Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Hujan Angin Musim Kemarau, Lion Air Tunda Mendarat di Kupang

Hujan Angin Musim Kemarau, Lion Air Tunda Mendarat di Kupang

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 30 Mei 2025
  • visibility 98
  • comment 0 komentar

Loading

Kapten pesawat Lion Air JT-270, Bimantoro Putra kepada Portal Berita Garda Indonesia menyampaikan, cuaca Kota Kupang sangat berkarakter seperti cuaca buruk hingga angin kencang 25 hingga 30 knot yang mendesak penundaan pendaratan.

 

Kupang | Pesawat Boing 737-900, Lion Air nomor penerbangan JT-270 dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali tujuan Bandara El Tari Kupang terpaksa menunda mendarat atau landing pada Jumat siang, 30 Mei 2025.

Pesawat ini dijadwalkan mendarat pada pukul 11:40 Wita, namun tiba lebih awal pada pukul 11:30 Wita, dihadang hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang yang mengguncang badan pesawat.

Diungkapkan salah satu penumpang, Rizky (35), pilot Lion Air JT -270 telah menyiapkan pendaratan, namun kembali menerbangkan pesawat yang membawa penumpang dewasa dan beberapa anak.

“Pilot terpaksa membatalkan pendaratan akibat hujan deras disertai angin kencang,” paparnya.

Pasca-pembatalan penerbangan, pilot Lion Air JT-270 mengumumkan kepada para penumpang, untuk sementara berputar sekitar 5 hingga 10 menit. Akhirnya, pesawat pun berhasil mendaratkan ban dengan sempurna pada pukul 11:58 Wita.

Ucapan doa syukur hingga tepuk tangan pun dilayangkan beberapa penumpang. Mama Yuli Niron (62) menyampaikan rasa syukur dengan melakukan tanda salib menurut tata ibadah umat Katolik.

“Kita wajib memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Tuhan, jika pendaratan pesawat berhasil,” ucapnya.

Kapten pesawat Lion Air JT-270, Bimantoro Putra kepada Portal Berita Garda Indonesia menyampaikan, cuaca Kota Kupang sangat berkarakter seperti cuaca buruk hingga angin kencang 25 hingga 30 knot yang mendesak penundaan pendaratan.

“Jika dipaksakan, landing bakal jauh. Misalnya, seharusnya berhenti pada target landasan, namun bisa meleset hingga membahayakan penerbangan,” ucap Bimantoro Putra dengan riwayat 5.500 jam terbang.

Beberapa hari sebelumnya, Kota Kupang diguyur hujan deras musim kemarau dengan intensitas cukup deras hingga menyebabkan terganggunya jaringan listrik pada Kamis, 29 Mei 2025 pukul sekitar pukul 15:10—22:10 WITA.

Terpisah, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Nusa Tenggara Timur (FPRB NTT), Norman Riwu Kaho dalam desiminasi kepada masyarakat menyebutkan pergantian hari menuju bulan Juni, tapi “rasa” seperti bulan Desember.

Disimak dari citra Himawari-9 BMKG pada Kamis, 29 Mei 2025 pukul 12.20 Wita terjadi hujan pada sejumlah kota di NTT. “Hujan bukan hanya di Kota Kupang, tapi juga terjadi di sejumlah lokasi di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, dan mungkin sejumlah lokasi di Timor Barat,” ungkapnya.

Dipaparkan Norman Riwu Kaho, hujan deras hingga angin merupakan bagian dari variabilitas iklim mengingat area cakupan tidak luas. Dan, seharusnya kondisi cuaca seperti ini tidak akan terlalu lama sebelum kembali pada “rupa asli” yaitu musim kemarau dan kekeringan.

“Tapi, kalau dibandingkan dalam 10 tahun terakhir, semakin jelas bahwa pergeseran musim atau pola musim yang makin tak menentu makin sering terjadi menjadi penanda ini adalah bagian dari dampak perubahan iklim,” tandasnya.

Penulis (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pandemi Mengancam, Rm. Magnis Suseno Ajak Bangun Sikap Solidaritas & Tertib

    Pandemi Mengancam, Rm. Magnis Suseno Ajak Bangun Sikap Solidaritas & Tertib

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Di masa kolonialisme kuat, rakyat Indonesia mampu untuk berjuang dan meraih kemerdekaan. Perjuangan dan sikap pantang menyerah ditunjukkan bangsa ini untuk terbebas dari penjajahan. Sikap seperti ini juga diharapkan untuk mampu keluar dari krisis pandemi Covid-19 yang melanda tanah air. Romo Franz Magnis Suseno mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tidak menyerah […]

  • Pemda Rote Ndao Pakai Map Daun Lontar untuk Berkas Administrasi

    Pemda Rote Ndao Pakai Map Daun Lontar untuk Berkas Administrasi

    • calendar_month Jum, 20 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao, Garda Indonesia | Pohon Lontar sebagai pohon endemik yang tumbuh di Pulau Rote, Sabu Raijua, Timor, dan beberapa daratan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); memiliki beragam manfaat. Dari daunnya digunakan sebagai bahan kerajinan dan media penulisan naskah lontar. Barang-barang kerajinan yang dibuat dari daun lontar antara lain adalah kipas, tikar, topi, aneka keranjang, tenunan untuk […]

  • Anak Bali Gembira, Cinta Seni dan Budaya

    Anak Bali Gembira, Cinta Seni dan Budaya

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar-Bali, Garda Indonesia | Selama 2 (dua) minggu berada di Pulau Bali, ada hal menarik dan mengusik saya menelusuri kecintaan masyarakat Bali terutama anak-anak terhadap seni dan budaya Bali. Saat berada di Banjar Kolepekan, Desa Tumbakbayuh, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali pada Rabu, 16 Oktober 2019 sekitar pukul 18.30 WITA saat prosesi odalan sedang […]

  • “Perda Bertabrakan” Pemda Belu Bakal Terapkan ‘Omnibus Law’

    “Perda Bertabrakan” Pemda Belu Bakal Terapkan ‘Omnibus Law’

    • calendar_month Kam, 8 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Kebijakan peraturan tentang investasi/penanaman modal bagi pelaku usaha, sangat penting. Presiden sudah bilang potong aturan-aturan yang bikin susah orang,” ungkap Bupati Belu, Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM, didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Dra. Maria Kornelia Eda Fahik, M.M. dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, […]

  • Wakapolda NTT & Ketua Sinode GMIT Apresiasi HUT Ke-56 Gereja Bait El Penfui

    Wakapolda NTT & Ketua Sinode GMIT Apresiasi HUT Ke-56 Gereja Bait El Penfui

    • calendar_month Sen, 15 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang-NTT, Garda Indonesia | Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-56 Gereja Bait El Kampung Baru Penfui pada Minggu, 14 April 2019 berkesan dan bermakna bagi para Jemaat, Panitia Hari Raya Gerejawi (PHRG), dan Gembala Gereja karena hadir sosok seorang Brigjen Pol Joni Asadoma, Wakapolda NTT dan Pdt Dr Merry Kolimon, Ketua Sinode GMIT. Selain itu, […]

  • Tak Ada Dualisme PMI Kota Kupang, Bill Mandala Dilantik Jadi Ketua Baru

    Tak Ada Dualisme PMI Kota Kupang, Bill Mandala Dilantik Jadi Ketua Baru

    • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Loading

    Sebagai Pemerintah Kota Kupang, tekan Serena Francis, pihaknya tidak mengakui kepengurusan lain. Banyak aspek yang dipertimbangkan, mulai dari AD/ART, latar belakang pendidikan, hingga keterlibatan dalam organisasi tanpa kepentingan politik.   Kota Kupang | Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis melantik jajaran pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang masa bakti 2025—2030 pada Selasa, 29 April […]

expand_less