Yasim mengungkapkan sejak awal terpilih sebagai ketua RT dirinya telah mencanangkan program yang dapat mendukung ekonomi warga. “Di sini (ladang sayur organik) ditanami sayur berumur 2 (dua) mingguan dengan ukuran ladang sementara untuk menjadi contoh bagi warga lainnya, ke depan jika memungkinkan bisa diolah 2 (dua) hektar,” bebernya sembari mengucapkan terima kasih kepada Forum PRB NTT.

Pose bersama warga yang tergabung dalam demplot pertanian cerdas iklim Mandiri Tangguh 25 Penkase Oeleta, Lurah Penkase, Camat Alak dan Forum PRB NTT. Foto : Ryan Kopling

Sementara, Ketua Kaukus Akademisi Forum PRB NTT, Lenny Mooy mengatakan perannya pada demplot pertanian cerdas iklim terkait dengan tugas akademiknya selaku dosen Politani Kupang dan perannya selaku Kaukus Akademisi Forum PRB NTT mendorong pendamping melatih warga mengolah pupuk cair organik berbasis pupuk cair (tinja sapi yang diolah menjadi pupuk organik).

“Kami sudah tahapan pada pemupukan dasar dari kotoran sapi (sumbangan dari Camat Alak). Dan esuai rancangan warga menanam tanaman hortikultura seperti sayuran daun dan sayuran buah seperti lombok dan terung,” bebernya.

Ketua Forum PRB NTT, Norman Riwu Kaho pun mengedukasi warga demplot pertanian cerdas iklim Mandiri Tangguh 25 bahwa perubahan iklim telah terjadi dan mengingatkan mereka untuk mengutamakan pilar utama pertanian cerdas iklim yang produktif, mampu meningkatkan pendapatan, dan beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Dosen Faperta Undana ini pun memberikan ilustrasi cerdas pengolahan pertanian cerdas iklim yang mampu memberikan kontinuitas tambahan pendapatan kepada warga di Penkase Oeleta.

Penulis (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wow!, Ternyata Belajar Bahasa Indonesia Asyik dan Menyenangkan

    Wow!, Ternyata Belajar Bahasa Indonesia Asyik dan Menyenangkan

    • calendar_month Rab, 14 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa pemersatu bagi 1.340 suku (sensus BPS tahun 2010) dan pemersatu dalam keberagaman dan kebhinnekaan atas 34 provinsi di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI); terus ber-ubah dan menyesuaikan diri dengan pembaruan sebanyak dua kali setahun. Tak ketinggalan, Bahasa Indonesia juga menyesuaikan diri di era […]

  • Indeks Kota Toleran 2020, Kota Kupang Peringkat 5 Besar dari 94 Kota

    Indeks Kota Toleran 2020, Kota Kupang Peringkat 5 Besar dari 94 Kota

    • calendar_month Jum, 26 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kota Kupang menjadi salah satu kota yang memperoleh skor tertinggi dalam laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2020 yang di-launching oleh Setara Institute. Pemberian penghargaan atas prestasi  tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefry Riwu Kore dalam acara Launching dan Penghargaan Indeks Kota Toleran Award 2020 yang berlangsung di Jakarta, […]

  • SEPATU LEPAS! Paskibraka Pembawa Baki Tetap Menunaikan Tugas

    SEPATU LEPAS! Paskibraka Pembawa Baki Tetap Menunaikan Tugas

    • calendar_month Kam, 17 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas untuk mengibarkan bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada Kamis, 17 Agustus 2023, telah ditentukan. Tim Indonesia Maju, demikian nama yang disematkan, didaulat untuk bertugas pada upacara tersebut. Lilly Indriani Suparman Wenda yang merupakan perwakilan dari Provinsi Papua […]

  • Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan dan Anak di Papua, Laki-laki Harus Terlibat

    Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan dan Anak di Papua, Laki-laki Harus Terlibat

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Jayapura, Garda Indonesia | Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama Dewan Adat Papua mendorong keterlibatan laki-laki dalam penanganan masalah perempuan dan anak di Provinsi Papua. Sebab menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak, Yohana Yembise, selama ini partisipasi laki-laki di Papua dianggap kurang dan kesadaran akan melindungi perempuan dan anak yang belum […]

  • Tantangan Petugas PLN Rawat Transmisi 70 kV Pulau Flores

    Tantangan Petugas PLN Rawat Transmisi 70 kV Pulau Flores

    • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Pohon dan vegetasi di sepanjang jalur tol listrik Flores tumbuh lebih cepat dibandingkan di daerah lain, menciptakan potensi gangguan terhadap jaringan transmisi PLN.   Flores | Pulau Flores dikenal dengan tanahnya yang subur sebagai dampak positif dari endapan vulkanik gunung berapi yang tersebar di beberapa wilayah pulau Flores. Kesuburan ini membawa keuntungan bagi sektor pertanian, […]

  • Sejarah Hari Perempuan Internasional

    Sejarah Hari Perempuan Internasional

    • calendar_month Sen, 8 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Pada tanggal 8 Maret setiap tahun, dirayakan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day) Hari Perempuan Internasional pertama kali dirayakan pada tanggal 28 Februari 1909 di New York dan diselenggarakan oleh Partai Sosialis Amerika Serikat. Demonstrasi pada tanggal 8 Maret 1917 yang dilakukan oleh para perempuan di Petrograd memicu terjadinya Revolusi Rusia. Hari Perempuan Internasional secara resmi dijadikan sebagai hari libur nasional di Soviet Rusia pada tahun 1917, dan […]

expand_less