Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Jelang Pemilu 2019 Banyak Hoaks Beredar; Bamsoet: “Jangan Terlibat”

Jelang Pemilu 2019 Banyak Hoaks Beredar; Bamsoet: “Jangan Terlibat”

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 24 Jan 2019
  • visibility 163
  • comment 0 komentar

Loading

Banjarnegara, gardaindonesia.id | Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta segenap elemen masyarakat mencegah serta tidak terlibat dalam pembuatan dan penyebaran berita bohong (hoaks) serta ujaran kebencian. Jelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019, potensi penyebaran hoaks dan ujaran kebencian cenderung meningkat.

“Berdasarkan data Kementerian Kominfo, jelang Pemilu 2019 berita hoax mengalami peningkatan setiap bulannya. Dari awal Januari 2019 hingga kini telah ada 10 hoaks yang beredar. Tujuh diantaranya terkait dengan Pileg dan Pilpres,” ujar Bamsoet saat bersilaturahmi dengan Caleg DPRD Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu malam (23/01/19).

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini memaparkan, saluran utama penyebaran hoax terbesar berasal dari media sosial, aplikasi chating dan website. Sementara, jenis hoaks yang banyak beredar adalah isu sosial politik dan SARA. Data dari Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) menyebutkan pengguna internet di Indonesia sudah lebih dari 50 persen dari total penduduk Indonesia.

“Menjelang Pileg dan Pilpres pada April 2019, penyebaran hoaks di dunia maya banyak dilakukan oleh pihak tertentu sebagai black campaign untuk menyerang kandidat lain. Hal ini tentu tidak bisa terus dibiarkan. Potensi kerusakan akibat hoaks terhadap keutuhan bangsa sangatlah besar,” tegas Bamsoet.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Banjarnegara, Kebumen dan Purbalingga ini meminta masyarakat mau melaporkan ke aparat kepolisian jika menemukan berita hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Masyarakat bisa melakukan ‘screen capture’ berita hoaks yang beredar untuk dijadikan sebagai bukti.

“Pembuat dan penyebar hoax serta ujaran kebencian bisa dijerat dengan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Selain itu, bisa juga dijerat dengan KUHP dan UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Ancaman hukuman yang bisa diberikan tidaklah ringan,” urai Bamsoet.

Karenanya, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini mengingatkan para Caleg untuk santun dan beretika saat berkampanye. Hindari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian untuk menjatuhkan Caleg lainnya.

“Mari kita tunjukan kedewasaan dalam berpolitik. Raih suara para pemilih dengan mengedepankan visi, misi serta program yang bermanfaat bagi pembangunan bangsa. Tinggalkan black campaign yang hanya akan merusak dan memecah belah sesama anak bangsa,” pungkas Bamsoet.(*)

 

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)

Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • 75 Pegawai KPK Tak Lulus TWK, Presiden: Tak Spontan Jadi Dasar Pemberhentian

    75 Pegawai KPK Tak Lulus TWK, Presiden: Tak Spontan Jadi Dasar Pemberhentian

    • calendar_month Sel, 18 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo memandang bahwa hasil tes wawasan kebangsaan (TWK) terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hendaknya menjadi masukan untuk langkah-langkah perbaikan KPK, baik terhadap individu maupun institusi KPK. Menurut Presiden Jokowi, hasil tes tersebut juga hendaknya tidak serta-merta atau spontan dijadikan dasar untuk memberhentikan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak […]

  • Apakah PDI Perjuangan Pecah?

    Apakah PDI Perjuangan Pecah?

    • calendar_month Sel, 25 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Josef Herman Wenas Apakah PDI Perjuangan sedang pecah? Saya pastikan tidak. Apakah PDIP akan pecah? Insting saya meyakini tidak akan. Sewaktu Taufik Kiemas (TK) masih hidup, sudah jadi rahasia umum ada yang disebut faksi TK dan faksi Mega di internal PDIP. Itu bukan perpecahan internal, itu dinamika internal. Sebab, at the end, ketika Ketua […]

  • Terima Mahasiswa KKN Undana, Kel.Merdeka & Tode Kisar Optimalisasi Layanan

    Terima Mahasiswa KKN Undana, Kel.Merdeka & Tode Kisar Optimalisasi Layanan

    • calendar_month Rab, 10 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Sejak tanggal 8—13 Juli 2019, Mahasiswa KKN Undana sebanyak 3.004 disebar dan akan menempati lokasi di 13 kab/kota dan 15 lokasi kampus dan didampingi 1 (satu) orang Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Seperti sebaran Mahasiswa KKN Undana di lokasi Kota Kupang yakni di Kelurahan Merdeka dan Tode Kisar. Para mahasiswa KKN […]

  • Suksesi Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Fokus Tiga Hal

    Suksesi Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Fokus Tiga Hal

    • calendar_month Sel, 6 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Hingga 12 Maret 2025, pemerintah telah mencairkan anggaran senilai 710,5 miliar rupiah untuk program MBG dan penyerapan anggaran MBG masih tergolong minim,   Jakarta | Anggaran program makan bergizi gratis (MBG) di tahun 2025 diprediksi bisa mencapai 171 triliun rupiah. Anggaran ini naik signifikan dari rencana awal 71 triliun rupiah. Program MBG ditargetkan menjangkau 82,9 […]

  • Diperiksa Penyidik, Bupati TTS Jadi Saksi Dugaan Pencurian Kayu Cendana

    Diperiksa Penyidik, Bupati TTS Jadi Saksi Dugaan Pencurian Kayu Cendana

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia |  Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  Egusem Piether Tahun didampingi 2 (dua) pengacara, yakni Stef Pobas dan Simon P. Tunmuni memenuhi panggilan penyidik Polres TTS pada Selasa, 12 April 2022, guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan pencurian kayu Cendana di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan […]

  • Kader NasDem Difitnah Terkait Bank NTT, Aleks Ofong: Media Ungkap Sumber Anonim

    Kader NasDem Difitnah Terkait Bank NTT, Aleks Ofong: Media Ungkap Sumber Anonim

    • calendar_month Sel, 12 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Loading

    Alex Ofong menegaskan berita yang sudah beredar luas di tengah masyarakat secara digital akan memiliki dampak yang buruk bagi NasDem maupun personal kader yang sudah mendapat fitnah keji. Untuk itu, ia meminta media yang menulis nama kader-kader NasDem tanpa konfirmasi harus memulihkan nama baik mereka.   Jakarta | Kader Partai NasDem Nusa Tenggara Timur (NTT) […]

expand_less