Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » Air Terjun Pangkadari Permata Tersembunyi Yang Terabai

Air Terjun Pangkadari Permata Tersembunyi Yang Terabai

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
  • visibility 289
  • comment 0 komentar

Loading

Pangkadari adalah nama air terjun. Lokasinya ada di Desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Ruteng | Destinasi wisata alam di Kabupaten Manggarai nyaris tersebar di setiap sudut wilayahnya. Salah satu di antaranya berupa air terjun.

Pangkadari adalah nama air terjun itu. Lokasinya ada di Desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk melihat pesona permata tersembunyi air terjun Pangkadari ini, rute perjalanan ke tempat wisata melalui Kota Ruteng menuju Golo Nggorong, Kecamatan Cibal dengan jarak yang ditempuh kurang lebih 21 KM menggunakan kendaraan roda dua atau empat. Dari Golo Ngorong menuju Desa Wae Codi ditempuh dengan jarak sekitar 6 km melalui Desa Compang Cibal untuk sampai ke tempat wisata.

Sepanjang perjalanan, Anda akan dikejutkan dan mental Anda juga akan ditantang habis-habisan oleh kondisi jalan seperti kali mati dan berlubang besar yang seolah-olah siap menelan korban.

Tiba di Desa Wae Codi tepatnya Kampung Raci merupakan jalan masuk menuju tempat air terjun Pangkadari. Jarak dari Kampung Raci menuju air terjun Pangkadari kurang lebih 2 KM dengan berjalan kaki. Kondisi jalan yang berbatu dan terjal sangat sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Untuk itu pengunjung perlu menyiapkan tenaga yang ekstra dan air mineral yang cukup.

Kemudian Anda melewati jalan berbatu yang biasa dilintasi oleh petani setempat untuk ke kebun kopi dan kemiri. Dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak yang landai di antara perkebunan kopi dan kemiri. Tepat sebelum mendekati tempat wisata air terjun Pangkadari, hamparan persawahan yang tersusun bak tangga menyambut kedatangan Anda.

Nah, sekitar 20 meter jarak dari areal persawahan menuju tempat wisata air terjun Pangkadari. Riak air terjun sudah mulai terdengar. Melewati jalan yang landai dan sedikit licin kembali menyambut, Anda harus berhati-hati. Tampak pohon-pohon tinggi dan besar mengapiti air terjun ini.

Ketinggian air terjun Pangkadari kurang lebih 30 meter dan kolam alaminya tidak begitu dalam. Air yang mengalir melewati tebing batu berlumut hijau lalu jatuh pada kolam.

Air di kolamnya bening seperti kristal dan berwarna hijau toska memanjakan mata. Tak heran saat berada di tempat wisata air terjun Pangkadari banyak pengunjung memilih berenang untuk menghilangkan kepenatan.

Keunikan air terjun Pangkadari membuat beberapa orang menyebutnya ajaib. Mengapa demikian?.

Keajaiban pun seolah tidak berhenti sampai di situ. Tebing yang biasa disapa Arka Dewa juga menemukan ranting dan daun yang membatu.

Padahal, air yang mengalir di air terjun ini bening dan tidak berbau seperti ciri-ciri air yang mengandung zat kapur.

Jalan berbatuan yang terjal

Kondisi jalan yang berbatuan terjal dan dipenuhi tumbuh rumput alang-alang mencerminkan fasilitas akses menuju air Air Terjun Pangkadari tersebut belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah desa setempat.

Saputra (27) Seorang pemuda asal Kampung Purang, desa Wae Codi, kepada media ini, pada Senin, 18 Agustus 2025, mengatakan seharusnya pemerintah desa (pemdes) memberikan perhatian serius terhadap destinasi seperti air terjun Pangkadari ini.

Dia (Saputra) mengurangi destinasi wisata Pangkadari apa bila Pemdes Wae Codi memberikan perhatian serius itu akan menjadi aset desa untuk ke depannya. Namun apa boleh buat pemdes juga terkesan tutup mata.

Baginya, air terjun Pangkadari potensi merupakan yang besar untuk desa Wae Codi, jika fasilitas penunjang seperti jalan, tempat peristirahatan berbentuk bale-bale di tempat destinasi lain yang ada di Manggarai.

Dikarenakan kata dia, salah satu hal untuk menarik wisatawan baik itu, wisata lokal maupun mancanegara yakni fasilitas penunjang sangat mendukung.

“Ini kan tidak! jalan dari Golo Nggorong menuju desa ini saja seperti kali Mati. Kalau musim hujan tiba seperti kumbang kerbau. Apa lagi jalan masuk dari kampung Raci menuju air terjun itu bagaikan jalan babi hutan,” ujar Saputra anak muda asal Kampung Purang desa Wae Codi.

Ia juga menyoroti sejumlah pembangunan yang yang dinilai mangkrak dan sejumlah program yang tidak terealisasi oleh Pemdes Wae Codi.

“Jangan memperhatikan jalan menuju air terjun Pangkadari Kaka. Desa Wae Codi ini banyak sekali pembangunan yang mangkrak dari dua tahun yang lalu,” terang Saputra.

“Jadi jangankan kita bicara soal pembangunan jalan menuju destinasi wisata air terjun Pangkadari kaka. Kita bahas pembangunan desa saja nyaris semuanya tidak ada jelas,” tambahnya.

Ia membeberkan, sejumlah pekerja yang dinilai mangkrak tersebut seperti pengerjaan rabat beton di Kampung Purang, Cia dan bantuan rumah layak huni tahu 2024 tidak terealisasi sama sekali.

Hal ini menyebabkan pengunjung destinasi wisata air terjun Pangkadari tersebut sangat sepi.(*)

Sumber (*/Ferdy Daud)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perusahaan Domisili Jakarta Diimbau Lakukan ‘Work From Home’

    Perusahaan Domisili Jakarta Diimbau Lakukan ‘Work From Home’

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Imbauan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor e-0014/SE/2025 dan bersifat situasional, sehingga penerapan WFH tidak diwajibkan bagi seluruh perusahaan, melainkan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.   Jakarta | Pasca-demonstrasi anarkis yang terjadi di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia pada tanggal 28—29 Agustus 2025, maka beberapa daerah memberlakukan sistem belajar dan bekerja dari rumah. Akibat […]

  • IMO-Indonesia Angkat Bicara Terkait Grasi bagi Susrama Pembunuh Jurnalis

    IMO-Indonesia Angkat Bicara Terkait Grasi bagi Susrama Pembunuh Jurnalis

    • calendar_month Sab, 26 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Ikatan Media Online Indonesia atau IMO-Indonesia merasa prihatin atas permasalahan yang menyita perhatian publik khususnya masyarakat pers indonesia perihal rencana pemberian grasi kepada Susrama. Dewan Pengawas IMO-Indonesia, Tjandra Setiadji SH,MH., meminta pemberian grasi Susrama untuk dievaluasi. Menurutnya, grasi tersebut menjadi insiden buruk untuk publik, demikian dikatakan Tjandra kepada pewarta di Jakarta, Sabtu/ […]

  • Hari Disabilitas, Presiden : Difabel Harus Dapat Program Pemerintah

    Hari Disabilitas, Presiden : Difabel Harus Dapat Program Pemerintah

    • calendar_month Jum, 4 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Peringatan Hari Disabilitas Internasional pada tahun 2020 harus menjadi momentum penegasan kepedulian dan solidaritas dalam meletakkan dasar yang kuat bagi perlindungan penyandang disabilitas. Dalam sambutannya secara virtual pada peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar pada Kamis, 3 Desember 2020, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan kesetaraan dan […]

  • Presiden Jokowi Bakal Berkunjung ke Kesetnana Timor Tengah Selatan

    Presiden Jokowi Bakal Berkunjung ke Kesetnana Timor Tengah Selatan

    • calendar_month Rab, 2 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo telah menargetkan penurunan angka stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024.  Untuk  mewujudkan target tersebut, Pemerintah Provinsi NTT memberikan perhatian yang sangat serius untuk penanganan masalah stunting atau tengkes tersebut. Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan melakukan kunjungan kerja ke Desa Kesetnana, Kecamatan Molo Selatan, Kabupaten Timor Tengah […]

  • Covid-19, Gubernur NTT Tunda Festival Pariwisata dan Tutup Destinasi Wisata

    Covid-19, Gubernur NTT Tunda Festival Pariwisata dan Tutup Destinasi Wisata

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Meski proses penanganan penyebaran risiko penularan infeksi Corona Virus Disease atau Covid-19 telah dilaksanakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, namun Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memutuskan untuk sementara menunda pelaksanaan festival pariwisata dan menutup seluruh destinasi wisata yang ada di Provinsi NTT. Adapun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 diketuai Sekda […]

  • District Converence Rotary 3420, Dari Expo UMKM Hingga Menteri Hadir

    District Converence Rotary 3420, Dari Expo UMKM Hingga Menteri Hadir

    • calendar_month Jum, 13 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Loading

    Semarang, Garda Indonesia | Rotary District 3420 kembali menghelat konferensi distrik atau district converence (Discon) secara tatap muka yang bakal diselenggarakan pada tanggal 19—21 Mei di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Tahun sebelumnya, pada masa pandemi Covid-19, Discon dihelat secara hybrid (daring dan luring) di Denpasar, Bali pada 28—29 Mei 2021. Simak juga :  https://youtube.com/shorts/ilZBdWOPTkQ?feature=share […]

expand_less