Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Profil Tokoh » 80 Tahun Kemerdekaan, Guru Honor Rp300 Ribu Jalan Kaki 6 Km ke Sekolah

80 Tahun Kemerdekaan, Guru Honor Rp300 Ribu Jalan Kaki 6 Km ke Sekolah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
  • visibility 271
  • comment 0 komentar

Loading

Sejak menjadi guru honorer pada 5 Februari 2024, setiap hari ia menempuh perjalanan 6 kilometer untuk mengajar anak- anak di dusun terpencil.

 

Sikka | Demi mencerdaskan anak bangsa, seorang guru honorer di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) rela digaji hanya 300 ribu rupiah per bulan. Padahal, ia harus menempuh jarak sejauh 6 (enam) kilometer atau selama 3 (tiga) jam ke sekolah setiap kali mengajar.

Guru honorer yang mengalami kisah pilu itu bernama Vinsensia Ervina Talluma (32). Dia mengajar di sekolah jarak jauh Wairkubang ranting dari SDK 064 Watubala, Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.

Sejak menjadi guru honorer pada 5 Februari 2024, setiap hari ia menempuh perjalanan 6 Kilometer untuk mengajar anak- anak di dusun terpencil yang merupakan sekolah jarak jauh dari SDK 064 Watubala itu.

Lokasi sekolah terletak di Kampung Wairbukang, Dusun Wodong, Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka. Setiap pagi, wanita yang akrab disapa Ervina ini berangkat ke sekolah pada pukul 06:30 Wita. Hal ini dia lakukan agar bisa sampai ke sekolah tepat waktu.

Perjalanan panjang dari rumah ke sekolah tidaklah mulus, ia harus melewati hutan, mendaki berbatuan dan kadang harus menyeberang kali apabila terjadi banjir. Saat musim hujan, anak-anak diberi tugas dan belajar di rumah karena akses ke sekolah terputus oleh banjir musiman.

Gaji 300 ribu per bulan yang diterima Ervin bersumber dari Komite sekolah yakni 150 per bulan dan dari bantuan operasional sekolah sebesar 150 ribu per bulan.

Ervin mengungkapkan bahwa gaji 300 ribu per bulan tersebut tidak mencukupi biaya hidupnya sehari-hari, apalagi saat ini ia telah berkeluarga. Untuk itu, Ervina mencari alternatif pendapatan lain seperti berjualan sembako di rumah.

“Jalan kaki menuju sekolah ini tiga kilometer jaraknya, dengan melewati hutan, kali dan melewati berbatuan, gajinya itu dari komite dikasih dengan 150 ribu per bulan terus dari dana BOS dapat 150 ribu per bulan jadi digabung 300 ribu, kalau kondisi seperti ini untuk kami yang sudah berkeluarga memang sangat tidak cukup, tapi mau bagaimana demi anak-anak, tugas kami tetap jalankan seperti biasanya,” ujarnya Rabu 26 Februari 2025.(*)

Sumber (*/Tribun Maumere)

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemilu dan Serigala : Sebuah Kaleidoskop

    Pemilu dan Serigala : Sebuah Kaleidoskop

    • calendar_month Ming, 15 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Kita sudah “berpengalaman” dengan 12 kali pemilu selama kurun waktu 64 tahun (1955—2019). Cukupkah itu untuk “mendewasakan” kita sebagai “insan politik”? Akankah di pemilu 2024 nanti kita akan “cukup matang” dalam menentukan pilihan? yaitu untuk memilih capres-cawapres, caleg (DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kab/Kota), dan kepala daerah plus wakilnya di tingkat […]

  • Pjs. Bupati Belu Terima Rekomendasi KASN tentang Sanksi Bagi 9 Camat

    Pjs. Bupati Belu Terima Rekomendasi KASN tentang Sanksi Bagi 9 Camat

    • calendar_month Sel, 3 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Rekomendasi KASN-nya sudah ada, diberikan kepada pejabat pembina kepegawaian daerah untuk menjatuhkan sanksi kepada 9 camat yang bermasalah. Jenis sanksinya tentu sama karena terlibat dalam titik kegiatan yang sama,” ungkap Pjs. Bupati Belu, Zakarias Moruk saat ditemui awak media di ruang kerjanya, pada Selasa siang, 3 November 2020. Dalam rekomendasi KASN […]

  • Pemeriksaan 74 Sampel Swab di Provinsi NTT pada 1—2 Juni Negatif Covid-19

    Pemeriksaan 74 Sampel Swab di Provinsi NTT pada 1—2 Juni Negatif Covid-19

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Hasil pemeriksaan terhadap sampel swab yang telah menunggu antrean lama dari berbagai kabupaten di Provinsi NTT selama dua hari, 1—2 Juni 2020 dinyatakan negatif Covid-19 Pada Senin, 1 Juni 2020, Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, memeriksa 46 sampel dari Kota Kupang, yakni RSUD W. Z Yohanes, […]

  • Dari Gelap ke Terang, 6 Desa di TTU dan Malaka Segera Pakai Listrik PLN

    Dari Gelap ke Terang, 6 Desa di TTU dan Malaka Segera Pakai Listrik PLN

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle Tim PLN UIW NTT
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Loading

    Maximus Ite, Kepala Desa Oenino, Kecamatan Bikomi Tengah, Timor Tengah Utara, menyampaikan rasa syukur karena akhirnya harapan untuk desa terang sudah datang.   Kupang | Impian masyarakat di enam lokasi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Malaka untuk segera menikmati listrik dari PLN semakin dekat menjadi kenyataan. PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah […]

  • Kementerian PUPR Lakukan Lelang Dini 3.926 Paket Senilai 32,61Triliun

    Kementerian PUPR Lakukan Lelang Dini 3.926 Paket Senilai 32,61Triliun

    • calendar_month Sel, 6 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Untuk mempercepat realisasi pelaksanaan kegiatan tahun 2019 tersebut, Kementerian PUPR memulai proses lelang dini pada November 2018. Sebanyak 3.926 paket senilai Rp 32,61 triliun siap dilelang. Jumlah tersebut adalah 39% dari 80% Pagu Pengadaan Kementerian PUPR. Dalam memulai lelang dini, Menteri Basuki menyampaikan arahannya yakni mulai lebih awal, penganggaran dilakukan secara efektif […]

  • Sandra Dewi dan 88 Tas Mahal

    Sandra Dewi dan 88 Tas Mahal

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Loading

    Negeri ini memang luar biasa, wak. Tiap kali kita kira udah gila, dia tambah sinting. Datanglah kisah Sandra Dewi, sang putri sinetron yang terseret dalam opera sabun hukum paling mewah di jagat selebritas. Bukan karena main film, tapi karena jaksa menemukan 88 tas mewah, rumah bertingkat bak museum parfum, dan deposito miliaran rupiah hasil “cinta […]

expand_less