Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Rekomendasi Gubernur NTT Kepada Pengembang Geotermal

Rekomendasi Gubernur NTT Kepada Pengembang Geotermal

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
  • visibility 45
  • comment 0 komentar

Loading

Di PLTP Sokoria, disebutkan bahwa sebagian besar warga (sekitar 85%) mendukung PLTP Sokoria karena manfaat listrik, kerja, dan ekonomi. Sisanya menolak karena dugaan dampak lingkungan yang tidak terbukti secara signifikan di lapangan.

 

Mataram | Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, hadir di kantor PT PLN (Persero) Pusat, menyampaikan sejumlah rekomendasi perbaikan-perbaikan berkelanjutan kepada pimpinan pengembang panas bumi demi keberlangsungan sejumlah proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di NTT, Senin, 28 Juli 2025.

Kunjungan Gubernur Laka Lena merupakan tindak lanjut atas uji petik yang dilakukan Satgas Pemprov di sejumlah wilayah kerja panas bumi (WKP) guna memverifikasi dan memvalidasi fakta lapangan terkait pengembangan PLTP, serta kunjungannya ke beberapa titik geotermal dalam rangka berdialog dengan masyarakat terdampak beberapa waktu lalu.

Di hadapan PT PLN (Persero) serta tim pengembang yang terdiri dari PT Sokoria Geothermal Indonesia, PT Daya Mas Nage Geothermal, dan PT Geo Dipa Energi, Gubernur Melki bersama pejabat Pemprov NTT lainnya, menjabarkan sejumlah tantangan dalam pelaksanaan pengembangan panas bumi di lapangan, mulai dari manifestasi, kondisi jalan, realisasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), sampai isu kesehatan dan lingkungan yang berputar di sekitar masyarakat.

“Intinya adalah pelaksanaan dialog antara pemprov, pemkab, desa, pengembang geothermal dan masyarakat yang pro dan kontra harus dilakukan secara masif dan terukur serta dilaksanakan di lokasi itu saja, agar pihak-pihak yang tidak berkepentingan tidak dapat menyusup dalam dialog tersebut,” jelas Gubernur Melki.

Berdasarkan temuan tim Satgas, Gubernur Melki menegaskan perlunya tindakan antisipasi retakan untuk mencegah timbulnya manifestasi baru. Ini dapat dilakukan melalui kajian pemetaan pola sebaran keretakan, terutama di lokasi WKP PLTP Mataloko. Di samping itu, penting untuk menggunakan teknologi presisi tinggi agar manifestasi tidak muncul di lokasi lain.

Terkait proyek pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6 di Poco Leok, Gubernur Laka Lena menegaskan pembangkit ini patut dipertahankan dan ditingkatkan sebagai pemasok utama listrik di Kabupaten Manggarai. Sejalan dengan itu, pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang konsep dan dampak geothermal terhadap manusia dan ekosistem perlu ditingkatkan agar masyarakat semakin memahami pentingnya perluasan kapasitas PLTP Ulumbu demi terpenuhinya energi listrik yang andal.

“Dialog harus dikedepankan, terutama dengan penolak geotermal. Jika dialog sudah dilaksanakan dengan baik, kegiatan konstruksi bisa dilanjut,” ungkapnya.

Sementara itu, di PLTP Atadei, Gubernur Laka Lena menyampaikan tim pengembangan mesti segera menyelesaikan penyesuaian harga ganti rugi pemilik tanah melalui pendekatan intens dengan tetap mengacu pada aturan yang berlaku.

Gubernur NTT berpose bersama Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PT PLN (Persero), Suroso Isnandar. Foto : tim PLN

Di PLTP Sokoria, disebutkan bahwa sebagian besar warga (sekitar 85%) mendukung PLTP Sokoria karena manfaat listrik, kerja, dan ekonomi. Sisanya menolak karena dugaan dampak lingkungan yang tidak terbukti secara signifikan di lapangan.

Tim pengembang dinilai perlu mengadopsi mekanisme pengaduan dan pemantauan partisipatif, melaksanakan sosialisasi yang konsisten dan berkelanjutan dalam setiap tahapan aktivitas, serta mengarahkan program CSR agar lebih menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Menanggapi rekomendasi Gubernur Melki, EVP Panas Bumi PT PLN (Persero), John Y.S. Rembet, mengurai sejumlah agenda ke depan mengacu pada temuan tim satgas, akan dilakukan kegiatan pada green area terlebih dahulu (access road, wellpad G, J, dan D) setelah pelaksanaan FPIC di Poco Leok.

Sementara terkait manifestasi di PLTP Mataloko, akan dilakukan studi risiko kemunculan manifestasi baru, serta rencana pembangunan geopark (remidiasi lingkungan) yang saat ini sedang dalam tahap proses pengajuan anggaran.

Sementara itu, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, menyampaikan untuk swasembada energi, geotermal di Flores merupakan berkah yang punya potensi besar mendorong laju perekonomian di NTT.

“Akan dilakukan perbaikan dan penyempurnaan sesuai rekomendasi,” ucap Suroso.

Hadir di lokasi, General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Yasir, mengungkapkan dalam upaya swasembada energi, PLN melibatkan beberapa teknologi kunci yang teruji dalam hal konversi energi panas bumi menjadi listrik.

PLN, kata GM Yasir, juga harus memastikan sepanjang penggarapan dan operasional PLTP di NTT selalu sejalan dengan pemantauan kondisi lingkungan sekitar. Pemantauan lingkungan sekitar wilayah geothermal ini mencakup aspek kualitas air, udara, getaran, kebisingan, termasuk kondisi sosial masyarakat sekitar proyek.

“Lahan di PLTP Atadei sedang proses pembebasan dan program CSR penyediaan air bersih sedang berjalan. Dengan hadirnya Pak Gubernur, turun langsung dan berdialog dengan masyarakat sekitar lokasi pembangunan, ini menunjukkan dukungan pemerintah,” ucap GM Yasir.(*)

Sumber (*/tim)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nuansa Helong, Kantor Inspektorat NTT Diresmikan Gubernur Viktor Laiskodat

    Nuansa Helong, Kantor Inspektorat NTT Diresmikan Gubernur Viktor Laiskodat

    • calendar_month Kam, 3 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tarian Helong untuk menyambut tamu-tamu terhormat diperagakan oleh Sanggar Tari Kejora, membuka rangkaian peresmian Gedung Kantor Inspektorat Provinsi NTT oleh Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Kamis pagi, 3 Juni 2021. Tarian Helong berasal dari Suku Helong merupakan salah satu penduduk asli Pulau Timor. Kebanyakan dari mereka berdiam di Kabupaten Kupang, yaitu di Kupang Barat dan Kupang […]

  • “Holopis Kuntul Baris” : Identitas Bangsa yang Terlupakan

    “Holopis Kuntul Baris” : Identitas Bangsa yang Terlupakan

    • calendar_month Jum, 4 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Yucundianus Lepa, Advisor Menteri Desa PDTT “Ai, tidakkah orang sadar? Bahwa zonder (tanpa) toleransi, maka demokrasi akan karam. Oleh karena demokrasi itu sendiri adalah penjelmaan daripada toleransi.” (Soekarno, 17 Agustus 1954). Perbedaan yang timbul, menurut Soekarno dapat merusak semangat gotong-royong yang telah menjadi budaya khas Indonesia. Menjelang Pemilihan Umum pertama tahun 1955, Soekarno terus-menerus […]

  • Jokowi Ajak Mahasiswa AMN Surabaya Berwirausaha

    Jokowi Ajak Mahasiswa AMN Surabaya Berwirausaha

    • calendar_month Rab, 30 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Surabaya, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo meresmikan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya di AMN Kota Surabaya, pada Selasa, 29 November 2022. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengaku senang karena rasa optimisme tampak dari wajah 410 mahasiswa yang terdaftar di AMN Surabaya. Pada AMN, mahasiswa dari seluruh Indonesia dapat saling mengenal dan belajar budaya masing-masing daerah. […]

  • 22 Ribu Lebih Keluarga di Kota Kupang Terima Bantuan Beras PPKM Mikro

    22 Ribu Lebih Keluarga di Kota Kupang Terima Bantuan Beras PPKM Mikro

    • calendar_month Sen, 19 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Sebanyak 22.518 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Kupang, menerima bantuan masing-masing 10 kilogram beras yang diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore pada Senin, 19 Juli 2021. […]

  • Bank NTT Penyetor Pajak Terbesar, Per Tahun 100 Miliar Lebih

    Bank NTT Penyetor Pajak Terbesar, Per Tahun 100 Miliar Lebih

    • calendar_month Rab, 1 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Sebagai bank kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), PT. Bank Pembangunan Daerah atau dikenal dengan Bank NTT menjadi wajib pajak yang paling besar menyetor pajak. Setiap tahunnya, Bank NTT menyetor pajak hingga Rp100 miliar lebih. Demikian diungkapkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang, Ni Made Ayu Sri Liana Dewi dalam sesi […]

  • Modal Inti Bank NTT 3 Triliun Bisa Terpenuhi? Ini Kata Alex Riwu Kaho

    Modal Inti Bank NTT 3 Triliun Bisa Terpenuhi? Ini Kata Alex Riwu Kaho

    • calendar_month Sel, 31 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua, Garda Indonesia | Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 12/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, ketentuan modal inti minimum setiap bank umum wajib memenuhi modal inti minimum sebesar Rp3 triliun. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT pun sementara menempuh berbagai langkah guna memenuhi ketentuan pemenuhan modal inti minimum bank hingga akhir Desember […]

expand_less