Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » Lagi Viral, 4 Destinasi Wisata Alam di Pulau Flores

Lagi Viral, 4 Destinasi Wisata Alam di Pulau Flores

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
  • visibility 151
  • comment 0 komentar

Loading

Empat destinasi wisata alam tersebut tidak hanya viral karena keindahannya, namun memberikan makna tersendiri dan pengalaman wisata yang tidak dapat terlupakan.

 

Flores | Ada sejumlah destinasi wisata alam di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sedang viral di media sosial (medsos). Foto dan video tempat wisata tersebut viral di media sosial baik di Facebook, Instagram, maupun di TikTok. Tempat wisata alam ini juga menjadi destinasi favorit wisatawan.

Selain empat destinasi wisata yang lagi viral di media sosial, Pulau Flores juga menyimpan sejuta destinasi wisata yang tak kalah pesona. Baik itu, destinasi wisata alam, maupun destinasi wisata religius.

Rekomendasi destinasi wisata alam yang lagi viral di Pulau Flores, bisa masuk dalam daftar tempat yang Anda dapat dikunjungi.

Empat destinasi wisata alam tersebut tidak hanya viral karena keindahannya, namun memberikan makna tersendiri dan pengalaman wisata yang tidak dapat terlupakan.

Kampung adat Wae Rebo. Foto : istimewa/floresholiday

Berikut destinasi wisata alam yang lagi viral di Pulau Flores:

1. Sabana Mausui

Destinasi wisata ini terletak di selatan Manggarai Timur tepatnya di Waelengga, Kecamatan Kota Komba. Sekitar 2 jam dari Kota Borong.

Hamparan rerumputan luasnya kurang lebih empat hektar itu yang akarab disebut dengan ‘Padang Sabana Mausai’ atau ‘Padang Musai’ di Manggarai Timur tersebut mulanya hanya tempat untuk menggembalakan ternak milik masyarakat setempat.

Namun, seiring berjalannya waktu Padang Musai yang dulunya hanya menjadi rumah kawanan ternak seperti sapi, kerbau hingg kuda merumput. Namun kini telah menjadi sorotan wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

2. Pulau Mules

Jika anda ke Wae Rebo, Pulau Mules tak jauh lagi. Pulau kecil berada di selatan Pulau Flores. Pesona alam pulau satu-satunya di Kabupaten Manggarai itu seperti di film animasi.

Pulau Mules disebut surga tersembunyi di Pulau Flores, alamnya sangat eksotis dengan perairan yang indah dan keanekaragaman hayati.

3. Wae Rebo

Desa tradisional Wae Rebo di distrik Manggarai di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, telah menerima Top Award of Excellence dari UNESCO dalam Penghargaan Warisan Asia Pasifik UNESCO 2012, yang diumumkan di Bangkok pada 27 Agustus 2012.

Terletak di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan air laut. Orang-orang kerap menyebut kampung di atas awan. Memiliki rumah adat yang unik disebut Mbaru Niang yang mengandung filosfi kehidupan masyarakat Manggarai.

Rumah adat ini tinggi dan berbentuk kerucut. Yang pertama ada yang paling umum di kenali wisatawan adalah Wae Rebo di Kabupaten Manggarai. Berada di atas ketinggian, kampung ini sering tertutup kabut dan udaranya sangat dingin.

Kampung benar-benar jauh dari kota, berada di atas bukit dan dikeliling hutan. Tempatnya sangat sejuk, bersih dan tenang.

Danau Rana Mese di Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur. Foto : istimewa

4. Danau Rana Mese

Salah satu bentang alam yang lagi viral di medsos adalah Danau Rana Mese di Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur.

Danau Rana Mese terletak sekitar 25 kilometer dari Ruteng, Flores. Kawasan ini menawarkan pesona alam nan asri yang menakjubkan, terutama bagi para pengunjung yang mencari ketenangan.

Danau seluas sekitar 5 hektare dan kedalaman 43 meter ini bak surga tersembunyi di tengah hutan yang berlokasi pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Danau ini terbentuk dari letusan hebat Gunung Ranaka sekitar 400 tahun lalu yang menyebabkan kawah di gunung tersebut tertutup air dan membentuk danau dengan tepi yang curam.

Danau Rana Mese diapit oleh dua gunung tertinggi di Manggarai Timur, yakni Gunung Mandosawu (2.400 mdpl) dan Gunung Ranaka (2.140 mdpl). Danau ini menawarkan suasana yang tenang dan jauh dari kebisingan kota. Kawasan ini dikelilingi oleh hutan tropis yang hijau dan rimbun sehingga pengunjung dapat menghirup udara segar.

Kawasan Danau Rana Mese adalah rumah bagi beragam flora dan fauna. Di dalam kawasan ini, terdapat sekitar 250 spesies burung, termasuk beberapa burung endemik seperti burung samyong dan burung kipasan Flores. Selain itu, kawasan ini juga kaya akan spesies ikan, mamalia, dan tanaman tropis.

Pengunjung dapat menikmati kicauan merdu burung-burung khas daerah ini, seperti burung Samyong (Pachycephala Nudigula) dan berbagai jenis burung lainnya. Suara alam yang menenangkan bersama pepohonan hijau yang menyegarkan mata, membuat Danau Rana Mese menjadi tempat yang penuh kedamaian. (*)

Sumber (*/Ragam)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayatollah Khamenei Tewas, Iran Tutup Pintu Damai dengan AS

    Ayatollah Khamenei Tewas, Iran Tutup Pintu Damai dengan AS

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Loading

    Teheran | Eskalasi konflik di Timur Tengah kian memanas setelah Iran memastikan tak akan lagi melanjutkan perundingan nuklir dengan Amerika Serikat menyusul serangan gabungan AS dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akhir pekan lalu. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, menyatakan negaranya tak akan melanjutkan negosiasi dengan Washington. “Kami tidak […]

  • BMKG Klarifikasi Hoaks Kecepatan Angin 45 knots pada 17—20 Maret

    BMKG Klarifikasi Hoaks Kecepatan Angin 45 knots pada 17—20 Maret

    • calendar_month Rab, 13 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Beredar himbauan di pesan whatsapp dan media sosial lain bahwa yang memiliki pohon besar di dekat rumah tolong di tebang karena bakal akan badai besar mulai tanggal 17 Maret 2019 dengan puncak badai berupa angin kencang sebesar 45 knots pada 18—19 Maret dan berakhir pada Rabu/20 Maret 2019 Kepala Stasiun BMKG […]

  • Empat Poin Bincang Presiden Jokowi dan Presiden Macron

    Empat Poin Bincang Presiden Jokowi dan Presiden Macron

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Loading

    Jepang, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Hotel Grand Prince, Hiroshima, Jepang, pada Minggu, 21 Mei 2023. Dalam pertemuan tersebut, kedua presiden membahas 4 (empat) hal, mulai dari keanggotaan Indonesia di Financial Action Task Force (FATF) hingga soal pertahanan. “Pertama, keanggotaan Indonesia di FATF, saya harap […]

  • Kemenparekraf Terapkan Kebijakan Bekerja dari Rumah bagi ASN

    Kemenparekraf Terapkan Kebijakan Bekerja dari Rumah bagi ASN

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menerapkan kebijakan bekerja dari rumah bagi sebagian aparat sipil negara (ASN) dalam upaya menekan penyebaran wabah Covid-19. Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam pernyataannya, pada Senin, 16 Maret 2020, mengatakan keputusan ini diambil sesuai dengan […]

  • Kampanye Pamungkas, Barisan Garis Keras Fatubenao Songsong Paket Sehati

    Kampanye Pamungkas, Barisan Garis Keras Fatubenao Songsong Paket Sehati

    • calendar_month Kam, 3 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Pekikan yel–yel kemenangan paket SEHATI bergaung ria mewarnai acara penyambutan Calon Bupati/ Wakil Bupati, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens di Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 2 Desember 2020. Simak video kampaye paket Sehati di Kelurahan Fatubenao https://youtu.be/muWroG3aC4g Disaksikan Garda Indonesia, tulisan FARGAS […]

  • Nenek di Surabaya Diseret Diusir Paksa Ormas Madas, Kini Rumah Rata Tanah

    Nenek di Surabaya Diseret Diusir Paksa Ormas Madas, Kini Rumah Rata Tanah

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 512
    • 0Komentar

    Loading

    Saat pengusiran, di rumah terdapat balita 5 tahun, bayi 1,5 bulan, ibu, lansia lain, dan keluarga. Setelah semua dikeluarkan, rumah dipalang. Beberapa hari kemudian, barang diangkut pakai pikap tanpa izin, lalu alat berat datang, dan rumah kini sudah rata dengan tanah.   Surabaya | Nenek Elina Widjajanti (80) diduga menjadi korban pengusiran paksa dan pengeroyokan […]

expand_less